Tiga Gempa Kepung Aceh

VIVAnews – Gempa kembali mengguncang Aceh dan sekitarnya. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, ada tiga gempa melanda Kabupaten Simeuleu, Minggu, 29 April 2012.

Gempa pertama pertama terjadi pukul 09.13 WIB di 721 kilometer Barat Daya Kabupaten Simeuleu. Gempa berkekuatan 5,2 skala richter itu berada di 2.12 Lintang Utara dan 89.62 Bujur Timur dengan kedalaman 10 km.

Sekitar 47 menit kemudian terjadi lagi gempa susulan di 239 kilometer Barat Daya Simeuleu. Gempa berkekuatan 5,9 skala richter.
Lokasi gempa berada di 2.04 Lintang Utara dan 94.02 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Continue reading

Gunung Krakatau Sulit dipantau

krakatau

krakatau

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG– Gunung Anak Krakatau (GAK) dalam dua pekan terakhir sulit dipantau secara visual karena gunung api aktif di Selat Sunda itu kerap tertutup kabut pada siang hari.

“Kemarin memang sempat terlihat asap putih dari kawah gunung api itu, setelah itu tidak terlihat lagi karena kabut,” kata Andi Suardi, petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Kratau di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (26/4). 

Continue reading

Mbah Rono: Lokon Tunjukkan Sinyal Tak Biasa

“Gunung Lokon dalam kondisi siaga kritis dan bisa meletus kapan saja.”

VIVAnews – Setelah meletus Selasa 24 April 2012 lalu, Gunung Lokon berangsur tenang. Namun, tiba-tiba ia kembali tidak stabil. Aktivitas gunung itu, yang terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, kembali meningkat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) mendata, sejak pukul 12.00-18.00 WITA, terekam sebanyak 32 kali gempa vulkanik dalam, 70 kali gempa vulkanik dangkal, dan terdapat getaran vulkanik secara terus menerus dengan amplitudo maksimal 6 milimeter.

“Jarang sekali Gunung Lokon memberi sinyal seperti itu, tentu dengan melihat catatan peristiwa ini, Lokon dalam kondisi siaga kritis dan berpotensi terjadi letusan kapan saja. Letusan itu tak bisa diprediksi,” ujar Kepala PVMBG, Surono, ketika dihubungi VIVAnews, Kamis malam, 26 April 2012.

Continue reading

Tasikmalaya KLB Demam Berdarah Dengue

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya menetapkan status kejadian luar biasa demam berdarah dengue (DBD). Kurang dari satu bulan, tercatat 52 orang tertular DBD dan tiga orang meninggal dunia.

“Melihat perkembangan dan jumlah korban sakit dan meninggal dunia, hal itu sudah bisa ditetapkan sebagai kejadian luar biasa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Oki Zulkifli di Tasikmalaya, Kamis (26/4/2012).

Continue reading

Aktivitas Gunung Lokon Mulai Turun

Metrotvnews.com, Tomohon: Aktivitas Gunung Lokon mulai menurun, hari ini (25/4), pasca-letusan kemarin. Dari rekaman seismograf, hari ini hanya terjadi beberapa kali gempa vulkanik dangkal dan gempa tremor sebesar 0,5-2 milimeter.

Penurunan aktivitas ini membuat warga kembali beraktivitas seperti biasa. Seperti warga yang bermukim di Kelurahan Kinilow I, Kota Tomohon, yang dekat dengan Gunung Lokon yang mulai melakukan aktivitas seperti biasa.

Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan berdasarkan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi

Gunung Marapi Sumbar Sempat ‘Batuk’ Asap

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI, SUMBAR – Gunung Marapi yang berada di antara Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu sekitar pukul 08.30 WIB dilaporkan semburkan asap putih tipis.

Asap putih tipis dikeluarkan Gunung Marapi yang berketinggian 2.891 meter dari permukaan laut (mdpl) diperkirakan setinggi 100 meter dari puncak kawah.

Suparmo, petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Pos Pemantauan Gunung Api Bukittinggi, di Bukittingi, Rabu, mengatakan, asap putih tipis tersebut hanya berlangsung sebentar.

Continue reading

Banjir Lumpur Terjang Samarinda

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA — Banjir disertai lumpur menerjang ratusan rumah di lima RT di Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (25/4) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun hingga Kamis dinihari menyebutkan, terjangan banjir disertai lumpur itu berlangsung selama dua jam lebih yakni mulai pukul 19.30 hingga 22.00 Wita. Empat rumah dikabarkan rusak berat akibat diterjang banjir serta sebuah rumah tertimpa pohon.

Tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu namun terjangan banjir lumpur setinggi lebih satu meter itu menyebabkan sejumlah barang milik warga rusak. Bahkan, sejumlah peralatan dan dokumen di Kantor Lurah serta Balai Desa Kelurahan Sidodamai rusak akibat terendam banjir.

Continue reading

Bahaya Lokon: Letusan Magmatik dan Awan Panas

VIVAnews — Meski berangsur tenang, Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara belum berhenti beraktivitas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, pagi ini Lokon terus diguncang gempa vulkanik.

“Pukul 00.00-06.00 Wita, ada satu gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30mm, lama gempa 60 detik. Juga 7 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) amplituda 3-7 mm, lama gempa 3-5 detik. Tremor menerus 0,5 – 25 mm,” demikian perkembangan terbaru yang dirilis laman PVMBG, Rabu 25 April 2012.

Continue reading

Gempa 5,3 SR Guncang Simeulue Aceh

okezone.com, JAKARTA – Gempa berkekautan 5.3 Skala Richter (SR) menimpa Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Gempa ini terjadi pada pukul 02.43 WIB, Rabu (25/4/2012) dini hari. 

Sebagaimana dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa terletak di 1.03 Lintang Utara (LU) dan 91.56 Bujur Timur (BT), 533 Kilometer Barat Daya Kabupaten Simeulue, 617 Kilometer Barat Daya Kabupaten Aceh Jaya, 634 Kilometer Barat Daya Kabupaten Aceh Barat, 648 Kilometer Barat Daya Banda Aceh, dan 1871 Kilometer Barat Laut Jakarta.
 
Gempa ini berada di kedalam 100 Kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Hingga berita ini diturunkan belum ada korban jiwa serta kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Korban Gempa di Manokwari Anggap BPBD Tak Tanggap

Jawapos, MANOKWARI – Dua hari pascagempa dengan kekuatan 6,8 Skala Righter (SR),warga Ransiki mulai kembali ke rumah mereka masing-masing setelah mengungsi di tenda-tenda.Namun,demikian mereka tetap waspada. Sedangkan warga yang rumahnya rusak berat menunggu kini harus menumpang dan menunggu uluran bantuan.

Tokoh Adat Kampung Ransiki, Lewi Inden kepada wartawan,Senin (23/4) mengatakan, hingga saat ini, belum ada bantuan yang diturunkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun instansi terkait lainnya, untuk tanggap darurat. “Banyak rumah yang rusak,ini perlu segera ditangani,’’ ujar Inden.

Continue reading