- Kebijakan
- Organisasi
- Protap – SOP
- Sistim komando
- Sistim komunikasi dan informasi
- Tupoksi
- Kartu tugas
- Fasilitas
- Form dan cheklist
- Monitoring – evaluasi
Pengungsi Banjir Lahar Dingin Terus Bertambah
Magelang, detik.com – Pengungsi banjir lahar dingin Merapi yang menerjang di Kali Putih sampai saat ini terus bertambah. Penambahan ini dipastikan setelah BPBD Kabupaten Magelang mengharuskan radius 15 meter dari bantaran Kali Putih agar disterilkan.
Selain itu, puluhan rumah dibongkar karena tidak layak huni dan mengancam keselamatan penghuninya karena dalam kondisi kritis setelah sebanyak tiga kali diterjang banjir lahar dingin Merapi di Kali Putih.
Gunung Marapi Kembali Meletus
Bukittinggi (ANTARA News) – Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat, pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB kembali meletus dengan mengeluarkan asap hitam disertai abu vulkanik.
“Asap hitam disertai abu vulkanik muncul dari puncak kawah terlihat jelas dari jauh Bukittinggi. Gumpulan asap hitam disertai abu vulkanik itu dipekirakan setinggi 50 meter dari puncak kawah,” kata Anton, warga Sudirman Bukittinggi, Selasa.
Ia menyebutkan, asap hitam disertai abu vulkanik tersebut berlangsung sekitar 10 menit setelah itu hilang dan kembali muncul dengan tekanan melemah.
Lahar Dingin Merapi Mengancam Daerah Kaki Gunung
Sleman (ANTARA News) – Banjir lahar dingin sisa letusan Gunung Merapi lebih mengancam kawasan kaki gunung, terutama di sekitar sungai-sungai yang belum dinormalisasi.
“Di Kecamatan Cangkringan ini normalisasi sungai berhulu Gunung Merapi sudah dilakukan, saat ini kawasan yang masih rawan banjir lahar hanya di Dusun Jetis, Desa Argomulyo yang hanya berjarak tidak lebih dari 100 meter dari Sungai Gendol,” kata Camat Cangkringan Samsul Bakri, Minggu.
Pameran Ilmiah 2011
Pameran Ilmiah
Pengalaman FK UGM dalam Berbagai Bencana dan
Kurikulum Bencana di Pendidikan Kedokteran S1
Selasa, 29 November sd Sabtu, 03 Desember 2011
Lobby Auditorium FK UGM
Diselenggarakan oleh:
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK)
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Pengantar
Yogyakarta, Selasa (29 November 2011) – Kita tidak dapat menahan bencana yang dapat terjadi kapan dan di mana saja tanpa dapat diduga: di rumah atau di tempat bekerja apalagi dengan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas di ring of fire bumi dan di antara pelat Australia dan Asia. Belajar dari berbagai pengalaman bencana yang terjadi di Indonesia, secara otomatis rumah sakit (RS) akan menjadi pusat rujukan. Oleh karena itu, dalam usaha meminimalkan resiko bencana diharapkan Rumah Sakit mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan bencana dalam bentuk Hospital Disaster Plan. Dengan adanya perencanaan ini, diharapkan RS dapat menangani korban secara lebih baik dalam situasi bencana.
Sayangnya hampir seluruh RS di Indonesia belum sepenuhnya dapat menangani korban bencana dengan cepat dan tepat. Hal ini terjadi karena fungsi, struktur, medical support, dan management support yang collapse. Disamping itu, masing-masing RS memiliki cara penanganan korban yang beragam sehingga belum memiliki keseragaman dalam penanganan maupun kesiapannya.
Beberapa tahun terakhir ini PMPK bekerja sama dengan Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) dan WHO dalam melakukan In House Training Hospital Disaster Plan (HDP) di beberapa RS. Mengingat prosedur Penanggulangan Bencana (Disaster Plan, DP) adalah serangkaian prosedur yang sudah disiapkan sebelumnya maka sebuah Disaster Plan hanya akan dapat dijalankan bila sesuai dengan kapasitas dan kompetensi staf yang dilatih, dievaluasi, dan diperbaiki secara periodik. Oleh karena itu, perlu pengembangan HDP dan pelatihan terus menerus.
Strategi pelatihan berbeda-beda. Disamping pendampingan tatap muka In House Training, pengembangan lainnya adalah menggunakan cara e-learning melalui web www.bencana-kesehatan.net. Pengembangan HDP dengan e-learning ini diharapkan akan meringankan biaya RS-RS dalam menyusun HDP secara mandiri. Dalam hal ini, strategi pendanaan pelatihan yang bertumpu pada pendekatan e-learning menjadi hal penting untuk dibahas.
Selain kegiatan pendampingan Hospital Disaster Plan (HDP), PMPK juga terlibat dalam pendidikan S1 fakultas kedokteran dan program Pasca Sarjana bencana di UGM. Seperti kita ketahui bahwa peran Universitas dalam penanggulangan Bencana sangat penting karena salah satu alasannya berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam penanggulangan bencana, dapat dikatakan bahwa perguruan tinggi melakukan tanggungjawabnya untuk mengabdi kepada masyarakat.
Salah satu alasan lain keterlibatan perguruan tinggi adalah tersedianya banyak sumberdaya. Contoh: Fakultas Kedokteran memiliki banyak dokter, residen, perawat, laboratorium dan biasanya perguruan tinggi memiliki jaringan komunikasi dan informasi yang luas dan dapat dimanfaatkan sewaktu mobilisasi dan mitigasi penanggulangan bencana. Oleh karena itu, sebuah Fakultas Kedokteran sangat diperlukan kurikulum pendidikan Manajemen Bencana pada program S1.
UGM sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia, telah banyak berperan dalam membantu penanggulanan bencana yang terjadi di Indonesia. Pengalaman-pengalaman dalam partisipasi FK UGM terutama PMPK disajikan secara apik dalam pameran ilmiah yang dilangsungkan selama seminggu mulai dari tanggal 29 November hingga 3 Desember 2011 di Lobby Auditorium FK UGM.
Selain pameran ilmiah ini, pada tanggal 30 November 2011 akan diadakan seminar satu hari “Strategi untuk Menyusun Hospital Disaster Plan” di Ruang Senat KPTU Lt. 2 FK UGM yang akan membahas mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah dan strategi pendanaan untuk pelatihan HDP dengan pelatihan e-learning dan tatap muka.
Acara Pembukaan Pameran
Acara pembukaan Pameran dilaksanakan pada Pukul 12.00 – 13.00 di Lobby Auditorium FK UGM.

Pengantar kegiatan disampaikan oleh Senior Konsultan, dr. Hendro Wartatmo, Sp.B.KBD, beliau menyampaikan bahwa bencana merupakan suatu kejadian yang banyak di alami namun belum cukup dikelola. Padahal menjadi tanggung jawab kita bersama dan pemerintah. Manajemen bencana yang dikelola oleh UGM sudah dibentuk oleh Pasca Sarjana pada Program Studi Magister Manajemen Bencana dan merupakan program studi satu-satunya di Indonesia yang mempelajari manajemen bencana secara terpadu dari bidang non kedokteran dan bidang kedokteran. Pengelolaan bencana di Indonesia mendapat perhatian dan meningkat sejak bencana di Aceh.
Prof. Laksono Trisnantoro selaku Ketua Koordinator Kurikulum Pendidikan Kedokteran Blok 4.2, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa konteks pameran dan seminar bencana sudah masuk pada bahan ajar kurikulum pendidikan S1, yaitu di blok 4.2, sehingga mahasiswa FK UGM memahami kegiatan pengelolaan bencana yang telah FK UGM lakukan. FK UGM merupakan instansi pendidikan yang paling aktif menanggulangi bencana di Indonesia. Pengalaman pada kejadian Gempa dan Tsunami Aceh Tahun 2004, menunjukkan sistem penanggulangan bencana tidak terkoordinir dengan baik, semuanya masih berjalan secara individu sehingga penanggulangan bencana tidak efektif. Lalu Tim FK UGM menciptakan sebuah sistem agar semuanya dapat terkoordinir. Agar kegiatan yang telah dilaksanakan memberi dampak pada ilmu pengetahuan, maka bahan riset dikumpulkan agar bisa digunakan sebagai acuan. Lebih dari 5-6 tahun kami sudah membangun sistem dari pengelolaan bencana yang baik.
Sambutan ketiga oleh Prof. dr. Suhardjo, S.U., Sp.M(K), sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia. Beliau menjelaskan bahwa pengalaman awal dalam penanggulangan bencana adalah sewaktu terjadi bencana aceh. Pengalaman terjun ke lapangan dalam pengelolaan dan penanggulangan bencana menjadikan suatu pengalaman yang berharga dan oleh Prof. Laksono Trisnantoro, M.Sc,. PhD dapat dijadikan bahan ajar. Pada waktu bencana di Yogjakarta Tim FK UGM menanggulangi dengan cukup baik dengan mengelola sumbangan yang diperoleh dari beberapa perusahaan pengalaman ini tercatat dan terdokumentasi dengan baik. Kita akan aman dari bencana apabila kita siap.
Dengan pengguntingan pita secara simbolis yang dilakukan oleh Prof. dr. Suhardjo, S.U., Sp.M(K), maka acara Pameran Ilmiah Pengalaman FK UGM dalam Berbagai Bencana dan Kurikulum Bencana di Pendidikan Kedokteran S1, secara resmi dibuka.
Galeri Pameran Poster:
{gallery}poster2011{/gallery}
Galeri Pembukaan Pameran Poster:
{gallery}kegposter2011{/gallery}
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah
VIVAnews – Akibat banjir bandang yang terjadi di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar, Kecamatan Kampar Kiri menyisakan derita bagi masyarakat.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 307 rumah terendam, 21 rumah hanyut, kebun karet seluas 37 hektar rusak, 70,39 ton karet hanyut dan kebun kelapa sawit seluas 55 hektar juga rusak.
“Dua orang meninggal dunia,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo dalam rilis yang diterima VIVAnews.com, Senin 28 November 2011.
Banjir Bandang Hanyutkan 11 Rumah
Kondisi banjir bandang di Kabupaten Kampar, Riau mengakibatkan 11 rumah warga hanyut. Korban tewas untuk sementara 2 orang.
“Kita menerima laporan sementara ini, 2 orang dikabarkan tewas. Satu orang sudah diketemukan jasadany kemarin. Namun satu lagi dinyatakan hilang,” kata Karo Humas Pemprov Riau, Chairul Riski dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (27/11/2011).
Jakarta Utara Diterjang Banjir Rob
Metrotvnews.com, Jakarta: Banjir rob menerjang sejumlah kawasan di Jakarta Utara sejak Jumat (25/11). Tak hanya di kawasan di pesisir, rob merendam jalan raya maupun jalan perumahan di sejumlah kawasan lain di Jakarta Utara.
Jalan RE Martadinata dan Danau Sunter Barat serta Kamal Muara terendam rob dengan ketinggian mencapai betis orang dewasa, Ahad (27/11). Rob pun menggenangi ratusan rumah di Kampung Nelayan Marunda, Cilincing, setinggi 20-50 cm.
Gempa Guncang Ternate
Gempa Guncang Ternate
Senin, 28 November 2011 06:00:03
Jakarta: Gempa bumi dengan kekuatan 5,2 skala Ritcher (SR) mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara, Senin (28/11) pukul 02.59 WIB. Pusat gempa berada di 2,00 lintang utara dan 126,84 bujur timur, dengan kedalaman lima kilometer.
Menurut situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang berpusat di 147 kilometer barat laut Ternate itu tidak berpotensi tsunami.(SHA)

