Seminar Nasional

SEMINAR NASIONAL

“PENINGKATAN PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM
MANAJEMEN BENCANA”

Dalam Rangka Refleksi (Lesson Learnt) dan Arahan Kebijakan
Manajemen Bencana Di Indonesia

Yogyakarta, Kamis, 22 Desember 2011
SEKOLAH PASCASARJANA UGM

A.    Latar belakang

Masyarakat Internasional secara umum, dan masyarakat Indonesia tidak akan pernah lupa bagaimana gempa bumi dan tsunami meluluhlantakkan Aceh pada 26 desember 2004 yang lalu, Gempabumi dan Letusan Gunung Merapi tahun 2010, serta berbagai jenis bencana yang juga menarik perhatian dunia internasional tersebut karena jumlah kerugian dan korban jiwa yang banyak, dan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang semakin kompleks permasalahannya dan memerlukan penanganannya yang terintegrasi dan menyeluruh serta memerlukan waktu yang panjang serta dana yang sangat besar. Perguruan Tinggi sebagai masyarakat akademik yang mempunyai berbagai keahlian yang sangat diperlukan dalam program Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Hal ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam setiap bencana tidak dipungkiri bahwa peranan Perguruan Tinggi yang tergabung dalam kelompok kelompok kerja penelitian, pendidikan dan pengembangan masyarakat juga ikut merespon baik dalam masa sebelum terjadi bencana, masa tanggap darurat, dan periode rehabilitasi dan rekonstruksi.

Continue reading

Badai Washi Bergerak Menuju Malaysia

Okezone.com – Badai Tropis Washi yang melanda Filipina bagian selatan kini bergerak menuju Sabah dan Sarawak, Malaysia. Sebelumnya badai ini telah memporakporandakan Pulau Mindanao di Filipina.

Badan meterologi Malaysia mengatakan badai tropis Washi bergerak ke arah barat dari Palawan, Filipina. Badai itu saat ini tengah menuju perairan Labuan dan Kudat, Sabah, Pantai Barat dan Sarawak. Demikian diberitakan The Star Senin, (19/12/2011).
Continue reading

Kegempaan Gunung Anak Krakatau Stabil 500 Kali/hari

Kalianda, Lampung (ANTARA News) – Petugas pemantau Gunung Anak Krakatau mengatakan, gunung tersebut masih mengeluarkan asap putih sedangkan intensitas kegempaan masih stagnan.

“Ketinggian asap masih sekitar 50 sampai 100 meter yang terkadang tampak dan terkadang tidak,” kata petugas pemantau gunung itu, Andi Suardi, di pos pemantau Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu malam.

Continue reading

Aktifitas Gunung Ijen Meningkat status dinaikan jadi Siaga

gunung-ijen

ANTARA News – Aktivitas gempa tremor dangkal dan gempa vulkanik Gunung Ijen (2.386 mdpl) terus meningkat, bahkan gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Bondowoso-Banyuwangi, Jatim, itu statusnya naik dari Waspada menjadi Siaga, Minggu.

“Status Gunung Ijen meningkat dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak hari ini pada pukul 04.00 WIB,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Bambang Heri Purwanto di Desa Taman Sari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, saat dihubungi ANTARA.

Continue reading

16 KK Masih Mengungsi Akibat Banjir Lahar Dingin Gunung Gamalama

Sebanyak 16 Kepala keluarga (KK) korban letusan Gunung Gamalama masih mengungsi di markas kompi senapan A Korem 152 Babullah. Sementara yang lainnya sudah dipulangkan. Wakil Walikota Ternate Arifin Djafar mengatakan mereka merupakan warga bantaran Kali Mati Kelurahan Marikurubu dan Tanah Mesjid. Rumah mereka rusak parah sehingga tidak bisa dipakai akibat terkena banjir minggu kemarin.

Continue reading

Karakteristik Gunung Sindoro Susah Dipahami

MICOM: Pengamat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Yuli Rahmatulloh, menilai karakteristik Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung – Wonosobo, Jawa Tengah sulit dipahami. Karenanya, perlu waktu lama untuk menganalisa gunung tersebut.

Terakhir kali Gunung Sindoro mengalami erupsi pada 1970. Setelah 40 tahun beristirahat, kini gunung itu kembali menunjukan aktifitas. Sejumlah perubahan perilaku ditunjukan gunung itu. Yang paling jelas adalah aktifitas kegempaan yang acap kali mengalami peningkatan. Karena itu, sejak 5 Desember 2011 lalu, Badan Geologi menaikan status gunung itu menjadi waspada atau level dua.

Continue reading

Gempa 5.7 SR di Palu tidak Berpotensi Tsunami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gempa bumi sebesar 5,7 SR, mengguncang Kota Palu, Senin pagi (19/12/2011), sekitar pukul 09.23 WITA atau 08:23:26 WIB. Titik gempa berada di 1.09 LS – 119.57 BT 39 km Barat Daya PALU-SULTENG dengan kedalaman 10 km.

“Kondisi mutakhir, gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa dirasakan cukup kuat berdurasi 3 detik. Pusat gempa berada di darat,” Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengungkapkan kepada Tribunnews.com, Senin (19/12/2011), di Jakarta. Ia mengatakan warga sempat panik saat gempa terjadi. Namun kondisi panik tersebut masih terkendali. Hingga kini, tegasnya, belum ada laporan kerusakan.

Banjir Bandang di Wonosobo Menyapu 26 Rumah

TRIBUNNEWS.COM – Perkampungan Dusun Sidorejo RT 1 dan RT 2 RW VIII Desa Sitieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah luluh lantak diterjang banjir bandang yang melanda Minggu (18/12) sore. Satu orang dikabarkan meninggal serta dua luka berat dan 19 orang hilang terbawa arus Sungai Ngesong di lereng Gunung Pakuwojo.

Korban meninggal bernama adalah seorang Triyani (30) sedang hamil 8 bulan. Adapun korban lainnya saat kejadian berada di dalam rumah yang tersapu banjir.

Continue reading

banjir Philipina Menewaskan Lebih dari 500 Jiwa

Pos Kota – Para  anggota tim penyelamat berjuang melawan lumpur, kelelahan dan bau mayat untuk membantu korban banjir bandang yang menghancurkan wilayah Pulau Mindanao – Filipina,  dan menewaskan lebih dari 500 jiwa .

Seluruh desa tersapu badai tropis saat badai  Sendong (atau Washi menurut nama internasional ) yang menghantam kawasan selatan saat warga tengah tidur pada Sabtu dinihari, meratakan rumah-rumah, menghancurkan jembatan dan menghanyutkan kendaraan menjadikan wilayah yang terkena miskin mendadak.

Continue reading

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang Menyusul Gunung Gamalama yang Tidak Stabil

Ternate (ANTARA News) – Para pengungsi erupsi Gunung Gamalama di sejumlah lokasi penampungan di Kota Ternate, Maluku Utara, meminta pemerintah kota memperpanjang masa tanggap darurat penangangan bencana.

“Kondisi Gunung Gamalama sekarang belum stabil bahkan hingga Selasa (13/12) malam masih mengeluarkan letusan. Karena itu masa tanggap darurat penanganan pengungsi erupsi Gunung Gamalama masih perlu diperpanjang,” kata Bakhtiar, salah seorang pengungsi erupsi Gamalama di Ternate, Kamis.

Continue reading