Kurikulum Manajemen Bencana Dikembangkan

Bernas JOGJA—Fakultas Kedokteran (FK) UGM mengembangkan kurikulum Manajemen Bencana. Pengembangan kurikulum ini dilakukan karena selama ini Indonesia sebagai negara yang rentan terkena berbagai macam bencana alam belum memiliki konsep manajemen penanganan bencana. “Indonesia belum mempunyai konsep manajemen bencana. Bahkan difinisi bencana baru ada peraturan pemerintahnya pada 2006 lalu,” ujar Koordinator Penanggulangan Bencana FK UGM, dr Hendro Wartatmo diselasela pameran ilmiah ‘Pengalaman FK UGM dalam Berbagai Bencana dan Kurikulum Bencana di Pendidikan S1 Kedokteran’ di fakultas setempat, Selasa (29/11).
Karena itu pemerintah kemudian menunjuk dua perguruan tinggi (PT) untuk mengembangkan kurikulum kebencanaan.

Continue reading

Program Studi Magister Manajemen Bencana

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2011

1.    Matakuliah Dasar Umum Prodi
   
    Tabel 1. Daftar Matakuliah Dasar Umum (Wajib Prodi) MMB

No.

Matakuliah

SKS

Smt

Kode Matakuliah

1.

Kebijakan dan Kelembagaan dalam Penanggulangan Bencana

3 SKS

W/1

MMB -731

2.

Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Manajemen Bencana

3 SKS

W/1

MMB – 621

3.

Ancaman Multibencana

2 SKS

W/1

MMB – 611

4.

Dasar-dasar Pengelolaan Multibencana

2 SKS

W/1

MMB – 612

5.

Dasar-dasar Analisis Risiko Multibencana

2 SKS

W/1

MMB – 613

6.

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Berbasis Risiko Bencana

2 SKS

W/2

MMB – 721

7.

Monitoring Sumber Bencana dan Peringatan Dini

2 SKS

W/1

MMB – 722

8.

Manajemen Lingkungan

2 SKS

W/2

MMB – 711

9.

Sosiologi Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat

2 SKS

W/2

MMB – 631

10.

Metodologi Penelitian

2 SKS

W/3

MMB – 701

11.

Tesis

8 SKS

MMB – 799

Jumlah SKS

30 SKS

2.    Matakuliah Dasar Keahlian dan Matakuliah Keahlian Berdasarkan Minat

a.     Minat Potensi dan Mitigasi Bencana
Tabel 2. Matakuliah Minat Potensi dan Mitigasi Bencana

No.

Matakuliah

SKS

Smt

Kode Matakuliah

1.

Ilmu Kebumian untuk Kajian Kebencanaan

3 SKS

W/2

MMB – 614

2.

Prinsip-prinsip Ilmu Perencanaan Penataan Ruang

2 SKS

P/3

MMB – 611

3.

Analisis Risiko Multibencana

3 SKS

W/2

MMB – 712

4.

Sumberdaya Ekonomi Regional

2 SKS

P/3

MMB – 681

5.

Pengelolaan Multibencana

3 SKS

P/3

MMB – 613

6.

Inventarisasi Data untuk Penataan Ruang dengan SIG

2 SKS

P/3

MMB – 621

7.

Perencanaan dan Pengelolaan DAS

2 SKS

P/3

MMB – 711

8.

Pemodelan untuk Manajemen Risiko Bencana

2 SKS

P/3

MMB – 721

9.

Sistem Informasi Manajemen Risiko Bencana

2 SKS

P/3

MMB – 722

Jumlah SKS

21 SKS

b. Minat Dampak dan Tanggap Darurat Bencana
    Tabel 3. Matakuliah Minat Dampak dan Tanggap Darurat Bencana

No.

Matakuliah

SKS

Smt

Kode Matakuliah

1.

Organisasi Tanggap Darurat Bencana

2 SKS

W/2

MMB – 632

2.

Evakuasi dan  Penanganan Korban

3 SKS

W/2

MMB – 661

3.

Manajemen Bantuan Bencana

2 SKS

W/2

MMB – 781

4.

Tanggap Darurat Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat

2 SKS

P/3

MMB – 662

5.

Manajemen Pemulihan Infrastruktur

3 SKS

P/3

MMB – 771

6.

Kesehatan dan Ketahanan Mental Tanggap Darurat

2 SKS

P/3

MMB – 651

7.

Manajemen Komunikasi dan Informasi Tanggap Darurat

2 SKS

P/3

MMB – 731

8.

Kerja praktek

2 SKS

W/3

MMB – 601

9.

Studio

2 SKS

W/3

MMB – 702

Jumlah SKS

20 SKS

c. Minat Rehabilitasi – Rekonstruksi Pasca Bencana
    Tabel 4. Matakuliah Minat Rehabilitasi – Rekonstruksi Pasca Bencana

No. Matakuliah SKS Smt Kode Matakuliah
1. Pemetaan Kerusakan dan Kehilangan 3 SKS W/2 MMB – 622
2. Analisis Kebutuhan Pasca Bencana 3 SKS W/2 MMB – 732
3. Manajemen Pemulihan Infrastruktur Fisik 3 SKS W/2 MMB – 772
4. Pemulihan Sosial Ekonomi 3 SKS P/3 MMB – 781
5. Manajemen Rehabilitasi Korban 3 SKS P/3 MMB – 761
6. Manajemen Rehabilitasi Lingkungan 3 SKS P/3 MMB – 712
7. Pengembangan Kapasitas 3 SKS P/3 MMB – 732
Jumlah SKS 21 SKS

Matakuliah

S2 Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK)

RPKPS

(Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester)

Nama Mata Kuliah : Manajemen Bencana
Kode Mata Kuliah / SKS : KUI 641 / 2 (Dua) SKS
Semester : 1 (Satu)
Sifat Mata Kuliah : Pilihan (Minat KMPK)
Dosen Pengampu :
  • HW : dr. Hendro Wartatmo, Sp.B – Koordinator
  • BD : dr. Bella Donna, M.Kes
  • SSD : dr. Sulanto Saleh Danu, SpFK
  • SP : Dr. Ir. Subagyo Pramumijoyo
  • SR : dr. Sigit Riyarto, M.Kes
  • HK : Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
  • LL : dr. Lufan Lazuardi, M.Kes, PhD
  • AP : M. Agus Priyanto, SKM. M.Kes
  • CR : dr. Carla Raymondalexas, Sp.KJ
  • MBS : dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
  • AM : dr. Andreasta Meliala, Dipl.PH., M.Kes, MAS

Deskripsi Mata Kuliah

       Bencana sering terjadi di Indonesia, dan telah menimbulkan korban dan kerugian materi yang besar. Menurut data BNPB, pada tahun 2010 di Indonesia terjadi 644 kejadian bencana dengan jumlah korban meninggal dunia 1.711 orang, jumlah korban yang mengalami luka dan hilang sekitar 1.398.923 orang dan kerugian material Rp 15 triliun.
Belajar dari pengalaman bencana sejak dari Tsunami 2004 sampai dengan sekarang, dapat dilihat adanya kemajuan dalam penanggulangan bencana yang cukup pesat, tetapi belum cukup untuk dapat menghasilkan menejemen penanggulangan bencana yang terorganisir dengan baik. Untuk meningkatkan kemampuan dalam menejemen bencana tersebut, diperlukan peningkatan kemampuan menejerial yang dilandasi oleh suatu kerangka pikir yang terkonsep secara jelas, sehingga dapat di implementasikan dalam suatu aktifitas yang terstruktur, sistematis, efektif dan efisien.
        Penanggulangan bencana merupakan usaha yang melibatkan banyak sektor, dimana salah satu yang menonjol adalah sector kesehatan. Oleh karena itu menejemen bencana di sector kesehatan ini perlu dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Tujuan Pembelajaran

  • Memberikan gambaran mengenai manajemen sektor kesehatan dalam usaha penanggulangan bencana, khususnya di Indonesia
  • Memberikan pemahaman mengenai berbagai aspek dalam menejemen bencana di sektor kesehatan.

Metode Pembelajaran

  • Kuliah tatap muka
  • Group work
  • Belajar mandiri

Evaluasi Pembelajaran

  • Presentasi
  • Ujian

Sumber Bacaan Utama

  • Fuad, Kusnanto, Utarini, Groothoff, Van Dijk. The Use of Geographic Information System (GIS) for Rapid Assessment Followong Tsunami Disaster in Aceh. PAMI conference 2006.
  • Fuad, A. Peran sistem informasi geografis kesehatan dalam manajemen bencana. (http:/fuadanis.blogspot.com).
  • Fuad, A. Webgis pasca gempa. (http:/fuadanis.blogspot.com).
  • Modul Manajemen Bencana di Sektor Kesehatan

Buku yang akan dibagikan sebagai buku wajib:

  • Sundnes, Knut Ole, Birnbaum, Marvin L. (2003). Health Disaster Management Guidelines For Evaluation And Research In The Utstein Style. Prehospital & Disaster Medicine. Volume 17/Supplement 3.
  • Depkes RI (2007). Pedoman Teknis Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat bencana (Mengacu pada standar internasional). Panduan bagi Petugas Kesehatan yang Bekerja dalam Penanganan Krisis Kesehatan Akibat Bencana di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 
  • bagi yang berminat tersedia versi bahasa Inggris: Ministry of Health (2007). Technical Guidelines For Health Crisis Responses On Disaster (Refer to international standard). Guidelines for Health Workers that Involve in Health Crisis Responses on Disaster in Indonesia. Jakarta: Ministry of Health Republic of Indonesia.

JADUAL KULIAH

Sesi Hari/Tgl./Jam Pukul Topik Dosen
1

Jumat, 23 Sept.

15.30-17.10 Kerangka pikir mengenai Bencana dan Usaha Penanggulangannya dan Resiko Kesehatan
Materi Kuliah:

HW
2 Kamis, 29 Sept.
15.00-16.40

Macam-macam Bencana 

Materi: Sesi_2_SP_Macam2_Bencana

SP
3 Jumat, 30 Sept.
15.00-16.40

Pembiayaan

Materi Kuliah :  Pembiayaan Bencana  

SR
4 Kamis, 6 Okt.
15.30-17.10

Pendekatan Public Health dan Manajemen Bencana dan Surveilance

Materi Kuliah: Sesi_4_MANAJEMEN BENCANA DAN SURVEILANS RESPONS KMPK

Sutjipto
5 Jumat, 7 Okt.
15.00-16.40 Governance Bencana
Materi Kuliah:
 Manajemen Bencana Aspek Governance
BD
6  Kamis, 13 Okt. 15.00-16.40 Logistik Medik dan Manajemen Relawan
SSD
7 Jumat, 14 Okt.
15.30-17.10

Penanganan Medik Fase Akut

Materi:

HW
8 Rabu, 19 Okt.
15.00-16.40 Informatika dan Telematika
LL
9 Kamis, 20 Okt.
15.00-16.40

Promosi Kesehatan

Materi Kuliah:

YSP
10 Rabu, 26 Okt.
15.30-17.10

Aspek Kesehatan Jiwa dan Psikososial

Materi:

CR
11 Kamis, 27 Okt.
15.30-17.10 Networking dan Political Aspect MBS
12 Rabu, 2 Nov.
15.30-17.10 Leadership AM
13 Kamis, 3 Nov. 13.30-15.10 UJIAN


PROGRAM PENDIDIKAN KEDOKTERAN

Phase 3: Clinical Rotation – Becoming a Competent Doctor

Year 5

Clinical Rotation

Compre Exams 2

Phase 2: Transition from Theory to Practice

Year 4: Emergency & Disaster

Compre Exams

Phase 3: Clinical Rotation – Becoming a Competent Doctor

Year 4

Block 4.1

Emergency

(7 weeks)

Block 4.2

Health System & Disaster

(7 weeks)

Block 4.3

Elective

(7 weeks)

Clinical Rotation

O

X

X

X

Phase 2: Transition from Theory to Practice

Year 3: Multisystem and Chronic Disorders

Block 3.1

Research

(7 weeks)

Block 3.2

Chest Complains

(7 weeks)

Block 3.3

Abdominal Complains

(7 weeks)

Block 3.4

Limited Movement

(7 weeks)

Block 3.5

Neurosensory Complains

(7 weeks)

Block 3.6

Life Style Related Complains

(7 weeks)

Holiday

O

X

X

X

X

X

X

Phase 2: Transition from Theory to Practice

Year 2:  Life Cycle and Acute Disorders

Block 2.1

Safe Conception, Fetal Growth & Congenital Abnormality

(7 weeks)

Block 2.2

Safe Motherhood & Neonate

(7 weeks)

Block 2.3

Childhood

(7 weeks)

Block 2.4

Adolescent

(7 weeks)

Block 2.5

Adulthood

(7 weeks)

Block 2.6

Aging/Elderly

(7 weeks)

Holiday

O

X

X

X

X

X

X

Phase 1: Foundation of Medicine

Year 1: The Human Body System and Basic Medical Practice

Block 1.1

Being Medical Student & Locomotors System

(7 weeks)

Block 1.2

Cardio-Respiratory System

(7 weeks)

Block 1.3

Digestive System

(7 weeks)

Block 1.4

Genito-urinary System

(7 weeks)

Block 1.5

Nerve System, Endocrine, Senses

(7 weeks)

Block 1.6

Basic Medical Practice

(7 weeks)

Holiday

O

X

X

X

X

X

X

BLOK 4.2  Health System and Disaster
General Objectives:

  1. Understand the role and function of doctor as part of the health care system who cares to health problem of individuals, families and communities
  2. Understand the nature of disaster (both natural and man-made) and its impact toward health care, as well as be able to undertake required measures to anticipate and manage disasters.

Block 4.2 is divided into two modules and Six Weekly Themes. The modules and weekly themes are:       
(1)  Health System, and

Week 1:  The Concept of Health System
Week 2: Health Finance, Physician Payment
Week 3: Surveillance and Informatics
Week 4: Leadership and Communication

(2) Disaster Management

Week 5: Health Program in Disaster and Quality in Intervention
The Lectures in week 5 are:

    1. Conceptual Framework of Disaster and Disaster Management
    2. Preparedness, response, and recovery
    3. Hospital Incident Command System and Field Hospital
    4. Logistic Management Support
    5. Post Traumatic Stress Disorders Management
    6. Rehabilitation and Palliative Care
    7. Ethics in Disaster
    8. Disaster Blood Banking

Week 6: Principles of Disaster Management
The Lectures in week 6 are:

    1. Forensic Anthropological Roles in Disaster Victim Identification
    2. Medical Approach in Disaster Management
    3. Rapid Response Team
    4. Management of Disaster Victim Identification
    5. Disaster Management in Mental Health
    6. Death Certification

FK UGM Terapkan Kurikulum Manajemen Bencana

YOGYAKARTA, suaramerdeka.comFakultas Kedokteran (FK) UGM tengah mengembangkan kurikulum pengajaran Manajemen Bencana untuk program Sarjana (S1).

Pengembangan kurikulum itu diharapkan bisa mengatasi masalah penanganan kesehatan bencana. Pasalnya, selama ini koordinasi dalam penanganan bencana menjadi kendala yang terus dihadapi masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Penanganan bencana selama ini hanya reaktif dan tidak menggunakan pendekatan ilmiah,” ujar Koordinator Penanggulangan Bencana FK UGM, dr Hendro Wartatmo di sela-sela pameran ilmiah “Pengalaman FK UGM dalam Berbagai Bencana dan Kurikulum Bencana di Pendidikan S1 Kedokteran” di fakultas setempat.
Continue reading

Kurikulum Manajemen Bencana UGM

alt

Perguruan tinggi selain rumah sakit dan dinas kesehatan, perlu terlibat dalam pengembangan kegiatan dalam upaya penanggulangan bencana berhubungan berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam upaya penerapan tridarma pertama yaitu pendidikan, maka dilakukan pengembangan kurikulum. Dalam hal ini berkaitan dengan kurikulum manajemen bencana di universitas/perguruan tinggi, dengan tujuan agar memberi bekal dan menciptakan SDM yang memiliki pengetahuan mengenai manajemen bencana.

Selain itu, dalam upaya membangun kapasitas masyarakat melalui kegiatan pendidikan, melalui kegiatan nonformal maupun pendidikan formal dan berbagai penelitian dalam upaya pengurangan risiko bencana pada tahap prabencana. Kegiatan pada tahap prabencana erat kaitannya dengan istilah mitigasi bencana yang merupakan upaya untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Mitigasi bencana mencakup perencanaan dan pelaksanaan tindakan untuk mengurangi risiko dampak dari suatu bencana yang dilakukan sebelum bencana itu terjadi termasuk kesiapan dan tindakan pengurangan risiko jangka panjang. Perguruan tinggi memiliki peranan yang cukup penting dalam upaya penanggulangan bencana karena perguruan tinggi mempunyai peran dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dan lembaga terkait dalam upaya penanggulangan bencana. Selama ini, koordinasi dalam penanganan bencana menjadi kendala yang terus dihadapi masyarakat dan pemangku kepentingan. Penanganan bencana selama ini hanya reaktif dan tidak menggunakan pendekatan ilmiah.

Dalam upaya agar penanganan bencana dapat dilakukan secara komprehensif, maka dilakukan pengembangan kurikulum manajemen bencana di perguruan tinggi. Atas dasar itu, pemerintah menunjuk dua perguruan tinggi untuk mengembangkan kurikulum kebencanaan, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Syiah Kuala Aceh. Dalam upaya pengembangan kurikulum manajemen bencana, maka Fakultas Kedokteran (FK) UGM membuat kurikulum pengajaran manajemen bencana untuk Program Sarjana (S1) yang terintegrasi dalam Blok 4.2 yaitu Health System and Disaster Management dan Program Pascasarjana Kebijakan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK) IKM UGM dalam bentuk mata kuliah “Manajemen Bencana”. Sementara itu, pada Pasca Sarjana UGM dibentuk Program Studi Magister Manajemen Bencana. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai kurikulum manajemen bencana di UGM bisa di klik pada kotak berikut ini:

alt
alt
alt

Marapi Masih Mengeluarkan Abu Vulkanik Setiap Hari

MICOM: Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, selama sepekan terakhiri melontarkan abu lewat letusan-letusan kecil. Meski demikian, status gunung tersebut masih tetap waspada.

“Selama Desember Marapi memang kembali mengeluarkan letusan rata-rata dua sampai tiga kali sehari. Meski demikian status Marapi tidak naik, tetap waspada,” kata Bujang, petugas pengamat di Pos Pengamatan Gunung Marapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi (PVMBG) Bukittinggi, Kamis (8/12).

Continue reading

Gunung Sindoro Aktif tidak berarti akan terjadi Letusan

Temanggung (ANTARA News) – Badan Geologi menyatakan bahwa perilaku Gunung Sindoro di Jawa Tengah berubah, dari yang semula “istirahat” cukup lama, sekarang muncul air kawah panas dan asap solfatara.

“Ada perubahan perilaku dari normal menjadi tidak normal. Ketidaknormalan inilah yang harus diamati terus. Kini muncul gempa volkanik dangkal maupun dalam,” kata Kelapa Badan Geologi R Sukhyar di Temanggung, Kamis.

Continue reading

BNPB Cairkan 675 Juta untuk Bantuan Logistik Korban Letusan Gunung Gamalama

vivanews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mencairkan bantuan untuk korban letusan Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara. Dana sebesar Rp675 juta telah dikucurkan dalam beberapa tahap.

“Untuk operasional darurat, BNPB menyerahkan dana siap pakai kepada BPBD Maluku Utara sebesar Rp300 juta,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis 8 Desember 2011.

Continue reading