Maluku Barat Daya KLB Rabies

AMBON, KOMPAS.com — Status kejadian luar biasa rabies diberlakukan di Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, menyusul adanya warga yang meninggal karena rabies dan belasan warga lainnya terjangkit rabies. Upaya pengobatan dan pencegahan tidak mudah dilakukan karena sulitnya sarana transportasi laut.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana, Dinas Kesehatan Maluku, dr Ritha Tahita, Rabu (1/2/2012), mengatakan, kasus gigitan anjing rabies di Maluku Barat Daya pertama kali terjadi akhir Desember 2011 dan hingga kini sudah ada 17 kasus dengan korban satu warga meninggal dunia.

Continue reading

Bengkulu digoyang gempa 5,9 SR

Rabu, 01 Februari 2012 | 14:19

JAKARTA. Kota Bengkulu di goyang gempa 5,9 skala richter (SR) pukul 14:14:27 WIB pada kedalaman 29 kilometer (km). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, pusat gempa berada 30 km Barat Laut kota Bengkulu. BMKG juga menyatakan, gempa tidak berpotensi tsunami.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui dampak yang ditimbulkan oleh gempa yang terjadi di siang hari itu .

Goyangan Gempa Sisakan 100 Orang Terluka di Peru

TRIBUNNEWS.COM – Lebih dari 100 orang terluka dalam gempa berkekuatan 6,3 skala ritcher yang mengguncang pesisir Peru, Senin (30/1/2012).

Petugas pertahanan sipil Peru mengungkapkan, gempa mengakibatkan 119 orang terluka, dan merusak sedikitnya 40 rumah. Gempa juga menyebabkan matinya listrik di Kota Ica, seperti dilansir oleh sebuah stasiun televisi yang dikelola pemerintah Peru. Petugas kepolisian sudah diterjunkan ke lapangan untuk memeriksa kerusakan di wilayah tersebut.

Menurut informasi yang dilansir oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS), gempa berkekuatan 6,3 skala ritcher terjadi di 15 kilometer tenggara Kota Ica, dengan kedalaman 39,2 kilometer.

Sebelumnya, Peru juga pernah dihantam gempa besar di bulak Oktober tahun lalu. Gempa berkekuatan 6,9 skala rithcer tersebut meratakan puluhan bangunan.

Pada tahun 2007, sebuah gempa berkekuatan 8,0 melanda barat daya Peru, menewaskan lebih dari 500 orang dan melukai lebih dari 1.000.

Kerusakan paling serius akibat gempa tersebut terjadi di kota-kota di sepanjang pantai Pasifik, termasuk Chincha, Canete, Pisco, dan Ica. (CNN)

Gempa 5,3 SR Goyang Aceh

Jakarta – Gempa terjadi di Bumi Serambi Makkah, Aceh, tepatnya di Simeulue. Gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR).

Catatan dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (1/2/2012), gempa terjadi di 349 km baratdaya Simeulue di kedalaman 24 km.

Belum diketahui apakah gempa ini cukup dirasakan penduduk setempat dan apakah gempa ini mengakibatkan kerusakan.

(ndr/nrl)

Peraturan Perundangan

Berisi tentang Undang-undang (UU), Peraturan pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres), Keputusan Presiden (Kepres), dan Keputusan Menteri (Kepmen) tentang penanggulangan bencana dan peraturan yang terkait kebencanaan


1.    Undang-Undang

  1. UU NOMOR 24 TAHUN 2007_Tentang Penanggulangan Bencana
  2. UU RI_No.26_Tahun 2007_Penataan Ruang
  3. UU RI_No.27_Tahun 2007_Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

2.    Peraturan Pemerintah

  1. PP Kepala BNPB RI No.8 Tahun 2011 Tentang Standarisasi Data Kebencanaan
  2. PP Mensos RI_No.128 Tahun 2011_Tentang Kampung Siaga Bencana
  3. PP_No.21_2008_Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
  4. Peraturan Pemerintah _No.22_2008_Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana
  5. Peraturan Pemerintah _No.23_2008_Peran Serta Lembaga International dan Lembaga Asing Nonpemerintahan dalam Penanggulangan Bencana
  6. PP RI_No 93 Tahun 2010_SUMBANGAN PENANGGULANGAN BENCANA NASIONAL, SUMBANGAN
  7. Peraturan Kepala BNPB_No.1_2008_ORGANISASI DAN TATA KERJA BNPB
  8. Peraturan Kepala BNPB_No.3_2008_PEMBENTUKAN BNPD
  9. PP Kepala BNPB RI_No.07 Tahun 2008_Pedoman Tata Cara Pemberian Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
  10. PP Kepala BNPB RI_No.08 Tahun 2008_Pedoman Pemberian dan Besaran Bantuan Santunan Duka Cita
  11. Peraturan Kepala BNPB_No.9_2008_PROTAP Tim Reaksi Cepat BENCANA ALAM BNPB
  12. Peraturan Kepala BNPB_No.10_2008-Sistem Komando Bencana.
  13. Peraturan Kepala BNPB_No.11_2008_Rehab dan Rekon Pasca Bencana.
  14. Peraturan Kepala BNPB_No.12_2008_KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN TIM TEKNIS
  15. Peraturan Kepala BNPB_No.13_2008_PEDOMAN SISTEM MANAJEMEN LOGISTIK
  16. PP Kepala BNPB RI_No.04 Tahun 2009_Pedoman Bantuan Logistik
  17. PP Kepala BNPB RI_No.05 Tahun 2009_Pedoman Bantuan Alat
  18. PP Kepala BNPB RI_No.06 Tahun 2009_Pedoman Pergudangan
  19. PP Kepala BNPB RI_No.17 Tahun 2009_Pedoman Standarisasi Peralatan Penanggulangan Bencana
  20. PP Kepala BNPB RI_No.18 Tahun 2009_Pedoman Standarisasi Logistik
  21. PP Menkeu RI_No.194 Tahun 2009_Pelaksanaan Penghapusan Barang milik negara akibat bencana alam berupa gempa bumi di Prop. Sumbar dan Jambi
  22. PP Kepala BPN RI_No.6 Tahun 2010_PENANGANAN BENCANA DAN PENGEMBALIAN HAK-HAK MASYARAKAT
  23. PP Kepala BNPB RI_No.17 Tahun 2010_Pedoman Umum Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana
  24. PP Kepala BNPB RI_No.01 Tahun 2011 Tentang Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana Gempa Bumi Yapen – Waropen ,Provinsi Papua tahun 2010-2011
  25. PP Kepala BNPB RI_No.02 Tahun 2011 Tentang Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Banjir Bandang Wasior
  26. PP Kepala BNPB RI_No.03 Tahun 2011 Tentang Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekrontruksi Pascabencana Gempabumi serta Percepatan Pembangunan Wilayah Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat 2011-2013

3.    Peraturan Presiden

  1. Peraturan Presiden RI_No.83 Tahun 2005_Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana
  2. Peraturan Presiden RI_No.3 Tahun 2007_Perubahan atas Peraturan Presiden No.83 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana
  3. Peraturan Presiden RI_No.8 Tahun 2008_Tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana

4.    Keputusan Presiden

  1. Keputusan Presiden RI_No.3 Tahun 2001_Tentang Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
  2. Keputusan Presiden RI_No.111 Tahun 2001_Tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden No 3 Tahun 2001 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
  3. Keputusan Presiden RI_No.24 Tahun 2009_Tentang Anggota Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana dari Masyarakat Profesional
  4. Keputusan Presiden RI_No.59 Tahun 2009_Anggota unsur Pengarah Penanggulangan Bencana Dari Instansi Pemerintah

5.    Keputusan Menteri

  1. Kepmenkes RI No. 1361 Tahun 2001_Pedoman Sistem Peringatan Dini Daerah Potensi Bencana
  2. Kepmenkes_No.12_2002_Pedoman Koordinasi Penanggulangan bencana
  3. KMK No 1116 Tahun 2003_Pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans
  4. Kepmenkes RI No.1653 Tahun 2005_Pedoman Penanganan Bencana Bidang Kesehatan
  5. Kepmenkes_No.066_2006_ Buku Pedoman SDM Bencana
  6. Kepmenkes_No 064_2006_Pedoman Sistem Informasi Penanggulangan Bencana
  7. Kepmenkes_No. 145_2007_Pedoman Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan
  8. Kep.Menkes RI_No.1259 Tahun 2009_Petunjuk Teknis Yan.Jamkesmas bagi Maskin akibat bencana

6.   Peraturan Daerah

  1. Pergub 108 tahun 2015 – DIY tentang standar operasional prosedur penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam situasi bencana
  2. pergub no 11 tahun 2016 DIY tentang pedoman penyelenggaraan pencarian pertolongan dan upaya penyelamatan sektor kesehatan pasda situasi bencana

 

Sudah 201 Orang Meninggal Akibat Rabies di Flores

sehatnews.com, Korban meninggal dunia akibat virus rabies di Pulau Flores sejak 1997 hingga Januari 2012 mencapai 201 orang, sudah termasuk OB (60), warga Maumere yang meninggal dunia pada Senin (30/1) pagi.

OB meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit TC Hillers Maumere, sejak 24 Januari 2012, kata Koordinator Kelompok Peduli Pencegahan dan Pemberantasan virus rabies di Flores, dr Asep Purnama SpPD, Senin.

“Sejak rabies masuk di Flores Timur pada tahun 1997, korban jiwa masyarakat Nusa Tenggara Timur yang teridentifikasi hingga saat ini mencapai 201 orang,” kata dr Asep Purnama.

Continue reading

Pasca Banjir, Semarang Waspada Penyakit Malaria

KBRN, Semarang : Pasca banjir, masyarakat di Semarang, Jawa Tengah diharapkan mewaspadai berbagai penyakit yang bisa menghinggapi. Diantaranya adalah penyakit malaria, ostoperosis (kencing tikus), diare dan penyakit kulit lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Anung Priyono mengatakan berbagai penyakit pasca banjir perlu diwaspadai oleh masyarakat pasca bencana banjir yang melanda dibeberapa titik di Jawa Tengah. Karena itu, pemahaman tentang penyakit dan menghindari penyakit pasca banjir perlu dilakukan.

Continue reading

Banjir Bandang Mengejutkan Warga

PROBOLINGGO, KOMPAS.comBanjir bandang yang menerjang Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam, sangat mengejutkan warga yang tinggal di tepian Kali Pekalen.

Salah seorang korban, Budi (35), menyatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00-22.00. Ketika itu, penjual bakso dan mie ayam yang rumahnya menghadap Sungai Pekalen itu sudah bersiap tidur.

Continue reading

In House Training RSUD Panembahan Senopati Bantul

PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA DI RUMAH SAKIT (Hospital Disaster Plan)
RSUD Panembahan Senopati Bantul
Yogyakarta, 22-23 April 2010

 

Berawal dari kejadian gempa bumi tektonik berkekuatan 5,9 SR yang terjadi pada hari Sabtu 27 Mei 2006 pukul 05.55 WIB dengan pusat gempa berada di wilayah Kab. Bantul di kedalaman 33 Km. Ribuan nyawa melayang, ratusan ribu rumah penduduk hancur, ratusan sekolah roboh, puluhan Puskesmas/Pustu/RS/sarana pelayanan kesehatan rusak berat. Korban/kerusakan terbanyak ada di Bantul. Kekacauan terjadi, sistem telekomunikasi terganggu, listrik di berbagai tempat padam, banyak tersebar isu tsunami, dan kebetulan hari libur panjang. RS, Puskesmas Perawatan, dan klinik yang buka diserbu korban yang ribuan jumlahnya. Untuk melakukan antisipasi dalam penanganan korban yang membanjiri rumah sakit, maka dirasakan perlu adanya suatu sistem dalam penanggulangan Bencana khususnya mengenai Perencanaan Penanggulangan Bencana di rumah sakit (Hospital Disaster Plan), agar kekacauan yang terjadi bisa diminimalisir.

Oleh karena itu, RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk melakukan penguatan dalam menghadapi bencana dan kebanjiran korban pada saat bencana maka melakukan kegiatan In House Training yang bertempat dirumah sakitnya. Adapun tujuan dari kegiatan In House Training ini dilakukan di RSUD Panembahan Senopati Bantul dari tanggal 22-23 April 2010 adalah agar peserta memahami bahwa Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan) berbeda di tiap Rumah Sakit dan mampu melakukan pembuatan Hospital Disaster Plan berdasarkan template yang ada serta seluruh Rumah Sakit mempunyai Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP) yang operasional dan siap terakreditasi. Peserta yang terlibat dalam in-House Training yang di fasilitatori oleh dr. Bella Donna, M.Kes, dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK dan dr. Hendro Wartatmo,SpB KBD berjumlah 21 orang, yang terdiri dari unsur pimpinan, unit operasional, logistik, planning/perencanaan dan finance/keuangan.Untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, bisa di klik pada Link di bawah ini.