Filifina – Paling sedikit 52 orang tewas di Filipina selatan setelah badai topan Bopha melanda negara itu pada Selasa (4/12), menimbulkan banjir, padam listrik, dan membawa angin berkecepatan hingga 200 kilometer per jam.
Hanya 2 bulan, 33 nyawa terenggut banjir & longsor
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bencana banjir dan tanah longsor di Indonesia selama Oktober-November 2012 mengakibatkan sekitar 33 orang meninggal dunia.
Preparing for the worst
A gray-haired man moans and clutches his heart. A young woman watches as blood rushes from a wound in her arm. A mother screams for help and strokes the face of her son, whose torso has been pierced by a wooden pole.
Warga Tabalong Berhamburan akibat Gempa Singkat
TANJUNG– Warga Tabalong, Kalimantan Selatan, geger menyusul terjadinya gempa tektonik, Selasa (4/12), sekitar pukul 10.30 Wita. Di Kota Tanjung, ibu kota Kabupaten Tabalong, gempa yang terjadi sekitar lima detik itu cukup terasa di lingkungan perkantoran Pemkab Tabalong.
Gempa Ringan Juga Menghampiri Kabupaten HST
BARABAI – Gempa ringan dirasakan masyarakat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Selasa (4/12/2012), sekitar pukul 10.30 Wita. Mereka yang merasakan goncangan kecil itu adalah sejumlah karyawan bank swasta yang bekerja di lantai 2 dan 3.
Konferensi Internasional Ke-III “Manajemen Bencana dan Kesehatan Masyarakat
Konferensi Internasional Ke-III “Manajemen Bencana dan Kesehatan Masyarakat : Pengurangan Risiko dan Pengembangan Hasil” 
Konferensi internasional ketiga manajemen bencana akan diselenggarakan lagi menyusul kesuksesan dua pertemuan pertama, yang diadakan di Institut Wessex of Technology di New Forest, Inggris, pada 2009 dan di University of Central Florida di Orlando, Amerika Serikat, pada 2011. Dunia sedang menghadapi peningkatan bencana alam, seperti banjir besar, angin topan, gempa bumi, tsunami, dan banyak lainnya yang mempengaruhi jutaan orang, menghancurkan properti dan mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Selain itu, ancaman yang pernah hadir dari sebab-sebab alamiah mulai dari pandemi biologis untuk gempa bumi dan tsunami. Semua peristiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia dalam skala dunia yang memerlukan upaya besar-besaran oleh masyarakat internasional. Oleh karena itu, konferensi ini juga berfokus pada risiko kesehatan global, dan cara terbaik untuk mempersiapkan, merespon dan pulih dari bencana untuk mengurangi dampak kesehatan manusia. Diharapkan konferensi ini akan menjadi sebuah forum untuk pertukaran informasi antara akademisi terkemuka dan mitra dalam pengelolaan bencana. Konferensi ini akan diselenggarakan pada tanggal 9 – 11 Juli, 2013 di A Coruña, Spanyol. Delegasi yang akan menghadiri konferensi manajemen bencana tahun 2013 diundang untuk menyerahkan paper mereka untuk publikasi mungkin dalam International Journal of Safety and Security Engineering, Proses ini akan membantu peserta untuk memahami sifat risiko global, mempelajari strategi manajemen risiko, dan mengidentifikasi metode pencegahan terbaik dalam manajemen bencana dan kesehatan masyarakat. Informasi lebih lanjut ![]()
International Disaster Conference and Expo (IDCE)
International Disaster Conference and Expo (IDCE)
Fokus pada persiapan, tanggap darurat, pemulihan dan mitigasi pada Skala global
International Disaster Conference and Expo (IDCE) merupakan acara yang bertujuan untuk menyatukan profesional secara internasional dan dibedakan dari seluruh dunia selama tiga hari. Konferensi tersebut akan membahas : pemecahan masalah, perencanaan, persiapan, dan membahas isu-isu yang relevan. Isu-isu yang terkait ialah yang berhubungan dengan manajemen darurat, keamanan daerah, respon awal, mitigasi, dan semua disiplin ilmu lain dalam bidang persiapan bencana, tanggap, pemulihan, dan mitigasi skala global. Untuk tahun kedua, IDEC akan diselenggarakan pada tanggal 08-10 Januari 2013 di New Orleans Ernest N. Morial Convention Center. Pada IDEC pertama tahun 2012 ada 1.700 profesional industri yang menghadiri kegiatan ini. Jumlah ini diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2013. Peserta sektor publik mencakup lebih dari 1000 pengambil keputusan kebijakan pemerintah dari 27 negara atau lebih, serta kepemimpinan dari federal, negara dan kantor manajemen kegawatdaruratan. Jumlah ini diperkirakan akan melebihi lebih dari 1800 pada tahun 2013. Peserta sektor swasta termasuk lebih dari 600 profesional yang mewakili dukungan sepanjang siklus bencana keseluruhan: persiapan, respon, pemulihan, dan mitigasi. Hal ini diperkirakan akan lebih dari 1.600 pada 2013. Fokus IDEC 2013 meliputi: Cyber Security, Ketahanan, Business Continuity, Disaster Recovery, Ancaman Global dan Manajemen Krisis, Media Sosial/Komunikasi, dan Stabilitas Ekonomi/Pemulihan. Semua sesi akan disajikan dengan fokus pada kebijakan dan kepemimpinan, berdasarkan prinsip-prinsip kemitraan publik-swasta dan pemanfaatan sumber daya sektor swasta dalam praktik sektor publik terbaik. Informasi lebih lanjut ![]()
FK UGM Akan Gelar Pameran Kebencanaan
FK UGM Akan Gelar Pameran Kebencanaan
– Berbagai bencana yang terjadi di Indonesia dilihat dari jenis dan jumlahnya sangat beragam. Peran Universitas dalam penanggulangan Bencana sangat penting karena berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam penanggulangan bencana yang terjadi di Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada mengambil peran aktif dalam penanggulangan bencana Gempa dan Tsunami di Aceh, Gempa Bantul Yogyakarta, Gempa dan Tsunami Pangandaran, Gempa Padang dan Letusan Gunung Merapi Yogyakarta. Oleh karena itu, pameran ilmiah ini mendokumentasikan pengalaman bencana, dan modul-modul pelatihan serta isi kurikulum pendidikan yang terkait bencana di FK UGM. Selain itu, juga memberikan pengetahuan dan gambaran mengenai pengalaman dalam penanganan bencana yang telah dilakukan oleh FK UGM dan RS Sardjito pada tiap fase bencana, agar bisa memberikan bentuk inovasi dalam penanggulangan bencana ke masa depan. Pameran ini diselenggarakan oleh Tim Pokja Bencana bekerjasama dengan PMPK FK UGM, selama 4 hari (10 – 13 Desember 2012) yang dibuka pada tanggal 10 Desember, Pukul 10.00 WIB bertempat di Lobby Auditorium FK UGM. Untuk membaca reportase silahkan ![]()
Pameran Poster
PAMERAN ILMIAH
PENGALAMAN FK UGM DALAM BERBAGAI BENCANA DAN
KURIKULUM BENCANA DI PENDIDIKAN KEDOKTERAN
PROGRAM S1 DAN S2 UGM
PENGANTAR
Peran Universitas dalam penanggulangan Bencana sangat penting karena berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam penanggulangan bencana, dapat dikatakan bahwa perguruan tinggi melakukan tanggungjawabnya untuk mengabdi kepada masyarakat. Alasan lain pentingnya peran perguruan tinggi adalah tersedianya banyak sumberdaya. Contoh: Fakultas Kedokteran memiliki banyak dokter, residen, perawat, laboratorium dan biasanya perguruan tinggi memiliki jaringan komunikasi dan informasi yang luas dan dapat dimanfaatkan sewaktu mobilisasi dan mitigasi penanggulangan bencana. Oleh karena itu, sebuah Fakultas Kedokteran sangat memerlukan kurikulum pendidikan Manajemen Bencana pada program S1.
Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia, telah banyak berperan dalam membantu penanggulanan bencana yang terjadi di Indonesia. Bencana yang pernah terjadi seperti kejadian Gempa dan Tsunami Aceh, Gempa Padang, Gempa Bantul, Gempa dan Tsunami Pangandaran serta Bencana Letusan Gunung Merapi di Yogyakarta tahun 2010. Bencana-bencana tersebut menyebabkan kerugian baik material maupun korban jiwa.
Dari beberapa kejadian bencana yang telah terjadi, melibatkan Tim yang expert dan berkompeten dari FK UGM dan RS Sardjito dalam upaya penanganan bencana yang terjadi. Selain itu, sebagai dasar lesson learned dalam proses pembelajaran untuk Manajemen Bencana di Perguruan Tinggi, khususnya untuk Mahasiswa FK UGM dengan harapan mahasiswa FK UGM bisa melihat aspek manajemen bencana yang dilakukan oleh Tim FK yang mengikuti kegiatan penanganan bencana tersebut. Oleh karena itu, melalui kegiatan pameran bencana ini, mahasiswa diharapkan dapat melihat implementasi dari kegiatan manajemen bencana yang telah dilakukan oleh FK UGM dan RS Sardjito pada beberapa kejadian bencana dan juga dari fase dalam siklus bencana dari preparedness sampai ke recovery.
TUJUAN PAMERAN
Memberikan pengetahuan dan gambaran kepada peserta, khususnya mahasiswa mengenai pengalaman dalam penanganan bencana yang telah dilakukan oleh FK UGM dan RS Sardjito pada tiap fase bencana, agar bisa memberikan bentuk inovasi dalam penanggulangan bencana ke masa depan
WAKTU DAN TEMPAT
Waktu : 10 – 13 Desember 2012
Pembukaan Tanggal 10 Desember 2012, Pukul 10.00 – 10.30
Tempat : Lobby Auditorium FK UGM
TOPIK POSTER
Poster 1 : Pengantar manajemen bencana
Poster 2 : Fase Respon
Poster 3 : Fase Recovery, yaitu Tsunami Aceh
Poster 4 : Fase Preparedness
Poster 5 : Kurikulum Manajemen Bencana UGM
Poster 6 : Penelitian Tim Pokja Bencana FK UGM
Diselenggarakan oleh:
Pokja Bencana FK UGM bekerjasama dengan PMPK FK UGM
Jl Farmako Sekip Utara, Yogyakarta
Standarisasi Pertolongan Pertama Dibutuhkan DIY
JOGJA — DIY termasuk salah satu wilayah rentan bencana alam di Indonesia yang berpeluang jatuhnya korban jiwa. Untuk itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berencana membuat standarisasi pertolongan pertama terhadap korban bencana agar tidak mengalami luka lebih parah.Standarisasi ini dikonsultasikan dengan Pemerintah Jepang akhir pekan lalu sebagai langkah menindaklanjuti bencana alam Merapi dan Gempa Bumi 2006.