Jakarta Siaga Banjir Besar Lima Tahunan

banjir-jakarta

Dari 13 sungai yang ada di DKI Jakarta, tujuh di antaranya melintasi wilayah Jakarta Barat. Pemerintah Kota Jakarta Barat siaga menghadapi ancaman banjir besar lima tahunan yang diperkirakan akan melanda Jakarta pada Januari 2012. Di antara yang telah dilakukan dalam mengantisipasi banjir besar ini dengan membuat pemetaan wilayah rawan banjir.

Wali Kota Jakarta Barat, Burhanuddin memaparkan, tujuh sungai yang melintasi Jakarta Barat adalah Kali Mookervaart, Angke, Pesanggrahan, Sekretaris, Grogol, Cengkareng Drain, dan Kali Banjir Kanal Barat. Kondisi ketujuh sungai utama yang melintasi Jakarta Barat itu menyempit, sehingga kemampuannya mengalirkan air minim.

Continue reading

6 Jenis Alat Pemantau Dipasang di Gunung Sindoro

detiknews.com, Temanggung – Aktifitas Gunung Sindoro yang berada di perbatasan Wonosobo dan Temanggung, Jawa Tengah sampai saat ini masih fluktuatif. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Balai Pennyelidikan dan Pengembangan Kegunangapian (BPPTK) Yogyakarta Minggu(11/12/2011) memasang sebanyak enam jenis alat pemantauan gunung berapi.

Keenam jenis alat itu adalah seismograf short periode(3 buah), seismograft broadband(2 buah), tiltmeter(satu buah), electronic distance measurement(EDM) dengan dua reflektor, kamera inframerah (satu buah) dan mini differential optical absorption spectrometer (DOAS) satu buah.

Mengenai pemasangan enam jenis alat pemantau itu disampaikan oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Sindoro dan Sumbing (PGSS) di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Temanggung, Jateng Sumaryanto kepada detikcom Minggu (11/12/2011).

“Sindoro masih cenderung fluktuatif (naik turun) aktifitasnya). Makanya sekarang dipasang sebanyak enam alat untuk memantau secara dekat dan ketat,” jelas Sumaryanto.

Sumaryanto mengungkapkan berdasarkan data terakhir, pada 10 Desember 2011 aktifitas Sindoro masih tetap berstatus waspada level II. Suhu udara 24-28 derajat celcius, kelembaban udara 78-81 persen. Data seismik tercatat muncul sebanyak sembilan kali gempa vulkanik dalam (VA), 22 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dan 27 kali gempa hembusan.

Sebelumnya pada 8 Desember 2011 suhu ucara 23-28 derajat celcius kelembaban udara antara 80-82 persen. Data seismik tercatat satu keali gempa tektonik jauh, satu kali gempa tektonik lokal dan 11 kali gempa hembusan.

Kemudian pada 9 Desember 2011, suhu udara antara 24-26 derajat celcius, kelembaban udara antara 79-83 persen. Data seismik tercatat satu kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa tektonik lokal, lima kali gempa hembusan dan satu kali gempa tremor.

Kasub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi Wilayah Barat PVMBG Bandung Hendra Gunawan menjelaskan keenam alat itu dipasang di kawasan puncak dan lereng Sindoro serta di Pos Pemantauan Gunung Sindoro.

Seismograft short period dan seismograf broadband untuk memantau aktifitas kegempaan, tiltmeter dan EDM untuk mengukur tekanan uap panas dan animali panas dikawasan puncak gunung.

“Alat ini untuk memudahkan pengambilan keputusan,” ungkap Hendra Gunawan.

Hendra Gunawan menungkapkan sebetulnya keenam alat itu sudah harus dipasang Sabtu (10/12/2011) kemarin. Namun, karena petugas dari BPPTK Yogyakarta baru datang hari ini maka begitu datang petugasnya langsung dipasang.

“Begitu dipasang maka langsung akan dioperasikan untuk memulai pemantauan gunung Sindoro secara detail,” turu Hendro Gunawan.

Hendro menambahkan alat pemauntauan ini nantinya juga akan disambungkan ke pemauntauan gunung Merapi di Desa Babadan, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng. Dari sana bisa dipantau mengenaik aktifitas kegempaan yang terjadi di Sindoro.

“Hanya aktifitas kegempaanya yang bisa dipantau di pos pemantauan Gunung Merapi di Pos Babadan, Magelang,” ungkap Hendro.

Korban Banjir di Arcamanik Sangat Membutuhkan Air Bersih

PikiranRakyat, BANDUNG – Warga korban banjir di Kampung Cingised, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik Bandung, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Bahkan beberapa warga juga mengeluhkan penyakit gatal-gatal karena hingga saat ini air masih menggenangi ratusan rumah warga.

Salah seorang warga RT 1 RW 6 Ramli (52) mengatakan, sekarang ia dan keluarganya kesulitan mencari air untuk masak dan minum. “Banjir di rumah saya masih sekitar 50 sentimeter, enggak ada air bersih, jadi harus mencari setiap sejak kemarin (Sabtu, red.),” kata Ramli, ketika ditemui “PRLM” di Kampung Cingised, Minggu (11/12) sore.

Continue reading

TIM Divisi

border-page

Tim Divisi Bencana Kesehatan FK UGM

border-page

tim 01

Prof.dr.Laksono Trisnantoro,MSc,Ph.D

dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD

dr. H. Sulanto Saleh-Danu, SpFK

dr bella

dr Bella Donna, M.Kes

 

Sutono, S.Kep.Ns

 

tim 06

Dr. Handoyo Pramusinto, SpB

madelina

Madelina Ariani

happy

Happy R. Pangaribuan SKM, MPH

gde

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid.

 

dr alif indira

dr. Alif Indiralarasati

 

dr alif

dr. Muhammad Alif Seswandhana

Irvan Taufik, S.T. 

 

Sejarah Divisi

border-page

Sejarah Divisi Bencana Kesehatan FK UGM

border-page

Kejadian bencana di Indonesia sudah terjadi sejak dahulu kala, hanya saja kejadian Tsunami Aceh tahun 2014 seakan menjadi tonggak dalam upaya pengembangan penanggulangan bencana yang lebih baik di Indonesia. Kemudian menyusul kejadian bencana gempa Padang  dan Yogyakarta. Fakultas Kedokteran UGM tidak lepas tangan dalam menghadapi situasi seperti ini. Sejak 2004 hingga 2008, FK UGM berserta fakultas lainnya yang ada di UGM bekerjasama untuk membantu penanggulangan bencana di Aceh. Upaya ini sampai membuahkan pengalaman, pembelajaran, dan sebuah buku mengenai Penanggulangan Bencana di Aceh. Selain itu juga membuahkan framework dalam manajemen penanggulangan bencana di Indonesia khususnya di sektor kesehatan. 

Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM yang pada saat itu merupakan bagian dari kegiatan penanggulangan bencana oleh FK UGM di Aceh memutuskan untuk membentuk Divisi Manajemen Bencana. Dengan adanya divisi khusus Manajemen Bencana harapannya segala bentuk kajian, pelatihan, dan penyebarluasan ilmu manajemen bencana sektor kesehatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Hingga saat ini, Divisi Manajemen Bencana menjadi bagian dari 5 Divisi lainnya yang ada di PKMK. Kancah Divisi Manajemen Bencana semakin dikenal baik dalam forum nasional (Kemenkes, BNPB, WHO Indonesia, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, dan Perguruan Tinggi lainnya) serta di forum Internasional. 

Indonesia adalah wilayah rawan bencana alam. Gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan angin puting beliung, hingga bencana kekeringan sudah pernah melanda Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara supermarket bencana tetapi akhir ini, Indonesia juga dikenal sebagai negara laboratorium bencana. Pengembangan menjadi negara laboratorium bencana menjadikan Indonesia sebagai tempat pembelajaran bencana dan hal ini menuntut negara kita untuk dapat menjadi role mode dalam pembelajaran manajemen bencana. Berdasarkan hal ini, mulai 2010, Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM memutuskan untuk menggunakan juga media internet dalam penyebarluasan ilmu manajemen bencana. 

Website bencana-kesehatan.net yang dikembangkan oleh  Divisi Manajemen Bencana, Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (PKMK FK UGM) berdiri berkaitan erat dengan kondisi di atas. Website bencana berfungsi menyebarkan ilmu dan pengetahuan mengenai manajemen bencana kepada seluruh stakeholder dan masyarakat. Harapannya wawasan bencana dapat menjadi dasar pembangunan dan pengambilan kebijakan lingkungan dan kesehatan. 

Tujuan adanya website manajemen bencana adalah:

  1. Menyebarluaskan informasi mengenai Program Manajemen Bencana sektor kesehatan yang disusun oleh Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM.Mengembangkan Pelatihan rencana penanggulangan bencana daerah atau Regional Disaster Plan dan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit atau Hospital Disaster Plan untuk Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit di Indonesia, dan seluruh universitas yang komitmen dalam mengembangkan kurikulum bencana, serta pelatihan lainnya.

  2. Menjadi sumber pembelajaran ilmu manajemen bencana sektor kesehatan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
  3. Mengembangkan dan menyebarluaskan keilmuan manajemen bencana khususnya sektor kesehatan di Indonesia

 

Visi dan Misi Div Bencana Kesehatan

border-page

Visi dan Misi Bencana Kesehatan

border-page

VISI

Website bencana-kesehatan.net menjadi pemrakarsa keilmuan manajemen bencana kesehatan di Indonesia.

 

MISI

  • Menyebarluaskan pengetahuan dan informasi kebencanaan melalui update berita yang akurat dan terpercaya.
  • Menyebarluaskan informasi dan pengembangan Pelatihan Regional Disaster Plan dan Hospital Disaster Plan bagi pemerintah daerah, Dinas Kesehatan dan rumah sakit di Indonesia.
  • Meningkatkan jumlah referensi kebencanaan yang berasal dari artikel, jurnal, buku dari dalam maupun luar negeri dan peraturan perundang-undangan.

Fauzie Rahman, SKM.

Pria kelahiran 21 April ini adalah lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) FK Unlam Banjarmasin tahun 2008 dan kemudian bergabung di Bidang Promosi Kesehatan dan Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru selama 4 bulan sejak awal tahun 2008, mulai Mei 2008 menjadi Verifikator Independent Kota Banjarbaru untuk Program Jamkesmas sampai akhir tahun 2008, di awal tahun 2009 menjadi Dosen Tetap pada Bidang Promosi Kesehatan dan AKK di PSKM FK Unlam. Kemudian tahun 2010 melanjutkan Pendidikan Pascasarjana Peminatan Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK) di IKM FK UGM, bergabung di Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) FK UGM Divisi Manajemen Bencana sejak Juli 2011 sebagai asisten karena ketertarikannya pada bidang manajemen bencana.

dr Bella Donna, M.Kes

dr. Bella Donna, M.Kes adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Umum di Universitas Methodist Indonesia, Medan. Kemudian menempuh pendidikan Program Pasca Sarjana Peminatan Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan di IKM FK UGM.

Sejak tahun 1994  bertugas di Puskesmas Kelayang, Propinsi Riau, kemudian thn 1999 bertugas di puskesmas Waena Propinsi Papua dan  tahun 2002 bertugas di puskesmas Kraton Yogyakarta  serta terakhir tahun 2007 sampai sekarang masih tercatat menjadi salah satu staf di Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM. Beliau bersama-sama dengan WHO dan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes tergabung dalam Fasilitator International Training Consortium Disaster Risk Reduction (ITC-DRR) yang selalu dilaksanakan tiap tahun di Perguruan Tinggi  di Indonesia secara bergantian. Sesuai dengan latar belakang keilmuwan, beliau banyak membantu di penelitian-penelitian dan menjadi fasilitator di berbagai pelatihan yang bersifat kebencanaan terutama  mengenai  manajemen Bencana di daerah dan Rumah Sakit

Prof.dr.Laksono Trisnantoro,MSc,Ph.D

Prof.dr.Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D, Guru Besar di Fakultas Kedokteran dan Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dilahirkan pada tanggal 27 Agustus 1961 di Yogyakarta. Menikah dengan dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A dan mempunyai dua orang putri. Sejak tahun 1998 – 2009 menjadi Direktur pada Pusat Manajamen Pelayanan Kesehatan (PMPK) Fakultas Kedokteran UGM, sekaligus sampai saat ini masih menjadi Editor Kepala Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. Beliau juga merupakan Ketua Minat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK) pada S2 IKM serta Saat ini juga aktif sebagai Pengelola Program Doktor Fakultas Kedokteran UGM. Lulus pada pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran UGM (1987), mendapat gelar Master of Science (M.Sc) in Health Economics, Departement of Economic, University of York, United Kingdom (1989), gelar Ph.D Program in Health Policy Unit, London School of Hygiene and Tropical Medicine, join program with London School of Economics, University of London, United Kingdom (1993) dan Post-Doctoral di Harvard Medical School, Department of Social Medicine, Boston, United State (2002). Gelar Profesor di Universitas Gadjah Mada diperoleh pada tahun 2006. Sebagai Konsultan, area penelitian dalam manajemen dan kesehatan dalam aspek ekonomi dan strategis sistem dan lembaga-lembaga di sektor kesehatan. Berbagai artikel telah ditulis di berbagai jurnal dalam negeri dan juga publikasi internasional. Prof. Laksono Trisnantoro juga menulis beberapa buku yaitu Aplikasi Ilmu Ekonomi dalam Manajemen Rumahsakit yang diterbitkan oleh Gadjah Mada University Pers (2004) dan Aspek Strategis dalam Manajemen Rumahsakit yang diterbitkan oleh Andi Offset (2005). Sebagai editor dan menulis bersama kolega lainnya dalam buku Desentralisasi Kesehatan di Indonesia dan Perubahan Fungsi Pemerintah 2001 – 2003 : Apakah merupakan periode uji coba? diterbitkan oleh Gadjah Mada Univesity Pers (2005), Pelaksanaan Desentralisasi Kesehatan di Indonesia 2000 – 2007: Mengkaji Pengalaman dan Skenario Masa Depan yang diterbitkan oleh BPFE (2009).

3.800 KK Terancam Banjir Luapan Sungai Bengawan Jero

vivanews.com – Beberapa anak sungai di Bengawan Jero, Lamongan, Jawa Timur, mulai meluap, Minggu, 11 Desember 2011. Antara lain di Kali Godang, Plalangan, Mengkuli, Pengaron, dan Kali Deket dan Dapur. Hal ini akan membuat sedikitnya 3.800 Kepala Keluarga (KK) di sepanjang bantaran Bengawan Jero terancam banjir.

Ada lima kecamatan di wilayah Bengawan Jero yang rawan terendam banjir, yaitu, Kecamatan Turi, Karangbinangun, Kalitengah, Deket, dan Kecamatan Deket.

Continue reading