BMKG: Bandung dan sekitarnya harus waspadai angin kencang

Bandung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau agar masyarakat di Bandung dan wilayah lainnya di Jawa Barat, mewaspadai tiupan angin kencang selama dua hingga tiga hari ke depan.

“Sebenarnya memang agak atau cukup ekstrem hembusan angin yang dirasakan, khususnya tadi malam. Oleh karenanya, dalam dua hingga tiga hari ke depan potensi angin permukaan cukup tinggi, perlu diwaspadai,” kata Staf Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Susiana di Bandung, Selasa (24/1).

Continue reading

20 Orang di Bogor Suspect Chikungunya

Bogor (ANTARA News) – Sedikit-dikitnya 20 orang dari 75 warga Kampung Sesuepan Landeuh, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinyatakan jadi tersangka (suspect) chikungunya.

Peristiwa tersebut diketahui pada saat dilakukan pemeriksaan kesehatan masal oleh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Ciawi di salah satu rumah warga, Sabtu.

Continue reading

Tokyo akan Dilanda Gempa Besar

TOKYO, KOMPAS.com — Para peneliti Jepang memperingatkan ada 70 persen kemungkinan Metropolitan Tokyo dilanda gempa besar dalam empat tahun mendatang. Gempa bumi yang muncul diperkirakan berkekuatan 7 skala Richter. Perkiraan ini lebih meyakinkan ketimbang prediksi sebelumnya.

Hal itu diutarakan para peneliti dari University of Tokyo, yang mempunyai keahlian soal gempa bumi, sebagaimana diberitakan harian Yomiuri edisi Senin (23/1/2012), di Tokyo, Jepang.

Continue reading

BANJIR DI MANA-MANA: BMKG minta warga pantura Jakarta waspada 19-24 Januari

JAKARTA: Badan Meteorologi Kliminologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga wilayah pantai utara Jakarta untuk mewaspadai kemungkinan air meluap antara 19 – 24 Januari 2012.

Pada rentang waktu itu akan terjadi siklus bulan mati yang menyebabkan air laut naik (rob) dengan ketinggian maksimum 1,1 meter.

“Jika berbarengan dengan hujan intesitas sedang hingga lebat pada periode tadi, maka perlu ada kewaspadaan karena otomatis akan menambah ketinggian rob di darat,” jelas Kasubid Informasi BMKG Hary Tirto Djatmiko kepada Antara, Senin.

Hary mengatakan rob adalah fenomena astronomis rutin yang terjadi dua kali dalam setiap bulan yakni saat bulan purnama pada 1-6 Februari dan bulan mati.

Jika terjadi pertemuan hujan lebat di hilir dan rob, wilayah pantai utara Jakarta mesti waspada, apalagi jika ada hujan di wilayah hulu.

“Karena jika di wilayah hulu, misalnya Depok dan Bogor, juga terjadi hujan sangat lebat, otomatis akan mengirim air ke wilayah DKI Jakarta,” ujar Hary.

BMKG memperkirakan pada pertengahan pekan ini hingga akhir pekan, terjadi hujan yang kadang lebat, sementara bulan puncak musim hujan terjadi antara pertengahan Januari hingga pertengahan Februari. (ea)

Ribuan Rumah di Pasuruan Terendam Banjir

TEMPO.CO, Pasuruan – Banjir bandang kembali menerjang Pasuruan, Senin, 23 Januari 2012, setelah dua hari hujan deras mengguyur. Banjir menerjang empat kecamatan meliputi Kraton, Pohjentrek, Bangil, dan Beji. Ribuan rumah terendam banjir, tapi tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Air mulai surut. Sebelumnya mencapai 1,5 meter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Yudha Triwidya.

Continue reading

Sebuah Jembatan di Madiun Ambruk Diterjang Banjir

MADIUN – Sebuah jembatan di Madiun, Jawa Timur ambrol diterjang banjir. Akibatnya, jalur transportasi di dua desa setempat terputus.
Jembatan Tempuran yang menghubungkan Desa Temuran dan Kaliabu di Kecamatan Mejayan, Madiun ini sebenarnya mulai rapuh sejak awal pekan lalu.

Derasnya banjir yang menerjang sedikit demi sedikit mengikis tanah di sekitar pondasi jembatan sehingga akhirnya separuh badan jembatan ambrol pada Minggu 22 Januari malam..

Hal lain yang mencemaskan warga desa ialah tanah yang terkikis air di sekitar bekas pondasi jembatan yang terus melebar. Warga khawatir hal itu dapat menimbulkan longsor yang setiap saat mengancam pemukiman mereka.

Akibat amruknyajembatan tersebut, warga kedua desa harus memutar sejauh lima kilometer untuk sampai ke Desa Tempuran maupun Kaliabu.

Sejumlah warga berusaha memperbaiki pondasi jembatan tersebut untuk dibuatkan jembatan darurat, mengingat jembatan itu merupakan jalur utama transportasi yang menghubungkan kedua desa.

(Arif Wahyu Efendi/Sindo TV/put)

Gempa Besar Akan Melanda Tokyo

TOKYO, KOMPAS.com — Para peneliti Jepang memperingatkan ada 70 persen kemungkinan Metropolitan Tokyo dilanda gempa besar dalam empat tahun mendatang. Gempa bumi yang muncul diperkirakan berkekuatan 7 skala Richter. Perkiraan ini lebih meyakinkan ketimbang prediksi sebelumnya.

Hal itu diutarakan para peneliti dari University of Tokyo, yang mempunyai keahlian soal gempa bumi, sebagaimana diberitakan harian Yomiuri edisi Senin (23/1/2012), di Tokyo, Jepang.

Perkiraan itu didasarkan pada data-data mutakhir tentang frekuensi tremor di kawasan Metropolitan Tokyo sejak 11 Maret 2011. Tanggal ini merujuk pada serangan gempa besar pada tahun lalu yang juga memunculkan tsunami di timur laut Tokyo.

Berdasarkan data dari lembaga meteorologi Jepang, terdapat rata-rata 1,48 kali serangan gempa setiap hari dengan kekuatan 3-6 skala Richter di dan sekitar Tokyo sejak Maret 2011.

Frekuensi serangan gempa ini lima kali lebih tinggi dari serangan sebelumnya, yang menandai akan datangnya gempa besar. Pemerintah Jepang sebelumnya juga telah meramalkan, kemungkinan 70 persen akan terjadi gempa besar di kawasan Tokyo dalam 30 tahun mendatang.

Peringatan para peneliti Jepang ini tampaknya tidak main-main. Sebelum gempa besar di Jepang pada Maret 2011, para peneliti Jepang juga sudah menyimpulkan bahwa sebagian wilayah Jepang akan menghadapi gempa bumi besar.

Naoshi Hirata, salah satu anggota tim peneliti dari University of Tokyo, mengatakan, data-data yang ada menunjukkan gerakan seismik telah meningkat di sekitar ibu kota Jepang itu.

Data-data itu pada umumnya mengarah pada potensi lebih besar bahwa gempa besar akan terjadi. Gempa besar kali ini juga dikatakan sebagai sebuah gempa yang sangat signifikan.

Gempa besar tahun lalu di Jepang berkekuatan 9 skala Richter dan mengakibatkan 19.000 warga meninggal atau hilang sampai sekarang. Gempa tersebut juga merusak pembangkit listrik tenaga nuklir di Prefektur Fukushima dan menyebabkan kebocoran radiasi nuklir.

Gempa Kanto

Terakhir kali Tokyo terkena gempa besar pada tahun 1923 dengan kekuatan 7,9 skala Richter. Gempa yang disebut dengan Great Kanto Earthquake ini menewaskan 100.000 warga, hampir semuanya meninggal akibat kebakaran.

Pada tahun 1855, gempa yang dinamai Ansei Edo juga memorakporandakan Tokyo.

Jepang berada di persimpangan lempeng tektonik—dikenal sebagai Pacific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik)—yang sarat dengan gerakan vulkanik. Negara ”Samurai” ini terkenal sebagai negara yang paling rawan terserang gempa.

Tokyo terletak di salah satu titik paling bahaya. Metropolitan Tokyo ada di atas pertemuan tiga lempeng benua, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Laut Filipina. Tiga lempeng ini saling berdesakan dan menciptakan tekanan seismik luar biasa.

Karena itu, sejak kecil warga Jepang sudah diajarkan tentang hidup di tengah potensi gempa. (AP/MON)

Gempa 6,2 SR Guncang Cile

New York, suaramerdeka.com – Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS) melaporkan, gempa bumi sebesar 6,2 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan lepas Pantai Cile, Senin (23/1) pukul 16.04 waktu setempat.

Laman Xinhua juga mewartakan, gempa itu berpusat sekitar 50 kilometer dari utara Concepcion, Bio-Bio, Cile, dengan kedalaman sekitar 29,7 kilometer.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban atau lingkungan yang rusak akibat gempa tersebut.

NTT Digoyang Gempa 6,3 SR

Jakarta – Wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur digoyang gempa berkekuatan 6,3 SR. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Dari situs BMKG, gempa tersebut terjadi sekitar pukul 03:32 WIB. Pusat ge,mpa berada di kedalaman 124 Km.

Lokasi gempa berada di 8.84 Lintang Selatan dan 119.60 Bujur Timur. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa ini.

Warga Lebak Banten dihimbau Waspadai Banjir Susulan

Lebak (ANTARA News) – Warga Kabupaten Lebak, Banten, khususnya yang tinggal di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadi banjir susulan karena curah hujan beberapa hari ke depan diperkirakan cukup tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan terjadi banjir susulan karena curah hujan cukup tinggi hingga awal Februari mendatang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Muklis, di Rangkasbitung, Selasa.

Continue reading