Gempa Aceh Bisa Menggeser Pantai Barat Sumatera

JAKARTA, KOMPAS.com – Dua gempa berkekuatan 8,5 dan 8,1 Skala Richter yang mengguncang Aceh pada Rabu (11/4/2012) berpotensi menggeser pantai barat Sumatera dan Kepulauan Nias serta Simeulue sejauh beberapa sentimeter.

Demikian diungkapkan Widjo Kongko, peneliti Tsunami Research Group untuk Balai Pengkajian Dinamika Pantai pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kepada Kompas.com, Senin (16/4/2012). Widjo menganalisis gempa itu dengan model homogen elastik. Model ini menganggap kerak Bumi bersifat elastis dan homogen dari lapisan atas hingga bawah. Data diambil dari pencatatan gelombang seismograf United States Geological Survey (USGS) di lebih dari 50 stasiun.

Berdasarkan analisis, diketahui bahwa diskolasi horisontal di pusat gempa punya dua alternatif, yakni 200 derajat atau arah timur laut dan 110 derajat ke arah barat laut. Belum bisa dipastikan mana yang terjadi akibat gempa rabu lalu.

Continue reading

Delapan Desa Terendam Banjir

MASAMBA, FAJAR — Sebanyak 400 rumah terendam banjir pada delapan desa di dua kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Banjir merendam wilayah itu sepekan terakhir. Hingga, Senin 16 April, warga masih kesulitan melakukan aktivitas.

WARGA terancam kekurangan bahan pokok. Lahan pertanian warga mengalami gagal panen akibat banjir. Mereka sangat butuh bantuan sesegera mungkin.

Di Kecamatan Malangke Barat, khususnya warga Desa Cenning dan Desa Limbong, misalnya, genangan air tergolong parah. Maklum, permukiman warga dulunya adalah rawa-rawa. Kondisi serupa terjadi pada enam desa di Kecamatan Malangke.

Sekretaris Kabupaten Luwu Utara, Mujahidin Ibrahim didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, mulai turun memberikan bantuan sembako bagi korban banjir. Warga diberi bantuan beras, ikan kaleng, mi instan, minyak goreng, dan gula pasir.

Kepala BPBD Luwu Utara, Eviana, Senin 16 April, menyebutkan, bahwa jumlah warga yang menerima bantuan sebanyak 400 kepala keluarga (KK). Bantuan itu disalurkan pada delapan desa di dua kecamatan yakni, Kecamatan Malangke dan Kecamatan Malangke Barat.

“Dua kecamatan bertetangga ini langganan banjir akibat luapan Sungai Rongkong. Ini terjadi hampir pada setiap musim hujan,” ujar Eviana.

Selain merendam ratusan rumah warga, tambahnya, banjir juga menggenangi ratusan hektare sawah dan kebun milik petani. “Sembako yang kami bagi ini meliputi Kecamatan Malangke sebanyak 280 KK, dengan rincian, 60 KK di Desa Malangke, 50 KK di Desa Pute Mata, 60 KK di Desa Pettalandung, 50 KK di Desa Tandung, 30 KK di Desa Giri Kusuma, dan 30 KK di Desa Benteng. Sementara di Kecamatan Malangke Barat, sembako kami bagikan di Desa Cenning dan Desa Wara masing-masing 60 KK,” bebernya.

Menurut Eviana, sejauh ini, pemerintah daerah dalam menyikapi kondisi sosial masyarakat di dua kecamatan itu juga telah membangun fasilitas air bersih berupa sumur bor di beberapa titik strategis. Ini bisa dimanfaatkan warga jika banjir melanda

Gempa Embusan Gunung Semeru Sudah 139 Kali

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG – Gempa embusan yang dikeluarkan Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang Jawa Timur mencapai 139 kali, Senin.

“Data terbaru yang kami terima hari ini dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat bahwa aktivitas Semeru masih didominasi oleh gempa embusan yakni sebanyak 139 kali,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hariyanto, Senin.

Menurut dia, secara visual di puncak Semeru cuaca mendung, angin tenang, dengan suhu udara sekitar 24 derajat celcius.

Continue reading

SBY Perintahkan Susun Masterplan Gempa Bumi

Jawapos, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif memaparkan laporan penanganan gempabumi dan tsunami di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu dalam rapat terbatas yang digelar, Senin (16/4) di Istana Bogor. Di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Syamsul melaporkan secara umum penanganan lebih baik dibandingkan tsunami 2004.

“Sistem telah bekerja dan mekanisme masih ada yang perlu disempurnakan. Di sebagian daerah terjadi kemacetan saat evakuasi karena masyarakat membawa kendaraan dan panik.  Saat gladi semua bisa berjalan lancar karena masyarakat tidak membawa kendaraan. Namun saat terjadi peringatan tsunami yang sebenarnya masyarakat membawa kendaraan. Yang terjadi akhirnya kemacetan,” kata Syamsul dalam rilisnya yang diterima JPNN, Senin (16/4).

Continue reading

Gempa Kembali Goyang Aceh, Kekuatan 5,4 SR

okezone, JAKARTA – Gempa kembali mengguncang Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam, Senin (16/4/2012) malam. Gempa dengan kekuatan 5,4 Skala Richter (SK), tidak berpotensi tsunami.

Informasi Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang terjadi pukul 23.05 WIB. Pusat gempa berada pada kedalaman 49 Km ini berpusat di titik 505 Km Barat Daya Simeulue, NAD, 575 Km Barat Daya Nias Barat-Sumatera Utara, 586 Km Barat Daya Nias Utara-Sumatera Utara, 681 Km Barat Daya Banda Aceh, 1766 Km Barat Laut.

Continue reading

Gempa di Selat Sunda Harus Tetap Diwaspadai

JAKARTA, KOMPAS.com – Gempa berkekuatan 6 skala Richter yang terjadi Minggu (15/4/2012) pukul 02.26 WIB dan berpusat di sekitar 95 kilometer barat daya Kabupaten Pandeglang, Banten, membuktikan bahwa segmen Selat Sunda masih aktif.

Gempa yang berpusat pada kedalaman sekitar 40 kilometer itu dirasakan oleh warga di sekitar Pandeglang dan Serang, Banten, serta Jakarta. Meski demikian, dilaporkan tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan berarti akibat gempa tersebut.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Suhardjono mengatakan, setelah gempa Simeulue pada Rabu (11/4/2012) dan disusul gempa Pandeglang, dampak dan alur gempa segera diteliti.

Continue reading

162 Rumah Rusak akibat Banjir Bandang di Aceh

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 162 rumah mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, pada Kamis (12/4/2012) malam.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Minggu, mengatakan, banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bukit Tusam dan Kecamatan Bambel itu mengakibatkan kerugian materiil, seperti 52 unit rumah rusak berat, 96 unit rumah rusak ringan, 14 unit rumah hanyut.

“Kerusakan lahan pertanian mencakup 75 hektar kebun coklat, jagung 30 hektar, sawah 86 hektar serta kerusakan lahan prikanan/peternakan, kolam ikan seluas 9 hektar dan 520 ekor unggas,” kata Sutopo, Minggu (15/4/2012).

Continue reading

Warga Simeulue Berdamai dengan Tsunami

simeuleu-aceh

simeuleu-acehGelombang besar yang dalam kehidupan masyarakat Simeulue, Provinsi Aceh, disebut smong bukanlah kisah baru. Gelombang laut yang lazim datang menerjang sehabis gempa bumi telah menjadi cerita turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Berpijak pada cerita dan berbagai pengalaman empirik, warga Pulau Simeulue selalu selamat dari terjangan Tsunami, termasuk pascagempa Rabu lalu.

Kaniruddin (37) asyik berbincang dengan rekannya di kursi depan sebuah warung, di Simeulue Timur, Simeulue, Aceh, Rabu (11/4). Tiba-tiba meja dan kursi yang dia duduki bergoyang. Awalnya, dia mengira itu efek dari kendaraan yang lewat. Namun, getaran tak juga hilang selama tiga menit.

Continue reading

Kulon Progo dan Gunung Kidul Belum Dilengkapi Peringatan Dini Tsunami

tsunami

tsunamiYOGYAKARTA, KOMPAS.com – Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul hingga saat ini belum memiliki peralatan early warning system atau sistem peringatan dini tsunami. Karena itu, peringatan dini terhadap ancaman tsunami masih mengandalkan cara-cara manual.

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Untung Waluyo mengungkapkan, Kabupaten Kulon Progo memiliki garis pantai sepanjang 24 kilometer dari Pantai Galur hingga Pantai Trisik. Namun demikian, garis pantai tersebut belum dipasangi satupun sistem peringatan dini tsunami.

Continue reading

Waspadai Potensi Gempa Lebih Besar

BANDA ACEH, KOMPAS.com –  Gempa 8,5 skala Richter yang berpusat di Simeulue, Aceh, Rabu (11/4/2012) pukul 15.38, memicu kepanikan di sepanjang pesisir barat Sumatera. Gempa berikutnya terjadi pukul 17.43 berkekuatan 8,8 skala Richter. Para ahli mengkhawatirkan gempa beruntun ini akan memicu gempa yang lebih besar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, dibandingkan dengan gempa dan tsunami Aceh 2004, situasi pascagempa kali ini lebih terkendali. Sistem peringatan dini bekerja dengan baik. ”Situasi sekarang terkendali, berbeda dengan tsunami Aceh 2004 dan bencana-bencana lainnya,” kata Yudhoyono dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Inggris David Cameron, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Continue reading