RELOKASI WARGA: BNPB Beri Tenggat Warga Akhir Maret Untuk Pindah

merapi

merapiKLATEN — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan batas waktu hingga akhir Maret 2012 kepada warga lereng Gunung Merapi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, untuk mengikuti program relokasi. Data dari BNPB menyebutkan, warga yang bersedia ikut program rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yakni 17 kepala keluarga (KK). Sementara 143 KK lainnya masih enggan untuk mengikuti program tersebut.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Wachju Adhy Pratomo, mengatakan BPBD Klaten sudah melakukan sosialisasi kepada warga Desa Balerante untuk ikut program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut. “Kami juga sudah berupaya dengan membujuk warga yang menjadi korban erupsi Merapi untuk mengikuti program. Tapi yang ikut untuk saat ini separonya saja belum ada,” ujar Wachju.

Continue reading

Korban Banjir Malang Masih Mengungsi

Metrotvnews.com, Malang: Sebanyak 56 jiwa warga Dusun Krajan, Desa Tumpak Rejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih mengungsi di rumah saudaranya karena banjir setinggi dua meter masih merendam kawasan setempat.

Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Apriliyanto, Ahad (11/3), mengatakan, banjir hanya surut sekitar satu meter dari genangan tiga meter sejak Kamis (8/3).

“Genangan air sulit surut karena kawasan dusun setempat berada di dataran rendah,” tegasnya.

Pantauan di lokasi banjir menyebutkan sebanyak 16 rumah warga di RT6 sampai dengan RT9 masih terendam banjir sekitar dua meter.

Continue reading

335 Rumah Terendam Banjir Rob

Sedikitnya 335 rumah yang dihuni 1.114 jiwa di lima desa di Kec. Ciemas, Kab. Sukabumi, terancam menyusul bencana banjir Rob yang berlangsung sejak Kamis (8/3).

Informasi yang diterima “GM” di Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Sukabumi, banjir melanda Desa Ciemas, Mekarsakti, Mandrajaya, Ciwaru, dan Desa Tamanjaya.

Bencana di lima desa tersebut menyebabkan tujuh rumah rusak berat karena seluruh bangunan terendam banjir. Namun warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing.

Continue reading

Sejumlah jalan di Kota Palu terendam banjir

Palu (ANTARA News) – Sejumlah jalan utama di Kota Palu, Minggu malam, terendam banjir hingga ketinggian 30 centimeter akibat hujan yang mengguyur selama enam jam.

Jalan yang terendam air itu antara lain Jalan Sam Ratulangi, Jalan Ki Maja, Jalan Raja Moili, Jalan Undata dan Jalan SIS Aljufri. Banjir itu disebabkan buruknya saluran air yang berada di sisi jalan. Air terlihat membludak dari selokan dan membawa sampah ke jalanan.

Sejumlah warga yang melintas di jalan yang terendam banjir terpaksa berjalan pelan untuk menghindari lubang. Sementara itu, sejumlah warga di Kecamatan Palu Barat beramai-ramai membersihkan saluran air agar alirannya lancar.

Hujan di Palu berhenti pada pukul 00.15 WITA, namun genangan air terlihat belum surut. Hendra warga Palu berharap air cepat surut agar banjir tidak masuk ke rumah.

Continue reading

Sejumlah Jalan Utama Kota Palu Terendam Banjir

PALU, KOMPAS.com – Sejumlah jalan utama di Kota Palu, Minggu (11/3/2012) malam, terendam banjir hingga ketinggian 30 centimeter akibat hujan yang mengguyur selama enam jam. Jalan yang terendam antara lain Jalan Sam Ratulangi, Jalan Ki Maja, Jalan Raja Moili, Jalan Undata dan Jalan SIS Aljufri.

Banjir disebabkan buruknya saluran air yang berada di setiap sisi jalan. Air terlihat membludak dari selokan dan membawa sampah ke permukaan jalanan. Sejumlah warga yang melintas di jalan yang terendam banjir terpaksa berjalan pelan untuk menghindari lubang.

Sementara itu, sejumlah warga di Kecamatan Palu Barat beramai-ramai membersihkan saluran air agar alirannya lancar. Hujan di Palu berhenti pada Senin (12/3/2012) pukul 00.15 WITA, namun genangan air terlihat belum surut.

Hendra warga Palu berharap air cepat surut agar banjir tidak sampai masuk ke rumah. “Biasanya banjir segera surut jika hujan telah reda,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Palu terlihat mulai menata barang-barang agar tidak hanyut jika terjadi banjir. Barang-barang yang ditata berupa kasur, televisi, lemari, serta benda-benda lain yang mudah rusak jika terkena air.

Kota Palu sendiri pernah dilanda banjir pada pertengahan 2007 akibat meluapnya Sungai Palu. Banjir saat itu merendam ratusan rumah di sepanjang bantaran sungai. Saat ini Pemerintah Kota Palu fokus memperbaiki drainase di wilayahnya agar tidak terjadi banjir saat terjadi hujan lebih dari tiga jam.

Gempa Gunung Lamongan Sering Terjadi, Rumah Warga Rusak

[LUMAJANG] Gempa masih sering terjadi karena aktivitas vulkanik Kegiatan Gunung Lamongan. Gunung setinggi 1.668 meter di atas permukaan air laut ini membuat kaget warga sekitar. Informasi yang dihimpun dari warga Dusun Sumuran, Desa Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jatim, yang berjarak sekitar 10-15 kilo meter dari puncak, gempa yang terjadi sejak Jum’at (9/3) hingga Senin (12/3) tadi pagi membuat sedikitnya tujuh unit (dinding dan lantai) rumah penduduk di dusun itu retak-retak selebar 20 hingga 30-an sentimeter.

Susanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) G. Lamongan di Gunung Meja, masuk wilayah Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, yang dikonfirmasi, Senin tadi pagi mengatakan, bahwa retaknya dinding dan lantai rumah penduduk itu bisa jadi akibat dari gempa lokal G Lamongan. Dibenarkan pula bahwa gempa lokal G Lamongan dalam beberapa waktu terakhir memang semakin sering terjadi.

“Kami harap warga tetap tenang, tidak panik. Kami masih terus memantau aktivitas vulkanik G Lamongan yang tingkat kegempaannya fluktuatif,” ujar Susanto.

Dibenarkan, data kegempaan lokal yang terekam di alat seismograf Pos PGA G Lamongan di G Meja setelah statusnya dinyatakan Waspada, sebanyak 27 kali, 13 kali gempa tektonik lokal dan satu kali gempa tektonik jauh. Guncangan gempa ini dirasakan sejumlah warga di lereng gunung yang terletak di wilayah antara Desa Klakah dan Desa Tegalranu, masuk Kecamatan Klakah dan Desa Sumberpetung, Desa Kebonan dan Desa Kudus, Kecamatan Ranuyoso.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Hendro Wahyono, Senin tadi pagi, getaran gempa G Lamongan terasa sampai wilayah Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Ia memastikan retak-retak di dinding dan lantai rumah penduduk di Dusun Sumuran, Desa Sumberpetung, akibat gempa lokal G Lamongan.

“Ya, kondisinya rumah-rumah itu baru kami terima tadi pagi, kondisinya semakin parah,” aku Hendro Wahyono sambil membenarkan, pihaknya sudah mengimbau warga masyarakat yang tinggal di sekitar lereng dan kaki G Lamongan terkait meningkatnya aktivitas G Lamongan, melalui camat dan kepala desa (Kades) setempat.

Sementara itu menurut Imam Hanafi (33) warga Dusun Sumuran, Desa Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso, yang dikonfirmasi terpisah terkait kedatangan sejumlah wartawan yang datang mengambil gambar, Minggu (11/3) pagi membenarkan, ada lima orang pendatang yang semula hendak merekam gambar, pukul 11.20 WIB dikejutkan terjadinya gempa cukup keras selama beberapa detik.
“Tidak hanya wartawan itu, tetapi juga ratusan jiwa penduduk di sini ikut panik keluar rumah, takut kalau-kalau atap rumahnya ambruk diguncang gempa,” aku Hanafi sambil membenarkan bahwa para wartawan itu semula mengambil gambar dekat musala, langsung ikut berhamburan.

Gempa tersebut menurutnya relatif lebih kecil dibanding gempa hari Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WIB. “Gempanya lebih besar dan mengejutkan seluruh warga di sini,” aku Buani (55), warga dusun yang lain. Ia mengaku bersama-sama seluruh anggota keluarganya yang berjumlah enam jiwa sejak malam Minggu memilih tidur di teras rumah, karena jika tetap tidur di dalam rumah, khawatir ada gempa lebih keras dan tertimpa reruntuhan atap rumah sendiri.

“Banyak tetangga yang memilih demikian (tidur di teras). Itu cara kami menghindari musibah gempa,” ujar Buani.

Ia menambahkan, jika retak lantai rumah sudah setengah meter, baru mereka harus tidur di luar rumah. “Ya pakek tenda tak iye,” katanya dalam dialeknya Madura yang sangat kental. Ia mengaku heran dan anek, sebab sejak G Lamongan menimbulkan bencana (gempa), kok wartawan malah datang mendekati bencana itu sendiri, akunya keheranan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, G Lamongan yang berada di wilayah Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, statusnya dinaikan dari normal aktif (level I) menjadi Waspada (level II), Jumat (9/3). Ditingkatkannya status gunung api yang memiliki tiga ranu (telaga) dengan panoramanya yang sangat indah dan dikenal dengan Fujiyamanya Indonesia itu, sesuai data seismik yang dipantau di Pos PGA G Lamongan di G Meja, menunjukkan peningkatan aktivitas yang mengejutkan. Karenanya selain itu Pos PGA yang merupakan bagian dari kantor Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung itu menyatakan, G Lamongan tertutup bagi para pendaki. [070]

Alhamdulillah, Gempa 5,1 SR di Lambar Tidak Timbulkan Tsunami

TRIBUNLAMPUNG.co.id – Lampung Barat diguncang gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR), Sabtu (10/3/2012) pukul 23:00:51 WIB.

Lokasi gempa berada di 133 kilometer barat daya Lampung Barat. Berdasarkan data dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berada pada 5.25 lintang selatan dan 103.71 bujur timur.

Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, 150 kilometer barat daya Tanggamus, 173 kilometer barat daya Pringsewu, 188 kilometer barat Daya Bandar Lampung, dan berjarak 342 kilometer barat daya Jakarta. (*)

Diterjang Angin Kencang, Dua Rumah Tertimpa Pohon

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kulonprogo, Kamis (8/3) malam, mengakibatkan dua rumah warga di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, rusak tertimpa pohon tumbang. Meski tak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Kejadian bermula turunnya hujan disertai angin kencang sejak sore sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi ini berlangsung sekitar tiga jam hingga malam hari, mengakibatkan beberapa pohon patah dan tumbang. Pohon yang tumbang menimpa rumah terjadi di dua lokasi yakni di Dusun Sibolong dan di Dusun Gendu pada waktu yang hampir bersamaan sekitar pukul 20.00 WIB.

Di Dusun Sibolong pohon menimpa rumah dan kandang ternak milik Poniyem (40), sedangkan di Dusun Gendu menimpa rumah Partoinangun (85). Karena kejadian malam hari dan gelap, warga bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan personil TNI dari Koramil bekerjabakti menyingkirkan pohon dan membenahi rumah keesokan harinya.

“Waktu kejadian saya sedang di ruang tengah duduk-duduk sambil makan kacang, tiba-tiba ada suara gemuruh. Saya kaget dan lari ke depan rumah. Ternyata pohon pete di samping rumah roboh menimpa rumah saya dan mengenai kandang kambing,” ungkap Poniyem, Jumat (9/3).

Kabag Kesra Desa Jatimulyo, Sarija SM mengatakan, untuk penanganan musibah ini logistik dari posko kecamatan berupa beras dan sarden sudah disalurkan. Warga masyarakat, bersama Tagana, dan TNI kerjabakti bersama-sama sejak pagi-pagi setelah subuh.

Menurutnya, kerugian akibat musibah itu, baik yang dialami Poniyem maupun Partoinangun, ditaksir masing-masing sebesar Rp 5,7 juta. Sehingga total mencapai Rp 11,4 juta baik untuk kerusakan rumah, kandang, maupun pohon yang tumbang.

Gempa 5,8 SR Guncang China

BEIJING – Gempa berkekuatan 5,8 skala richter (SR) melanda China hari ini. Tidak ada laporan korban jiwa ataupun kerusakan dalam insiden ini.

Badan Survei Geologis Amerika Serikat (USGS) mengatakan, gempa 5,8 SR itu melanda pada pukul 07.00 waktu setempat. Gempa terjadi di sebelah selatan wilayah Xinjiang.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (9/3/2012), pusat gempa berada di gurun, di mana gempa mengguncang sekira 280 kilometer sebelah timur laut Hotan.

USGS sendiri menyatakan pusat kedalaman gempa mencapai 35,5 kilometer. Pejabat setempat memastikan tidak ada laporan korban jiwa ataupun kerusakan dalam kejadian ini.

Banjir Ganggu Aktvitas SMPN 27 Padang

Metrotvnews.com, Padang: Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (8/3), terendam banjir. Ketinggian air yang mencapai 50 centimeter itu menyebabkan para siswa dan guru tidak dapat memakai sepatu.

Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan pembuangan air tidak mampu menampung tingginya curah hujan, sehingga air meluap ke gedung sekolah dan sekitarnya.

Akibat banjir itu, para siswa-siswi yang sedang mengikuti ujian semester terpaksa membuka sepatu saat masuk ke ruangan kelas.

Mereka dan guru tidak merasa nyaman dengan datangnya banjir, yang sering terjadi di sekolah mereka. Sebanyak dua ruangan sekolah tidak dapat digunakan karena tergenang banjir.

Selama ini, jika hujan mengguyur, sekolah tersebut pasti terendam banjir karena sistem pembuangan air di sekitar sekolah sudah menyempit. Sampah dan rumput yang menyumbat, mengganggu kelancaran arus air.(RIZ)