27 Awak Kapal Hilang Diterjang Badai Rina

JAKARTA-Satu kapal Angkatan Laut Nikaragua yang bertugas mengungsikan warga pantai saat Badai Rina menerjang wilayah Karibia barat telah hilang, kata juru bicara Angkatan Laut, Senin (24/10).

Sebanyak 27 orang di kapal itu juga hilang, kata wanita juru bicara pemerintah dan Ibu Negara Rosario Murillo. Itu adalah salah satu dari tiga kapal yang telah diberangkatkan untuk membantu mengungsikan warga asli Miskito dari Sandy Bay, kota pantai di sebelah utara ibu kota provinsi tersebut, Bilwi.

Continue reading

Badai Rina Berkecepatan 175 Km/Jam Mendekati Lab bawah laut NASA

NASA telah mengevakuasi awak astronot, Rabu, (26/10) dari sebuah laboratorium bawah laut di lepas pantai Florida di mana mereka dilatih untuk perjalanan ke sebuah asteroid, karena mendekatnya Badai Rina.

“Kru semalam didekompresi dan sebentar akan kembali ke permukaan. Badai Rina terlalu dekat untuk kenyamanan,” kata badan antariksa AS ini dalam sebuah pesan di situs microblogging Twitter, dan dikutip laman Physorg.com, Rabu (26/10).

Continue reading

Pagi ini Gunung Marapi Meletus Lagi

Bukittinggi – Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumbar, Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB kembali meletus dan mengeluarkan asap hitam disertai abu vulkanik.

Dari pantauan asap hitam dan abu vulkanik menyembur dari gunung berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dan terlihat di sela-sela gumpalan kabut yang menyelimuti puncak gunung.

Continue reading

Fukushima Diguncang Gempa

Fukushima Diguncang Gempa


NEW YORK – Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala richter (SR) mengguncang prefektur bagian timur laut Jepang, Fukushima yang juga sempat dilanda bencana terburuk.

Gempa bumi tersebut mengguncang Prefektur Fukushima, Jepang pada pukul 02.00 waktu setempat, titik gempa berada di sebuah pesisir pantai di dekat Kota Iwaki yang terletak sekira 186 kilometer dari Tokyo. Belum ada informasi mengenai kerusakan atau pun korban dalam gempa bumi tersebut. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Rabu (26/10/2011).

Fukushima memang menjadi wilayah yang sering kali dilanda gempa. Pada 12 Agustus lalu, wilayah ini juga dilanda gempa berkekuatan 5,9 SR pada pukul 03.23.

Pada Maret lalu, Fukushima dilanda gempa bumi dan juga bencana tsunami yang menewaskan 21 ribu orang. Gempa yang disertai tsunami tersebut menimbulkan krisis nuklir saat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi mengalami kerusakan amat sangat parah.

Pascabencana tersebut, warga Jepang pun tampak sengsara karena radiasi tersebar di wilayah sekitar Fukushima yang merupakan area peternakan. Peternak sapi asal Fukushima bahkan mengalami kerugian karena daging-daging asal Fukushima dilarang beredar karena dikhawatirkan sudah tercemar dengan radiasi nuklir.(rhs)

Pasca Gempa Turki, Kerusuhan Terjadi di Penjara Van

Pasca Gempa Turki, Kerusuhan Terjadi di Penjara Van


VAN | SURYA Online – Kerusuhan meletus di satu penjara di provinsi yang diguncang gempa vumi di Turki, Van, setelah pemerintah menolak untuk memindahkan tahanan yang ketakutan ke tempat yang aman, kata keluarga tahanan.

Suara tembakan terdengar dari kompleks tersebut, dan asap membubung ke udara pada malam hari, setelah para tahanan membakar selimut mereka dalam aksi protes.

Petugas pemadam dikerahkan untuk memadamkan si jago merah, demikian laporan media setempat, Rabu (26/10/2011).

Penjara tersebut, yang dapat menampung sebanyak 1.000 tahanan, rusak akibat gempa berkekuatan 7,2 pada skala Richter, Minggu (23/10/2011).

Keluarga tahanan berkumpul di luar bangunan penjara itu sambil berteriak “Erdogan –pembunuh”. Mereka merujuk kepada Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.

Penjara tersebut berada di pinggiran kota Van, ibu kota  provinsi dengan nama yang sama –tempat sedikitnya 459 orang tewas tewas akibat gempa.

Sebanyak 200 tahanan melarikan diri dari penjara itu setelah gempa Bumi, tapi 50 tahanan kembali setelah bertemu dengan keluarga mereka, kata pihak berwenang.

Korban Gempa Turki Tercatat 279 Jiwa Meninggal

Tim penyelamat Turki diliputi putus asa untuk menemukan para korban yang masih hidup, Selasa (25/110). Setelah gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) mengguncang Turki sebelah timur pada Minggu (23/10), korban gempa Turki telah mencapai jumlah 279 jiwa. 

Harapan penolong semakin pudar untuk menemukan korban di antarareruntuhan. Namun mereka tetap bekerja dengan lampu sorot mengais-ngais puing-puing  bangunan. Para pekerja penyelamat masih bergegas untuk menemukan korban selamat saat warga mengungsi di tengah udara terbuka yang dingin membeku. 

Continue reading

Gempa Besar Ancam Kota Bandung

Gempa Besar Ancam Kota Bandung

BANDUNG–MICOM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Barat menyatakan patahan Lembang berpotensi memicu terjadi gempa besar.

“Kami mengkhawatirkan gempa besar bisa terjadi dari patahan Lembang, seperti gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006 yang pusat gempanya di darat yaitu di patahan Opak,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Jabar Dadang Abdulrahman Ronda, Senin (24/10).

Kekhawatiran Dadang muncul karena pusat gempa Yogyakarta pada 2006 berada di darat, tepatnya di patahan Opak. Menurut para ahli pergerakan patahan Lembang per tahun enam milimeter atau lebih besar dibanding patahan Opak.

“Prediksi para ahli pada 160 tahun lalu pun mengatakan patahan Lembang berpotensi mengguncang Kota Bandung dengan kekuatan gempa mencapai delapan skala Richter,” katanya.

Ia mengatakan akibat gempa Yogyakarta pada 2006 saja jumlah korban meninggal mencapai sekitar 6.000 orang. “Yang menjadi fokus kita saat ini, sejauh mana Pemerintah Kota Bandung dalam mengantisipasi dan mempersiapkan segalanya terhadap kemungkinan terjadi gempa dari patahan Lembang,” kata Dadang.

Menurut dia, keberadaan Kota Bandung di atas tanah endapan bekas danau purba menjadi kekhawatiran bahwa potensi jumlah korban gempa bisa sangat banyak, meski pusat gempa berada jauh dengan kekuatan kecil.

“Bandung itu dulunya bekas lumpur, sekali diguncang gempa, tanahnya pasti akan rapuh. Hal itu yang patut kita waspadai,” katanya.

Dengan demikian, ia berharap Pemkot Bandung segera menyiapkan semua itu. Salah satunya dengan segera membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kehadiran BPBD selain dibutuhkan untuk antisipasi dan penanggulangan, badan ini juga berfungsi untuk melakukan pendataan yang nantinya akan diserahkan ke pemerintah pusat sebagai bahan acuan Kementerian Keuangan untuk memberikan bantuan,” katanya.

Dadang mengatakan pembentukan BPBD Kota Bandung bukan kehendak BNPB Jawa Barat, melainkan sudah sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 dan Permendagri Nomor 26 Tahun 2008 yang menyatakan setiap kota dan kabupaten di Indonesia harus memiliki BPBD. (Ant/OL-06)

Ratusan Korban Gempa Turki Masih Terperangkap

Ratusan Korban Gempa Turki Masih Terperangkap


Metrotvnews.com, Ankara: Ratusan korban gempa Turki berkekuatan 7,6 skala richter (SR) Ahad (23/10) lalu, masih terjebak dalam reruntuhan bangunan di kota Van, Turki. Hingga kini tim search and rescue (SAR) terus melakukan proses evakuasi penyelamatan korban.

Hari ini, Senin (24/10), regu penyelamat terus berjuang menggali puing-puing bangunan guna menemukan korban selamat. Warga yang terhindar dari gempa turut membantu proses pencarian meski tanpa peralatan memadai.

Sementara itu, suhu udara di kota Van terus menurun mendekati titik beku. Kondisi ini pun diperkirakan dapat menganggu proses percarian korban.

Selain mengevakuasi korban yang terperangkap, tim SAR juga membawa tenda untuk perlindungan, selimut, makanan, dan air bagi korban selamat.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, memastikan 200 orang tewas dan 350 lainnya terluka. Tim SAR memperkirakan korban masih akan bertambah mengingat masih banyak yang terjebak di puluhan gedung runtuh. Kebanyakan korban dilaporkan berada di kota Ercis, dekat perbatasan Iran, yang terkena dampak terparah gempa. (*)

Jembatan Darurat di Magelang Hanyut

Jembatan Darurat di Magelang Hanyut

MAGELANG, KOMPAS.com – Beberapa jembatan darurat terbuat dari bambu di Sungai Pabelan Kabupaten Magelang yang berhulu di Gunung Merapi hanyut akibat aliran air di sungai tersebut meningkat.

Berdasarkan pantauan di Magelang, Senin (24/10/2011), hujan deras yang terjadi di sekitar Gunung Merapi pada Minggu malam membuat aliran air di sejumlah sungai meningkat, mengakibatkan jembatan darurat di Tlatar, Gondosuli, dan Srowol hanyut.

Jembatan bambu atau sesek tersebut dibangun masyarakat secara swadaya untuk mengganti jembatan permanen yang putus akibat diterjang banjir lahar dingin Gunung Merapi. Akibat jembatan darurat hanyut para pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor terpaksa berbalik arah dan mereka harus memutar puluhan kilometer untuk ke tempat tujuan.

Seorang warga Desa Adikarto, Muntilan, Masdiyanto (27) terpaksa membalikkan arah sepeda motornya ketika mengetahui jembatan darurat di Srowol yang biasa dia lewati telah hilang. “Saya tidak tahu kalau jembatannya hanyut. Masalahnya untuk menuju Mungkid kalau harus memutar lewat Jalan Raya Muntilan cukup jauh,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, hal ini dialami oleh banyak warga yang ingin melintas dan belum mengetahui bahwa jembatan tersebut telah hanyut.

Warga Dusun Srowol, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Daru (50), mengatakan jembatan darurat sebagian hanyut ketika ada aliran cukup deras setinggi sekitar satu meter di sungai tersebut. “Kalau tidak segera diambil malah hanyut semua, masalahnya airnya mencapai sekitar satu meter,” tuturnya.

Banjir Menerjang Bangkok Airport

Banjir di Bangkok telah mencapai Bandara Don Muang, merupakan salah satu dari dua ibukota Thailand. Banjir juga mencapai  bandara utama dan Kantor Komando Penganggulangan banjir, ini mungkin akan menyebabkan kantor komando harus pindah ke lokasi lain.

Selain Don Muang, warga di lima daerah lain harus mempersiapkan diri untuk banjir, mereka memindahkan barang-barang  ke lantai atas dan tinggal di pusat-pusat evakuasi, Gubernur Sukhumbhand Paribatra mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin.

Continue reading