Gempa 5,6 SR mengguncang kota Ambon

Ambon – Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,6 skala Richter mengguncang kota Ambon ibu kota provinsi Maluku, Sabtu sekitar pukul 06.50 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon Benny Sipolo di Ambon mengatakan, gempa tersebut terletak pada lokasi 2,91 lintang selatan atau 129,67 bujur timur, 185 Km timur laut Ambon, dengan kedalaman 25 Km.

Continue reading

Solok-Sumbar, 1.150 rumah Terendam Banjir

Arosuka – Sekitar 1.150 rumah penduduk di dua kecamatan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terendam banjir bandang akibat meluapnya Sungai Batang Lembang, Kamis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Abdul Manan, di Arosuka, Kamis, mengatakan banjir bandang yang melanda Kecamatan Bukit Sundi dan Kubung disebabkan oleh hujan yang mengguyur daerah itu sejak sepekan terakhir.

Continue reading

Banjir Lahar Dingin Mengancam dari Sungai Winongo

Sungai Winongo, yang mengalir dari Kabupaten Sleman dan membelah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, tak luput dari ancaman banjir lahar dingin saat datangnya musim hujan. Namun karena tidak berhulu di lereng Merapi, kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir lahar dingin tidak mendapat dana bantuan dana dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB).

“Saya telah mengajukan dana untuk perbaikan sungai, namun pengajuan itu ditolak oleh BNPB karena sungai Winongo tidak berhulu di Merapi. Tapi faktanya saat hujan musim lalu juga rusak akibat material erupsi merapi,” ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air Pemkab Bantul DIY, Yulianta, Kamis, 27 Oktober 2011.

Continue reading

Banjir Bangkok, Banjir Terparah Sepanjang 50 Tahun Terakhir

Seluruh aktivitas di Bangkok, Thailand, terpaksa diliburkan selama lima hari saat volume banjir perlahan namun pasti meningkat dari waktu ke waktu. Ratusan ribu penduduk kota diperintahkan mengungsi, membuat beberapa stasiun transportasi penuh sesak.

Bangkok adalah satu kota di 26 provinsi Thailand yang menderita akibat banjir besar terparah dalam 50 tahun terakhir. Dua per tiga wilayah di Thailand dilaporkan lumpuh. Banjir di beberapa tempat mencapai tinggi orang dewasa, di tempat lainnya banjir mencapai satu meter, dan tidak juga surut hingga berhari-hari.

Continue reading

Korban Gempa di Turki mencapai 523 orang dan 1.650 terluka

Hujan dan salju membuat sulit proses pertolongan terhadap para korban gempa yang masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan di wilayah timur Turki. Korban tewas akibat gempa bermagnitud 7,2 itu kini mencapai 523 orang.

Pusat manajemen krisis dan darurat kantor perdana menteri mengungkapkan, Kamis (27/10/2011), sebanyak 1.650 orang terluka dan 185 orang dikeluarkan dari reruntuhan dalam keadaan hidup.

Continue reading

3 Patahan Gempa Aktif yang Kurang Diperhatikan

Tiga patahan gempa aktif yang ada di Jawa Barat sejauh ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah maupun oleh para ilmuwan.

Tiga patahan gempa tersebut adalah patahan Lembang yang bertemu dengan Cimandiri di Cisarua, Lembang, Jawa Barat. Sedangkan patahan Cimandiri membentang hingga Baribis yang menyambung hingga Cilacap.

“Selama ini perhatian pemerintah biasa saja. Sesar Lembang tak bisa diabaikan, jelas harus diteliti. Kita enggak tahu kan gempa bisa kapan saja terjadi,” kata pakar kebumian (geologi) Awang Harun, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/10/2011).

Continue reading

Hari Pertama IDEC 2011

alt

IDEC2011 : Hari Ke II || Hari Ke III ||  Hari Ke IV

Kamis, 27 Oktober 2011 

Acara Pembukaan

Kegiatan IDEC 2011 yang diselenggarakan dari tanggal 27 – 30 Oktober 2011, bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta. Dalam pembukaan ini, disampaikan beberapa kata sambutan. Sambutan pertama dari Presiden Direktur PT Kerabat Dyan Utama (Radyatama), Ernst K. Remboen., selaku Event Organizer. Sambutan kedua oleh Dr. Syamsul Maarif, M.Si, selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam pidato pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan insan peduli bencana di Indonesia, paradigma Pengurangan Risiko Bencana (PRB) menjadi sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana. Ini merupakan media dan sarana yang tepat untuk memberikan peran secara langsung dalam memberikan edukasi terkait pengurangan risiko dan penanggulangan bencana. Beliau berharap melalui kegiatan ini dapat tercipta perubahan sikap dari masyarakat dalam membangun kesadaran khususnya bagi mereka yang berada diwilayah rawan bencana dan menyelamatkan kehidupan. Selain itu, beliau juga berharap penyelenggaraan kegiatan ini bisa berlangsung secara terus menerus dan dapat memberikan wawasan serta pengalaman yang baru dalam penanggulangan bencana.

alt

Sambutan ketiga sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Indonesia Disaster Preparedness, Response, Recovery, Expo dan Conference (IDEC) 2011 oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), H.R. Agung Laksono. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini terlaksana, salah satunya adalah karena adanya penghargaan kepada Presiden RI dari PBB atas kesungguhan Indonesia terhadap pentingnya pemahaman dan penyiapan dalam penanggulangan bencana. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi gambaran kepada Negara luar mengenai  persiapan dan pencegahan terhadap bencana.

alt

Dengan pemukulan Gong oleh Menkokesra yang didampingi oleh Kepala BNPB dan Presiden Direktur Radyatama, maka acara secara resmi dibuka. Setelah acara pembukaan, Menkokesra berkunjung ke Stand dari tiap peserta Expo IDEC 2011, salah satunya adalah Stand Kementerian Kesehatan. Tim PMPK FK UGM bergabung dengan Stand Kementerian Kesehatan karena adanya Kerjasama dalam beberapa Kegiatan, Khususnya Hospital Disaster Plan (HDP). Rangkaian acara terus berlanjut, pada hari pertama ini juga dilaksanakan Workshop secara Paralel di beberapa ruangan. Salah satunya yang diikuti adalah di Ruang Lawu 1 Hall A, mengenai Disaster Management and Climate Change.

Setelah pembukaan pada Pukul 13.00, langsung dilanjutkan sesi-sesi materi.

Kuliah Umum

13.00 – 13.30

Materi              : Lessons from the March 2011 Tohoku, Japan, earthquake and tsunami disaster
Presentator     : Prof. Kenji Satake (Earthquake Reseach. Institute of University Tokyo)Sesi 1

Sesi 1

Pukul               : 13.00 – 14.30
Materi              : Disaster Management in Indonesia
Presentator     : Kepala BNPB

Materi              : Disaster Preparedness and Response
Presentator     : Kepala BASARNAS

Materi              : Climate Phenomenon and Anticipation of Extreme Weather
Presentator     : Kepala BMKG

Materi              : Indonesia Position in the Context of Global Climate Change Negotiation
Presentator     : Kepala Dewan Nasional Perubahan Iklim

Sesi 2

Pukul              : 15.00 – 16.15
Presentator    : Danny Hilman Natawidjaja
Institusi          : LIPI

Materi             : Post Tsunami Disaster And Its Aftermath Experiences Of Brr Aceh-Nias
Presentator    : John S Pallister (Volkanologis USGS)

Materi             : Natural Disasters In Indonesia The French-Indonesian Cooperation
                         In Volcanology (Past And Future)
Presentator    : Dr. Jean-Paul Tautain

Sesi 3
Pukul               : 16.15 – 17.30
Materi              : Public Health Emergency in Disaster Management
Presentator     : Emil Agustiono (Epidemiologist, Indonesia)

Materi              : Volcanic Hazard Mitigation in Indonesia Collaboration Japan – Indonesia
Presentator     : Masato Iguchi (Associate Professor at Disaster Prevention Research Institute,
                          Kyoto University, Japan)                                                         

Materi              : Policy Response to 3.11 Earthquake and Tsunami Disaster
Presentator     : Dr. Koresawa (JICA Project)

Sesi 4
Pukul 17.30 – 18.00
Acara Penutupan Workshop oleh Prof. Dr. Indroyono Soesilo selaku Sekretaris Eksekutif dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Masyarakat.

Galeri Foto

{gallery}id_disaster{/gallery}

Indonesia Disaster Preparedness, Response, Recovery, Expo and Conference 2011

alt

IDEC 2011

(Indonesia Disaster Preparedness, Response, Recovery, Expo and Conference 2011)

alt

Indonesia terletak di lempeng tektonik utama yaitu Lempeng Indonesia-Australia, Eurasia Plate dan Lempeng Pasifik. Ketiga lempeng tektonik tersebut menyebabkan gempa dan juga bisa menyebabkan tsunami. Bencana lainnya seperti banjir, kebakaran dan angin topan adalah hasil dari kerentanan alam dan kehancuran.

Pencapaian Presiden Republik Indonesia, Dr H. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Juara Global untuk Pengurangan Risiko Bencana dari PBB yang diberikan untuk keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan bencana dan memasukkan kedalam roadmap pembangunan jangka panjang dan kebijakan nasional.

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan dari departemen lain menyelenggarakan Indonesia Disaster Expo & Conference (IDEC) 2011 pada 27-30 Oktober 2011 di Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta. Indonesia Disaster Preparedness, Response, Recovery, Expo and Conference diikuti oleh lebih dari 100 peserta dengan lebih kurang 100.000 pengunjung. Peserta terdiri dari instansi pemerintah, lembaga dan juga pelaku industri produk-produk kebencanaan dari dalam dan luar negeri. Produk ataupun jasa yang dapat dilihat selama pameran antara lain kamera pengawas, sistem pemetaan, tank evakuasi, helikopter, alarm, perahu karet, mobil penjernih air, mobil identifikasi korban, berbagai jenis tenda darurat, mobil pemadam kebakaran, alat-alat pemadam, alat pelacak korban bencana, konsultan keselamatan, peralatan kesehatan, peralatan evakuasi, dan masih banyak lagi. Ini adalah IDEC yang pertama kali diselenggarakan dan diharapkan akan berkesinambungan tiap tahunnya.

Kegiatan ini sangat berfungsi dan berperan untuk mendidik, menginformasikan, dan mempromosikan produk penanggulangan bencana kepada masyarakat. Ini juga dapat  digunakan sebagai media untuk menyajikan program-program penanganan bencana ke internasional, dan mempublikasikan informasi dari potensi bencana yang akan terjadi, bagaimana cara mengantisipasi, tindakan yang harus dilakukan dan menunjukkan hasil produk inovasi teknologi yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bencana, respon dan pemulihan.

Kegiatan yang diselenggarakan di IDEC 2011 seperti Pendidikan dengan mengundang sekolah-sekolah, universitas, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum untuk melihat serta belajar tentang bencana; Informasi tentang pengurangan bencana dan program penanganan dengan perkembangan teknologi; simulasi untuk pertolongan pertama bagi korban, simulasi bencana, dan simulasi prosedur standar untuk mengurangi risiko bencana; Jaringan sebagai tempat untuk berkumpulnya organisasi masyarakat, relawan, peneliti, investor, pemerintah dan stakeholder lainnya; Promosi untuk industri yang terkait dengan peralatan pemantauan, antisipasi, pencegahan, sampai pengurangan risiko bencana dan Penjualan jasa serta produk pengurangan risiko bencana.

Untuk melihat detail kegiatan harian bisa dilihat dalam tombol berikut:

altaltaltalt

Banjir Bandang Menewaskan 200 orang di Burma

Pihak berwenang di Burma mengatakan ratusan orang tewas atau hilang setelah banjir bandang dan badai tropis di dekat perbatasannya dengan Bangladesh.

Surat kabar The Myanmar Times mengutip para pejabat di kota Pakoku yang mengatakan badai yang melanda pada hari Minggu telah menewaskan lebih dari 200 orang. Para penduduk masih mencari jenazah dan harian tersebut mengatakan korban tewas tampaknya akan melampaui 300.

Continue reading

Banjir merendam ratusan rumah di Tapanuli Tengah

Hujan deras yang turun selama dua jam mengakibatkan Sungai Poriaha tak mampu menampung volume air sehinggan menyebabkan banjir dengan ketinggian mencapai setengah meter. Banjir merendam ratusan rumah di Desa Poriaha, Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Rabu (26/10). 

Continue reading