Gempa 6.2 SR Goyang Tokyo

TOKYO – Jepang kembali diguncang gempa yang cukup kuat. Kali ini dua gempa yang berkekuatan 6,1 skala richter (SR) dan 6,0 SR melanda Negeri Matahari Terbit.

Gempa pertama melanda pada Kamis sore waktu setempat di Pulau Hokkaido. Gempa berkekuatan 6,1 SR ini mengguncang sebelah timur laut Tokyo dengan pusat kedalaman gempa mencapai 30 kilometer di bawah air. Demikian dilansir Associated Press, Kamis (24/11/2011).

Continue reading

Gempa guncang barat laut Genyem Jayapura

Gempa guncang barat laut Genyem Jayapura


Jayapura (ANTARA News) – Gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter mengguncang barat laut Genyem, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat 25 November 2011, pukul 06.18 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jayapura menyebutkan bahwa pusat gempa berjarak 34 kilometer arah barat laut Genyem, Kabupaten Jayapura, Papua. Pusat gempa itu di kedalaman 10 kilometer dan berlokasi 2.29 lintang selatan dan 140.12 bujur timur. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dari instansi berwenang tentang kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
(ANT-185)

Liputan Penanggulangan Gempa Padang

Pada hari Rabu, tanggal 30 September 2009 Padang diguncang gempa yang berkekuatan 7,6 SR dan menyebabkan banyaknya korban jiwa, korban luka serta kerusakan bangunan. Selain itu juga pada kabupaten Padang Pariaman terdapat 3 desa yang hilang akibat longsor, semuanya itu  mengakibatkan kerugian material.

Propinsi Sumatera Barat adalah merupakan salah satu daerah rawan bencana. Bencana  ini sangat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Propinsi  Sumatera Barat  terutama pada kota Padang, kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Dampak yang paling kelihatan adalah masyarakat yang kehilangan rumahnya sehingga mereka harus mendirikan tenda didepan rumah mereka masing-masing, baik itu tenda yang memang layak pakai juga tenda darurat dan sekedar plastik yang ada disekitar rumahnya. Keadaan ini sangat memprihatinkan terutama situasi masyarakat paska bencana. Penyakit-penyakit seperti diare, demam, alergi, tetanus dapat terjadi pada paska bencana bila tidak segera dilakukan penanganan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat.

Profil Dinas Kabupaten Padang Pariaman

  1. Luas Wilayahnya     : 1328,79 km2
  2. Jumlah Penduduk    : 370.489
  3. Jumlah Kecamatan  : 17
  4. umlah Puskesmas   : 24
  5. Jumlah Pustu          : 62

Korban Gempa adalah :

  1. Korban meninggal   :  335
  2. Luka berat               :  519
  3. Luka ringan             :  631
  4. Hilang                      :  285
  5. Pengungsi               :  0

alt

Pada kejadian ini, FK UGM-RS Sardjito mengambil peran dalam bentuk mengirimkan tim ke Padang.

alt

Tim yang dikirim dalam upaya membantu melakukan assessment dan penanganan pasien-pasien paska bencana. Tim UGM membantu RSUD Pariaman di bangsal, kamar operasi dan management support serta membantu berkoordinasi dengan pihak RS dan beberapa relawan untuk mengatur penempatan relawan di RS. Terbentuk struktur organisasi tim Penanggulangan Bencana di RSUD Pariaman. Sampai hari ketujuh RSUD dibantu oleh beberapa relawan yang kurang lebih jumlahnya 22 tim secara bergantian, dengan spesifikasi tim medis yaitu: dokter bedah, orthopedik, anestetik juga dokter umum dan perawat bangsal, OK dan anestesi. Tim RSUD ini kemudian membantu Dinas Kabupaten Padang Pariaman dalam koordinasi awal sehingga terbentuk tim Penanggulangan Bencana di Dinas Kabupaten Padang Pariaman. Peran tim UGM membantu management support di Dinas sebagai Laisson Officer.

alt

Selama sekitar 10 hari tim UGM membantu Dinkeskab dalam pengaturan relawan, relawan yang dating pada saat itu berjumlah kurang lebih 64 tim.

Selain itu, dilakukan pertemuan antara Dinkeskab dengan seluruh relawan yang ada di wilayah Kabupaten Padang Pariaman melalui Cluster Health Meeting I  pada tgl 12 Oktober 2009, dalam pertemuan disampaikan guideline relawan dan cara laporan secara sms melalui HP serta memberikan matriks pelaporan mengenai penyakit yang dikawatirkan terjadi KLB. Hari terakhir tim UGM di Dinkeskab, bersama-sama pihak Dinas membuat rencana kerja  yang akan dilakukan untuk kedepannya.

Dari keseluruhan kegiatan yang dilakukan tampak bahwa bukan hanya klinisi saja yang dibutuhkan tetapi juga manajemen. Ada 2 hal yang penting dilakukan pada saat paska bencana yaitu medical support dan management support. Yang sering terjadi selama ini adalah semua orang hanya berpikir menangani korban di Rumah Sakit atau di daerah, tetapi pengalaman di Padang sangat membuka mata kita bahwa ternyata management support sangat dibutuhkan.

Pada saat pihak Dinas tidak mampu melakukan sesuatu karena juga menjadi korban, padahal saat itu juga banyak relawan yang datang dengan membawa bermacam-macam spesifikasi. Disini sangat dibutuhkan tim yang dapat mendukung Dinas agar tidak terjadi tumpang tindih penempatan relawan dan rencana kerja serta tugas-tugas yang seharusnya dilakukan Dinas. Dan yang tidak kalah penting adalah agar pihak Perguruan Tinggi setempat dapat terlibat dalam membantu pihak Dinas, jika tidak awal paska bencana tetapi dapat bergantian dengan tim yang datang dari luar daerah yang sudah terlebih dahulu membantu.

Pengalaman yang ada dan sudah dilakukan selama ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, agar dimasa mendatang penanggulangan bencana yang kita harapkan dapat terlaksana dengan baik dan terpadu. Ini menjadi tugas kita semua agar tercapai koordinasi yang lebih baik.

Gempa dan Tsunami Pangandaran

alt

Pada tanggal 17 juli 2006 telah terjadi gempa di sebelah selatan pantai Pangandaran. Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi dan Geofisika atau PGN BMG menyatakan gempa bumi yang terjadi di kawasan pantai Pangandaran tersebut terjadi pada pukul 15.19 berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR), dengan pusat gempa tektonik pada kedalaman kurang dari 30 km di titik 9,4 Lintang Selatan, dan 107,2 Bujur Timur. Pusat gempa tepatnya berada di sebelah selatan Pameungpeuk dengan jarak sekitar 150 km, dan merupakan zona pertemuan dua lempeng benua Indo-Australia dan Eurasia pada kedalaman kurang dari 30 km.

Gempa bumi tersebut juga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang menerjang pantai selatan Jawa Barat seperti Cilauteureun, Kab. Garut, Cipatujah, Kab. Tasikmalaya, Pangandaran, Kab. Ciamis, pantai selatan Cianjur dan Sukabumi. Bahkan, gelombang tsunami juga menerjang Pantai Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah, serta pantai selatan Kab. Bantul, Yogyakarta.  Gempa yang diiringi tsunami ini telah menelan korban jiwa hingga mencapai ratusan orang dan ratusan lainnya mengalami cedera, dan puluhan jiwa dinyatakan hilang.  Ratusan rumah mulai dari sepanjang pantai Krapyak, Kalipucang, Parigi, Cipatujah, Kab. Tasikmalaya, hancur. Demikian pula, hotel-hotel di sepanjang objek wisata pantai barat Pangandaran.

Tim FK UGM dan RS Sardjito berangkat membantu penanggulangan bencana di daerah pangandaran guna melakukan pelayanan kesehatan. Tim ini dibawah pimpinan dr.Hendro Wartatmo yang sudah tidak asing lagi dalam hal bencana. Setelah ikut dalam bencana Aceh dan Bantul Yogyakarta, kini tim membantu daerah pangandaran. Tim ini bertugas membantu selama masa tanggap darurat, dan membuka pos kesehatan di rumah kepala puskesmas. Tim melakukan pengobatan masal di pos kesehatan, langsung ke masyarakat  dengan mengunjungi rumah dan daerah setempat serta di tenda pengungsian. Sebelumnya tim melakukan assessment cepat ke masyarakat setempat di depan kantor kepala desa saat masyarakat banyak berkumpul. Dengan begitu memudahkan tim dalam melakukan pengobatan langsung ke masyarakat yang masih menempati tempat tinggalnya.

alt

Keberangkatan tim ke pangandaran membawa logistik medik dan non medik  seperti obat-obatan, alat–alat medis, infus set dan lain-lain. Tim membantu puskesmas dari mulai inventarisasi obat-obatan sampai melakukan pencatatan medical record. Walaupun puskesmas saat itu tidak dapat digunakan, tapi tidak memupus semangat tim dalam melakukan bantuan bahkan mencatat rekam medis dilantai dan bermejakan bantalan kursi di rumah kepala Puskesmas.

Akibat dari sapuan laut yang merusak daerah tersebut maka Tim juga bekerja sama dengan pihak ABRI dari mulai pembersihan lingkungan sekitar. Semua dilakukan bersama-sama dengan ABRI dan juga masyarakat setempat guna melaksanakan upaya sanitasi lingkungan. Bahkan tim juga membantu dalam pengangkatan dan pengumpulan jenazah. Tim hanya membantu sebatas fase respon dan tidak sampai ke masa recovery karena masih ada tim lainnya yang datang membantu ke daerah tersebut.

{gallery}pangandaran{/gallery}

Warga Lebak Diminta Waspadai Longsor dan Banjir

Warga Lebak Diminta Waspadai Longsor dan Banjir

LEBAK–MICOM: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang mengingatkan warga Kabupaten Lebak mewaspadai bencana banjir dan longsor sehubungan memasuki musim hujan pada November-Desember 2011. “Kami mengimbau warga yang tinggal di daerah aliran sungai maupun tebing waspada banjir dan longsor. Sebab wilayah Lebak masuk kategori daerah rawan bencana alam,” kata Koordinator Unit Analisa BMKG Serang Hadiyanti, Rabu (23/11). Ia mengatakan, selama ini diprakirakan curah hujan meningkat dan peluang hujan pagi atau malam hari. Peluang hujan dipastikan terus menerus sehingga berpotensi terjadi banjir dan longsor di sejumlah daerah di Kabupaten Lebak. Selama ini, masyarakat masih ada yang tinggal di daerah bantaran aliran sungai maupun perbukitan. “Kami minta warga mengungsi ke tempat lain jika hujan terus menerus khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir,” katanya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Muklis mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat mengantisipasi banjir dan longsor menghadapi musim hujan. Peringatan imbauan ini, kata dia, untuk mencegah korban jiwa. Saat ini, kata dia, jumlah desa di Kabupaten Lebak yang masuk kategori rawan banjir tahunan dan longsor tercatat 42 desa di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.” Kami berharap masyarakat selalu siaga pada musim hujan nanti agar tidak menjadi korban banjir dan longsor,” ujarnya. (Ant/OL-04)

  

Gempa 5,1 SR Guncang Yogya

Gempa 5,1 SR Guncang Yogya

Jakarta  – Gempa kembali mengguncang kawasan Bantul, Daerah Istimewa Yogykarta (DIY). Kali ini, kekuatan gempa mencapai 5,2 skala richter (SR).

“Gempa 5,1 SR pukul 10.55 WIB,” begitu pengumuman yang tertulis dalam akun twitter BMKG, Kamis (24/11/2011).

Menurut BMKG, pusat gempa berada di 144 km barat daya Bantul. Kedalaman gempa 10 km.

Belum ada laporan bagaimana imbas gempa ini terhadap warga Bantul. Belum ada juga laporan kerusakan akibat guncangan ini.

Gempa 6,2 SR Guncang Bolivia

Gempa 6,2 SR Guncang Bolivia

LIMA–MICOM: Gempa dengan kekuatan 6,2 pada skala Richter mengguncang Bolivia pada Selasa (22/11) waktu setempat. Gempa juga terasa di bagian selatan Peru, demikian keterangan Geophysics Institute of Peru (IGP).

Pusat gempa tersebut, yang berada pada kedalaman 553,30 kilometer, mulanya ditetapkan berada di 15,3448 derajat Lintang Selatan dan 65.1099 derajat Bujur Barat.

Pusat gempa itu –yang berada di wilayah Beni di Bolivia– berjarak 350 kilometer dari ibu kota Bolivia, La Paz, di barat dan 325 kilometer dari Santa Cruz di timur.

Gempa tersebut, yang dilaporkan terjadi pukul 13:48 waktu setempat, Selasa (Rabu, 01:48 WIB) di Peru, menimbulkan ketakutan di wilayah pantai selatan Peru, Arequipa dan Tacna. Kedua wilayah itu berada sekitar 600 kilometer di sebelah selatan Beni di Bolivia.

Peru berada di “Pacific Ring of Fire”, tempat 85 persen gempa di dunia terjadi setiap tahun. Gempa terakhir yang mengguncang Peru memiliki kekuatan 8,1 SR dan memporak-porandakan wilayah Canete, Chincha, Pisco serta Ica di bagian tengah negeri itu. Gempa tersebut juga merenggut 596 jiwa dan merusak lebih dari 70.000 rumah. (Ant/wt/X-12)

 

Kepulan Asap Putih Gunung Anak Krakatau Menjadi Tontonan

Anyer (ANTARA News) – Asap putih dari Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda menjadi tontonan wisatawan yang berkunjung di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

“Asap yang keluar dari GAK berwarna putih,” kata Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton Tripambudi, Selasa.

Continue reading

Bolivia Diguncang Gempa 6,2 SR

REPUBLIKA.CO.ID, -Gempa dengan kekuatan 6,2 pada skala Richter yang mengguncang Bolivia pada Selasa (22/11) juga terasa di bagian selatan Peru, demikian keterangan Geophysics Institute of Peru (IGP).

Pusat gempa tersebut, yang berada pada kedalaman 553,30 kilometer, mulanya ditetapkan berada di 15,3448 derajat Lintang Selatan dan 65.1099 derajat Bujur Barat.

Continue reading