Hujan Lebat Tewaskan 27 Orang di China

Hujan Lebat Tewaskan 27 Orang di China

BEIJING– Sekira 27 orang tewas dan puluhan lainnya hilang akibat hujan lebat yang melanda China. Hujan tersebut juga memicu banjir di bagian utara dan barat daya China, serta membuat ratusan ribu warga dievakuasi dari rumahnya.

Hujan lebat turun di pada Jumat pekan lalu dan menggenangi banyak bagian di Provinsi Sichuan China. Air sungai pun meluap akibat hujan lebat tersebut.

Para Pemerintah Provinsi Sichuan memerintahkan para regu penyelamat agar mengevakuasi lebih dari 600 ribu warga karena level ketinggian air di Sungai Yangtze mulai menunjukkan tanda-tanda bahaya. Demikian seperti diberitakan AFP, Selasa (20/9/2011).

Ketinggian air di Sungai Jialing juga meningkat dan hampir mencapai tujuh meter. Sejak Jumat pekan lalu, hujan lebat ini sudah menewaskan 13 orang dan saat ini korban pun bertambah menjadi 27 orang.

Banjir juga sudah menghancurkan 2.000 rumah dan merusak 10 ribu lainnya. Sementara itu, di Provinsi Shaanxi yang terletak di bagian utara Sichuan, hujan pun memicu terjadinya tanah longsor dan menghilangkan 18 orang.

China diserang oleh hujan lebat setiap musim panas tiba. Pada 2010 lalu, hujan lebat menyebabkan banjir di negeri panda ini dan menewaskan lebih dari 4.300 orang.(rhs)

Sumber: Okezone.com

Letusan Gunung Lokon Mulai Berkurang

Letusan Gunung Lokon di kota bunga Tomohon provinsi Sulawesi Utara terlihat menurun sepanjang hari Minggu kemarin. Sejak pukul 00.00 Wita tercatat empat kali gempa vulkanik yang terjadi. “Letusannya menurun dibanding dua hari belakangan ini,” ujar Kepala Pos Gunung Api Lokon dan Mahawu, Farid Ruskanda. Menurutnya, deretan letusan terjadi pukul 15.01 WITA, 17.41 WITA, 17.58 WITA dan 18.01 WITA. Letusan yang terjadi rata-rata dikategorikan kecil dengan tinggi letusan 200 meter lebih.

Continue reading

Korban Gempa India Bertambah Menjadi 36 Jiwa

Korban Gempa India Bertambah Menjadi 36 Jiwa

GUWAHATI– Hujan dan juga tanah longsor menyulitkan para regu penyelamat yang hendak mengevakuasi ratusan korban gempa sebesar 6,9 skala richter di wilayah Himalaya. Korban pun bertambah hingga mencapai 36 orang.

Provinsi Sikkim yang berdekatan dengan Nepal, Bhutan, dan juga Tibet diserang oleh bencana longsor setelah gempa kuat tersebut muncul. Saat ini, jumlah korban yang tewas akibat gempa meningkat dari 19 menjadi 36 orang.

Lebih dari 400 personel dari regu penyelamat dikerahkan ke Ibu Kota Provinsi Sikkim, Gathok untuk mengevakuasi para korban yang selamat, namun mereka terjebak tanah longsor dan hancurnya jalan raya.

“Warga masih sangat panik, kami menghabiskan malam hari di luar rumah kami,” ujar warga Kota Gathok Pawan Thapa, seperti dikutip Reuters, Senin (19/9/2011).

Toko dan sektor usaha lainnya di Kota Gathok terpaksa ditutup. Listrik di kota yang dilanda gempa tersebut juga dipadamkan.

Beberapa pesawat jet Angkatan Udara India dikerahkan ke Provinsi Sikkim pascagempa. Personel angkatan bersenjata yang ada di perbatasan China juga dimobilisasi untuk membantu proses evakuasi.

Gempa kuat ini dikabarkan juga mengguncang Tibet dan juga Bangladesh. Sementara itu, korban tewas juga berjatuhan di Nepal akibat gempa kuat ini.

Beberapa gempa bumi dikabarkan sudah mengguncang bagian utara dan timur India pada tahun ini, meski demikian, gempa sebelumnya tidak menyebabkan kerusakan atau menimbulkan korban jiwa.(rhs)

19 Orang Tewas Akibat Gempa Kuat di India & Nepal

19 Orang Tewas Akibat Gempa Kuat di India & Nepal

NEW DELHI – Gempa bumi kuat berkekuatan 6,9 skala richter (SR) mengguncang bagian timur laut India pada Minggu kemarin dan menewaskan 19 orang.

Gempa kuat tersebut dirasakan oleh seluruh wilayah di India setelah mengguncang Negara Bagian Sikkim di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan Nepal, Bhutan dan Tibet pada Minggu kemarin, pukul 18.10 waktu setempat.

Titik pusat gempa berada pada 60 kilometer dari Kota Gangtok yang merupakan Ibu Kota  Provinsi Sikkim. Sekira 60 orang dikabarkan terluka dan listrik di kota tersebut terpaksa dipdamkan setelah terjadinya gempa.

“Listrik padam, semua warga lari ke jalan,” ujar salah seorang warga Gangtok, C.K. Dahal, seperti dikutip AFP, Senin (19/9/2011).

Sekira 1.000 narapidana yang ada di Negara Bagian Benggala Barat terpaksa dievakuasi dari sel mereka saat muncul gempa bumi tersebut.

Di Nepal, polisi mengatakan, sebanyak tiga orang tewas termasuk bocah perempuan berusia delapan tahun akibat tertimpa reruntuhan gedung kantor Kedutaan Besar Inggris di Kota Kathmandu. Kota tersebut terletak sekira 270 kilometer dari titik pusat gempa.

Perdana Menteri India Manmohan Singh langsung mengadakan rapat darurat setelah gempa kuat ini muncul dan memerintahkan pesawat militer agar segera menuju lokasi gempa untuk membawa bantuan.

Akhir-akhir ini, India dilanda bencana alam yang cukup mengerikan. Selain gempa, India juga dilanda banjir bandang yang menewaskan 26 orang pada Kamis pekan lalu. Sebanyak 19 distrik di Negara Bagian Orissa dilanda banjir dan 4.100 desa digenangi air.(rhs)

Gempa 6,8 SR Guncang India

Gempa 6,8 SR Guncang India

Internasional / Minggu, 18 September 2011 20:20 WIB

New Delhi: Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter mengguncang India utara, Ahad (18/9). Tetapi belum ada laporan mengenai kerusakan dan korban jiwa akibat bencana tersebut.

Survei Geologi AS di lamannya melaporkan, gempa itu berpusat di 64 kilometer sebelah barat laut Gangtok, Sikkim, India. Sedangkan kedalaman gempa 10 kilometer.(MI/BEY)

Sumber: Metrotvnews.com




Gempa 6,9 skala Richter mengguncang India timur laut dan Nepal

Gempa bumi yang berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang India timur laut dan Nepal, Minggu (19/9/2011) malam, telah menewaskan sedikitnya 19 orang. Pusat gempa di negara bagian Sikkim di kawasan Himalaya yang berbatasan dengan Nepal, Butan, dan Tibet.

Gempa terjadi sekitar pukul 18.10 waktu setempat atau pukul 19.40 WIB dengan pusat gempa berlokasi sekitar 60 kilometer sebelah barat laut ibu kota Sikkim, Gangtok. Akibat gempa tersebut, aliran listrik mati dan warga keluar dari rumah.

Continue reading

Gempa 5,2 SR Goyang Saumlaki

Gempa 5,2 SR Goyang Saumlaki  

Saumlaki: Gempa bumi kembali terjadi di Saumlaki, Maluku. Kali ini gempa berkekuatan 5,2 skala Richter menggoyang Saumlaki, Sabtu (17/9) pukul 15.52 WIT atau pukul 13.52 WIB.

Laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melansir, lokasi gempa berada di 6.57 Lintang Selatan-130.32 Bujur Timur, Namun, gempa berkedalaman 10 kilometer ini tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa berada pada 191 kilometer barat laut Saumlaki, 288 km barat daya Tual, Maluku, 405 kilometer tenggara Ambon, Maluku, dan 460 km barat daya Fakfak, Papua Barat. Serta, 2.610 km tenggara Jakarta.(ANS)

Sumber: Liputan6.com

Letusan dan Gempa Terus Terjadi di Gunung Lokon

alt

Letusan dan Gempa Terus Terjadi di Gunung Lokon

alt

Gunung Lokon kembali menyemburkan abu vulkanik setinggi 3.000 meter di Tomohon, Sulawesi Utara. Letusan membuat panik warga yang sebagian sudah kembali ke rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO– Sebanyak 13 letusan keluar dari kawah Tompaluan Gunung Lokon, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat pagi. Meskipun letusan terus meningkat namun Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, megatakan, letusan tersebut tak membahayakan aktivitas warga. “Letusan-letusan yang terekam, kami kategorikan kecil. Dan ini tak memengaruhi aktivitas warga atau membahayakan keselamatan warga yang berada di radius bahaya Gunung Lokon,” ujarnya.Hingga pukul 08.00 WITA tercatat telah terjadi 13 letusan sejak pukul 00.28 WITA, 00.35 WITA, 01.05 WITA, 01.11 WITA, 01.52 WITA, 02.11 WITA, 02.03 WITA, 02.20 WITA, 04.10 WITA, 05.06 WITA, 05.35 WITA, 06.07 WITA dan 06.17 WITA. “Tinggi letusan yang bisa kami amati sekitar 200 meter. Namun sebagian letusan lainnya tidak bisa kami perkirakan ketinggiannya karena kondisi kabut tebal menutupi badan gunung dan kawah,” jelasnya. Sebelum terjadinya letusan hari ini, Kamis (15/9) sejak pukul 18.00 WITA-24.00 WITA, pos pengamatan gunung api mencatat terjadinya gempa tektonik jauh amplitudo 18-24 milimeter dengan lama gempa 55-155 detik. Selain itu, terekam pula satu kali gempa vulkanik dalam amplitudo 26 milimeter dengan lama kegempaan lima detik. Begitupun dengan gempa vulkanik dangkal yang terjadi sebanyak 10 kali, amplitudo 3-9 milimeter dan lama gempa 3-6,5 detik. Gempa letusan juga terjadi sebanyak 10 kali, amplitudo 23-43 milimeter dengan lama gempa 40-42,5 detik. Tercatat juga sebanyak 19 kali gempa hembusan amplitudo 10-30 milimeter dengan lama gempa 10-80 detik.

Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara

13 Letusan Gunung Lokon Terjadi Pagi Ini

alt

13 Letusan Gunung Lokon Terjadi Pagi Ini

alt

MANADO – Sebanyak 13 letusan keluar dari kawah Tompaluan Gunung Lokon, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (16/9) pagi.

Meskipun letusan terus meningkat namun Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, mengatakan, letusan tersebut tak membahayakan aktivitas warga.

“Letusan-letusan yang terekam, kami kategorikan kecil. Dan ini tak memengaruhi aktivitas warga atau membahayakan keselamatan warga yang berada di radius bahaya Gunung Lokon,” ujarnya.

Hingga pukul 08.00 WITA tercatat telah terjadi 13 letusan sejak pukul 00.28 WITA, 00.35 WITA, 01.05 WITA, 01.11 WITA, 01.52 WITA, 02.11 WITA, 02.03 WITA, 02.20 WITA, 04.10 WITA, 05.06 WITA, 05.35 WITA, 06.07 WITA dan 06.17 WITA.

“Tinggi letusan yang bisa kami amati sekitar 200 meter. Namun sebagian letusan lainnya tidak bisa kami perkirakan ketinggiannya karena kondisi kabut tebal menutupi badan gunung dan kawah,” jelasnya.

Sebelum terjadinya letusan hari ini, Kamis (15/9) sejak pukul 18.00 WITA-24.00 WITA, pos pengamatan gunung api mencatat terjadinya gempa tektonik jauh amplitudo 18-24 milimeter dengan lama gempa 55-155 detik.

Selain itu, terekam pula satu kali gempa vulkanik dalam amplitudo 26 milimeter dengan lama kegempaan lima detik. Begitupun dengan gempa vulkanik dangkal yang terjadi sebanyak 10 kali, amplitudo 3-9 milimeter dan lama gempa 3-6,5 detik.

Gempa letusan juga terjadi sebanyak 10 kali, amplitudo 23-43 milimeter dengan lama gempa 40-42,5 detik. Tercatat juga sebanyak 19 kali gempa hembusan amplitudo 10-30 milimeter dengan lama gempa 10-80 detik.

Sementara itu, tremor masih terekam terus menerus dengan amplitudo 0,5-4 milimeter, dominan dua milimeter.

Di sisi lain, bersamaan dengan letusan sejak pukul 00.00 WITA-06.00 WITA hari ini kondisi seismik yang terekam dua gempa tektonik amplitudo 22-46 milimeter dengan kelamaan gempa 110-350 detik, satu kali gempa vulkanik dalam amplitudo 11 milimeter, lama gempa lima detik.

Terekam juga empat kali gempa vulkanik dangkal amplitudo 3,5-6 milimeter, 10 kali gempa hembusan amplitudo 9-28 milimeter dengan lama gempa 12,5-75 detik.

Gempa letusan dan tremor yang terekam masing-masing beramplitudo 23-47 milimeter lama gempa 50-150 dan 1-10 milimeter, dominan dua milimeter.

“Asap kawah putih tebal yang keluar dari kawah Tompaluan dengan ketinggian 100-300 meter mengindikasikan penguapan akibat suhu tinggi,” jelasnya. (Ant)

Sumber: Sinar Harapan