Rektor UGM Kunjungi Korban Banjir Jakarta

Kunjungan-Rektor-UGM-ke-Posko-Tim-Kesehatan-FK-UGM-Bagi-Bencana-Banjir-Jakarta

Selasa, 22 Januari 2013

Kunjungan-Rektor-UGM-ke-Posko-Tim-Kesehatan-FK-UGM-Bagi-Bencana-Banjir-Jakarta{xtypo_dropcap}T{/xtypo_dropcap}im kesehatan yang dikirim Pokja FK UGM bagi bencana banjir Jakarta mulai melakukan pertolongan kepada korban banjir. Hari ini tim kesehatan juga mendapat kunjungan dari rektor UGM. Bersamaan dengan kedatangan beliau, Prof. Pratikno memberikan bantuan berupa sembako kepada korban banjir Jakarta.

Berdasarkan hasil assessment lapangan sebelumnya, hari ini hari ini tim kesehatan ditempatkan di 3 titik lokasi (3RW) di daerah Bukit Duri. Sejak jam 11 siang Bukit Duri diguyur hujan lebat. Namun, tim kesehatan tetap melakukan kegiatan penyelamatan dan pengobatan bagi korban banjir.

Bersama tim DERU UGM, tim menuju lokasi yang sudah ditentukan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Setiap Posko terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, 2 mahasiswa kesehatan, dan relawan. Dari 3 Posko yang dilakukan pelayanan kesehatan didapatkan data

Jumlah Kunjungan :

  1. Posko 1 di Rumah ketua RT 3 sebanyak 76 pasien
  2. Posko 2 di Balai Warga (Paud) sebanyak 136 pasien
  3. Posko 3 di Rumah Ketua RW 43 sebanyak 130 pasien

Selama pelayanan sering didapatkan pasien yang terluka. Hal ini dikarena pasien bekerja untuk membersihkan rumah atau mengemasi harta benda dari banjir dan kerap mengenai benda tumpul atau tajam yang terinjak di dalam banjir. Tindakan yang dilakukan seperti dressing luka dan buka jahitan. Dari hasil kegiatan di dapatkan 10 penyakit terbanyak:

  1. ISPA
  2. Common Cold
  3. Hipertensi
  4. GEA
  5. Tinea Pedis
  6. Myalgia
  7. Chepalgia
  8. Dyspepsia
  9. Febris
  10. Dermatitis Alergika

Berdasarkan pencataan penggunaan logistik medis untuk kegiatan hari ini, beberapa obat yang diperlukan dan stok sedikit atau habis

  1. Neuralgin
  2. BeComce
  3. Minyak Kayu Putih
  4. Minyak Telon
  5. Bedak Salicyl
  6. Cetirizine 10mg
  7. Obat batuk pilek sirup untuk anak-anak
  8. Meconazole salep
  9. Captopril 12,5mg
  10. Captopril 25mg
  11. Tetes Mata
  12. Vitamin sirup anak
  13. Dexamethasone
  14. Asam mefenamat 500mg
  15. Ranitidin 150mg
  16. Vit B Complek
  17. Ibuprofen
  18. Cefadroxin
  19. Furosemid
  20. Vitamin C
  21. Betadine
  22. Meloxicam
  23. Voltadex (natrium diklofenak)
  24. Amoxiculin sirup
  25. Amlodipin
  26. Metilprexnizolone

{gallery}2013/jakarta{/gallery}


Lihar reportase hari lainnya:

  h4
h5 h6 h7

Pengiriman Tim Kesehatan oleh Pokja Bencana FK UGM

{xtypo_dropcap}D{/xtypo_dropcap}ua pekan banjir di Jakarta telah menimbulkan banyak kerugian materi dan jiwa. Hingga kini banjir di Jakarta telah ditetapkan sebagai siaga 1. Tindakan kepedulian dilakukan dengan melakukan pengiriman tim kesehatan ke Jakarta. Tim kesehatan terdiri dari Tim Pokja Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Tim FK, Rumah Sakit Sardjito, dan Rumah Sakit Akademik UGM bersama DERU UGM.

Pengiriman tim kesehatan dilakukan sejak tanggal 18 januari. Disusul tim 2A pada pagi dan tim 2B pada siang hari tanggal 21 januari 2013. Tim yang dikirim tanggal 18 Januari bertugas sebagai tim assessment. Tim ini sekaligus membawa 2 orang dokter, 4 orang perawat, dan mahasiswa FK. Tim ditempatkan di wilayah Pademangan Jakarta.

21 Januari pagi, Pokja Bencana mengirimkan kembali tim 2A yang dikomandani oleh dr. Hanif. Tim beranggotakan 1 orang dokter, 2 orang perawat, dan mahasiswa TBMM. Mereka langsung berkoordinasi dengan tim dari kementrian kesehatan untuk menempati posko Utama UGM di Saharjo 18 Jakarta.

Siang, 21 januari, tim 2B yang dikomandani oleh dr. Faturrohman bersama 1 orang dokter, 2 orang perawat, dan 1 mahasiswa TBMM kembali diberangkatkann menyusul tim 2A. Mereka juga dibekali berbagai macam logistik medis yang diperlukan korban bencana banjir Jakarta.

Tim kesehatan akan berada di Jakarta hingga 28 januari 2013. Selama seminggu tim akan melakukan bantuan kepada korban dan pengungsi banjir Jakarta. Menyusul kemudian Pokja Bencana FK UGM akan mengirimkan tenaga survailans, psikiatri, dan petugas sanitarian untuk di tempatkan di area pengungsian banjir Jakarta.

Berikut laporan kegiatan yang dikirimkan oleh Tim Kesehatan langsung dari Jakarta 

hari-1   h4
h5 h6 h7

photography_64x64 Galeri Foto :

{gallery}2013/jakarta/21/{/gallery}


Gempa Aceh Renggut Satu Korban Jiwa

Jakarta: Satu warga tewas dan tujuh orang menderita luka-luka setelah gempa berkekuatan 6 SR mengguncang Pidie, Aceh, Selasa (22/1) pukul 05.22 Wib. Demikian data yang disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkat, Selasa (22/1).

Continue reading

Sebab Banjir Jakarta Tak Semata-mata Monsun Asia

JAKARTA – Analisis pantauan radar pada 16-17 Januari 2013 menunjukkan terjadi pusaran angin di Samudra Hindia yang menarik seruak dingin dari Siberia. Hal itu menimbulkan awan tebal yang mendatangkan banjir di Jakarta. Kondisi serupa dikhawatirkan berulang dalam waktu dekat.
Continue reading

Reportase Hari 1 Umea

hari-1

hari-1 hari-2 hari-3 hari-4 hari-5

Laporan Hari 1:

DonnaLokakarya Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi Disektor Kesehatan

Penulis: Belladonna (Konsultan bencana kesehatan di Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM)

 

 

 

1-umea{xtypo_dropcap}U{/xtypo_dropcap}mea adalah salah satu kota  di  Swediayang letaknya di daerah utara dan berdekatan dengan kutub utara dibanding negara Eropa lainnya. Pemandangan  dalam pesawat dari atas pada saat dari Stockholm ke Umea sangat indah, kelihatan hamparan putih dan terlihat pohon pinus yang tegak berdiri dengan sangat indahnya, tanpa terganggu dengan dinginnya cuaca.

Begitu turun dari pesawat rombongan UGM disambut dengan cuaca -14 derajat Celcius dan bisa dibayangkan bagaimana rasanya karena di negara kita sudah terbiasa dengan cuaca yang 30 derajat. Tim UGM yang berangkat ada 10 orang yaitu ibu Elisabeth Jane Soepardi ( kepala Pusat Data dan Informatika dari Kemenkes ),ibu Badingah (Bupati Gunung Kidul), Ibu Kartini dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, ibu Berti Murtiningsih dari Dinas Kesehatan Propinsi Yogyakarta, Pak Hari Kusnanto dari Pusat Lingkungan Hidup UGM sebagai pemimpin rombongan, pak Eko Sugiharto juga dari Pusat  Lingkungan Hidup, Pak Laksono dari Ilmu Kesehatan Masyarakat dan S3 FK UGM, pak Handoyo, dokter ahli bedah syaraf, Ketua Unit Gawat Darurat RS Sardjito sekaligus sebagai Ketua Pokja Bencana FK UGM, pak Lutfan Lazuardi dari Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM , dan saya Belladonna dari divisi Manajemen Bencana PMPK.

Umea sendiri selain ibukota kabupaten dari Vasterbotten, juga  sebagai pusat pendidikan dan ekonomi. Umea juga mempunyai Rumah Sakit yang terbesar di Northern Sweden dan sama besarnya dengan universitasnya.

1-1-umeaPertemuan ini dilaksanakan selama 5 hari, dan pada hari pertama Dr. Maria Nilsson dari Umea University sebagai penanggung-jawab program membuka workshop ini. Tujuan dan struktur program diuraikan dimana intinya adalah bagaimana sektor kesehatan bersama sektor lainnya dapat menghadapi dampak negatif Climate Change. Tema yang ada ini sangat relevan dengan berbagai kejadian bencana di Indonesia, termasuk banjir besar di Jakarta. Kegiatan workshop ini merupakan kerjasama antara Universitas Umea dan Universitas Gadjah Mada. Silahkan klik-disini untuk membaca lebih lanjut mengenai tujuan program ini.

 

{xtypo_download} Sesi 1: Impact dari Climate Change di Swedia dan Indonesia.{/xtypo_download}

1-2-umeaAss. Prof Joacim dari Umea Center for Global Health Research, memaparkan mengenai   hubungan antara Perubahan Iklim dengan Tema Kesehatan Global.  Dalam hal ini impact untuk kesehatan di Swedia dan Indonesia akan dibahas.  Ass Prof. Joachim mulai dengan bagaimana mengelola Climate Change  sebagai suatu risiko yang perlu disadari, dinilai dan dikelola. Arti Climate Change dipaparkan dengan jelas.

 

 

 

Impact Climate Change pada kesehatan mempunyai  alur sebagai berikut:

  • Perubahan Lingkungan
  • Kondisi Sosial Ekonomi di Masyarakat
  • Faktor Sistem Kesehatan

yang akhirnya akan berdampak pada status kesehatan di masyarakat. Dalam konteks impact ini diperlukan penelitian-penelitian epidemiologis. Manajemen risiko Climate Change disebut sebagai adaptasi yang terdiri atas preparedness dan pencegahan impact. Sebagai akhir presentasi, impact Climate Change ke sektor kesehatan Swedia dipaparkan. Selengkapnya silakan klik-disini

Prof Hari Kusnanto dosen Bagian IKM FK UGM yang sekaligus sebagai Direktur Pusat Studi Lingkungan UGM menerangkan mengenai impact Climate Change di Indonesia. Menurut Prof Hari memang belum banyak riset yang mengenai dampak Climate Change untuk kesehatan. Prof Hari memaparkan mengenai berbagai dugaan sebagai dampak dari Climate Change di Indonesia. Dalam hal ini memang masih banyak impact di aspek lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan banjir. Berbagai penyakit yang sering dibahas dalam keterkaitan dengan Climate Change antaralain Dengue, Malaria. 

Dalam diskusi: Dibahas mengenai berbagai kelompok yang mempunyai tanggung jawab dalam aspek ini. Sektor kesehatan merupakan sektor yang terkena dampak Climate Change, tetapi untuk manajemen pencegahannya berbagai sektor sangat berpengaruh. Di Swedia juga masih menjadi masalah dalam penetapan kebijakan, termasuk masalah banjir.

Materi Silahkan 

{xtypo_download} Sesi 2: Struktur pengambilan keputusan di sektor kesehatan {/xtypo_download}
 1-4-umeaProf. Laksono berbicara mengenai struktur pengambilan keputusan sektor kesehatan yang intinya tersusun atas beberapa pokok, antara lain:
– Desentralisasi
– Pemerintah pusat
– Propinsi
– kota/kabupaten;

Pengambilan keputusan yang cukup kompleks karena erat dengan proses politik, serta masih jarang ada kebijakan kesehatan yang terkait dengan Climate Change. Silahkan klik-disini untuk paper lengkapnya.

Pembicara kedua di sesi ini adalah Tomas Sandstrom yang membahas mengenai pembuat keputusan dan  menilai kebijakan yang ada untuk mitigasi perubahan cuaca di Swedia Kebijakan di konsil daerah di Swedia telah mengidentifikasikan hubungan antara kesehatan, lingkungan dan perubahan cuaca, selengkapnya klik-disini. Sementara itu e-health adalah alat untuk meningkatkan efisiensi dan reduce cost  bukan mitigasi perubahan cuaca. Selengkapnya  klik-disini

1-5-umeaPembicara selanjutnya adalah Susanne Bergstrom dari Versbotten County yang memaparkan mengenai konsil daerah ( County Council), dan mendeskripsikan kinerja county dalam  statistik  kesehatan. Suzanne memaparkan juga program lingkungan, bagaimana menurunkan pemakaian energidan alat-alat listrik, menurunkan emisi transport, menurunkan biaya transport dan traveling, memaparkan produk-produk dan kimiawi, dan juga pengembangan pengelolaan sampah serta sistem recycling. Selengkapnya  klik-disini

 

 

{xtypo_download}Sesi 3: Kunjungan Lapangan ke RS Umeo {/xtypo_download}
1-6-umeaKegiatan terakhir hari ini adalah kunjungan ke Rumah Sakit Universitas Umea untuk memahami sistem mitigasi bencana di bagian Emergency dan Disaster. Dipaparkan bagaimana Rumah Sakit tersebut mempunyai rencana penanggulangan, dari pencegahan dan persiapan sebelum terjadi bencana sampai ke evaluasi. Mereka  melakukan training untuk perawat dan dokter antara lain: team training trauma, ATLS dokter, juga pelatihan guna pengiriman tim ke daerah bencana.  Pelatihan selalu berkoordinasi bersama-sama dengan polisi dan tim pemadam kebakaran (dilaksanakan setahun sekali secara besar-besaran). Di akhir kegiatan , mereka selalu melakukan evaluasi dan follow up agar dapat melihat apa yang sudah baik dan apa yg masih perlu diperbaiki.

1-7-umea 1-8-umea
1-9-umea

refleksi  Refleksi Hari Pertama

{xtypo_code}Hari pertama merupakan pembuka untuk melihat bagaimana perbandingan antara Swedia dengan Indonesia dalam penanganan Climate Change. Memang terlihat bahwa penanganan di Swedia sangat maju. Keputusan-keputusan strategis di pemerintah pusat dan daerah sudah mengandung tindakan operasional untuk menghadapi Climate Change yang berbasis manajemen lingkungan. Kata “Climate Change” sudah banyak dipahami sampai ke unit operasional di lapangan seperti tim Emergency di rumahsakit. Apa yang dapat diperoleh untuk Indonesia? Dalam hal “Climate Change” sudah saatnya pemahaman mengenai hal ini disebarkan ke seluruh masyarakat. Berbagai kejadian seperti banjir, angin ribut, kebakaran hutan di musim kemarau, kekeringan, sampai perubahan pola penyebaran penyakit sedikit banyak terkait dengan “Climate Change“. Pimpinan pemerintah diharapkan memahami tentang Climate Change dan mulai mengembangkan strategi untuk menghadapinya bersama masyarakat luas.{/xtypo_code}

Gallery Kegiatan

{gallery}2013/umea/H1{/gallery}

Arsip Agenda 2013

Tanggal

Agenda

Yogyakarta
4 November 2013

International Symposium on Climate Change and Health
Mitigation and adaptation in the health sector with focus on research, policy and action

Yogyakarta
12 November 2013

Seminar Strategi Penyusunan Hospital Disaster Plan

Yogyakarta,
11-14 November 2013

Pameran Ilmiah Bencana (Pengalaman Fakultas Kedokteran UGM dalam Penanggulangan Bencana)

Yogyakarta,
27 Oktober –
2 November 2013

Pengurangan Risiko Bencana (Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Sektor Kesehatan

Yogyakarta
13-14 Juni 2013

Indonesia Symposium on Disaster Risk Reduction and Resilience APDR3

Yogyakarta
13 Juni 2013

Kuliah Umum Pengorganisasian Bencana pada Masa Tanggap Darurat

Yogyakarta
11 Juni 2013

Kunjungan University of Hawaii Manoa dalam Rangkaian Asia Pacific Disaster Risk Reduction and Resilience (APDR3)

Yogyakarta
22 – 29 April 2013

Pacific Angel 13-2

Yogyakarta
15 – 19 April 2013

Workshop Adaptasi dan Mitigasi Kebijakan Kesehatan terhadap Climate Change (Climate Change Mitigation and Adaptation Policies in the Health Sector (CC MAP) Workshop)

Yogyakarta
6 Maret 2013

Pengaruh “Perubahan Iklim (Climate Change)”
pada Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan
dengan Kasus Penanggulangan Bencana Banjir Jakarta

Yogyakarta
2 – 6 Maret 2013

Pameran Ilmiah Kebencanaan di Indonesia – ASM 2013
Oleh Pokja Bencana Fakultas Kedokteran UGM

Umeå University-Swedia,
21-26 Januari 2013

Lokakarya Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi Disektor Kesehatan

Jakarta
19 – 28 Januari

Tim UGM Peduli Banjir Jakarta
Pengiriman Tim Kesehatan oleh Pokja Bencana FK UG

New Orleans, Louisiana
08 – 10 Januari

Konferensi Internasional Kebencanaan dan Expo

Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi di sektor kesehatan

hari-1

Telah diadakan workshop mengenai “Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi di sektor kesehatan”. (“Climate Change Mitigation and Adaptation Policies – in the health sector”). Kegiatan dilangsungkan di Unit Epidemiology and global health research, Umeå University, Umeå, Sweden.

Untuk mengikuti reportase kegiatan silahkan klik tombol dibawah ini:

hari-1 hari-2 hari-3 hari-4 hari5blinkk


Jadwal Kegiatan

Mitigasi Perubahan Cuaca dan Kebijakan Adaptasi Disektor Kesehatan
21-25 Januari 2013 Unit Epideliology and Health Research Umeå University

Date

Time

Activity

Presentation by

Monday

10:00 – 12:00  

CC-MAP in short

Decision making structures for the health sector

• The case of Indonesia
• The case of Sweden

Policies for climate change mitigation and adaptation in the health sector, including policies for eHealth

• The case of Indonesia
• The case of Sweden

Dr Maria Nilsson

Prof Laksono Trisnantoro
Dr Maria Nilsson

 


Prof Hari Kusnanto
Dr Maria Nilsson

13:00 – 16:00

Impacts from climate change on human  health in Sweden and Indonesia

The environmental plan of Västerbotten County Council – An overview and presentation of chosen strategies

Dr Joacim Rocklöv
Prof Hari Kusnanto

Coordinator Susanne Bergström

Tuesday

10:00 – 12:00

The regional energy- and climate strategy of the County Administrative Board of västerbotten

 

Climate change and eHealth: a strategy for health sector mitigation and adaptation followed by a discussion

Coordinator Tina Holmlund

 

 

Dr Åsa Holmner and
Dr Lutfan Lazuardi

13:00 – 16:00

Cardiac echo consultation on distance Telemedicine in Northern Sweden

Kurt Boman, Mona Olofsson
Thomas Molen and Göran Algers 

Wednesday

10.00 – 12.00

Discussion on experiences developing eHealth identifying key points for policy development

13:00 – 15:00

Remote on-call doctors and consultations Check -up

Johan Skönevik and
Leif Nyström

Thursday

09.00 – 16.00

Excursion, social activity

Friday

10.00 – 12.00  

Demonstration

Norrland University Hospital

13:00 – 15:00

Concluding discussion

Enam Dampak Perubahan Iklim pada Hidup Kita

Jakarta– Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), selama abad 20, Indonesia mengalami peningkatan suhu rata-rata udara di permukaan tanah 0,5 derajat celcius. Jika dibandingkan periode tahun 1961 hingga 1990, rata-rata suhu di Indonesia diproyeksikan meningkat 0,8 sampai 1,0 derajat Celcius antara tahun 2020 hingga 2050.

Continue reading

Pengungsi Mulai Terserang Penyakit


Jakarta – Kondisi lingkungan yang buruk dan cuaca tak menentu membuat sejumlah pengungsi korban banjir mulai terserang berbagai penyakit. Ketersediaan air bersih untuk mandi, cuci, dan kakus mendesak dipenuhi agar tidak muncul kejadian luar biasa penyakit.
Continue reading