Aktivitas Anak Krakatau Semakin Aktif

Jakarta- Istana Kepresidenan melalui Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Bencana terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang kini semakin aktif.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin malam, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Bencana Andi Arief menyebutkan bahwa saat ini kegempaan yang muncul akibat aktivitas gunung itu semakin tinggi.

“Lonjakan kegempaannya lebih dari 1.000 persen dalam tiga hari ini. Lebih dari empat ribu kegempaan yang muncul naik, gempa dangkal dan jauh, secara menerus,” katanya.

Continue reading

Kebakaran Hutan Karet Sampit Semakin Meluas

Sampit, Kalteng – Sedikitnya 90.000 pohon karet milik petani Desa Sei Delapa, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ludes terbakar.

“Kebun karet tersebut milik puluhan petani dan ditanam di atas lahan seluar 40 hektare lebih,” kata salah seorang pemilik kebun karet, Arbit di Sampit.

Tanaman pohon karet yang terbakar tersebut rata-rata sudah berumur tiga tahun dan diperkirakan 1-1,5 tahun lagi siap dipanen.

Kerugian yang dialami puluhan petani akibat terbakarnya tanaman pohon karet tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Continue reading

Gunung Anak Krakatau ditetapkan pada level Siaga

Sejak Jumat 30 September 2011 lalu, Gunung Anak Krakatau ditetapkan pada level Siaga. Ini bukan kali pertama status itu disematkan. Namun, yang luar biasa adalah aktivitas kegempaannya yang sangat tinggi. Sampai ribuan kali.

“Gempa ini relatif mengejutkan karena sedemikian tingginya. Saya nggak pernah mengamati gunung sedemikian tingginya,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono kepada VIVAnews.com, Senin 3 oktober 2011.

Continue reading

Aktivitas Gunung Lokon masih diatas Normal

Gempa vulkanik dangkal yang terjadi sebanyak 16 kali di selang waktu enam jam sejak pukul 00.00 WITA-06.00 WITA Selasa (4/10), masih mendominasi kegempaan Gunung Lokon, di Provinsi Sulawesi Utara.

“Gempa vulkanik dangkal masih tinggi dibanding gempa vulkanik dalam selang beberapa hari ini,” ujar Yudi, Staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Tomohon, Selasa.

Continue reading

Gempa 5,1 SR Guncang NTT

Gempa 5,1 SR Guncang NTT

Waingapu, Radar Online
Gempa berkekuatan 5,1 skala richter (SR) mengguncang Waingapu, Nusa Tenggara Timut (NTT), Selasa (04/10) sekitar pukul 06.08 WITA atau 05.08 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadinya gempa berkekuatan 5,1 SR dengan pusat gempa berada di 25 kilometer timur laut Waingapu, 9,43 LS-120,28 BT dengan kedalaman 67 kilometer.

Pusat gempa juga berjarak 94 kilometer barat daya Ruteng, NTT, 113 kilometer tenggara Labuhanbajo, NTT, 164 kilometer barat daya Ende, NTT, dan 1.537 kilometer tenggara Jakarta. Gempa 5,1 SR yang terjadi di Waingapu, NTT tersebut tidak berpotensi tsunami. (ant/yeni)

 
   

Aktivitas Anak Krakatau Terus Meningkat

Aktivitas Anak Krakatau Terus Meningkat

Dalam 6 jam terakhir terjadi 1.285 kali gempa

VIVAnews – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dalam enam jam terakhir, telah terjadi lebih seribu kali gempa di gunung yang berada di Selat Sunda ini.

“Pada tanggal 4 Oktober 2011 ini, sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB telah terjadi 1.285 gempa. Itu hanya dalam waktu enam jam,” kata Kepala PVMBG, Surono kepada VIVAnews.com.

“Pantauan visual saat tidak tertutup kabut, tidak terlihat asap yang mengkhawatirkan.”

Menurut Surono, aktivitas anak krakatau ini belum menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan  sejak statusnya ditingkatkan menjadi siaga pada Jumat 30 September yang lalu. “Intensitas kegempaan masih sangat tinggi,” kata dia.

Dia menambahkan, pada 30 September, dalam satu hari telah terjadi sekitar 6.528 gempa pada Gunung Anak Krakatau. Tanggal 1 Oktober terjadi 6.281 gempa, tanggal 2 terjadi 5.773 gempa, dan pada tanggal 3 September telah terjadi 6.806 kali gempa. “Belum ada tanda penurunan aktivitas Anak Krakatau,” kata dia.

Namun demikian, dia meminta masyarakat yang berada di sekitar gunung ini untuk tidak panik. Pemerintah akan terus menginformasikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau ini. “Kita terus melakukan pantauan dari dua titik, di Banten dan Lampung,”kata dia. (umi)

• VIVAnews

Selama Bulan September Gunung Lokon Meleteus 340 kali

Letusan Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara selama September 2011 sebanyak 340 kali, atau terbanyak dibanding Juni-Agustus lalu. “Pola letusan Gunung Lokon sekarang ini agak berbeda dibanding pola letusan sebelumnya. Kali ini bentuknya ’open system’, di mana pada saat ada pasokan energi, langsung dikeluarkan dalam bentuk letusan,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina di Tomohon, Senin (3/10/2011).

Continue reading

Banjir di Kamboja mengakibatkan 150 Tewas

Pemerintah Kamboja mengatakan, 150 warganya tewas dalam bencana banjir yang terjadi sejak Agustus lalu. Kondisi serupa juga dialami oleh negara tetangganya, Thailand.

Menurut juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Kamboja Keo Vy, bencana ini merupakan yang terburuk sejak banjir yang juga melanda tahun 2000 lalu. Saat itu, banjir telah menyebabkan 374 orang tewas.

Air yang meluap dari Sungai Mekong dan di beberapa tempat lainnya, membuat sekira 217.000 hektar lahan pertanian. Selain lahan pertanian, 904 sekolah dan 361 kuil Budha juga mengalami kerusakan. Demikian diberitakan Associated Press, Minggu (2/10/2011).

Continue reading

25 Hektar Lereng Gunung Selamet Terbakar

Kebakaran di kawasan hutan jati dan lereng Gunung Slamet, Pemalang Jawa Tengah, sejak dua bulan terakhir mencapai 25 hektar, diduga akibat membuang puntung rokok sembarangan, serta sisa api unggun yang ditinggal pendaki.

Humas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang Mudro Wiharjo di Pemalang, Minggu, mengatakan, selama September 2011 sekitar 20 hektare hutan jati di wilayah KPH Pemalang terbakar, seluas 17 hektare terbakar pada 16 September, sedangkan tiga hektar lainnya terbakar pada akhir September lalu.

Continue reading

Gempa 5.0 SR Guncang Nusa Dua

Gempa 5.0 SR Guncang Nusa Dua

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Gempa bumi berkekuatan 5.0 skala richter mengguncang wilayah Nusa Dua, Bali, Jumat (30/9) dinihari tadi. Gempa terjadi pukul 00.25 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa yang mengguncang Nusa Dua itu berpusat di 242 kilometer barat daya Nusa Dua, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa yang mengguncang Bali itu, tidak berpotensi menimbulkan Tsunami.  BMKG merilis gempa berada di 10.60 derajat lintang selatan dan 113.99 bujur timur. Hingga kini, belum diketahui dampak dari gempa tersebut.(****)