3 Zona Berbahaya di Sekitar Tambora

Vivanews.com – Kepala Bidang Geologi dan Sumberdaya Mineral Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat Muhammaddun mengatakan, terdapat tiga kawasan rawan bencana di Gunung Tambora.

Pertama, kawasan rawan bencana I yang berada di radius 8 kilometer. Kedua, kawasan rawan bencana II di radius 5 kilometer. Ketiga, kawasan rawan bencana III di radius 3 kilometer.

Continue reading

Letusan Gamalama Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1000 Meter

Hanya mereda sehari, sore tadi letusan gunung Gamalama kembali terjadi. Letusan ini adalah yang kedua kalinya dalam kurun waktu 24 jam ini terjadi pada Senin sore (12/12)pukul 17.52 WIT.
Berdasarkan laporan pos pemantau gunung Gamalama di kelurahan Marikurubu,terjadi satu kali gempa tektonik dengan lama gempa 365 detik. Letusan Gamalama sore tadi juga menyemburkan debu vulkanik dan awan hitam tebal setinggi 1000 meter dari kawah Gamalama. Arah angin sore tadi menerbangkan debu letusan condong ke arah tenggara selatan. Meski kembali terjadi letusan namun pos pengawas aktivitas gunung Gamalama masih menetapkan status Gamalama pada siaga level III.

Continue reading

Memasuki Puncak Musim Hujan Pemkab Lumajang dirikan 21 Posko Siaga Bencana

LUMAJANG–MICOM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menyatakan siaga bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru. Oleh karena itu saat ini telah didirikan 21 posko di daerah rawan bencana.

Siaga bencana diberlakukan karena memasuki musim hujan potensi banjir mengintai 64 desa akibat meluapnya Sungai Glidik, Mujur dan Rojali. Selain itu, akhir-akhir ini sudah terjadi bencana longsor yang merusak 24 rumah warga di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari, dan di
Desa/Kecamatan Pronijiwo setelah kawasan itu diguyur hujan deras.

Continue reading

Energi Gunung Sindoro Sudah Berada di Permukaan

Metrotvnews.com, Temanggung: Meski aktivitas kegempaan Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung – Wonosobo, Jawa Tengah sudah menunjukkan penurunan. Namun, energi gunung tersebut diprediksi sudah berada di permukaan. Hal itu ditandai dengan munculnya gempa tremor, Senin (12/12).

Pengamatan dari Pos Desa Gentingsari pada Ahad (11/12) pukul 00.00 – 24.00 wib, Gunung Sindoro tampak separuh. Sebagian tubuh gunung tertutup kabut. Sedangkan suhu di pos berkisar 26-28 derajat celcius. Sementara itu, data seismik menunjukan ada lima kali aktivitas gempa vulkanik dalam (Va), lima kali gempa vulkanik dangkal (Vb), 14 kali hembusan (H), dan satu kali gempa tremor (Tr).

Prawoto, Ketua Pos Pengamatan Gunung Sindoro-Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Temanggung mengatakan, dibanding sehari sebelumnya, Sabtu (10/12) aktivitas kegempaan terbilang menurun. Namun, katanya telah muncul gempa tremor dua kali, yakni pada Ahad (11/12) dan Jumat (9/12)

16 Propinsi Rawan Banjir Saat Puncak Musim Hujan

JAKARTA, KOMPAS.com – Puncak musim hujan di wilayah Indonesia terjadi bulan Desember 2011 dan Januari 2012. Curah hujan akan menjadi salah satu faktor pemicu terjadi banjir, selain faktor lainnya seperti pendangkalan sungai dan kondisi lingkungan di hulu sungai.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Sri Woro B. Harijono, dalam konferensi pers, Senin (12/12/2011) mengatakan bahwa peningkatan curah hujan yang terjadi Desember dan Januari bisa meningkatkan potensi banjir di 16 propinsi.

Continue reading

Reputasi Gunung Tambora Membuat Momok Warga NTB

VIVAnews.com – Gunung Tambora merupakan salah satu dari tiga Gunung yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dua Gunung lainnya adalah Rinjani yang berada di sebelah timur pulau Lombok dan Sangeang Api di Bima.

Mengapa momok? Itu tak lepas dari sejarah Tambora yang pernah meletus dahsyat pada tahun 1985. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mewaspadai Gunung Tambora sebagai salah satu potensi bencana besar yang dapat melanda masyarakat NTB terutama warga yang tinggal di Pulau Sumbawa.

Continue reading

Dewi Catur Wulandari, SSos

Wanita ini mempunyai nama Lengkap Dewi Catur Wulandari, dilahirkan tanggal 6 Juni di Boyolali. Gelar S.Sos di peroleh pada Fakultas Ilmu Politik dan Sosial (Fisipol) Universitas Bandar Lampung. Sehari – hari bekerja sebagai Manajer pada Divisi Manajemen Bencana di PMPK FK UGM sejak awal Divisi bentuk dari tahun 2008 – sekarang. Sebagai Manager, dia mempunyai peran yang sangat penting dalam Divisi Manajemen Bencana baik dalam hal administrasi maupun keuangan serta mengurus kontrak-kontrak untuk proyek yang di tangani oleh divisi.

SUTONO, S.Kep.Ns

Pria kelahiran Kulonprogo, 31 Desember bekerja di Sub.bag Keperawatan Gawat Darurat PSIK FK  UGM, beliau adalah alumni S1 Keperawatan  FIK UI Jakarta, 1997, dan sekarang sedang dalam masa Studi di Magister  Keperawatan Emergency, PSIK FKUB Malang. Mengawali karier sebagai Staf  Keperawatan di IRD RSUP Dr Sardjito,1987 – 2005, sebagai Staf Pengajar PSIK FK UGM Yogyakarta, 1997 – sekarang. Selain itu, beliau juga sebagai Instruktur  Health & Safety Training di TOTAL INDONESIA, Kaltim, 2005 – 2006, Instruktur dan Tim Pengajar Pelatihan PPGD PUSBANKES 118 BAKER PGDM PERSI CAB.DIY, 1997 – sekarang dan bergabung dengan tim Divisi Management bencana PMPK FK UGM dari tahun 2008 – sekarang. Beberapa pelatihan telah beliau ikuti, salah satunya adalah Training “Sistem Management Keadaan Darurat”, Yogyakarta, 2011 dan Training of Facilitator, “Hospital Disaster Plan” PPK Depkes Jakarta – PMPK FK UGM, 2011. Keterlibatan beliau dalam penanggulangan baik pada saat bencana di Aceh, Pangandaran maupun di Yogyakarta.

dr. H. Sulanto Saleh-Danu R., MD, SpFK

Beliau dilahirkan di Cilacap pada tanggal 29 Februari, adalah Dokter Lulusan FK UGM tahun 1974, kemudian Spesialis Farmakologi tahun 1980 serta Spesialis Farmakologi Klinis pada tahun 1994. Selain sebagai Dosen bagian Farmakologi Klinis FK UGM dan Salah satu anggota dari National Committee on Drug Evaluation, beliau juga Konsultan senior pada Divisi Manajemen bencana.  Pelatihan, kursus dan kongres yang telah diikuti baik sebagai pembicara, fasilitator maupun sebagai peserta pada tingkat Nasional maupun Internasional.

Dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD

Dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD dilahirkan pada tanggal July 15, beliau adalah seorang Konsultan Bedah Digestif dan juga sebagai Dosen  pada Bagian Bedah serta Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM. Selain itu, beliau juga sebagai Konsultan Senior pada Divisi Manajemen Bencana PMPK FK UGM. Pengalaman beliau dalam kegiatan penanggulangan bencana sudah tidak diragukan lagi,  keterlibatan beliau dalam kegiatan bencana dimulai sejak bencana kelaparan yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Erupsi Merapi Yogyakarta pada tahun 1994, Tsunami di Aceh tahun 2004, Gempa Bumi Nias dan tanah longsor di Banjarnegara tahun 2005, Gempa Bantul serta Tsunami Pangandaran tahun 2006 dan Erupsi Merapi Yogyakarta Tahun 2010. Beberapa kegiatan Pelatihan, kursus dan kongres tingkat Nasional maupun Internasional telah di ikuti baik sebagai pembicara, fasilitator maupun sebagai peserta.