Banjir Jakarta di 5 Tahun Terakhir

Banjir Jakarta di 5 Tahun Terakhir

Jakarta – Sejak zaman kolonial, Jakarta (dahulu Batavia) selalu menjadi ‘langganan’ banjir. Hingga kini banjir masih melanda wilayah Jakarta, salah satunya banjir besar yang terjadi kemarin.

Banjir terjadi akibat wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan sejak Selasa (21/2/2017) dini hari hingga siang. Sejauh ini tercatat sudah ada 2 korban jiwa dan 1.613 pengungsi.

Berdasarkan catatan detikcom dari berbagai sumber, rata-rata banjir di Jakarta terjadi pada awal tahun. Namun, pada 2013, banjir terjadi pada akhir tahun akibat tanggul Latuharhary yang jebol.

Sementara itu, pada 2016, banjir rata-rata surut dalam 1-2 hari. Pada 2016, banjir yang tingginya lebih dari 1 meter terjadi beberapa kali dalam beberapa bulan.

Berikut ini data banjir di Jakarta sejak 2012:

Banjir 2012

Wilayah terdampak: 10 kecamatan
Waktu: 22 November 2012
Lama: 9 hari
Pengungsi: 820 orang
Korban jiwa: –
Kedalaman tertinggi: 2,5 meter
Kerugian: –

Banjir 2013

Wilayah terdampak: 35 kecamatan
Waktu: Januari 2013
Lama: 15 hari
Pengungsi: 83.930 orang
Korban jiwa: 19 orang
Kedalaman tertinggi: 4 meter
Kerugian: –

Banjir 2014

Wilayah terdampak: 37 kecamatan
Waktu: Januari-Februari 2014
Lama: 20 hari
Pengungsi: 62.819 orang
Korban jiwa: 23 orang
Kedalaman tertinggi: 4 meter
Kerugian: –

Banjir 2015

Wilayah terdampak: 38 kecamatan
Waktu: 8 Februari 2015
Lama: 7 hari
Pengungsi: 231.566 orang
Korban jiwa: 5 orang
Kedalaman tertinggi: 2 meter
Kerugian: –

Banjir 2016

Wilayah terdampak: 25 kecamatan
Waktu: Februari, Maret, April 2016
Lama: rata-rata 2 hari
Pengungsi: 70.218 orang
Korban jiwa: –
Kedalaman tertinggi: 2-3,6 meter
Kerugian: –

Banjir 2017 (sampai 22 Februari)

Wilayah terdampak: 15 kecamatan
Sejak tanggal: 21 Februari 2017
Lama: –
Pengungsi: 1.613 orang
Korban jiwa: 2 orang
Kedalaman tertinggi: 1,5 meter
Kerugian: –

Pengantar website 14 Februari 2017

 

https://www.ldeo.columbia.edu/chrr/images/country_profiles/indonesia/id_fl3.gif

Selamat berjumpa kembali pembaca website bencana kesehatan. Bagaimana kabar rekan sekalian yang ada di Sumbawa, Karawang, Sukabumi, Kabupaten Buleleng Bali yang daerahnya terkena dampak banjir, ataupun daerah sekitar Bali dan Lombok yang sempat merasakan gempa? Dua minggu terakhir di Februari ini, kita sudah mengalami lebih dari 10 kejadian banjir dan gempa.

Rekan sekalian, pengalaman yang dirasakan dalam menghadapi situasi gawat darurat karena informasi bencana perlu dibagikan. Hal ini bermanfaat sebagai pembelajaran dan diskusi untuk penanganan yang lebih baik ke depanya. Berdasarkan hal itu, kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk menyampaikan informasi, pengalaman, dan pembelajaran apapun yang terkait kebencanaan khususnya bidang kesehatan untuk disampaikan pada forum COP Emergency Medical Team yang ada di website ini, laman diskusi pada link berikut Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Rekan sekalian yang terlewat untuk kegiatan Divisi Manajemen Bencana Januari dan Februari dapat mengikuti hasilnya melalui reportase yang kami susun.

  1. Laporan kegiatan Tim 2 Program DIY Peduli Gempa Pijay/ Aceh, Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon 
  2. Laporan Kegiatan Tim 2 Bakti Sosial pada Banjir Bandang Bima, Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon
  3. Reportase Sarasehan Divisi Manajemen Bencana (Kalaedoskop 2016 dan Outlook 2017), Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon 
  4. Reportase Lunch Seminar dan Webinar Laporan Kegiatan Gempa Aceh/Pijay dan Banjir Bima, Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Agenda mendatang

Pembaca sekalian, akhir bulan ini, Selasa 28 Februari 2017 Pukul 13.00 – 15.00 WIB  kita akan mengadakan webinar series Arah Kebijakan Penanggulangan Bencana Sektor Kesehatan (Penguatan Fasilitas Kesehatan). Webinar ini akan menyampaikan pengalaman kesiapsiagaan faskses kita di beberapa daerah dalam menghadapi bencana dan bagaimana seharusnya faskes mempersiapkan diri serta tantangan dalam kebijakan ini. Simak TOR lengkapnya pada Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Print Jadwal webinar series Divisi Manajemen Bencana selama 2017, Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Kegiatan Seminar Penggunaan Logistik Medik pada Bencana, 9 Maret 2017 di Fakultas Kedokteran UGM kami mengundang rekanan sekalian dalam seminar ini, simak TOR selengkapnya pada Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon 

Salam tangguh bencana!

Study reveals thousands of buildings in Victoria at risk of earthquake destruction

A new study shows nearly 4,000 buildings in Victoria are at risk of complete damage from a major earthquake.

It’s only the second such analysis — after one by the District of North Vancouver in 2015 — conducted recently by communities in southwestern B.C. which are beginning to grapple with increasing scientific knowledge that a major earthquake will be devastating.

While Victoria has responded to the study by expanding a program to seismically upgrade heritage buildings, it will only add 60 buildings to an eligible pool now totalling 222, and which accounts for only five per cent of the buildings identified at significant risk in the study.

Following the release of the study, Victoria city councillor Geoff Young noted it was going to be a long and sometimes painful process readying the city, the province’s capital, for a big earthquake.

Relokasi Korban Bencana Ditarget Tuntas Empat Bulan

BANGLI,  – Pemerintah Kabupaten Bangli kini tengah berupaya menyiapkan lahan yang aman untuk merelokasi warga korban bencana alam yang selama ini tinggal di kawasan zona merah bencana. Rencananya para warga korban bencana tersebut akan direlokasi ke lahan hutan milik pemerintah yang ditukar guling dengan lahan milik warga yang terkena bencana.

Selain menyiapkan lahan, Pemkab Bangli rencananya juga bakal membantu pembangunan rumah untuk korban bencana alam yang sebagian biayanya diambil dari sumbangan para donatur.

“Kalau pindah ke daerah hutan hukumnya harus ada pengganti satu kali tiga. Satu are tanah hutan nanti ditukar dengan 3 are tanah milik warga. Tanah yang akan dibanguni rumah di tempat yang rawan diserahkan ke pemerintah, nanti pemerintah akan membebaskan hutannya,” jelasnya.

Meski sudah mendapat izin untuk memanfaatkan lahan hutan sebagai tempat merelokasi warganya, namun rencananya Bupati Made Gianyar akan menawarnya kembali. “Kita akan tawar. Karena ini bencana bukan untuk kepentingan bisnis, kita akan tawar 1-1 (satu are tanah hutan ditukar dengan satu are tanah milik warga yang terkena bencana),” ujarnya.

Kalau nantinya tidak disetujui menukar 1-1 dan hanya disetujui 1-2, maka pihak Pemkab nantinya akan berupaya mencarikan satu are lagi untuk pengganti lahan hutan milik Pemerintah.

“Mengenai lokasi lahan hutannya sejauh ini belum ada kepastian. Tim masih turun. Yang jelas lahan hutan yang akan kita mohonkan adalah lahan hutan yang tidak masuk zona merah. Kita targetkan penyiapan lahan termasuk pembangunan rumah untuk korban bencana selesai dalam waktu empat bulan,” tegasnya. (dayu rina/balipost)

Bupati Bangli I Made Gianyar saat ditemui di Posko Utama Tanggap Darurat di Kantor Camat Kintamani, menjelaskan, pasca status tanggap darurat dicabut, pihaknya sempat melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika Sabtu lalu.

Pemprov Bali sangat memberikan perhatian besar terhadap bencana alam di Bangli dengan membantu memfasilitasi pemulihan kondisi korban, infrastruktur jalan, serta jembatan yang rusak akibat bencana alam. Hal itu dilakukan agar perekonomian masyarakat yang beberapa lebih dari sepekan terakhir tersendat akibat bencana bisa segera pulih, katanya, Minggu (19/2).

Gianyar mengatakan, dalam pertemuan itu dibahas juga soal rencana perelokasian warga korban bencana yang selama ini tinggal di kawasan zona merah bencana ke tempat yang lebih aman.

sumber: BALIPOST.com

10 Geolog Asal Jepang Tertarik dengan Gempa Bumi yang Melanda Kota Medan

MEDAN – Kabar gempa yang simultan terjadi di Sumatera ternyata sampai ke mancanegara. Bahkan, sejumlah geolog asal Jepang tertarik ingin melakukan penelitian di Sumatera Utara.

“Ada 10 ahli geologi asal Jepang yang sudah turun ke lokasi gempa. Mereka tertarik dan ingin mempelajari lebih lanjut kenapa belakangan ini gempa sering terjadi di Sumatera Utara,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, Rabu (15/2/2017).

Menurut Riadil, kedatangan ahli geologi asal Jepang ini cukup membantu tim pemantau gempa bumi di Sumatera Utara.

Para peniliti dari Sumatera Utara bisa berbagi ilmu dan informasi menyangkut antisipasi bencana gempa.

“Tentu kedatangan para geolog ini bisa memperkaya informasi menyangkut ilmu lempeng bumi bagi geolog di Sumatera. Kita juga dapat belajar, bagaimana menghadapi gempa bumi jika getarannya berkekuatan cukup besar,” ungkap Riadil.

Sementara itu, tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan turut mengirimkan tim analisisnya ke kawasan Tanah Karo, tepat di titik gempa. Mereka juga membawa suatu alat untuk mengukur aktivitas seismik di lokasi pusat gempa.

sumber: TRIBUN-MEDAN.com

Drones could save your life in a natural disaster

With Japan’s track record of natural disasters, the country is understandably always on the lookout for ways to better prepare itself.

Japan is now looking to the skies, working to develop drones to help out in the case of an earthquake or other trouble.

The country last week trialled special drones mounted with speaker systems that can direct citizens to nearby evacuation areas, reports Jiji Press. These busy bees also monitor wind speeds around skyscrapers, taking images of the streets below.

With GPS built into the devices, self-flying was also tested, with the drones moving along set flight paths through the high-rise area.

The trials took place in Shinjuku, a highly populated area in Tokyo, with radio channels built specially for the test.

It’s not the first attempt by Japan to use new tech for disaster prevention — a university in the country last year looked to Oculus Rift to train citizens on how to act in the case of a tsunami, for instance. Meanwhile, drones last were in the spotlight at the Super Bowl, when Intel-powered drones lit the sky up.

TOR: ARAH KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA SEKTOR KESEHATAN

WEBINAR SERIES FEBRUARI 2017

 ARAH KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA SEKTOR KESEHATAN

SELASA 28 FEBRUARI 2017 PUKUL 13.00 – 15.00 WIB
Oleh Divisi Manajemen Bencana, PKMK FK UGM

{tab title=”TOR” class=”info” align=”justify” }

PENGANTAR

Memasuki bulan kedua di tahun 2017 ini, menarik untuk membahas arah kebijakan penanggulangan bencana sektor kesehatan di Indonesia. Tentu banyak tantangan yang harus dihadapi oleh sektor kesehatan; bagaimana mempersiapkan dan siaga pada saat pra bencana, respon sigap, dan tegar untuk bangkit kembali pada masa recovery.

Menariknya, bencana merupakan salah satu determinan dalam sektor kesehatan sebab bencana dapat menimbulkan dampak kerugian bagi sektor kesehatan. Pertanyaannya bagaimana sektor kesehatan mampu menghadapi bencana dan krisis kesehatan? Jika secara sistem masih banyak yang harus dibenahi (fasilitas, SDM kesehatan, sarana dan lain-lain) maka kira-kira hal apakah yang harus diprioritaskan untuk siap menghadapi bencana. Hal inilah yang akan kita diskusikan bersama dalam webinar series kebijakan ke dua bulan Februari ini.

Judul             : Arah Kebijakan Penanggulangan Bencana Sektor Kesehatan: Penguatan Fasilitas    Kesehatan   
Pembicara      : dr. Bella Donna, M.Kes
Moderator : Madelina Ariani, SKM, MPH
Hari/tanggal : Selasa, 28 Februari 2017
Pukul            : 13.00 – 15.00 WIB

Penelitian mengenai kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi bencana serta pengalaman dalam mendampingi fasilitas kesehatan dalam menyusun rencana menghadapi bencana akan kami sampaikan dan kita diskusikan dalam kesempatan ini.

analytics, audience, presentation, training icon  PESERTA YANG DIHARAPKAN

  • Kementerian Kesehatan (Pusat Krisis Kesehatan)
  • BNPB
  • BPBD
  • Dinas Kesehatan
  • Rumah Sakit
  • Fakultas Kedokteran, Kesehatan, dan Keperawatan
  • Group EMT Indonesia
  • Mahasiswa
  • Peneliti
  • LSM
  • dan sebagainya

 

agreement, arrangement, document, register, registration, sign, write icon  PENDAFTARAN DAN INFORMASI

Lelyana
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM
Mobile           : 081329760006
Ph                : 0274-549425
Fax               : 0274-549424

{tab  title=”Reportase” class=”danger” }

Reportase Webinar Divisi Manajemen Bencana

Selasa, 28 Febuari 2017
Ruang Leadership, FK UGM

webinar bencana Divisi Manajemen Bencana PKMK FK menyelenggarakan kegiatan webinar series yang dilaksanakan setiap bulan. Pada bulan ini mengangkat topik tentang “Arah Kebijakan Penanggulangan Bencana Sektor Kesehatan: Penguatan Fasilitas Kesehatan”. Pembicara dalam webinar ini adalah dr. Bella Donna, M.Kes dan dimoderatori oleh Madelina Ariani, SKM, MPH.

Indonesia merupakan negara yang kepulauan dimana sangat sering menjadi sorotan terutama dalam bidang kesehatan. Akses merupakan suatu permasalahan yang sangat mendasar di Indonesia, terutama pada daerah terpencil yang ada di Indonesia timur. Pada keadaan normal, masyarakat di daerah tersebut kesusahan dalam mengakses pelayanan kesehatan karena terkadang harus menyeberang ke pulau lain dan hal tersebut membutuhkan waktu serta usaha yang lebih. Sehingga apabila terjadi suatu bencana di daerah tersebut akan semakin mempersulit masyarakat untuk mendapatkan pertolongan. Apabila terjadi bencana maka suasana akan sangat kacau.

Puskesmas dan rumah sakit menjadi fasilitas yang diharapkan dapat memberikan pertolongan termasuk saat bencana. Untuk itu perlu dikaji mengenai kesiapan fasilitas kesehatan tersebut baik dari segi gedung, SDM, maupun peralatan yang tersedia. Hal tersebut merupakan suatu tantangan yang terjadi saat ini, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Harapan dari tantangan tersebut yakni kekacauan yang timbul akibat bencana akan lebih singkat dan segera teratasi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur dan Ambon, diketahui bahwa salah satu desa yang berada di Ambon (sampel penelitian), SDM kesehatan pada fasilitas kesehatan belum siap apabila menghadapi bencana. Bukan hanya SDM, melainkan juga fasilitas dan gedung pun belum memadai untuk menerima korban suatu bencana. Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) juga menyebutkan bahwa kesiapsiagaan fasilitas kesehatan yang tersedia di Indonesia dalam bencana mayoritas masih rendah. Bahkan daerah yang sering mengalami bencana, masih terdapat fasilitas kesehatan yang tidak memahami dan mengetahui mengenai Hospital Disaster Plan (HDP).

Salah satu peserta webinar menanyakan tentang posisi tim medis dalam bencana dan dr. Bella menjelaskan bahwa dalam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) terdapat klaster kesehatan, dimana dalam klaster tersebut pada saat bencana maka tim medis dari suatu fasilitas kesehatan dapat bergabung ke dalam tim yang dimaksud. Tim medis dari suatu fasilitas kesehatan hanya perlu melaporkan diri pada klaster kesehatan yang terdapat pada lokasi bencana.

HDP untuk saat ini masih dipandang sebelah mata oleh manajemen rumah sakit. Hal ini bukan tanpa sebab, karena dalam akreditasi rumah sakit hanya memiliki nilai sebesar 20% sehingga beranggapan tidak terlalu penting dan hanya pemborosan anggaran. Bencana merupakan suatu hal yang tidak dapat diduga dan dapat terjadi dimana pun dan kapan pun saja, sehingga rumah sakit sebaiknya mempersiapkan diri akan hal itu. Permenkes No. 69 Tahun 2014 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien menyebutkan bahwa rumah sakit mempunyai kewajiban berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana dan melakukan mitigasi dampak bencana.

 

Reporter: Wisnu Damarsasi

{/tabs}

LUNCH- SEMINAR DAN WEBINAR LAPORAN KEGIATAN GEMPA PIDIE JAYA & BANJIR BANDANG BIMA

lunch seminar laporan bima aceh

lunch seminar laporan bima aceh

Gempa Pidie Jaya, Aceh dan Banjir Bandang Bima, Nusa Tenggara Barat menjadi berita penutup kita tahun 2016 silam. FK UGM bekerjasama dengan banyak pihak (Pemda DIY, Kagama, RSS, RSA, Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM, Pokja Bencana FK UGM) melakukan upaya perbantuan mulai pada masa respon hingga transisi. Baik di Pidie jaya dan Bima, tim yang diberangkatkan selalu terintegrasi baik untuk pelayanan kesehatan, assessment, pendampingan sistem kesehatan, maupun upaya advokasi dengan pemerintah daerah untuk upaya jangka panjangnya. Hingga saat ini upaya pendampingan terus dilakukan.

Informasi selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon   ||   Reportase

Sarasehan Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM

https://statik.tempo.co/data/2010/10/27/id_51881/51881_620.jpg

Keterlibatan Fakultas Kedokteran UGM pada kejadian Tsunami 2004, disusul bencana besar lainnya: Gempa Padang, Gempa Pangandaran, Gempa Jogja, Letusan Merapi menjadi ide awal terbentuknya Divisi Manajemen Bencana di bawah Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK FK UGM). Sejak 2008, Divisi Manajemen Bencana fokus dalam pengembangan kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia khususnya untuk sektor kesehatan. Kami berkomitmen memberikan kontribusi dalam upaya penguatan kapasitas dan pengurangan risiko dalam menghadapi bencana seperti pengembangan berbagai macam pendampingan, pelatihan, dan seminar baik di tingkat lokal, puskesmas, rumah sakit, nasional, dan internasional selalu dilakukan.

Informasi selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon    ||   Reportase

Tim 2 Kesehatan: Program DIY Peduli Gempa Pidie Jaya (Pijay)Aceh

Tim 2 Kesehatan: Program DIY Peduli Gempa Pidie Jaya (Pijay )Aceh

Tim 2 Kesehatan: Program DIY Peduli Gempa Pidie Jaya (Pijay )Aceh

Pembaca, akhir Januari ini kembali dalam program DIY Peduli Gempa Aceh/Pijay dikirimkan tim kesehatan, setelah sebelumnya pada pertengahan Desember 2016 lalu. Tim kedua ini membawa misi sesuai dengan hasil asesmen dan kebutuhan di Pijay oleh tim 1, yakni pembangunan sistem kesehatan siaga bencana yang berfokus pada penguatan puskesmas.

Tiga kegiatan yang dilakukan adalah (1) Pendampingan penyusunan rencana penanggulangan bencana di Puskesmas atau Primary Health Care Disaster Plan (PHCDP), (2) Pelatihan perawatan luka, (3) Penelitian kondisi kesehatan lingkungan di salah satu puskesmas.

Tim ini berada di Aceh pada 22-27 Januari 2017. Lokasi kegiatan berpusat di Kecamatan Bandarbaru, tepatnya di dua puskesmas; Puskesmas Cubo dan Puskesmas Bandarbaru. Namun, pada siang hari tim juga memberikan pelatihan perawatan luka untuk puskesmas lainnya yang oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pijay dipusatkan di Puskesmas Meredue. Ada lebih dari 5 puskesma lainnya ikut dalam pelatihan tersebut.

Simak selengkapnya laporan harian kami pada link berikut Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon