MANADO – Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara sementara membentuk kubah lava di kawah Tompaluan. Hal itu diindikasikan dengan semakin sedikitnya asap kawah yang diembuskan ke permukaan. “Sejak Rabu (21/9) asap kawah semakin sedikit yang muncul ke permukaan,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Tomohon, Sulut, Kamis (22/09/2011).
Gunung Anak Ranaka Siaga
Aktivitas kegempaan Gunung Anak Ranaka di perbatasan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (21/9) kembali meningkat. Petugas Pos Pemantau Gunung Anak Ranaka Bernadus Taut mengatakan sejak dini hari hingga sore terjadi 30 gempa vulkanik. Namun kondisi itu belum bisa dijadikan alasan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengevakuasi warga.
Gempa 5,5 SR Guncang Sumbawa
MATARAM, KOMPAS.com – Gempa berkekuatan 5,5 skala richter terjadi di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis dini hari sekitar pukul 03.59 WITA.
Gempa dengan kedalaman 10 kilometer tersebut diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan lokasi gempa 68 kilometer Tenggara Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Data yang dirilis BMKG juga menyebutkan lokasi gempa berada pada 9,92 derajat Lintang Selatan (LS), dan 117,79 derajat Bujur Timur (BT). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hingga berita ini disiarkan belum ada laporan mengenai adanya bangunan yang rusak atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Gempa tersebut juga dirasakan oleh warga di Kabupaten Lombok Timur, NTB.
Salah seorang warga, Samsul Rizal, mengatakan, gempa yang dirasakan sekitar 25 detik membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Saya masih tertidur, tiba-tiba ada guncangan. Saya dan keluarga berhamburan keluar rumah. Di luar, saya melihat tetangga juga sudah berada di luar rumah,” katanya.
Longsor Tewaskan Empat Warga Temanggung
Longsor Tewaskan Empat Warga Temanggung
Laporan Wartawan Tribun Jogja, M Nur Huda
TRIBUNNEWS.COM, TEMANGGUNG – Empat orang tewas dan dua orang lainnya luka-luka akibat tanah berupa cadas longsor.
Bencana ini terjadi di tebing Sungai Kedung Manak, Dusun Cebong, Gandok, Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jateng, Rabu (21/9/2011) malam.
Empat korban meninggal adalah Santo (25) ditemukan pertama, kemudian Redi (17), Alfin (15), dan ditemukan terakhir adalah Maryanto (42).
Sedangkan dua korban mengalami luka-luka, Toni Siswanto (15) luka memar bagian tangan dan Matekur (16) patah tulang tangan. Mereka menjalani perawatan di RSUD Djojonegoro Temanggung untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sementara korban tewas dilakukan otopsi di rumah sakit yang sama.
Menurut Wahyu Setiawan (24), saksi mata di lokasi kejadian dan berhasil dihubungi, menerangkan, kejadian bermula pada Rabu (21/9/2011) sore sekitar pukul 16.00, sebanyak 28 orang tengah memancing di Sungai Kedung Manak yang cukup banyak ikannya.
Cuaca cerah di kawasan tersebut tak dinyana akan terjadi bencana longsor.
Setelah beranjak senja, beberapa orang mulai meninggalkan lokasi pemancingan. “Saya tidak ikut mancing, hanya duduk di pinggiran sungai sambil melihat mereka,” kata Wahyu.
Dikatakan, secara tiba-tiba tebing setinggi sekitar 30 meter dari batu cadas dan tanah keras runtuh. Empat orang yang tepat di bawah tebing tersebut langsung tertimbun, sementara satu orang yang berada tak jauh dari lokasi terkena serpihan reruntuhan hingga mengalami luka parah.
“Saya langsung lari karena kaget tiba-tiba saja ambruk,” imbuh Wahyu.
Wahyu kemudian mengabarkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Warga kemudian mengevakuasi korban dan membawanya untuk mendapat pertolongan medis.
“Yang selamat kami bawa ke RSUD untuk dirawat,” lanjut Wahyu.
Korban pertama yang ditemukan dalam evakuasi warga adalah Santo, yang menderita luka parah pada bagian wajah dan sekujur tubuhnya akibat tertimbun batu.
Kemudian Redi ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. “Kami sudah mendata semuanya. Dan kami terus lakukan pencarian sampai semua ditemukan,” imbuh Ketua RT 1 RW 5, Dusun Sembong, Desa Gandok, Kecamatan Kaloran, Joko Triyono.
Sumbawa diguncang gempa 5.5 skala Richter
Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter terjadi di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/9) dini hari sekitar pukul 03.59 WITA. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer tersebut diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan lokasi gempa 68 kilometer Tenggara Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Gunung Merapi Kembali semburkan abu vulkanik
Gunung Api Marapi kembali meletus dan menyemburkan abu vulkanik dari mulut kawah sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB, Selasa (20/9). Asap tebal dan pekat terlihat membubung tinggi hingga 500 meter dari kawah disertai hujan abu vulkanik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebutkan, letusan kali ini lebih besar dibandingkan ketika status gunung api itu meningkat menjadi waspada pada 3 Agustus lalu.
Kondisi ini sempat membuat warga sekitar Gunung Marapi cemas. Namun, setelah memastikan kondisi Gunung Marapi aman, mereka kembali beraktivitas seperti biasa termasuk berkebun di lereng Marapi.
Yulnegsih, 26, warga Nagari Sungaipua, Kecamatan Sungaipua, Kabupaten Agam menyebutkan, letusan Gunung Marapi sempat mengeluarkan asap hitam pekat. “Setelah kira-kira satu jam kemudian, warga kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkap Yulnengsih.
Gunung Lokon Meletus 25 kali
Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara terus bererupsi hingga letusannya mencapai 25 kali sejak Rabu (21/9) pukul 00.00 WITA-18.00 WITA. “Aktivitas Gunung Lokon masih di atas normal karena frekwensi letusannya masih tinggi,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Manado, Sulut, Rabu ini.
Gempa 5,2 skala Richter mengguncang Maluku Tenggara
Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 skala Richter mengguncang kota Tual Maluku Tenggara, Rabu sekitar pukul 11.40 WIB. Kepala Stasiun Geofisika Ambon Benny Sipolo di Ambon mengatakan, gempa tersebut terletak pada lokasi 6,66 lintang selatan atau 132,42 bujur timur, 188 Km barat daya Tual Provinsi Maluku, dengan kedalaman 10 km.
Gempa 5,2 Skala Richter (SR) mengguncang Tual, Maluku
Gempa 5,2 Skala Richter (SR) mengguncang Tual, Maluku, Rabu (21/9/2011) pada pukul 11.40 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, gempa yang berkedalaman 10 Km ini berada pada 118 km Barat Daya Tual, Maluku.
BMKG tidak menginformasikan apakah gempa berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. [mvi]
Sumber: INILAH.COM, Jakarta
Gempa TUAL Maluku
Telah terjadi Gempa Mag:5.2 SR,21-Sep-11 11:40:04 WIB,10 Km,(118 km BaratDaya TUAL-MALUKU ), bisa di akses pada link berikut http://twitpic.com/6o3u8c