Mentawai 2 Kali Diguncang Gempa

Padang (ANTARA News) – Gempa bumi dua kali mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Selasa malam.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatolgi dan Geofisika (BMKG) gempa berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR) terjadi pada Selasa (22/11) pukul 23.45 WIB, posisi 40 Km BaratDaya Sipora Mentawai, berlokasi 2.32 Lintang Selatan, 99.31 Bujur Timur dengan kedalaman 16 Km. Gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Continue reading

Cuaca Ektreem Masih Menghantui Kota Padang

PADANG–MICOM –  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teluk Bayur, Kota Padang memprediksi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Sumatra Barat hingga akhir 2011.

Analis Cuaca BMKG Teluk Bayur, Kota Padang Amarizal di Padang, Selasa (22/11), memaparkan cuaca ekstrem tersebut berupa perubahan cuaca cerah menjadi hujan lebat atau sebaliknya yang terjadi dalam waktu yang cukup singkat.

Continue reading

Banjir Lahan Dingin Ancam Stok Air Bersih DIY

VIVAnews.com – Bahaya sekunder erupsi Merapi yaitu banjir lahar dingin kini mengintai warga yang berada di bantaran sungai yang berhulu di Merapi saat musim hujan berlangsung. Bahaya dan kerugian juga menanti bagi sekitar 5.000 pelanggan air bersih yang ada di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ancaman untuk pelanggan PDAM ini karena sumber air dari Sungai Progo dan Sungai Opak dipenuhi material sisa erupsi. Kedua sungai tersebut di saat musim hujan mendapatkan limpahan material merapi berupa pasir dan lumpur akibatnya instalasi untuk pengambilan air yang mengalami kerusakan.

Continue reading

5 Desa di Kalbar Terendam Banjir

Hampir di seluruh wilayah Indonesia mengalami cuaca ekstrem. Sejumlah bencana alam akibat kondisi cuaca yang tidak menentu ini pun  juga terjadi. Sejumlah desa di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak, Kalimantan Barat terendam banjir akibat curah hujan cukup tinggi dan luapan air sungai di daerah tersebut.

Hingga Selasa 22 November 2011, di Pasar Darit air masih menggenangi bangunan rumah dan ruko milik sejumlah warga. Sehingga,  aktivitas di Pasar Darit pun lumpuh total.  Jalan arah menuju kabupaten lain pun (Kabupaten Bengkayang) masih lumpuh karena kendaraan roda dua maupun empat belum berani melintasi air yang menggenangi badan jalan raya tersebut.

Menurut Kepala Desa Darit, Akran, hujan deras di Kecamatan Menyuke sejak  18 November menyebabkan air sungai Menyuke meluap permukaan. Bencana banjir ini, lanjut Akran, tidak menelan korban jiwa. Namun, sejumlah warga mengungsikan barang-barang isi rumah ke dataran yang lebih tinggi.

“Di daerah kami (desa darit) ada lima dusun  terendam banjir, yakni Dusun Benteng, Pemantas, Sri Lima, Teluk Batu, dan Begantung.  Sedikitnya dua sekolah dasar pun di dusun Sri Lima terpaksa kami liburkan,” kata Akran.

Sementara itu, Camat Menyuke F Yonas menyatakan, sedikitnya ada lima desa  yang terendam banjir di wilayah Kecamatan  Menyuke meliputi Desa Darit, Ansang, Songgah, Anik, Bagak, dan Mamek. Ketinggian air itu mencapai 1 hingga 2 meter.

“Banjir yang paling terparah yaitu pasar Darit, Desa Ansang dan Songgah. Lalu, jalan menuju ke Kabupaten lainnya (kabupaten Bengkayang) sudah dua hari arus transportasi macet total. Karena bus dan kendaraan lainnya tidak bisa melintas, diakibatkan air masih menggenang” ujar Yonas.

Yonas menjelaskan, akibat banjir itu lapangan sepak bola di dusun Sri Lima terendam banjir. Maka, sejumlah turnamen sepak bola Bupati Landak Cup yang sudah berlangsung tiga pekan lalu, dihentikan sementara. Pasalnya, kondisi lapangan sepak bola tidak memungkinan untuk pertandingan.

16 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung

TRIBUNJATENG.COM GUNUNGKIDUL,- Hujan deras disertai angin ribut membuat beberapa rumah di wilayah Semin dihantam angin puting beliung. Sebanyak 16 rumah di tiga wilayah kecamatan Semin, harus menjadi korban, Minggu (20/11/2011) sore.

Kejadian yang terjadi Minggu (20/11) sore ini, membuat panik puluhan warga. Menurut informasi yang dihimpun Tribun Jogja, tiga wilayah di kecamatan Semin, masing masing desa Semin, Kemejing, dan Kalitekuk, merupakan wilayah yang dihantam angin ribut. Camat Semin, Agus Kamtono, yang dikonfirmasi mengenai kejadian ini, menyatakan bahwa sebanyak delapan rumah tembok di dusun Tegalsari, desa Semin, atapnya rusak karena gentingnya terbawa angin.

Continue reading

Gletser di Himalaya Mencair Akibat Pemanasan Global

Paris (ANTARA News) – Suhu yang meningkat tajam karena dipicu pemanasan global dikhawatirkan membuat gletser di Himalaya China mencair. Ini akan mengancam habitat, pariwisata dan pembangunan ekonomi, demikian hasil satu studi yang disiarkan Selasa seperti dikutip AFP.

Dari sebanyak 111 stasiun cuaca yang tersebar di seluruh China barat daya, 77 persen memperlihatkan meningkatnya suku secara mencolok antara 1961 dan 2008, demikian hasil studi yang disiarkan di jurnal Inggris, Environmental Research Letters.

Continue reading

Kegempan Gunung Anak Krakatau Terus Menurun

Metrotvnews.com, Kalianda: Intensitas kegempaan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tercatat sekitar 1.040 kali dalam sehari. “Intensitas kegempaan sekali dalam satu menit dan terkadang hanya satu kali dalam dua menit,” kata petugas pemantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, di pos pemantau Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Ahad (20/11).

Menurut Andi, kegempaan gunung terus menurun dari 1.690 kali, kemudian 1.365 kali, dan hari ini 1.040 kali. “Kemungkin terus mereda hingga beberapa hari ke depan,” Andi memperkirakan.
Continue reading

Kegempaan Gunung Lokon Belum Stabil

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO – Frekwensi kegempaan Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara, belum stabil meski letusan sudah tidak terjadi lagi.

“Memang kegempaannya belum stabil karena masih berfluktuatif. Hari ini bisa saja hanya tiga hingga lima gempa vulkanik, keesokan harinya muncul sampai belasan atau bahkan puluhan kali gempa vulkanik,” jelas Staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Warno, di Manado, Ahad 20/11).

Continue reading

Korban Jiwa Banjir Thailand Mencapai 602 Jiwa

Okezone.com – Korban bencana banjir di Thailand dikabarkan terus bertambah. Saat ini korban tewas akibat banjir terparah dari 50 tahun terakhir di Thailand tersebut, dilaporkan telah mencapai 602 jiwa.

Pemerintah Thailand memastikan bahwa sebagian besar dari 602 korban tewas ini, adalah warga yang tenggelam dalam banjir yang melanda sejak Juli lalu. Sementara kondisi wilayah yang terkena banjir saat ini dikabarkan terus menunjukan kemajuan positif. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (21/11/2011).
Continue reading