Lumajang (ANTARA News) – Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur, mengalami gempa embusan sebanyak 95 kali.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hariyanto, Senin, mengatakan aktivitas Gunung Semeru hari ini tercatat mengalami 95 kali gempa embusan, 27 kali gempa tremor, dua kali gempa tektonik jauh, dan satu kali gempa tektonik dangkal.
“Kondisi visual di puncak Semeru terlihat cuaca terang, angin tenang, tidak ada hujan, dan suhu udara 23 derajat celcius,” tuturnya.
BPBD Lumajang setiap hari mendapatkan laporan aktivitas Gunung Semeru dari petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
“Aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih didominasi gempa embusan dan tremor yang masih fluktuatif dengan status masih Siaga (Level III),” paparnya.


Telah dilaksanakan kegiatan “Round Table” yang diselenggarakan pada tanggal 30 Maret 2012 bertempat di Ruang Sidang A Lantai 5 di Program Magister Manajemen Bencana (MMB) UGM. Kegiatan ini merupakan forum diskusi bagi pemerhati bencana dalam bentuk kegiatan mempresentasikan hasil penelitian, sharing pengalaman yang berhubungan dengan kebencanaan dan diselenggarakan bergiliran dari Pusat Studi Bencana Alam (PSBA), Prodi Geoinformasi dan juga DERU. Pada kegiatan yang dilaksanakan kali ini dalam bentuk seminar tunggal dengan di moderatori oleh Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Sc. topic yang diambil dalam kegiatan ini adalah “Rumah Sakit Tanggap Bencana (Dalam Perubahan Iklim)” yang disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD, beliau menjelaskan bahwa awalnya climate change bukanlah suatu masalah yang besar, namun akhir-akhir ini menjadi masalah yang cukup menjadi perhatian. Dari aspek kesehatan, perubahan iklim itu bisa kita jabarkan dalam kerangka pikir bahwa iklim itu merupakan hazard, sedangkan perubahan iklim adalah eventnya, sedangkan untuk bencana yang terjadi misalnya saja banjir adalah secondary event dan penyakit yang timbul akibat itu adalah damage. Reaksi yang ditimbulkan adalah respon sedangkan tindakan pencegahannya adalah preparedness.
Dowload Resume ATLS


