Perkembangan kondisi Gempa Pidie Aceh

Bahagianya kami dapat menyapa kembali para pembaca setia website bencana kesehatan. Setiap hari di WA grup ataupun melalui email jejaring penggiat bencana kami kerap mendapat info kejadian, curah hujan yang tingi, potensi angin puting beliung, kejadian tanah longsor, dan terutama mengenai aktivitas gempa di seluruh wilayah Indonesia. Namun, kejadian gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya Aceh minggu lalu adalah yang terbesar dan menjadi bencana.

Sejak kejadian Gempa Pidie hingga hari ini, kami (Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM dan Pokja Bencana FK UGM) selalu melakukan koordinasi baik dengan pusat (Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes), regional dan daerah. Hingga saat ini dilaporkan kebutuhan SDM Kesehatan di sana masih cukup. Hal yang perlu kita perhatikan hanya masalah koordinasi, bagaimana daerah mampu mengkoordinasikan dan mendistribusikan SDM dan fasilitas dengan baik.

Pembaca sekalian, melalui pengantar minggu ini kami ingin menyajikan perkembangan kondisi Gempa Pidie Aceh, perkembangan kajian Emergency Medical Team di Indonesia, informasi pelatihan, dan artikel tentang moratorium landmark di Indonesia. Selamat menyimak.

Perkembangan kondisi Gempa Pidie Aceh

Hingga saat ini, jumlah pengungsi sebanyak 84.000 jiwa. Upaya pemulihan terus dilakukan, pembangunan kembali direncanakan akan lebih memperhatikan jalur evakuasi. Pembaca sekalian, simak perkembangan laporan kondisi Gempa Pidie Aceh selama seminggu lalu oleh PKK dan BNPB Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Kajian Emergency Medical Team (EMT) Indonesia

Masih ingat dengan dua kegiatan kami mengenai EMT tahun ini? Ya, workshop EMT Juni lalu dan Simulasi EMT pada kegiatan INSARAG Juli lalu. Kegiatan ini juga mendapat respon dari kementerian, dimana pada akhir bulan November lalu telah diselenggarakan Rapat Penyusunan Kerangka Kerja EMT Nasional Indonesia oleh PKK di Balikpapan. Pada kesempatan ini, tim kami berkesempatan untuk menjadi pembahas. Bagaimana hasil rangkumannya dapat pembaca sekalian simak selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Menarik, jika Bapak Ibu sekalian dapat membandingkan hasil rangkuman kegiatan PKK di atas dengan hasil rangkuman kegiatan kita pada Juni dan Juli lalu mengenai EMT ini, simak rangkumannya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Event: Evaluasi EMT

Menindaklanjuti dari dua kegiatan EMT sebelumnya, kembali kami akan melaksanakan evaluasi uji coba atau simulasi penyelenggaraan EMT di Yogyakarta dalam kegiatan simulasi bencana Internasional kerjasama WHO dan INSARAG (Simak reportasenya Klik Disini) link kegiatan simulasi INSARAG. Kegiatan dengan judul Evaluasi EMT akan diselenggarakan pada Senin-Rabu, 19-21 Desember 2016 di Yogyakarta. Peserta kegiatan adalah seluruh peserta yang mengikuti dua kegiatan sebelumnya. Harapannya, hasil evaluasi ini dapat menjadi masukan untuk pengembangan EMT Yogyakarta. Jangan lupa simak reportase kegiatan ini nantinya. Simak TOR kegiatan Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Indonesia targets catastrophic wildfires, climate change with historic move to protect peatlands

Artikel ini kami pilih karena ada kaitannya dengan kejadian bencana asap yang kerap terjadi di Indonesia. Selain itu, rusaknya sumber air juga menyebabkan bencana kekeringan. Seperti kita ketahui bahwa lebih dari 90% kejadian bencana merupakan dampak dari perubahan iklim. Mari kita simak bersama  Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Informasi Pelatihan Kebencanaan 

  1. Protecting Children’s Health in Emergency and Disaster Training Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Program on Humanitarian Leadership  Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Laporan Hari 4: DIY Peduli Gempa Aceh Selasa, 27 Desember 2016

1

Laporan Hari 4: DIY Peduli Gempa Aceh
Selasa, 27  Desember 2016

1

Doc. PKMK FK UGM: Rapat dengan Direktur RSUD Pidie Jaya (paling kanan, perempuan menghadap kedepan)

Rencana operasi tim DIY Peduli Gempa Aceh, Selasa-27 Desember 2016 adalah:

  1. Tim layanan kesehatan melanjutkan pengobatan dan layanan kesehatan di Puskesmas Cuebo.
  2. Pukul 09.00 WIB melakukan koordinasi dengan direktur RSUD Pidie Jaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten bersama dengan kemenkes.
  3. Pukul 10.00 WIB melakukan pertemuan dengan 11 kepala puskesmas Kabupaten Pidie Jaya untuk mendiskusikan tindak lanjut penanganan masalah kesehatan masyarakat pasca gempa kedepannya. Bertempat di Puskesmas Mueruedu.
  4. Pukul 14.00 WIB melakukan pendampingan trauma healing bagi tenaga puskesmas di Puskesmas Mueruedu.

Kemarin, tim yang memberikan layanan kesehatan di Puskesmas Cuebo mendapat kesempatan untuk bermukim sementara di rumah dinas Puskesmas Cuebo. Sehingga, yang awalnya semua tim bermalam di tenda di pos kesehatan (halaman RSUD Kabupaten Pidie Jaya) berpindah ke rumah dinas tersebut. Kepala Puskesmas Cuebo, Pak Ibrahim menyatakan kesediaan beliau memperbolehkan kami untuk bermalam dan beroperasi di wilayah kerja beliau. 

2

Dok. PKMK FK UGM: Pertemuan dengan Kepala Puskesmas Cuebo, Pak Ibrahim.

Pukul Sembilan pagi, tim yang berada di Puskesmas Cuebo bertemu dan melakukan diskusi dengan kepala puskesmas. Hasil diskusi menjadi bahan operasional tim untuk esok hari guna membantu revitalisasi puskesmas. 

3

Doc. PKMK FK UGM: (Kiri) Skreening gangguan kejiwaan (kanan)Pendaftaran pemeriksaan kesehatan

4

Doc. PKMK FK UGM: Pemeriksaan kesehatan

Pukul setengah sebelas, tim ini beranjak ke Desa Blang Baru dan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat. Pasien hari ini lumayan banyak berjumlah lebih dari 100 orang dengan dominasi perempuan, balita, dan lansia. Jenis kesakitan masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Diagnosis penyakit terbanyak adalah dyspepsia, ISPA, Chepalgia, gastritis, hipertensi, dan common cold.

Tim layanan kesehatan juga melakukan skreening masalah kesehatan jiwa untuk dewasa dan anak di masyarakat Puskesmas Cuebo. Skreening ini akan menjadi data dasar untuk melakukan upaya trauma healing selanjutnya. 

5

Doc. PKMK FK UGM: Rapat koordinasi di Yogyakarta, Pokja Bencana FK UGM diwakili oleh dr. Handoyo (paling kanan)

Sedangkan tim BPBD DIY yang kembali pada tanggal 26 Desember 2016, juga melakukan rapat koordinasi di Yogyakarta. Rapat ini membahas mengenai masalah yang didapat serta rencana tindak lanjut, terutama untuk pengiriman tim selanjutnya dan program apa yang akan diimplementasikan.

6

Doc. PKMK FK UGM: Rapat dengan RS dan dinkes

Sedangkan tim health management support dan ketua tim melakukan 3 rencana pertemuan hari ini. Harapannya, rekomendasi dan rencana tindak lanjut pasca gempa ini dapat lebih dimatangkan dengan diskusi bersama pimpinan rumah sakit dan dinas kesehatan.

Pukul setengah sepuluh di pos kesehatan, tim dan PKK melakukan rapat dengan direktur rumah sakit, dr. Ernida. Perwakilan rumah sakit ada dirut, sekertaris, dan  perencanaan. Secara garis besar, kami merekomendasikan agar rumah sakit memperhatikan perencanaan penanggulangan bencana ditingkat rumah sakit. Selain itu, pembangunan RS sementera dan bangunan RS, perlu juga diperhatikan masalah pembuangan air limbah. Hasil penilaian oleh orang Kesling kami maka kesling RS sebaiknya memperhatikan sanitasi karena menurut pasien keberadaan nyamuk  dan lalat sudah begitu banyak. Selain itu, ditemukan juga beberapa genangan air yang ada jentiknya. Petugas kesling kami bersama dengan rumah sakit kemudian melakukan peninjauan sanitasi dan kesehatan lingkungan.

7

Doc. PKMK FK UGM: Kondisi panel IPAL RS yang sudah tidak digunakan sejak 3 bulan sebelum gempa

8

Doc. PKMK FK UGM: Pertemuan dengan 11 kepala puskesmas (Kiri) kepala dinas kesehatan

Pukul setengah sebelas, tim beranjak ke Puskesmas Mueruedu. Di bawah tenda di depan puskesmas telah menunggu 11 kepala puskesmas Kabupaten Pidie Jaya. Pertemuan ini langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya. Dalam arahan dan paparannya beliau kembali menekankan mengenai masalah-masalah kemarin (lihat laporan hari sebelumnya): penguatan manajemen puskesmas seperti puskesmas siaga bencana dan akreditasi puskesmas, pengendalian infeksi, masalah kejiawaan, dan pengembangan sistem kesehatan lainnya pasca gempa.

Tanggapan dari tim DIY Peduli Gempa Aceh masih sama, yakni siap membantu atas instruksi Gubernur DIY. Pak Bambang Hastha Yoga mewakili tim untuk menyampaikan hal tersebut. Besar harapannya kedua belah pihak dapat saling bekerjasama.

Hari ini, seluruh laporan tanggap darurat bencana harus masuk ke dinkes provinsi karena masa tanggap darurat tingkat kabupaten sudah berakhir hari ini. Petugas surveilans dari tim DIY Peduli Gempa Aceh telah membantu dari hari pertama kedatangan untuk melakukan input dan mengecek kelengkapan data bersama petugas surveilans kabupaten, Bapak Dani. Jobdesk surveilans hari ini adalah mengolah data menjadi informasi trend-trend penyakit dan masalah kesehatan.

9

Doc. PKMK FK UGM: Skreening gangguan jiwa pada anak

10

Doc. PKMK FK UGM: trauma healing oleh dr. Bambang Hastha Yoga

Pukul setengah 3, di Puskesmas Mueruedu telah berkumpul sekitar 70an tenaga kesehatan untuk mendapatkan materi trauma healing oleh dr. Yoga dan pelawak Aceh, Bang Joni. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menskreening kejiwaan anak-anak pasca gempa. Dr. Anis juga memberikan materi mengenai kesehatan ibu dan anak di puskesmas. Usai kegiatan ini, seluruh tim kembali ke pos kesehatan untuk beristirahat.

Rencana kegiatan esok, Rabu 28 Desember 2016 adalah:

  1. Tim layanan kesehatan di Puskesmas Cuebo melanjutkan kegiatan pemeriksaan di masyarakat.
  2. Tim layanan kesehatan melakukan sharing kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Cuebo mengenai kegawatdaruratan dan PONED.
  3. Melanjutkan screening gangguan kejiwaan kepada masyarakat.
  4. Tim health management support berada di pos kesehatan untuk memberikan pendampingan sistem bagi dinas kesehatan.
  5. Tim 1A akan dipulangkan pada sore hari menuju Banda Aceh.
Dilaporkan oleh Madelina A
Kontributor: dr. Meldy, Muhammad Irsyad, dan tim.

Laporan Hari 3: DIY Peduli Gempa Aceh Senin, 26 Desember 2016

1

Laporan Hari 3: DIY Peduli Gempa Aceh
Senin, 26  Desember 2016

1

Doc. PKMK FK UGM: sebelum berangkat melakukan tugas

Hari ketiga, masih melanjutkan rencana operasi bahwa hari ini tim layanan kesehatan diberangkatan ke Puskesmas Cebu dan tim health management support berada di pos kesehatan untuk mengikuti rapat koordinasi dengan pihak terkait.

Tepat pukul 09.00 Wib tim layanan kesehatan berangkat ke Puskesmas Cebu dengan dua mobil. Tim akan memberikan layanan kesehatan di Desa Katee Jatou. Dari pos kesehatan, daerah ini berjarak kurang lebih 25 menit perjalanan.

2

Doc. PKMK FK UGM: Situasi layanan kesehatan di Desa Katee Jatou

Selebihnya, personal surveilans mendampingi pengolahan data di pos kesehatan, personel kesehatan lingkungan (kesling) melakukan survei kepada pasien dan petugas RSUD Pidie Jaya mengenai sanitasi limbah di RS selama masa bencana, serta mengikuti rapat koordinasi di pos kesehatan.

3

Dok. PKMK FK UGM: Rapat koordinasi klaster kesehatan

Rapat koordinasi ini mempertemukan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya, Ketua Klaster Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya, 4 Kepala Puskesmas (Puskesmas Meredue, Puskesmas Trienggading, Puskesmas Banda Dua, dan Puskesmas Banda Baru), Tim DIY Peduli Gempa Aceh, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Bagian Kesehatan Keluarga Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, BTKL, KKP. Rapat dimulai sejak pukul 09.30 hingga 13.00 WIB di pos kesehatan. Rapat dipimpin oleh Ketua Klaster Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya, Eddi, SKM, M.Kes yang kesehariannya sebagai Kepada Bidang PMK Dinkes Kabupaten Pidie Jaya.

Empat puskesmas menceritakan secara detil kegiatan dan layanan mulai hari pertama gempa hingga hari ini. Secara garis besar, pada hari pertama puskesmas memang mengalami kekacauan yang luar biasa tetapi mulai dapat kembali ke fungsi normal mulai hari ketiga. Sebagian besar bangunan puskesmas mengalami keretakan, ada yang ringan dan sedang, beberapa pustu bahkan merah dan harus dibangun dari awal. Hingga saat ini, baik petugas dan pasien masih trauma untuk masuk ke dalam gedung sehingga pelayanan diberikan di luar gedung menggunakan tenda bantuan.

4

Doc. PKMK FK UGM: Situasi pasca gempa di salah satu titik pengungsian di wilayah Puskesmas Cebu

Hari-hari pertama, hampir semua pasien yang bisa dirujuk oleh puskesmas dilakukan rujukan ke rumah sakit terdekat. Fasilitas mobil menggunakan mobil ambulans dan mencegat mobil yang lewat di jalan negara untuk mengantarkan pasien ke rumah sakit terdekat. Sarana prasarana, peralatan kesehatan mengalami kerusakan, obat-obatan dalam bentuk botol pecah, bahkan ada kasur puskesmas yang dibawa begitu saja oleh pasien ke rumah sakit dan tidak kembali hingga saat ini.

Tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat, dan lainnya yang mampu bekerja tetap memberikan pelayanan. Khusus bidan desa tetap memberikan layanan di desa masing-masing atau di pengungsian (desanya). Bantuan tenaga kesehatan berdatangan dari LSM dan instansi tetapi ada yang benar-benar membantu dan ada yang kurang membantu. Ke depannya memang dibutuhkan pengaturan dan pengawasan relawan yang membantu layanan kesehatan pada masa tanggap darurat.

Kesimpulannya, prioritas masalah kesehatan adalah belum adanya perencanaan/ kesiapsiagaan bencana di tingkat puskesmas dan kabupaten, masalah kejiwaan tenaga kesehatan dan masyarakat pasca gempa, menurunnya kesehatan lingkungan dan sanitasi terutama bagi sumber air di pemukiman (desa yang tidak ada perpipaan PAM dan menggunakan sumur padahal sumurnya telah bercampur pasir akibat naiknya permukaan tanah), serta manajemen sistem kesehatan di kabupaten.

Berdasarkan permasalahan di atas maka tindak lanjut jangka panjangnya adalah pengembangan sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana sektor kesehatan di tingkat kabupaten hingga puskesmas. Selain itu, melakukan koordinasi dengan sektor lainnya dalam penanganan kesehatan lingkungan dan sanitasi. Revitalisasi puskesmas juga dibutuhkan dalam hal ini.

Rencana operasi tim DIY Peduli Gempa Aceh esok, 27 Desember 2016 adalah:

  1. Tim layanan kesehatan melanjutkan pengobatan dan layanan kesehatan di Puskesmas Cebu.
  2. Pukul 09.00 WIB melakukan koordinasi dengan direktur RSUD Pidie Jaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten bersama dengan kemenkes.
  3. Pukul 10.00 WIB melakukan pertemuan dengan 11 kepala puskesmas Kabupaten Pidie Jaya untuk mendiskusikan tindak lanjut penanganan masalah kesehatan masyarakat pasca gempa kedepannya, bertempat di Puskesmas Meredeu.
  4. Pukul 14.00 WIB melakukan pendampingan trauma healing bagi tenaga puskesmas di Puskesmas Meredue.

Sekitar pukul 14.00 WIB, tim bersama PKK dan KKP, BTKL membagi diri untuk melakukan pemantauan di lapangan. Tim DIY dan PKK beranjak ke titik-titik pengungsian di wilayah kerja Puskesmas Trienggadeng, Desa Tompey, Puskesmas Cebu, Puskesmas Banda Baru melewati jalan rakyat. Situasi dilapangan didapati bahwa banyak tenda-tenda di depan rumah warga, terlihat warga masih trauma untuk menempati rumahnya pada malam hari. 

5

Doc. PKMK FK UGM: Kondisi puskesmas rawat inap dengan layanan tenda

Rekap layanan kesehatan hari ini adalah:

  • Total pasien yang tertangani adalah 105 orang
  • Perempuan 76 dan laki-laki 29
  • Balita 20
  • Ibu hamil 3 orang
  • Lansia 25 orang
  • Diagnosis penyakit terbanyak adalah dyspepsia, ISPA, Chepalgia, gastritis, hipertensi, dan common cold.
  • Dilakukan juga penjelasan pengisian form screening gangguan jiwa pasca bencana.

 6

Doc. PKMK FK UGM: Pengarahan tim oleh ketua tim
Laporan oleh Madelina
Kontributor: dr. Meldy dan dr. Bambang Hastha Yoga dan tim.

Laporan Hari 2: DIY Peduli Gempa Aceh Minggu, 25 Desember 2016

11

Laporan Hari 2: DIY Peduli Gempa Aceh
Minggu, 25 Desember 2016

PKMK-Pidie Jaya. Pagi hari tim melakukan persiapan untuk melakukan pelayanan mobile ke Kecamatan Jiem-jiem. Tenpat operasi berubah ke Kecamatan Jiem-Jiem karena berdasarkan pertimbangan daerah ini masih terisolir dan membutuhkan layanan kesehatan. seluruh tim medis dan perawat dikerahkan ke kecamatan ini.

11

Doc. PKMK FK UGM: Layanan Kesehatan 

Ketua tim, dr. Hendro melakukan survey kawasan. Sedangkan tim dari BPBD melakukan pemantauan bidang pendidikan dan hunian.

12

Doc. PKMK FK UGM: Rapat di Pos Kesehatan dengan Kabid PMK Dinkes Kabupaten Pidi Jaya (paling kanan)

Tim 1 B yang diketuai oleh dr. Bambang Hastha Yoga beranjak dari Banda Aceh pukul 9 pagi dan langsung menuju pos kesehatan di RSUD Pidie Jaya. Tim 1B yang juga terdiri dari Bagian Kesehatan Masyarakat langsung melakukan koordinasi dengan Klaster Kesehatan yang sudah ada di sini. Tim Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kemenkes juga bergabung dalam rapat koordinasi ini.

Koordinasi dibuka oleh Herlina, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Herlina menceritakan proses koordinasi dan sistem mulai dari terjadinya gempa. Secara singkat, pertama kali yang datang dari provinsi dalah PSC yakni beranjak dari jam delapan pagi dan tiba di Pidie Jaya pukul 11:00 WIB. Sedangkan klaster kesehatan diaktifkan mulai hari kedua berikut sub-sub klasternya.

13

Doc. PKMK FK UGM: Layanan Kesehatan

Di Kecamatan Jiem-Jiem tim kesehatan melakukan layanan kesehatan kepada masyarakat. Total masyarakat yang diberikan layanan sebanyak 73 jiwa terdiri dari perempuan 49 dan laki-laki 24.

Diagnosis penyakit terbanyak adalah dyspepsia, ISPA, Chepalgia, gastritis, hipertensi, dan common cold. 

14

Doc. PKMK FK UGM: Rapat koodinasi masalah kesehatan masyarakat pasca gempa

Rapat koordinasi di pos kesehatan menyoroti tentan masalah kesehatan masyarakat pasca gempa. Beberapa hal yang dibahas adalah masalah kesehatan lingkungan dan sanitasi baik di RS dan di puskesmas serta hunian, lalu masalah kesehatan reproduksi serta gizi masyarakat, lalu surveilans penyakit, serta surveilans kesehatan jiwa. Pada dasarnya sistem ketanggapan sudah terbangun, hanya perlu penguatan baik dalam pengumpulan data, analisis, dan SDM pelaksana. Hadir juga Kabid dan Kasie bidang di atas, BTKL, KKP, dan psikolog dan CMHN untuk kesehatan jiwa.

Hasil rapat koordinasi ini menghasilkan rencana operasi untuk esok, 26 Desember 2016. Rencananya 4 puskesmas terdampak parah, kepala puskesmas akan berkumpul untuk melakukan diskusi terkait masalah kesehatan lingkungan dan sanitasi di Pos Kesehatan. Setelah itu, akan dilakukan kunjungan lapangan oleh tim ke puskesmas bersangkutan.

Telah dilakukan juga asesmen awal ke RSUD mengenai pembuangan limbah pasien yang dirawat di tenda. Harapannya, klaster kesehatan dapat memberikan masukan untuk pembangunan IPAL pada pendirian tenda RS Sementara oleh BNPB dan PU.

15

Doc. PKMK FK UGM: Rapat Klaster Kesehatan Jiwa

Layanan kesehatan akan terus dilakukan juga. Tim medis akan mobile mengunjungi masyarakat. Sedangkan bagian kesehatan jiwa akan bergabung dengan dengan tim provinsi yang ada dan barangkali akan mengembangkan surveilans terintegrasi untuk pelaporan dan pemantauan.

Laporan oleh Madelina Ariani
Kontributor: dr. Hendro, dr. Bambang Hastha Yoga dan Tim.

Laporan Hari 1: DIY Peduli Gempa Aceh Sabtu, 24 Desember 2016

5

Laporan Hari 1: DIY Peduli Gempa Aceh Sabtu, 24 Desember 2016

5

Doc. PKMK FK UGM: saat di BPBA

PKMK-Banda Aceh. 24 Desember 2016- pertama kali tim menyambangi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) untuk berdiskusi dan melakukan pemetaan daerah terdampak. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusdalops BPBA Aceh. Pertemuan ini juga membahas plan of action di Pidie Jaya. 

6

Doc. PKMK FK UGM: Rapat pemetaan (dari kiri 3 ke kanan 2) BPBD DIY dan BPBA

Hasil diskusi menyatakan bahwa ada tiga kabupaten terdampak yakni Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, dan Bireun. Kabupaten paling parah terdampak adalah Kabupaten Pidie Jaya. Sesuai arahan Bupati bahwa wilayah paling terdampak di Pidie Jaya adalah Kecamatan Cubo, Kecamatan Jiem-Jiem, dan Kecamatan Bandar Baru (10-18 Km dari jalan negara). Wilayah ini terdampak parah karena terisolir, banyak fasilitas umum yang rusak seperti sekolah dan puskesmas. sekitar ± 60% dari total hunian mengalami kerusakan.

7

Doc. PKMK FK UGM: Rapat di Pusdalops BNPB di Kabupaten Pidie Jaya

Tepat pukul 09.00 WIB tim beranjak ke Kabupaten Pidie Jaya dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Tim langsung menuju Posko Utama BNPB dan bertemu dengan Eko Budiman Direktur Bantuan Darurat BNPB Kabid Kesbangpol Pidie Jaya. Kesimpulan rakor ini adalah Klaster kesehatan berkolaborasi dengan BNPB untuk mengoperasionalkan tenda RS yang dibawa oleh BNPB. Termasuk koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya untuk masalah teknis layanan kesehatan, penentuan lokasi pendirian tenda dan upaya kesehatan masyarakat.

8

Doc. PKMK FK UGM: dokumentasi kerusakan fasilitas RSUD Pidie Jaya

9

Doc. PKMK FK UGM: Kondisi layanan kesehatan di RSUD Pidi Jaya

Selanjutnya tim menuju Pos Kesehatan di RSUD Pidie Jaya. Disini sudah ada tim Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya, dan Kemenkes. Kembali dilakukan koordinasi dengan klaster kesehatan yang sudah ada, sebagian tim juga melakukan pengecekan lokasi RSUD, dan sebagain lagi mendirikan tenda. Seluruh tim akan bermalam di lokasi ini.

10

Doc. PKMK FK UGM: Rapat koordinasi tim

Malam harinya, dr. Hendro sebagai ketua tim memimpin rapat untuk operasional esok, 25 Desember 2016.

Di Jogjakarta, tim 1B berangkat menuju Aceh pada pukul tiga sore (24/12/2016). Tim 1B segera bergabung ketika tiba di Pidie Jaya.

Dilaporkan oleh Madelina Ariani dan
kontributor lapangan: dr. Hendro Wartatmo, Enaryaka dan Tim.

Tim Klaster Kesehatan dalam Program DIY Peduli Gempa Aceh

Tim Klaster Kesehatan dalam Program DIY Peduli Gempa Aceh

Tim Klaster Kesehatan dalam Program DIY Peduli Gempa Aceh

Tim Klaster Kesehatan dalam Program DIY Peduli Gempa Aceh

Doc. PKMK FK UGM: Tim

Sejak terjadi gempa Pidie hingga hari ini, kami Fakultas Kedokteran UGM (Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM dan Pokja Bencana FK UGM) selalu melakukan koordinasi baik dengan pusat (PKK Kemenkes), regional dan daerah. Hingga saat ini, kebutuhan SDM Kesehatan di sana masih dilaporkan cukup. Namun hal yang perlu kita perhatikan hanya masalah koordinasi, bagaimana daerah mampu mengkoordinasikan dan mendistribusikan SDM dan fasilitas dengan baik, serta penanganan masalah kesehatan masyarakat pasca gempa. Jumlah pengungsi lebih dari 90 ribu jiwa. Upaya pemulihan terus dilakukan khususnya untuk klaster kesehatan.

Berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh BPBD DIY ditemukan data pengungsian yang masih terkonsentrasi di mesjid karena masih takut dengan gempa susulan, sanitasi buruk dan kualitas air minum, fasilitas kesehatan yang rusak harus segera berfungsi kembali, serta pasien perlukaan masih memerlukan perawatan lanjutan dan rehabilitasi.

Hal tersebut mendorong DIY untuk peduli pada kondisi Pidie Jaya melalui instruksi Gubernur DIY maka dibentuk program DIY Peduli Gempa Aceh dengan koordinator BPBD DIY. Salah satu upaya yang dilakukan dalam program ini adalah penguatan klaster kesehatan, shelter, dan pendidikan. Khusus untuk kesehatan harapannya dapat membantu dalam penguatan dan pemberdayaan layanan kesehatan di Kabupaten Pidie Jaya, khususnya untuk Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Klaster kesehatan DIY terdiri dari banyak instansi baik pemerintah dan non pemerintah, diantaranya Fakultas Kedokteran UGM (Pokja Bencana FK UGM), RS Sardjito, RS Akademik UGM, Dinas Kesehatan DIY, PMI, MDMC, YEU, FOR dan yang terkait.

Selasa, 20 Desember 2016 keluarlah keputusan untuk memberangkatkan tim DIY pertama ke Aceh. Tim terdiri dari BPBD DIY dan Klaster Kesehatan. Tim ini diberangkatkan pertama kali pada 23 Desember 2016 (Tim 1A) dan 24 Desember 2016 (Tim 1B).

Doc. PKMK FK UGM: Pelepasan tim oleh dekanat FK UGM

Doc. PKMK FK UGM: seluruh tim DIY Peduli Gempa Aceh di Bandara Yogyakarta

Di Fakultas kedokteran UGM, dekanat melepas tim yang akan bertugas ke Aceh. Seremonial dilaksanakan di FK dan juga di bandara. Tim pertama berangkat 17 orang, 2 orang BPBD DIY untuk melihat klaster pendidikan dan shelter serta Klaster Kesehatan terdiri dari:

Ketua Tim : dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD

Fakultas Kedokteran UGM:

  • dr. Bella Donna, M.Kes (PKMK FK UGM) – Health Management Support
  • Madelina Ariani, SKM, MPH (PKMK FK UGM) – Health Management Support
  • Muhammad Al Irsyad, SKM (Kesehatan Lingkungan)
  • Fitri Kusuma Dewi, SKM (Epidemiologi/ Surveilans)
  • Ery Yanuar, S/Kep, Ns, MN (PSIK) – Perawat

RSA UGM

  • dr. RR Della Undadewi Sanjaya (Dokter Umum)
  • Wahyuli Ribawanto (Perawat)
  • Ika Kusumawardani (Perawat)

RS Sardjito

  • dr. Agung Priambodo Kusumo
  • Agus Joko Purwanto
  • dr. Anis Widyasari
  • dr. Bambang Hastha Yoga, L.B
  • dr. Dicky Ari Risandy
  • dr. Meldy Muzada Elfa

 Tim ini terdiri dari:

1 ketua Tim
2 orang Health Management Support
1 surveilans
1 kesehatan Lingkungan
2 Dokter umum
4 Perawat
1 spesialis Obsgyn
1 spesialis Anak
1 Spesialis Penyakit Dalam
1 Pskiatri

 

PLN pastikan jaringan listrik di Bima hampir normal pascabanjir

Mataram (ANTARA News) – PLN menyatakan jaringan dan pasokan listrik di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, yang terganggu akibat banjir, sekarang 89 persennya sudah dipulihkan setelah perusahaan memperbaiki infratruktur yang rusak.

Dihubungi di Mataram, Jumat, General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayan NTB, Karyawan Aji, mengatakan bahwa jumlah total beban sistem Bima yang dipasok PLN saat ini telah mencapai 37,6 Megawatt (MW), sementara pada kondisi normal sekitar sekitar 42 MW.

“Pemulihan telah mencapai 89 persen. Masih ada sekitar 5 MW yang harus dipulihkan,” katanya.

Upaya pemulihan jaringan listrik di Kota Bima dan Kabupaten Bima melibatkan sebanyak 50 personel teknisi kelistrikan PLN dari Kabupaten Sumbawa dan Mataram.

“Tim mulai bekerja sejak Kamis (22/12) dan berhasil memulihkan sebagian besar pasokan daya untuk Kota Bima sekitar pukul 17.00 WITA,” ujarnya.

Aji menambahkan kekurangan daya pasok listrik yang masih terjadi di Kota Bima disebabkan robohnya beberapa tiang jaringan. Selain itu,  pada beberapa titik lainnya kondisi jaringan juga belum bisa digunakan karena terendam banjir.

Untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan, PLN akan terus mengerahkan personel dan peralatan tambahan dari kota-kota terdekat. 

“Personel dan peralatan pemulihan listrik akan kami tambah sesuai kebutuhan, besok mudah-mudahan rekan-rekan dari Bali sudah bergabung di Bima,” katanya.

Bersamaan dengan perbaikan jaringan, PLN juga telah mengirimkan bantuan bagi korban bencana banjir berupa makanan siap saji, alat memasak, tikar, selimut, pakaian, perahu karet, dan fasilitas kamar mandi. 

Sebagian wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima, di Pulau Sumbawa, NTB diterjang banjir bandang pada Rabu (21/12).

Data dari BPBD NTB, ribuan rumah yang tersebar di lima kecamatan di Kota Bima terendam air setinggi 1-2 meter. 

Banjir juga menyebabkan infrastruktur listrik rusak, sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman, baik untuk pelanggan rumah tangga maupun untuk infrastruktur pemancar telekomunikasi telepon seluler. 

Banjir juga melanda Desa Maria dan Desa Kambilo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Sebanyak 25 rumah rusak berat, 5 rumah hanyut, 3 rumah rusak sedang dan satu jembatan negara putus.

Tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana alam tersebut. Namun, nilai kerugian diperkirakan cukup besar karena rusaknya infrastruktur jalan, jembatan, telekomunikasi, listrik dan fasilitas umum. 

Editor: Suryanto

Bangunan dengan RISHA Teruji Tahan Gempa

Teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) akan digunakan dalam rekonstruksi permanen sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa, yang terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Daroessalam (NAD) pada awal Desember 2016.

Sebelumnya, pasca-bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh 2004 silam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada waktu itu juga menggunakan teknologi RISHA dalam rekonstruksi bangunan rusak. Terbukti, hingga saat ini bangunan tersebut masih dalam kondisi baik.

“Akan disepakati tipikal desain untuk bangunan permanen bangunan sekolah yang direkonstruksi ini adalah precast concrete, mengacu pada standar desain yang disebut oleh Balitbang adalah RISHA. Ini sudah teruji di Pidie,” tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga.

Danis mengungkapkan, bahwa untuk pembangunan sekolah secara permanen ini akan ditargetkan dapat dilaksanakan pada Februari sampai Desember 2017. Setelah sebelumnya dipasang bangunan sementara untuk para siswa belajar.

(Baca juga: Eks Pengungsi Timor-Timur Siap Huni RISHA Akhir November)

Pembangunannya sendiri akan dilakukan oleh beberapa BUMN Karya untuk konstruksi maupun konsultan pengawasnya.

BUMN yang terlibat diantaranya adalah Waskita Karya,  Hutama Karya, Adhi Karya, Nindya Karya, Bina Karya, Wijaya Karya, Brantras Abripraya, PP, Waskita, Yodya Karya dan Virama Karya, yang akan dibagi menjadi tiga zona pekerjaan berdasarkan wilayah kerja.

BUMN tersebut, setelah menyepakati desain dan standarisasi bangunan akan langsung melakukan pabrikasi pra-cetak untuk selanjutnya melakukan pemasangan.

“Jenis pekerjaannya lebih banyak pabrikasi karena ini untuk menjamin standarisasi, kualitas dan kecepatan,” tambah Danis.

Teruji di Bangunan Sementara

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Arief Sabarudin mengatakan bahwa pada saat terjadi gempa, pihaknya melakukan pengecekan terhadap bangunan-bangunan yang menggunakan teknologi RISHA di Aceh, dan hasilnya bangunan tersebut masih dalam kondisi bagus.

“Alhamdulillah, bangunan yang dibekali teknologi RISHA pada 2004 lalu, kondisinya masih bagus dan tidak terganggu oleh gempa. Bahkan kami sangat kaget, mengetahui bahwa banyak rumah sementara yang dulu dibangun sampai sekarang masih dalam kondisi bagus,” tambah Arief.

Untuk bangunan kelas sementara, pihaknya dan BUMN sepakat untuk membuat ruangan kelas dengan sistem modular dengan metode knock down. Sebagai rangka atapnya, bangunan akan menggunakan material baja ringan yang dilakukan dengan mengadopsi metode tersebut.

Kelas-kelas sementara ini ditargetkan sudah dapat terbangun di akhir Januari.

“Sambil teman-teman BUMN siapkan komponen, land clearing dan segala macamnya sudah bisa dilakukan secara paralel. Sehingga kita harapkan pembangunan kelas sementara dapat dilakukan bisa 1-2 minggu paling lama 1 bulan tergantung jumlah kelas,” kata Arief.

Berdasarkan data BNPB per 19 Desember 2016 telah teridentifikasi sebanyak 159 sekolah mengalami kerusakan ringan dan berat.

Saat ini BNPB telah membersihkan 13 sekolah, 8 diantaranya sudah bersih 100 persen. Sambil menunggu pendataan dan audit teknis di lokasi lain, rekonstruksi akan fokus di 13 sekolah tersebut.

sumber: rumah.com

Kemenag Gandeng BAZNAS Bantu Korban Gempa Aceh

Kemenag Gandeng BAZNAS Bantu Korban Gempa Aceh

ACEH – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng BAZNAS membantu tahap recovery korban gempa bumi 6,4 SR di Pidie Jaya, Nangroe Aceh Darussalam, 7 Desember 2016 lalu.

Baznas menyalurkan bantuan sebesar Rp1 miliar dari dana zakat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenag yang dikumpulkan tiap bulannya di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag. Program recovery dari dana tersebut dipusatkan di Desa Lhok Pu’uk, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya. 

Ini adalah wilayah yang porak-poranda akibat gempa. Dana sebesar itu akan digunakan membangun berbagai fasilitas, yaitu 30 unit Rumah Tumbuh (RUTUM), meunasah (mushola) dan pasar darurat. Selain itu Tim BAZNAS di lokasi juga menggunakannya untuk pengembangan microfinance (modal usaha) serta pengembangan pertanian dan peternakan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang di lokasi, meletakkan batu pertama pembangunan sarana untuk para warga yang kini tinggal di hunian sementara yang dibangun BAZNAS ini. Lukman didampingi oleh Wakil Ketua BAZNAS Dr Zainulbahar Noor dan para pejabat di lingkungan Provinsi NAD.

“Mohon doa restunya, hari ini kami akan membangun masjid untuk masyarakat Desa Look Pu’uk yang hancur oleh gempa. Semoga masjid ini dapat kembali mendekatkan kita kepada Allah SWT dan menguatkan ukhuwah islamiyah,” kata Lukman Hakim.

Sementara itu, Zainulbahar mengatakan, sejak hari pertama gempa, Tim BAZNAS bertolak ke Aceh untuk memberikan layanan medis dan membuka posko bantuan.

“Dana zakat, infak dan sedekah yang diamanahkan masyarakat juga diwujudkan dalam layanan dapur umum, masjid sementara dan hunian sementara sehingga masyarakat setempat mendapatkan tempat yang lebih layak daripada tenda pengungsian. Terlebih untuk perempuan dan anak-anak,” kata Zainulbahar.

Sekadar informasi, BAZNAS adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 8 Tahun 2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan Zakat Infak dan Sedekah pada tingkat nasional. 

Lahirnya UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 509 daerah (tingkat  Provinsi dan Kabupaten/ Kota). 

Banjir Bima, BPBD : Tidak Ada Korban Jiwa, Kalau Ada Itu Hoax

Jakarta Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, lumpuh total setelah diterjang banjir bandang, Rabu dini hari (21/12/2016). perkantoran, sekolah, dan perdagangan tidak bisa berjalan. Selain itu sambungan telekomunikasi juga mengalami gangguan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat H Muhammad Rum, seperti dilansir dari antara, mengatakan, saat ini, banjir sudah berangsur surut.

Seluruh lapisan masyarakat, bersama pemerintah, TNI/Polri, Basarnas dan relawan sibuk membersihkan lumpur bekas banjir.

Menurut Muhammad Rum, warga Kota Bima saat ini sangat membutuhkan bantuan air bersih, obat-obatan, dan makanan. Selain, bantuan pangan, dan sandang, peralatan seperti perahu karet, genset juga sangat dibutuhkan warga. Mengingat aliran listrik belum bisa menyala meski banjir sudah surut.

“Tidak ada korban jiwa, kalau ada itu hoax,” kata Muhammad Rum melalui pesan singkat yang diterima wartawan antara di Mataram, Kamis (22/12/2016).