Gunung Lokon Pagi ini Meletus Lagi

MANADO, KOMPAS.com — Gunung Lokon di Sulawesi Utara meletus kembali pukul 07.20 WIB atau 08.20 Wita, Jumat (10/2/2012). Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho yang dihubungi mengatakan, berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, Gunung Lokon saat ini sedang meletus.

“Erupsi diikuti suara gemuruh, abu letusan berwarna kelabu tebal, tinggi kolom asap letusan 2.000 m dari Kawah Tompaluan, tertiup angin ke arah tenggara,” kata Sutopo. Direkomendasikan tidak ada aktivitas masyarakkat dalam radius 2,5 kilometer dari Kawah Tompaluan. Masyarakat diimbau untuk terus waspada dan mempersiapkan segala hal jika ada peningkatan aktivitas Gunung Lokon. “Informasi rinci selanjutnya menyusul,” tutur Sutopo.

Maluku Diguncang Gempa 5,0 SR

JAKARTA– Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) mengguncang Maluku sekira pukul 09.39 WIB. Namun gempa ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Seperti dikutip dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di 3,09 derajat Lintang Selatan dan 130,76 derajat Bujur Timur atau sekira 48 kilometer timur laut Seram bagian timur, Maluku, Kamis (9/2/2012). Belum diinformasi mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut.

Banjir Meluas Warga Sampang Cemas

SAMPANG – Banjir kiriman yang merendam sebagian Kota Sampang, Madura, Jawa Timur kian meluas dan mulai mengkhawatirkan warga hingga hari ini. Banjir mulai menyebar sejak Rabu petang kemarin.
 
Air banjir kiriman dari wilayah utara Sampang ini, merendam sejumlah desa di Sampang. Namun genangan air terparah terlihat di Desa Panggung yang memang berada di dataran paling rendah. Ketinggian air di desa ini mencapai satu meter. Akibatnya air pun mulai memasuki rumah–rumah warga setempat.
 

Continue reading

SDN Daramista 3 Sumenep Diterjang Angin, Dua Lokal Kelas Rata Dengan Tanah

Sumenep, Seruu.com – Akibat di terjang angin puting beliung, dua lokal SDN Daramista III kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, ambruk rata dengan tanah, sehingga para siswa terpaksa menumpang belajar di rumah warga terdekat. “Dua lokal kelas lima dan enam ambruk hingga rata dengan tanah, agar tidak membahayakan bagi siswa yang bermain di sekitar lokasi ambruknya sekolah kami ber gotong-royong dengan murid membongkar puing-puing dengan menyingkirkan genteng dan bata yang berserakan ke tempat yang lebih aman,” ujar Sucipto, kepala SDN Daramista III Lenteng, Sumenep, Kamis (9/2/2012). Sucipto menjelaskan, ambruknya ruang kelas tersebut menurut laporan warga sekitar, diperkirakan sehabis adzan subuh, selain akibat diterjang angin puting beliung kondisi bangunan juga sudah rapuh dimakan usia. “Sekolah di bangun sejak tahun 1977 silam dan cuma satu kali dilakukan perbaikan, beruntung ambruknya gedung pada malam hari sehingga tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,” pungkasnya. [mif].

Lima Desa di Sampang Direndam Banjir

Metrotvnews.com, Sampang: Ratusan rumah di lima desa Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur terendam banjir akibat luapan sungai Kali Kemuning. Banjir terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama sepekan terakhir.

Ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Kelima desa yang direndam itu yakni Desa Kemuning, Tanggumong, Gunung Maddah, Panggung, dan Paseang.

Selain rumah, banjir juga merendam dan merusak belasan hektare tanaman padi siap panen. Banjir juga menyebabkan akses jalan yang menghubungkan pusat

Gempa Filipina – Evakuasi Terkendala Peralatan

Sindo,MANILA – Tim penyelamat di Filipina kemarin menggali reruntuhan gedung dengan sekop dan telanjang tangan,setelah gempa bumi memicu tanah longsor dan merusak gedung.

Gempa berkekuatan 6,8 Skala Ritcher melanda Filipina tengah pada Senin (6/2) pukul 11.49 waktu setempat. Pusat gempa berada di selat antara Kepulauan Negros dan Cebu.Lebih dari 200 gempa susulan terjadi dan membuat warga semakin panik. Komandan militer lokal menyatakan 43 orang tewas, tapi pejabat pemerintah memperingatkan korban tewas mungkin bertambah.

Continue reading

73 Korban belum Ditemukan

Media Indonesia.com, Gempa berkekuatan 6,8 pada skala Richter di Pulau Negros, Filipina, Minggu (5/2), menyebabkan tanah longsor di daerah pegunungan. Hingga kemarin, petugas penyelamat melaporkan jumlah korban meninggal bertambah menjadi 15 orang. Sebanyak 73 warga masih dinyatakan hilang.

Pemerintah setempat mengungkapkan Desa Planas, Guihulngan, merupakan wilayah yang menderita kerusakan dan korban jiwa terparah. Sebanyak 30 rumah di desa itu dilaporkan rusak parah.

Continue reading

Gunung Marapi Meletus 82 Kali

BUKITTINGGI-MICOM: Gunung Marapi yang berada di Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatra Barat, meletus sebanyak 82 kali selama Januari lalu.

“Letusan terjadi pada gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut itu hanya menyemburkan abu vulkanis dan tidak mengeluarkan lahar,” kata Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittingi Suparmo, Selasa (7/2).

Continue reading

Waspada, Banjir Ancam Delapan Kabupaten di NTT

KUPANG–MICOM: Delapan Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam banjir mulai Februari ini hingga April mendatang akibat sangat tingginya intensitas hujan di daerah tersebut.

Menurut prakiraan Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kedelapan kabupaten itu adalah Kupang, Manggarai, Alor, Belu, Flores Timur, Ende, Sikka, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Banjir diramalkan berlangsung sampai April mendatang akibat intensitas hujan di daerah-daerah itu sangat tinggi. Delapan kabupaten itu ialah Kupang, Manggarai, Alor, Belu, Flores Timur, Ende, Sikka, dan Timor Tengah Selatan.

Continue reading

2 Jam Hujan Surabaya Banjir

SURABAYA, KOMPAS.com — Hujan yang deras disertai angin kencang selama 2 jam sejak pukul 17.00 – 19.00 WIB yang terjadi hampir merata di wilayah Kota Surabaya, Selasa (7/2/2012) sore, menyebabkan banjir dan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Pantauan Kompas.com di Jalan Gayungsari, permukaan air hampir menyentuh lutut orang dewasa. Sejumlah kendaraan roda empat juga terlihat berhenti tidak berani melintas jalan karena khawatir mogok.

”Kemarin saat banjir mobil saya mogok, saat lewat sini, sekarang saya lebih baik menunggu surut saja,” kata pemilik kendaraan roda empat, Maryono (42).

Continue reading