Ribuan Orang Terperangkap Banjir di Australia

Sydney (ANTARA News) – Ribuan warga Australia terperangkap, Minggu akibat banjir di pantai timur meningkat yang menewaskan seorang anak, sementara penduduk di daerah barat negara itu mulai pulang ke rumah-rumah mereka setelah dilanda kebakaran.

Para pejabat mengatakan kota We Waa, New South Wales utara, 570km dari Sydney, akan terputus sampai satu minggu akibat banjir, setelah beberapa sungai di negara bagian itu meluap.

Continue reading

Gempa 5,5 SR Guncang Tanah Masa Sumut

Gempa 5,5 SR Guncang Tanah Masa Sumut

JAKARTA–MICOM: Kawasan Barat Laut Tanah Masa, Sumatera Utara, Minggu (27/11) diguncang gempa berkekuatan 5,5 skala richter (SR).

Menurut situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu terjadi pukul 18.01 WIB. Pusat gempa di kedalaman 10 kilometer, dengan jarak 71 km Barat Laut Tanah Masa, Sumut.

Pada Maret 2008, gempa dengan kekuatan 5,6 SR juga mengguncang daerah itu. Namun, gempa kali ini tidak berpotensi tsunami. (OL-8)

 

Pencarian Korban Jembatan Ambruk Dilanjutkan

Pencarian Korban Jembatan Ambruk Dilanjutkan

 

INILAH.COM, Tenggarong – Tim SAR yang dibantu oleh personil Polri dan TNI, kembali melakukan pencarian korban di sekitar kawasan jembatan Tenggarong yang ambruk di Sungai Mahakam, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Minggu (27/8/2011) lalu.

Pencarian korban kembali dilakukan oleh petugas gabungan sekitar pukul 07.00 WITA, setelah pada Sabtu malam sempat dihentikan karena kurangnya penerangan dan derasnya arus sungai Mahakam.

“Hari ini pencarian kembali dilanjutkan, kita masih fokus mencari kemungkinan ada korban yang hilang serta mencoba mengevakuasi mobil-mobil yang tenggelam di dasar sungai Mahakam yang berkedalaman 50 meterm” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (27/11/2011).

Sejumlah peralatan, yang terdiri dari lima perahu karet, dua perahu speed boat telah dipersiapkan untuk melakukan pencarian. Pada Sabtu malam kemarin, tim SAR banyak menerima laporan dari masyarakat yang mengatakan kehilangan keluarga dan kemungkinan menjadi korban dalam peristiwa ambruknya jembatan Mahakam II.

Sebelumnya jembatan Mahakam II alias Jembatan Tenggarong sepanjang sekitar 720 meter di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Sabtu (26/11/2011) sore, runtuh.

Jembatan Kutai Kartanegara adalah jembatan yang melintas di atas sungai Mahakam. Bentang bebasnya, atau area yang tergantung tanpa penyangga mencapai 270 meter dari total panjang jembatan sekitar 710 meter. Jembatan tersebut merupakan sarana penghubung antara kecamatan Tenggarong Seberang, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. [bay]

 

,

Evakuasi Korban Sudah Siap Terjun

alt

Jembatan Tenggarong Runtuh

Evakuasi Korban Sudah Siap Terjun

 alt

INILAH.COM, Jakarta – Sejumlah kendaraan diperkirakan masih berada di bawah sungai Mahakam, lokasi runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara atau jembatan tenggarong. Tim SAR yang dibantu TNI kini sudah siap melakukan evakuasi.

Di lokasi kejadian, pihak pemerintah setempat sudah menyiapkan 1 tenda dapur umum untuk konsumsi petugas. Ada juga 1 tenda pengungsi, sebagai tempat transit korban sebelum dibawa ke rumah sakit Parikesit.

Sekitar 30 personil Tagana disiapkan untuk proses evakuasi. Didukung 1 unit truck kayu, 2 mobil RTU, 1 truck dumlap, dan dua perahu karet. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab rubuhnya jembatan tersebut. Termasuk total kerugian yang ditimbulkan.

Evakuasi kemungkinan akan dilakukan pada minggu (27/11/2011) pagi. Sebab, penundaan evakuasi pada sabtu malam karena kondisi arus masih deras dan gelap.

Hingga kini, korban meninggal masih 4 orang. Korban luka-luka ada 19 orang, teridiri dari 12 laki-laki dan 5 perempuan. Korban yang masih dirawat inap di RS berjumlah 10 orang dengan kondisi luka-luka. Sementara itu, 9 orang terluka sudah diperbolehkan pulang. Kendaraan yang diperkirakan turut hanyut yaitu 5 unit mobil dan 10 sepeda motor.

Hingga Sabtu tengah malam, masyarakat masih memadati lokasi. Selain ingin melihat secara jelas, kehadiran masyarakat karena memang lokasi di sekitar jembatan Tenggarong ini adalah tempat tongkrongan akhir pekan. [gus]

Gempa 4,8 SR Goyang Waingapu

Gempa 4,8 SR Goyang Waingapu

KUPANG–MICOM: Gempa bumi berkekuatan 4,8 SR, Minggu sekitar pukul 06.35 WITA mengguncang Waingapu, Suma Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lokasi gempa berada pada 9,75 Lintang Selatan, 120,12 Bujur Timur, 18 km Barat Daya Waingapu.

Demikian disampaikan Safii, dari Dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kelas I Penfui Kupang, Minggu (27/11).

Gempa tersebut berkedalaman 40 km, dirasakan di Waingapu dengan III MMI, kata Safii. Namun, tambahnya, tidak ada kerusakan akibat gempa tersebut. (Ant/OL-10)

 

Aktivitas Gunung Marapi Menurun

Aktivitas Gunung Marapi Menurun

 

BUKITTINGGI–MICOM: Aktivitas Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatra Barat, menunjukkan penurunan, namun masih dalam status waspada level II. Petugas Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) Pos Pengamatan Gunungapi Merapi, Warseno, di Bukittinggi, mengatakan penurunan aktivitas ditandai dengan berkurangnya letusan terjadi sepanjang Jumat (25/11).

Ia mengatakan, letusan gunung secara kualitas juga mengalami penurunan dibandingkan dengan letusan hari sebelumnya, yakni kurang dari setinggi 100 meter di atas permukaan gunung. “Penurunan aktivitas gunung belum disertai dengan penurunan status kewaspadaannya atau gunung masih tetap waspada level II, sehingga warga tetap diajurkan tidak melakukan pendakian sampai tiga kilometer dari puncak,” katanya.

Ia mengatakan, gunung ini hingga Oktober 2011 telah mengeluarkan letusan sebanyak 330 kali atau rata-rata sehari meletus 11 kali, sadangkan pada November 2011 letusan pada gunung kurang dari 11 kali sehari. Letusan 330 kali selama Oktober 2011 di antaranya hembusan 278 kali, 121 gempa vulkanik dangkal, 11 kali gempa vulkanik dalam, tujuh kali gempa lokal, 57 kali gempa tektonik jauh, dan dua kali gempa tremor.

“Paling banyak gunung alami letusan sehari di bulan November 2011 berkisaran dua hingga tiga kali,” katanya. Ia mengatakan jika dibandingkan dengan letusan pada 3 Agustus 2011,kekuatan letusan yang terjadi sekarang ini hanya berskala kecil atau sedang. Salah satu gunung aktif di Sumbar setinggi 2.891 meter di ataspermukaan laut (mdpl) itu sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah di Sumbar seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang.

Gunung Marapi terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan gunung Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar Sumbar. (Ant/Ol-3)

700 Gempa Guncang El Salvador dalam 24 Jam

700 Gempa Guncang El Salvador dalam 24 Jam

SAN SALVADOR, KOMPAS.com – Lebih dari 700 gempa ringan hingga sedang mengguncang sebuah wilayah di El Salvador timur dalam waktu 24 jam, sehingga merusak puluhan rumah tapi tidak melukai seorang pun. Gempa-gempa singkat itu, yang mulai Kamis (24/11/2011) dan berkisar antara 1,8 hingga 4,6 pada Skala Richter kekuatannya, terjadi di kotapraja El Carmen, sekitar 163 kilometer di timur ibu kota San Salvador, kata badan Teritorial Nasional negara itu.

Jorge Melendez, yang memimpin perlindungan sipil, mengatakan, Jumat (25/11/2011), bahwa 80 rumah telah rusak akibat gempa-gempa itu. Sebuah rumah sakit di daerah itu memperlihatkan keretakan pada dindingnya tapi tidak ada kerusakan bangunannya sejauh ini, katanya. Militer telah dikirim untuk memantau tempat-tempat yang rusak. Sementara pemerintah belum memerintahkan evakuasi, banyak warga di El Carmen memilih untuk tidur di tempat terbuka dan militer telah membagi-bagikan tenda.

El Salvador telah menderita dua gempa yang sangat kuat belakangan ini: gempa berkekuatan 7,6 SR pada Januari 2001 dan lainnya gempa berkekuatan 6,6 SR sebulan kemudian. Kedua gempa itu menewaskan 1.150 orang dan menyebabkan sekitar satu juta orang yang lain tidak memiliki rumah.

Gempa Yogyakarta

alt
Hari Sabtu 27 Mei 2006 pukul 05.55 WIB terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 5,9 SR dengan pusat gempa berada di wilayah Kab. Bantul dengan kedalaman 33 Km. Ribuan nyawa melayang, ratusan ribu rumah penduduk hancur, ratusan sekolah roboh, puluhan Puskesmas/Pustu/RS/sarana pelayanan kesehatan rusak berat. Korban/kerusakan terbanyak ada di Bantul. Kekacauan terjadi, sistem telekomunikasi terganggu, listrik di berbagai tempat padam, banyak tersebar isu tsunami, dan kebetulan hari libur panjang. RS, Puskesmas Perawatan, dan klinik yang buka diserbu korban yang ribuan jumlahnya
 
alt
Pada saat kejadian, respon akut yang dilakukan oleh RS Sarjito sangat membingungkan, karena sebagian besar dokter bedah dan dokter anestesi tidak ditempat dikarenakan ada pertemuan ilmiah di Bandung, Surabaya dan Makasar. Setelah saling berhubungan dan berkoordinasi, mereka memutuskan untuk segera kembali ke yogya agar dapat melakukan pelayanan. Korban semakin lama semakin bertambah di RS Sardjito, sehingga ditunjuk ketua tim dari tim Merapi yang sebelumnya direncanakan. Keadaan semakin kacau karena takut gempa susulan sehingga pasien di ungsikan keluar dengan tenda. Tidak hanya ruangan tetapi jumlah korban dengan jumlah petugas sangat tidak seimbang
 
alt
Sementara itu, gudang farmasi Kab. Bantul yang terkunci dibobol karena puskesmas maupun pos pelayanan kesehatan lain membutuhkan obat. Keadaan gudang sangat berantakan disebabkan oleh beberapa obat berjatuhan dari rak dan obat dalam kemasan botol pecah. Bantuan mulai banyak berdatangan dari berbagai tempat, obat keluar masuk dengan sangat cepat. Masalah muncul karena keterbatasan tenaga serta bantuan yang datang tidak dilengkapi daftar obat yang diserahkan dan sebagian besar tidak mau dicek obatnya. Untuk memenuhi kekurangan tenaga, diminta karyawan dari seksi/subdin lain serta mahasiswa untuk membantu.
alt
Pemda termasuk Dinas Kesehatan Bantul membuka Posko di Rumah Dinas Bupati. DinKes Propinsi DIY melakukan assesment ke sarana pelayanan kesehatan, dan melakukan distribusi makanan balita dan obat-obatan. Dinas Kesehatan Propinsi DIY melakukan koordinasi dengan Dinas PU untuk penyusunan sistem pembuangan sampah dan limbah medis. Pengaturan tim-tim bantuan medis di Kabupaten Bantul terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dengan jumlah staf 10 orang. Kebutuhan obat-obatan dan alat medis mulai disusun. Berbagai komponen dalam masyarakat bergerak. Tim Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) FK-UGM memfasilitasi penyediaan bantuan tenaga medik dari luar dan logistik untuk klinik. Oleh karena itu, dirasakan ada kebutuhan untuk sosok disaster manager dalam sektor kesehatan. Secara informal staf FK UGM meminta DinKes Propinsi untuk membentuk tim emergency di bawah kendali DinKes Propinsi.

PMPK/IKM UGM mulai membantu sistem pencatatan dan informasi dengan memperbantukan seorang staf dan seperangkat komputer. Bagian IKM FK-UGM sebagai komponen masyarakat melakukan kegiatan meliputi 4 hal, yaitu pemetaan, persiapan surveilans, persiapan infrastruktur telekomunikasi, buletin harian, dan fasilitasi pertemuan-pertemuan
 
altalt
Pembentukan tim emergency bencana (Crisis Center) di bawah Dinas Kesehatan Propinsi dengan dukungan WHO yang mencakup berbagai komponen di masyarakat (Brigade 118, perguruan tinggi, Depkes, dll). Kadinkes Bantul berkoordinasi dengan PMPK/IKM untuk berdiskusi tentang kondisi yang dihadapi, kebetulan bertemu dengan Dekan dan para Pembantu Dekan FK UGM yang juga sedang memikirkan apa yang bisa dibantukan ke Bantul. Pada saat itu juga terjadi kontak dengan Dekan FK Unhas Makassar, disepakati PT INKO dengan difasilitasi kedua FK akan membangunkan kembali Puskesmas Piyungan.

FETP UGM bersama WHO dan Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten terlibat dalam rancangan maupun pelaksanaan surveilans sampai dengan analisisnya. Sampai pada hari ke-7 daftar penyakit untuk dilakukan surveilans pascabencana belum disepakati. Data penyakit yang dihimpun merupakan data penyakit seperti biasanya yang dalam kondisi bencana menjadi beban berat karena jumlah penyakitnya yang banyak
.
Tim pengelolaan bencana yang dipimpin oleh Dinas Kesehatan Propinsi DIY mulai berjalan secara efektif, termasuk mengatur berbagai pertemuan sub-group. Pada masa ini mulai terjadi proses perpindahan dari fase emergency ke fase recovery. Berbagai peralatan telekomunikasi mulai dipindahkan dari RS Sardjito ke Dinas Kesehatan Propinsi. Pemerintah (Dinas Kesehatan) semakin berperan sebagai koordinator kelompok masyarakat dan dunia usaha dalam menangani bencana. Ada berbagai sub-kelompok manajemen bencana antara lain: Pertemuan Teknis Imunisasi Akibat Bencana, Surveillance Penyakit, Rujukan Rumahsakit dan Puskesmas, Logistik, Kesehatan Jiwa Akibat Bencana, Pusat Data & Informasi Bencana
 
alt
Tim manajemen bencana yang berada di bawah Dinas Kesehatan Propinsi diperkuat infrastrukturnya. Proses koordinasi sektor kesehatan termasuk orang asing oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul semakin membaik. Tim FK UGM melakukan koordinasi dengan kepala Dinas Kesehatan Bantul dan Wakil Bupati Bantul mengumpulkan seluruh kepala Puskesmas wilayah Bantul untuk segera membuka puskesmas dan kembali melakukan pelayanan. Dinkes Bantul memutuskan paling lambat H+7 Puskesmas sebagai pembina wilayah harus sudah berfungsi dalam mengendalikan para Tim Medis relawan di lapangan. Tidak hanya puskesmas, tetapi sekolah juga telah dibuka pada minggu kedua, dan saat itu ada ujian akhir nasional sehingga mereka melakukan Ujian di tenda karena sekolahnya tidak dapat digunakan.
 
altalt..

Dari bencana Gempa Bumi Bantul membuat pihak FK UGM merasa perlu adanya suatu sistem dalam penanggulangan Bencana khususnya Manajemen Bencana. Oleh karena itu, Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) FK UGM kemudian membuka Divisi Manajemen Bencana pada tahun 2008 karena dirasakan begitu pentingnya adanya Divisi yang menangani bidang manajemen bencana. Lesson Learned dari kejadian gempa Yogyakarta ini menghasilkan pelatihan melalui table top yang disebut dengan Regional Disaster Plan. Melalui Operational Research maka FK UGM menjadi tempat pembelajaran dalam manajemen bencana.

Jakarta di ancam Banjir, Pemkot Jamin Gratis Pengobatan

Jakarta, detik.com – Ancaman hujan dan banjir mengintai Jakarta di musim penghujan ini. Untuk mengantisipasi korban banjir yang kemungkinan akan menyeruak, Pemprov DKI Jakarta menjamin para korban banjir tersebut diberi pengobatan gratis di berbagai rumah sakit pemerintah daerah.

“Seluruh biaya pengobatan bagi para korban genangan akan digratiskan di seluruh RSUD. Kita juga telah menyiagakan seluruh puskesmas di DKI untuk dapat melayani masyarakat sebagai pertolongan pertama,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakata Dien Emmawati kepada wartawan, Kamis (24/11/2011).

Continue reading

Gempa 5,0 Skala Richter Mengguncang Sorong

Jakarta (ANTARA News) – Gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) mengguncang Sorong, Papua Barat, Kamis, pukul 21.51 WIB atau 23.51 WIT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dalam websitenya, menyebutkan bahwa pusat gempa berjarak 94 kilometer timur laut Sorong, Papua Barat.

Pusat gempa itu berada pada kedalaman 10 kilometer dan berlokasi di 0,14 lintang selatan dan 131,74 bujur timur ini tidak berpotensi tsunami.