Laporan Gempa Aceh PKK Kemenkes

http://www.newsth.com/ruptik/wp-content/uploads/2016/06/Gempa-Aceh-2012.jpg

Menjelang fajar, Selasa 7 Desember 2016, Aceh tepatnya di Kabupaten Pidi Jaya mengalami gempa 6.5 SR. Berdasarkan komunikasi tim kami dengan Pusat Krisis Kesehatan hingga saat ini sudah melakukan koordinasi dengan daerah Aceh dan regional PKK Sumatera Utara. Bantuan tim medis dan peralatan kesehatan sudah dilakukan dengan memaksimalkan bantuan dari sekitar diantaranya RS Zaenal Abidin, RS Bireun, dan Pusat Krisis Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Simak selengkapnya laporan dari PKK Kemenkes hingga pukul 9 tadi pagi Klik Disini


Dalam pengantar ini, kami menyajikan beberapa info yang menarik diantaranya perkembangan kebijakan SPGDT, pengembangan kurikulum bencana di fakultas kedokteran, pengembangan strategi pengendalian banjir di Inggris, dan informasi kesempatan berkarir.

Mewujudkan SPGDT terintegrasi Pra, Intra dan Inter Hospital secara Nasional

http://bpbd.pemkomedan.go.id/foto_berita/66DSC_0550.JPG

Tahun ini, ada dua kebijakan yang dipublikasi terkait kegawatdaruratan yakni SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat terpadu) dan PSC (Public Service Center). Tujuan utamanya adalah bagaimana kita mampu untuk menurunkan angka emergensi di masyarakat. Expert meeting mengenai hal ini diselenggarakan oleh INDO HCF pada 1 Desember 2016. Salah satu perwakilan dari FK UGM dan Pusbankes 118 PERSI DIY, dr. Hendro Wartatmo hadir dan menyampaikan masukaannya bersama pembicara lainnya. Menarik sekali, mari kita simak notulensinya pada link berikut KLIK DISINI

Guest Editorial: Disaster Medical Education

Hal menarik dari ulasan editorial Journal of Prehospital and Disaster Medicine ini adalah bagaimana mereka kembali melakukan review article-article legendaris dari disaster curriculum untuk sektor kesehatan, seperti artikel Subbarao dkk, Markenso dkk, dan Kaiser dkk tetapi juga menggabungkannya dengan kebutuhan jurusan osteopati. Editorial ini dapat menyegarkan kembali ingatan kita mengenai perkembangan kurikulum bencana di fakultas kedokteran. Simak selengkapnya pada link berikut   KLIK DISINI arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Manajemen Risiko Banjir di Inggris

Banjir masih menjadi bencana dengan frekuensi tertinggi di negara kita. Banyak yang mempengaruhi kejadian banjir antara lain lingkungan, perilaku, dan perubahan iklim. Meski tidak fokus pada manajemen risiko sektor kesehatan dalam menghadapi banjir tetapi upaya Inggris dalam melakukan manajemen risiko banjir ini patut menjadi tambahan referensi kita. Selangkapnya pada link berikut KLIK DISINI

Kesempatan Berkarir di Bidang Bencana

Dua kesempatan karir yang kami infokan adalah

  • Community Disaster Management Team Leader oleh CARE Australia KLIK DISINI arrow, external, leave, link, open, page, url icon
  • GIS Developer oleh Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) KLIK DISINI arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Alat Berat Bergerak di Pidie Jaya, Korban Gempa Aceh Dilarikan ke RS

Alat Berat Bergerak di Pidie Jaya, Korban Gempa Aceh Dilarikan ke RS

Jakarta – Gempa bumi skala 6,4 SR mengguncang Aceh. Banyak korban yang berhasil dievakuasi dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Warga Pidie Jaya bernama Supriyadin mengatakan saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Sejumlah warga yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Sejak pukul 07.00 WIB petugas dan alat berat sudah berdatangan di lokasi. Alat-alat berat sudah bergerak melakukan evakuasi,” kata Supiyadin saat dihubungi, Rabu (7/12/2016). Supiyadin mengirimkan foto dan informasi lewat pasangmata.com.

Supiyadin mengaku melihat sejumlah warga yang terluka dilarikan ke rumah sakit. Bahkan dia melihat sejumlah korban meninggal yang digotong oleh petugas.

“Ada sejumlah warga tertimbun, terakhir informasi sekitar 18 ya, tapi bertambah terus. Ada suami istri meninggal di salah satu rumah di Jl Lintas Medan, Banda Aceh dan yang terparah di Kecamatan Ulee Glee,” kata dia.

Tim medis dari puskesmas dan rumah sakit juga sudah berada di lokasi. Supiyadin melihat banyak warga yang terluka dan banyak bangunan roboh.

“Banyak korban itu bapak-bapak yang terluka, saya sempat melihat ada satu bocah meninggal tertimbun di rumahnya. Banyak bangunan roboh itu masjid,” ujarnya.

Menurut pantauan Supiyadin korban dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat di Kecamatan Ulee Glee.

“Puskesmas terdekat puskesmas dan rumah sakit umum di Ulee Glee. Gempanya ini ada di beberapa kabupaten dan kecamatan. Sampai saat ini proses evakuasi masih berlangsung.

Gempa 6,4 SR di Aceh, Begini Potret Kepanikan Warga dan Bangunan yang Rusak

Jakarta – Masyarakat berbondong-bondong menyelamatkan diri setelah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diguncang gempa bumi 6,4 Skala Richter (SR). Sejumlah bangunan rusak bahkan roboh.

Gempa bumi 6,4 SR ini terjadi pada Rabu (6/12/2016) sekitar pukul 05.03 WIB. Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Setelah diguncang gempa bumi, masyarakat berhamburan ke luar rumah dan bangunan. Masyarakat berusaha untuk menyelamatkan diri ke lokasi-lokasi yang aman dan menuju perbukitan.

Masyarakat berusaha menyelamatkan diri.Foto: Istimewa
Masyarakat berusaha menyelamatkan diri.

Masyarakat tampak memadati jalanan di Pidie Jaya. Ada warga yang berjalan kaki, ada juga yang mengendarai motor dan mobil. Suara klakson kendaraan bersautan memecah keheningan pagi hari.

Rumah warga yang rusak akibat gempa bumi.Foto: Istimewa
Rumah warga yang rusak akibat gempa bumi.

Sementara itu, sejumlah rumah rusak parah. Tembok-tembok bagunan rumah retak bahkan ada yang roboh. Demikian juga sejumlah fasilitas umum dan sekolah rusak parah. Salah satunya, Sekolah Tinggi Agama Islam Aziziyah, Jamalanga, Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Tembok bercat kuning pada bagunan ini retak-retak.

Ada juga bangunan sekolah yang rusak.Foto: Istimewa
Ada juga bangunan sekolah yang rusak.

Tidak hanya itu, masjid-masjid juga mengalami kerusakan. Ada masjid berlantai dua yang mengalami rusak parah. Sebagian bangunannya roboh.

Masjid di Aceh roboh.Foto: Istimewa
Masjid di Aceh roboh.

Meski demikian, warga tetap khusyuk menunaikan ibadah salat Subuh di masjid. Bahkan, ada puing-puing bagunan yang roboh masih berserakan di lantai masjid.

Warga khusyu menunaikan salat di masjid.Foto: Istimewa
Warga khusyu menunaikan salat di masjid.

Kota-Kota Pantai di Inggris Terancam Berisiko Dihantam Tsunami

Ilustrasi ombak raksasa. (Sumber Thinkstock)

Liputan6.com, Southampton – Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kawasan pantai Inggris dan infrastrukturnya berada di bawah ancaman tsunami.

Suatu penelitian terkini mengungkapkan bahwa Kepulauan Inggris dulunya pernah dihantam gelombang-gelombang raksasa yang lebih tinggi dan lebih sering daripada yang diduga sebelum ini.

Salah satu tsunami bahkan mencapai ketinggian lebih dari 18 meter. Dengan demikian, mereka memperingatkan bahwa ombak-ombak seperti itu bisa melumat instalasi-instalasi seperti pembangkit listrik dan pelabuhan-pelabuhan.

Dikutip dari Daily Mail pada Senin (5/12/2016), gejala alamiah itu biasanya disebabkan oleh gempa bumi, sehingga tidak dianggap sebagai ancaman serius bagi Inggris.

Namun demikian, bukti yang ada menunjukkan bahwa longsor bawah air dapat menyebabkan miliaran ton lumpur bergeser di dasar laut sehingga menciptakan gelombang-gelombang raksasa di bawah permukaan laut, demikian menurut laporan Sunday Times.

Sekarang para peneliti mengajukan usulan pembuatan rencana-rencana tanggapan di Inggris terkait tsunami, seperti halnya rencana-rencana tanggapan lain semisal banjir.

Kelompok Landslide-Tsunami Consortium meluangkan berminggu-minggu di atas kapal penelitian untuk melakukan survei dan mengambil sampel dari dasar laut, mulai dari Skotlandia hingga pulai Svalbard milik Norwegia.

Profesor Peter Talling, ahli geologi kelautan dari Durham University yang memimpin penelitian berbiaya 2,3 juta pound sterling (Rp 39,4 miliar) ini, mengatakan di Southampton, “Menurut kami, pemerintah harus memikirkan memasukan tsunami dalam daftar National Risk Register of Civil Emergencies.”

Bukti yang ada menunjukkan bahwa tsunami raksasa pernah menghantam pantai utara Inggris dan Kepulauan Shetland sekitar 8200 tahun lalu.

Ada bagian dasar laut seukuran Skotlandia yang bergeser dekat Norwegia sehingga menciptakan ombak setinggi 20 meter yang bergerak ke arah barat daya.

Pada 1580, tsunami menenggelamkan beberapa kapal di Dover setelah suatu gempa bumi yang menyebabkan longsor di Kanal Inggris. Saat itu, pada 1755, tsunami setinggi 3 meter menghantam Cornwall.

Mewujudkan SPGDT-S dan SPGDT-B Terintegrasi Pra, Intra dan Inter Hospital Secara Nasional

Notulensi INDO HCF Expert Meeting:

Mewujudkan SPGDT-S dan SPGDT-B Terintegrasi Pra, Intra dan Inter Hospital Secara Nasional

http://bpbd.pemkomedan.go.id/foto_berita/66DSC_0550.JPG

Jakarta. INDO HCF menyelenggarakan expert meeting pada 1 Desember 2016, forum ini telah lama menggerakkan banyak diskusi terkait kegawatdaruratan. Kali ini, INDO HCF mengundang para ahli dari bidang terkait, yaitu Prof. Dr. dr. Idrus Paturusi, SpB, SpOT; Prof. Dr. dr. Aryono D Pusponegoro Sp. B (K)-BD, FINACS, FRCS (Ed); dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD; David Handojo Muljono, MD, Sp.PD, FINASIM, Ph.D, serta dr. Tri Hesty Widyastoeti Marwotosoeko, Sp.M (Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes). Pertemuan ini bukan yang pertama, upaya INDO HCF untuk concern terhadap isu kesehatan telah dilakukan berulang kali, antara lain:  penelitian terkait pelayanan JKN di puskesmas (KIA), serial diskusi panel JKN, isu strategis, serta berbagai penelitian dan pelatihan yang terkait bidang tersebut.

Faktanya, hingga saat ini banyak pakar di bidang kesehatan tetapi tidak bisa dimanfaatkan di daerah.

Ide terlaksananya expert meeting kali ini ialah bagaimana menurunkan angka emergensi di Indonesia. Menurut WHO dalam kematian akibat lalu lintas nomor 3, setelah Tiongkok dan India. Harapannya, forum semaca ini dapat mengumpulkan komunitas terkait, diskusi bersama dan akhirnya saling terinformasikan. Masalah utama dalam penanganan bencana ialah tidak ada info tenaga medis yang akurat, tegas dr. Supriyantoro (Ketua INDO HCF) dalam sambutannya. Selain itu, perlu juga dilakukan penguatan di tingkat masyarakat dan hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Tema yang diambil kali ini yaitu SPGDT yang harapannya bukan hanya membentuk call center. Masih muncul pula isu dalam rujukan, seharusnya ini menjadi tanggung jawab RS, merujuk, menginformasikan keadaan dan mengirim pasien. Pernyataan dari Supri ialah perlukah ada wadah untuk merumuskan banyak hal untuk kebijakan-kebijakan RS.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementrian Kesehatan RI menyatakan, dalam manajemen bencana kita tidak ada manajemen resiko yang benar-benar baik. Dalam pemaparannya terkait Kebijakan Pemerintah dalam Pemerintah SPGDT-S dan SPGDT-B, harapannya  dalam penanganan korban dapat mempercepat waktu penanganan korban. Kita harus banyak mencontoh pengalaman Tokyo, yang dapat mengirim ambulans maksimal 10 menit sejak dipanggil. Hal ini sudah ditiru Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Tulungagung yang tidak banyak mengalami kemacetan.

Public safe center wajib dibentuk di seluruh daerah, di 540 kabupaten namun baru127 yang terhubung dengan call center 119. Latar belakang pentingnya SPGDT:

  1. Berubahnya pola penyakit (kecelakaan menduduki urutan ke-2 saat ini)

  2. Meminimalisir  kecacatan atau kematian.

Kemenkes membutuhkan masukan dari pakar dan asosiasi profesi. Masukan untuk masalah terkait pasien dapat disampaikan ke bagian layanan kesehatan (yankes) dan khusus untuk masalah terkait bencana dapat disampaikan ke Pusat Krisis Kesehatan (PKK) baru ke yankes.

dr. Hendro Wartatmo, Sp. BD (FK UGM) menyatakan SPGDT sudah dimulai sejak terbitnya peraturan Sekjen pada 2003. Pada periode 1996-2004, SPGDT dijalankan melalui Pusbankes 118 PERSI DIY. SPGDT merupakan perpaduan antara unit-unit pelayanan kesehatan. Sementara, call center adalah konsekuensi logis, bagian dari komponen saja. Nama awal SPGDT ialah Deklarasi Makkasar tahun 2000, mama kedua yaitu Brigade Kesehatan Bencana. Pengalaman Hendro, Tim Bantuan Bencana UGM mendarat di Meulaboh, pasca tsunami, menumpang pesawat Mensos saat itu. Tim pertama berangkat, iuran dari kantong pribadi. Jika sudah ada sistem, pemberangkatan tidak sulit, terang Hendro. Kemudian, program ini dilanjutkan hingga 2 tahun dan dinamai Aceh Supporting Program dan di-back-up oleh FK UGM serta RS Sardjito.

Saat ini tim Pokja Bencana UGM mengembangkan secara teknis dan manajemen. Manajemen bencana telah menjadi intrakurikuler di FK UGM di program S1 dan S2. Hendro juga menjadi anggota World Association Disaster and Management (WADEM) agar dapat terus berkontribusi pada upaya penanganan dan manajemen bencana di Indonesia. Hendro memaparkan seharusnya insider commander berasal dari BNPB.

David Handojo Muljono, MD, Sp.PD, FINASIM, Ph.D (FK Univ. Hasanudin) memaparkan “Memasyarakatkan SPGDT sehari-hari dan efisien”. Handojo menyatakan masih banyak praktek membawa pasien ke RS dengan kendaraan umum/pribadi. Sayangnya baru 4,7% dari seluruh daerah di Indonesia yang memiliki layanan  gawat darurat. Sebaiknya ada pelatihan yang diinisiasi pemerintah, agar terjadi keterpaduan antara pemerintah dan masayarakat dalam kegawatdaruratan,

Prof. Dr. dr. Aryono D Pusponegoro Sp. B (K)-BD, FINACS, FRCS (Ed) memaparkan “Kontroversi dalam penanggulangan kegawatdaruratan”. Salah satu fakta yang menjadi kontroversi ialah di beberapa daerah call center tidak bisa ditelpon karena listrik mati. Aryono berpendapat komandan dalam penanganan bencana atau insider commander sebaiknya polisi sebagai komandannya, karena ia memiliki fungsi secara law and order. Untuk setiap daerah/kota harus membentuk public safety center, ada polisi, ambulans dan damkar.

Pengalaman di lapangan. pasca bom Bali 1, Aryono berhasil melatih 3000 pecalang, sehingga saat bom Bali 2 pecalang. Menurut Aryono, triase harus dilatihkan ke pihak pengamanan hotel jika ada ancaman kecelakaan/bencana di sekitar hotel. Poin yang dapat disimpulkan, sejauh ini tenaga penanganan bencana di Indonesia masih not well organized dan not well trained.

Beberapa poin penting. Pertama perlu dipikirkan juga untuk evakuasi korban di daerah terpencil dan perbatasan, bagaimana sistemnya. Kedua,  pelibatan masyarakat selalu bisa coba dilakukan, seperti di Jatim yang telah terbentuk Forum Pengurangan Bencana. Di Sleman, saat erupsi stakeholder berhasil menggerakkan komunitas melalui Jalin Merapi (radio komunitas). Selain itu, perlu tokoh dari pemerintah yang mau terjun memimpin, seperti di negara tetangga, Malaysia, Wakil Perdana Menteri yang langsung mengkoordinir setiap kasus emergensi bencana nasional. Ketiga, permintaan dari peserta yaitu BNPB ialah pemerintah tergerak untuk menyusun pelatihan agar Tim Reaksi Cepat diberi pelatihan yang akan bermanfaat di lapangan. Sayangnya sudah ada BPBD daerah yang memiliki ambulans, namun tidak ada paramedisnya. Keempat, kelemahan dalam penanganan bencana ialah sistem dan integrasi yang belum kuat. Tantangan ke depan ialah pengembangan flying healthcare untuk menjawab kebutuhan di pulau-pulau yang terisolasi atau sulit dijangkau melalui transportasi darat. Prof Idrus menambahkan, ke depan, perlu dilakukan pengorganisasian relawan (W).


pdf icon Materi Presentasi

Job Vacancy

Daftar Job

  1. Community Disaster Management Team Leader
    Care Australia KLIK DISINI https://www.care.org.au/careers/membutuhkan seorang Community Disaster Management Team Leader yang akan ditempatkan di Goroka, Papua New Guinea. Deadline pengumpulan lamaran adalah 11 Desember 2016.
  1. GIS Developer
    Bagi Anda yang menyenangi GIS maka inilah kesempatan Anda untuk bergabung dengan Asian Disaster Preparedness Center. Peluang sebagai GIS Developer selama 1 tahun atau lebih. Deadline pengumpulan adalah 12 Desember 2016. Info selengkapnya  pada KILIK DISINI

Bimtek Peningkatan Kemampuan Petugas Dan Penyusunan Dokumen Penanggulangan Bencana Di Puskesmas

bimtek puskesmas

Wilayah Kabupaten Seman secara geografis dan geologis termasuk daerah rawan bencana, baik yang disebabkan karena peristiwa alam maupun karena faktor manusia. Bencana alam yang dapat terjadi di kabupaten Sleman, seperti gempa bumi, gunung meletus, angin puting beliung, banjir, petir dan tanah longsor. Dengan latar belakang dan kondisi seperti itu, maka semua pihak dituntut peran sertanya dalam mengantisipasi dan menghadapi segala resiko bencana yang bisa ditimbulkan sewaktu-waktu. Selengkapnya Klik Disini

 

Health Sector Readiness for Patient Tracking in Disaster: A Literature Review on Concepts and Patterns

Salah satu perhatian utama untuk keselamatan pasien dalam bencana adalah jejak pasien dari lokasi bencana ke pusat layanan, termasuk korban identifikasi, data korban di tempat kejadian, catatan dari penilaian medis, tanda awal real-time mengenai pasien situasi, dan pembaruan lokasi. Proses ini disebut pelacakan pasien yang mempromosikan keselamatan mereka dan mengurangi jumlah korban dan masalah sekunder yang disebabkan oleh bencana. Tujuan dari penelitian ini untuk meninjau literatur dan bukti pelacakan pasien dalam bencana. Penelitian ini merupakan penelitian literature review yang dilakukan melalui database, jurnal, dan sumber elektronik yang tersedia dalam kasus kontrak dengan Departemen Kesehatan.

Kriteria inklusi meliputi sumber mengenai konsep, pertimbangan, dan komponen pelacakan pasien dan pola terkait untuk melacak pasien yang terluka dalam bencana. Data dikumpulkan lalu dianalisis dengan analisis isi, dan disajikan dalam dua kategori. Hasilnya tinjauan dan evaluasi dari hasil yang diperoleh diklasifikasikan menjadi dua wilayah yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% dari referensi yang tergolong ke pasien pelacakan konsep, pertimbangan, dan komponen, dan sisanya dari mereka terkait dengan pelaksanaan sistem pelacakan dan pola dalam latihan dan jarang terjadi di bencana. Kesimpulan: identifikasi dan pelacakan korban bencana alam adalah peran penting untuk mengumpulkan informasi penting dan memfasilitasi komunikasi pada waktu yang tepat untuk mengatasi kebutuhan medis pasien. Juga klasifikasi dan distribusi informasi antara pejabat kesehatan dan lembaga yang menjadi kebutuhan nasional.

Selengkapnya Klik Disini

Gelar Latihan Kesiapsiagaan Bencana Kegagalan Teknologi dan Seminar Nasional HDP

batan simulasi

batan simulasi

Apa kabar pembaca website bencana kesehatan? Semoga selalu sehat dan siapsiaga terhadap ancaman bencana di sekitar kita.

Dalam pengantar minggu ini, kami menyajikan dua informasi penting. Pertama mengenai rangkaian latihan kesiapsiagaan yang diselenggarakan oleh BPBD DIY bekerjasama dengan BATAN Kartini Yogyakarta berserta stakeholder terkait dalam penanggulangan bencana kegagalan teknologi nuklir. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak tiga kali, meliputi Table Top Exercise pada tanggal 31 Agustus 2016, Gladi Posko pada 6 September 2016, dan Gladi Lapang pada 10 September 2016. Di kegiatan ini, Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM juga terlibat baik sebagai fasilitator untuk klaster kesehatan dan juga sebagai observer pada setiap kegiatan. Pembaca sekalian, silakan simak reportase T TX lalu pada link berikut ini Klik Disini

Reportase: Seminar Nasional Hospital Disaster Plan

hdp 7 septmber

Reportase: Seminar Nasional Hospital Disaster Plan

hdp 7 septmber

Pembaca, Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM konsen dan rutin mengadakan seminar mengenai Hospital Disaster Plan setiap tahunnya. Kami selalu berusaha memberikan info terbaru mengenai kebijakan dan teknis pelaksanaan HDP dari rumah sakit-rumah sakit yang sudah menggunakannya. Rabu, 7 September 2016 kami kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Hospital Disaster Plan di Senat KPTU lantai 2 FK UGM. Kami masih menerima pendaftaran peserta webinar. 

Materi   Reportase