Gempa 5,3 Skala Richter Guncang Tual

Gempa 5,3 Skala Richter Guncang Tual

AMBON–MICOM: Gempa tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter mengguncang Kota Tual dan kabupaten Maluku Tenggara pada Senin (14/11) pagi, sekitar pukul 08.14 WIT atau 06.14 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon Benny Sipolo, Senin (14/11), mengatakan pusat gempa di 5.84 Lintang Selatan – 130.96 Bujur Timur.

Gempa yang mengagetkan warga di dua daerah itu berada di 199 KM arah Barat Daya kota Tual. Gempa terjadi pada kedalaman 140 km di bawah laut.

Benny memastikan gempa tersebut tidakĀ  menimbulkan gelombang pasang atau tsunami.

Ketua DPRD kota Tual Rudolf Marthen Waremra mengakui gempa tersebut mengakibatkan warga di sana kaget dan berlarian keluar rumah, terutama di bangunan bertingkat.

Mereka khawatir terjadi gempa susulan maupun kemungkinan terjadi bangunan runtuh atau retak.

Gempa yang terjadi saat para PNS, swasta dan TNI maupun Polri bergegas hendak ke kantor itu mengakibatkan warga berlarian ke daerah ketinggian.

“Tidak ada gempa susulan, maka aktivitas kembali normal sebagaimana biasa,” tandas Waremra.

Benny mengatakan, Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar yakni Pasifik, Indo-Australia dan Eurasia.

“Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia, bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan,” katanya.

Daerah-daerah rawan gempa di Maluku di antaranya wilayah-wilayah bagian tenggara, Pulau Ambon, Seram dan Buru. Sedangkan pusat patahan di antaranya berada di Laut Ambon dan Seram Bagian Barat (SBB). (Ant/OL-12)

Korban Gempa Kedua Turki terus Bertambah

detik.com – Korban jiwa terus bertambah akibat gempa yang kembali mengguncang Turki pada Rabu, 9 November lalu. Sementara sekitar 100 orang masih tertimpa reruntuhan bangunan menyusul gempa berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) yang menggoyang wilayah Turki timur.

Menurut paramedis Turki, seperti diberitakan Reuters, Kamis (10/11/2011), sejauh ini 7 orang dilaporkan tewas. Sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan dari puing-puing gedung namun sekitar 100 orang lainnya belum ditemukan. Mereka diyakini tertimpa reruntuhan gedung.

Continue reading

Gempa kembali Landa Turki Timur, 7 Orang Tewas

BELUM selesai duka akibat gempa 7,2 pada skala Richter (SR) yang menewaskan 600 orang tiga pekan lalu, rakyat Turki kembali dikejutkan gempa di bagian timur negara mereka. Kali ini gempa berkekuatan 5,7 SR mengguncang Distrik Edremit, sekitar 16 km di selatan Kota Van.

Wakil Perdana Menteri Turki Bersi Atalay menerangkan, gempa telah meruntuhkan 25 bangunan. Namun, ujar Atalay, hanya tiga bangunan runtuh yang di dalamnya terdapat banyak orang. “Dua hotel dan satu blok rumah runtuh,” kata Atalay saat meninjau Bayram Hotel, salah satu hotel yang rubuh.

Continue reading

Gempa 5,5 SR Juga Guncang Turki

Ankara, Seruu.com  – Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter (SR) mengguncang Turki Timur, tepatnya di Desa Kaustuk, Kota Adilcevaz, Provinsi Bitlis, Rabu pagi, sekitar pukul 00:05 waktu setempat atau 05.05 WIB. Sejauh ini tak ada laporan korban jiwa. Pusat gempa berada pada kedalaman 9,40 kilometer. Semula gempa tersebut ditetapkan berada pada 38,7143 Lintang Utara dan 43,1330 Bujur Timur.

Mungkinkah Merapi Meletus dalam Waktu Dekat?

VIVAnews.com – Baru setahun pasca erupsi akhir 2010 lalu, kini kantung magma Gunung Merapi sudah kembali terisi. Proses terisinya kembali kantung magma sangat cepat, lebih cepat dibandingkan pengisian magma sejumlah gunung api di Jepang.

Yang menjadi tanda tanya besar, akankah Merapi bakal kembali meletus?

Continue reading

173 KK Kehilangan Tempat Tinggal diterjang Lahar Dingin

Banjir lahar dingin telah menerjang Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Sebanyak 173 kepala keluarga yang tinggal di sepanjang aliran Kali Putih kehilangan harta benda karena tertimbun material merapi.

Sejatinya, Kali Putih lama telah dimatikan dan dibelokkan ke arah lain. Namun demikian saat banjir lahar dingin berlangsung, aliran material Merapi justru melewati aliran Kali Putih ini sehingga banjir lahar dingin menerjang rumah warga. Lahar dingin dari Kali Putih juga sempat memutus akses jalan Yogyakarta-Semarang.

Continue reading

Kota Yogya Bersiaga Hadapi Bencana Lahar Dingin

KLATEN–MICOM: Sebanyak 485 personel dari berbagai instansi siaga apabila terjadi bencana di Kota Yogyakarta. Kesiapsiagaan tersebut ditampilkan dalam gelar apel siaga bencana di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (8/11).  Kota Yogyakarta memasuki musim hujan ini berpotensi mendapat limpahan banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Merapi 2010 yang lalu. Dari sungai-sungai yang ada, Sungai Code menjadi sungai yang rawan terjadi banjir lahar dingin.

“Apel siaga ini bukan berarti Kota Yogyakarta siaga 1,” terang Wakil Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Selasa (8/11).

Apel ini hanya mengonsolidasi dan mengordinasi kekuatan yang ada bersama pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat.

Continue reading

Gunung Lokon Muntahkan Debu Vulkanis

Manado (ANTARA News) – Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara kembali muntahkan debu vulkanis setinggi 400 meter, Senin.

“Letusan tersebut terjadi pukul 15.07 WITA. Letusannya kami kategorikan kecil,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Manado.

Ia mengatakan, letusan yang terjadi sore itu rentetan letusan yang terjadi sebelumnya sejak subuh.

Continue reading

Ende dilanda Gempa 5,0 SR

Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter melanda Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa (8/11) pagi ini. Gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa terjadi pada pukul 09:41 WIB. Lokasi gempa tercatat di 126 kilometer sebelah Tenggara Ende, NTT pada kedalaman 10 km.

Namun sejauh ini belum ada informasi kerusakan materi maupun jatuhnya korban akibat gempa.

Banjir Thailand Merendam 1,2 juta Rumah

Bangkok (ANTARA News) – Bencana banjir terburuk di Thailand dalam 50 tahun terakhir telah menelan korban tewas sebanyak 506 jiwa, kata pernyataan resmi Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi Thailand, Ahad.

Seperti yang dilaporkan kantor berita Xinhua, banjir yang terjadi sejak akhir Juli itu telah melanda lebih dari sembilan juta orang di 64 propinsi, atau lebih dari empat-perlima dari wilayah negara tersebut. Selain itu, banjir telah menerjang puluhan ribu industri, sehingga lebih dari 600.000 orang terancam kehilangan pekerjaan mereka.

Xinhua juga melaporkan, meskipun banjir sudah mulai surut di beberapa provinsi bagian hulu, namun masih melanda di 25 provinsi di wilayah bagian timur laut dan pusat, termasuk ibu kota Bangkok. Banjir diperkirakan telah merendam 1,2 juta rumah atau 3,2 juta orang.