Pengantar Minggu ini 24 – 29 Juni 2013

apdr3

apdr3Rupanya Indonesia tidak saja terkenal dengan kekayaan warisan budayanya, tanahnya yang subur, dan keramahan masyarakatnya, tetapi juga kekayaan akan ancaman bencana. Berada di antara dua benua dan dua samudra, lantas membuat Indonesia menjadi tempat persinggahan yang strategis dan menguntungkan tetapi juga membuat Indonesia merasakan dampaknya. Dampaknya berupa bencana alam, gempa, tsunami, banjir, angin puting beliung, longsor dan masih banyak lagi.

Ahli lempeng bumi, ahli gempa, ahli tsunami, dan ahli bencana lainnya pasti mengenal Indonesia. Betapa tidak, jalur megatrust gempa melalui hampir seluruh wilayah Indonesia. Begitu juga dengan dua lempeng bumi yang menyebabkan gempa, juga bertemu di Indonesia. Pantaslah Indonesia disebut Hipermarket Bencana.

Sudahkan kita sadar bahwa ini semua mengancam kita? Ataukah ancaman ini sudah kita anggap “teman” atau sudah biasa terjadi. Apakah korban berjatuhan akibat bencana itu biasa? Marilah kita duduk bersama untuk menyadari bahwa ini adalah ancaman yang bisa kita kurangi dampaknya terutama bagi kehidupan manusia dan bagi saudara-saudara kita yang berada di wilayah-wilayah yang rentan bencana. Baca selengkapnya klik-disini

Dilanda Kabut Asap, Bengkalis Riau Liburkan Sekolah

Pekanbaru – Kondisi kabut asap di Kabupaten Bengkalis Riau kian parah. Untuk sementara, pemerintah setempat meliburkan sekolah. Kebijakan itu disampaikan Wakil Bupati Bengkalis Riau Suayatno dalam rilisnya kepada detikcom, Rabu (19/6/2013). Suayatno meminta Dinas Pendidikan untuk segera meliburkan sekolah.

Continue reading

Jumlah Penduduk Meningkat, Angka Bencana Longsor Meningkat

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa angka kejadian bencana tanah longsor di Indonesia yang menyebabkan korban jiwa cenderung meningkat setiap tahun seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Continue reading

Penyakit Modern Merebak Terlalu Cepat

Prof-Kartomo-W

Prof-Kartomo-WSerpong, PKMK. Kemunculan penyakit masyarakat modern sebagai pembunuh utama di Indonesia cenderung terlalu cepat. Saat pengetahuan standar gizi di masyarakat Indonesia belum terlalu bagus, penyakit masyarakat modern seperti gangguan jantung dan ginjal sudah menjadi pembunuh utama.

Continue reading

Reportase Kunjungan University of Hawaii

kunjungan1

Reportase Kunjungan University of Hawaii

Pre-simposium Indonesia Disaster Risk Reduction: University of Hawaii Kunjungi FK UGM

 
kunjungan1

Kedatangan dekan University of Hawaii disambut oleh Dekanat Fakultas Kedokteran, bagian kurikulum, Konsultan Pokja Bencana, dan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM. dr.Endro memulai diskusi dengan dekan UH mengenai kurikulum kebencanaan di FK UGM. dekan UH menyatakan ketertarikannya dan mencoba membicarakan dengan presiden terkait kerjasama yang bisa dilakukan UH dan UGM dalam manajemen kebencanaan.

 
kunjungan2

Diskusi terus berlanjut dengan penyampaian keterlibatan FK UGM dalam penanggulangan bencana di Indonesia oleh dr.Hendro Wartatmo yang merupakan konsultan senior di Pokja Bencana FK UGM.  Disampaikan juga tentang kerjasama FK  dengan kementerian kesehatan, pusat krisis kesehatan, rumah sakit dan masyarakat. Diskusi menghangat dengan pembahasan upaya resilience terhadap masyarakat.

Bagian kurikulum FK menyampaikan tentang keberadaan kurikulum kebencanan di Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh wilayah Jogjakarta yang rentan dengan bencana. Hampir semua bencana bisa terjadi di wilayah Jogjakarta sehingga diperlukan pemahaman dan wawasan kepada mahasiswa tentang manajemen bencana sejak mereka berada di perguruan tinggi. Fakultas kedokteran UGM  berharap bisa bekerjasama lebih dengan Universitas of Hawaii dalam pendidikan manajemen bencana.

Khususnya bagian Gizi FK UGM tertarik sekali untuk melakukan kerja sama terkait gizi obesitas di masyarakat. Masalah obesitas di Amerika juga menjadi pusat perhatian karena terjadi banyak pada anak-anak dan kebanyakan terjadi di daerah miskin. Sedangkan di Indonesia, obesitas tidak saja terjadi pada masyarakat miskin tetapi meningkat kejadiannya pada masyarakat kalangan menengah.

kunjungan3

Diskusi berlanjut dengan melihat pameran kebencanaan oleh Pokja Bencana FK UGM. Poster yang dipamerkan tentang penanggulangan bencana Tsunami dan gempa Aceh 2004, Gempa Bantul di Yogyakarta 2006, dan Gunung Merapi di Yogyakarta 2010.
Kunjungan berakhir dengan penyerahan kenang-kenangan dari FK UGM kepada Dekan University of Hawaii. Dekan Dekan University of Hawaii merasa sangat tertarik dan senang dengan awal kerjasama ini.

kunjungan4

APDR3

pembukaan-apdr3

Reportase

Indonesia Symposium Disaster Risk Reduction and Resilience

Asia Pacific Disaster Risk Reduction and Resilience (APDR3)

13-14 Juni 2013
Sheraton, Yogyakarta

 
pembukaan-apdr3

Sambutan pada pembukaan simposium secara bergantian di sampaikan oleh penyelenggara kegiatan, yakni Asia Pacific Disaster Risk Reduction and Resilience (APDR3), Kedutaan Besar Indonesia di Amerika, University of Hawaii Manoa, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Islam Indonesia. Dalam sambutannya, masing-masing universitas merasa senang dengan keterlibatan mereka dalam kegiatan ini. Mereka menyadari ancaman bencana di Indonesia dan berupaya melakukan sesuatu dalam rangka penanggulangan bencana.

Pembicara dalam simposium ini datang dari berbagai kalangan, pemerintah, pendidikan, LSM, dan pemerhati bencana. Dari pemerintah diwakili oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dimana dalam kesempatan ini, Dr. Syamsul Ma’arif, ketua BNPB langsung menyampaikan mengenai peran dan kegiatan BNPB dalam penanggulangan bencana di Indonesia selama ini. Desa Tanggap Bencana yang dirintis oleh BNPB yang disebar ke 63 daerah rawan bencana di Indonesia menjadi upaya penguatan kapasitas dan resilience kepada masyarakat.
  
pembicara1

pembicara2

Selama dua hari, para pembicara menyampaikan mengenai organisasi ataupun kegiatan pananggulangan bencana yang pernah dilakukan seperti:
1.    Early Warning for Landslide Hazard in Indonesia  oleh UGM
2.    Urban Resilience oleh Mercy Corps
3.    Earthquake : Innovative Professional Education oleh UII
4.    Resilience by Education oleh Hope Worlwide

Dalam simposium ini banyak ditemui hal yang menarik, salah satunya peserta berkesempatan berdiskusi lebih dalam sesuai dengan minat masing-masing. Pada hari pertama, telah dilaksanakan roundtable 1 dan 2. Dalam kesempatan ini, FK UGM bergabung pada roundtable 2 mengenai Urban Resilience: Understanding Cities to Address Disaster Risk. FK UGM menyampaikan hal-hal yang sudah pernah dilakukan dalam hal ini seperti pengembangan Regional Disaster Plan dan Hospital Disaster Plan. Diskusi ini berlangsung selama dua jam dengan hasil yaitu kesimpulan bersama terkait masalah yang diangkat dan bagaimana upaya penanggulangannya.gambar3

Pada hari kedua, FK UGM mengikuti dua roundtable yakni roundtable 3 dan 4 mengenai Earthquakes: Integrating Engineering and Social Sciences in Professional Programs dan Resilience through Education in Isolated Disaster Prone Communities. Roundtable kali ini mencoba membahas tentang pendidikan dan kurikulum kebencanaan yang ada di Yogyakarta.

Di sesi terakhir, semua peserta dikelompokkan kembali ke dalam roundtable-rondtable yang pernah diikuti sebelumnya. Dengan tujuan mendapatkan kesimpulan selama dua hari ini terkait upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia. Hasil dari roundtable akan dikumpulkan dan akan di-follow up pada kesempatan yang akan datang.

Pada satu sesi tersendiri perwakilan dari beberapa pendonor bergabung ke depan dan menyatakan kesepakatan mereka untuk berkontribusi dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Asia Pacifik terutama Indonesia.
Penutupan simposium dilakukan tepat pukul 17.00 hari kedua. Secara simbolis ditutup oleh Direktur APDR3 dengan memberikan rangkaian bunga kepada perwakilan University of Hawaii, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama penyelenggara dengan semua peserta.

Pengantar Minggu ini 10 – 17 Juni 2013

apdr-2013

Indonesia Symposium on Disaster Risk Reduction and Reselience

apdr-2013Banyaknya bencana yg terjadi di wilayah Asia Pacific mendorong jaringan APDR3 (Asia Pacific Disaster Risk Reduction) bersama pihak akademik, pemerintah, dan NGO untuk mengadakan diskusi dalam sebuah simposium. Tujuannya untuk mendekatkan keilmuan dengan pendekatan kemasyarakatan guna meningkatkan kapasitas lokal terkait pengurangan risiko bencana, khususnya wilayah Indonesia.

Simposium yg diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di USA, University of Hawaii Manoa, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Islam Indonesia ini berlangsung selama dua hari (13-14/6) di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa.


Bencana Hidrometeorologi Melonjak Hingga Pertengahan Tahun

banjir-jkt-2013

Berdasarkan laporan BNPB melalui  beberapa media cetak nasional, diprediksikan akan terjadi peningkatan bencana hidrometeorologi hingga pertengahan tahun ini. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung seringkali terjadi di Indonesia, sekitar 95 persen dari bencana yang terjadi. Walhi juga menyatakan banjir masih mendominasi bencana hingga saat ini di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dinyatakan pula bahwa selama lima bulan ini telah terjadi 776 kejadian bencana dengan banjir 212 kejadian, tanah longsor 138 kejadian, puting beliung 195 kejadian, dan lainnya. Bencana melanda hampir 3846 desa pada 1548 kecamatan di 311 kabupaten. Banjir dan tanah longsor diprediksi akan terus meningkat karena adanya anomali suhu muka air laut yang menghangat di peraian Indonesia yang menyebabkan uap air melimpah dan intensitas curah hujan tinggi di beberapa daerah. Sedangkan, di beberapa daerah lain bisa terjadi kekeringan panjang dan gelombang laut tinggi.

Dengan adanya sosialisasi seperti ini, harapannya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah bisa melakukan persiapan dan peningkatan kapasitas guna menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Begitu juga dengan Dinas Kesehatan harus bersiap menghadapi kejadian-kejadian penyakit yang erat hubungannya dengan perubahan lingkungan dan  kejadian bencana, antara lain demam berdarah, diare, dan malaria.

Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia

apdr3

apdr3Rupanya Indonesia tidak saja terkenal dengan kekayaan warisan budayanya, tanahnya yang subur, dan keramahan masyarakatnya, tetapi juga kekayaan akan ancaman bencana. Berada di antara dua benua dan dua samudra, lantas membuat Indonesia menjadi tempat persinggahan yang strategis dan menguntungkan tetapi juga membuat Indonesia merasakan dampaknya. Dampaknya berupa bencana alam, gempa, tsunami, banjir, angin puting beliung, longsor dan masih banyak lagi.

Ahli lempeng bumi, ahli gempa, ahli tsunami, dan ahli bencana lainnya pasti mengenal Indonesia. Betapa tidak, jalur megatrust gempa melalui hampir seluruh wilayah Indonesia. Begitu juga dengan dua lempeng bumi yang menyebabkan gempa, juga bertemu di Indonesia. Pantaslah Indonesia disebut Hipermarket Bencana.

Sudahkan kita sadar bahwa ini semua mengancam kita? Ataukah ancaman ini sudah kita anggap “teman” atau sudah biasa terjadi. Apakah korban berjatuhan akibat bencana itu biasa? Marilah kita duduk bersama untuk menyadari bahwa ini adalah ancaman yang bisa kita kurangi dampaknya terutama bagi kehidupan manusia dan bagi saudara-saudara kita yang berada di wilayah-wilayah yang rentan bencana.

Minggu lalu, kami terlibat dalam rangkaian kegiatan Asia Pacific Disaster Risk Reduction and Resilience (APDR3) dalam acara Indonesia Symposium on Disaster Risk Reduction and Resilience. Kegiatan berlangsung selama dua hari (13-14/6/2013) di Hotel Sheraton, Yogyakarta. Pada kesempatan ini, Universitas dalam (UGM dan UII) dan Luar Negeri (University of Hawaii), NGO, dan lembaga donor terlibat dalam diskusi tentang pengurangan risiko bencana di Indonesia.

Dari kegiatan ini, kami mengangkat tema Upaya Pengurangan Risiko Bencana dalam Website Bencana Kesehatan minggu ini. Kami ingin membagikan beberapa hal penting dari kegiatan APDR3 kepada pembaca sekalian, juga beberapa bacaan yang terkait. Semua ini kami sampaikan untuk mengedepankan ide dan inspirasi mengenai keterlibatan kita dalam pengurangan risiko bencana.
Silahkan mengikutinya di bawah ini:

notulenReportase :
Indonesia Symposium on Disaster Risk Reduction and Resilience APDR3

Sambutan pada pembukaan simposium secara bergantian di sampaikan oleh penyelenggara kegiatan, yakni Asia Pacific Disaster Risk Reduction and Resilience (APDR3), Kedutaan Besar Indonesia di Amerika, University of Hawaii Manoa, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Islam Indonesia. Dalam sambutannya, masing-masing universitas merasa senang dengan keterlibatan mereka dalam kegiatan ini. Mereka menyadari ancaman bencana di Indonesia dan berupaya melakukan sesuatu dalam rangka penanggulangan bencana. Baca selengkapnya, klik-disini

notulenReportase:
Pre-simposium Indonesia Disaster Risk Reduction: University of Hawaii Kunjungi FK UGM

Kedatangan dekan University of Hawaii disambut oleh Dekanat Fakultas Kedokteran, bagian kurikulum, Konsultan Pokja Bencana, dan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM. dr.Endro memulai diskusi dengan dekan University of Hawaii (UH) mengenai kurikulum kebencanaan di FK UGM. dekan UH menyatakan ketertarikannya dan mencoba membicarakan dengan presiden terkait kerjasama yang bisa dilakukan UH dan UGM dalam manajemen kebencanaan. Selengkapnya silahkan klik-disini

Hujan Deras, Semarang Bagian Barat Banjir

Semarang – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu (16/6) menyebabkan banjir di daerah Semarang bagian Barat. Bahkan di kawasan Jl Kuda Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan, ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter.

Continue reading