USGS: Gempa 6,0 SR Gempa Vanuatu
USGS: Gempa 6,0 SR Gempa Vanuatu
Hong Kong: Gempa dengan kekuatan 6,0 pada skala Richter mengguncang lepas pantai Vanuatu, Senin (12/9) pukul 07.37 waktu Beijing atau 06.37 WIB). Begitulah yang berhasil terpantau U.S. Geological Survey.
Gempa berpusat di sebelah barat-daya ibu kota Vauatu, Port-Villa, atau terletak 18,1386 derajat Lintang Selatan dan 167,8999 derajat Bujur Timur dengan kedalaman satu kilometer.
Sumatera Selatan memiliki terdapat 894 titik api kebakaran hutan
Berdasarkan hasil monitor satelit di Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), terdapat 894 titik api (hotspot) selama periode 1-7 September 2011. Sedangkan untuk periode Agustus tercatat sebanyak 1.518 titik api. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Ir Sigit Wibowo, Kamis (8/9/2011).
Kebakaran Lereng Gunung Sumbing
Kebakaran hutan jati terjadi di dua daerah di Indonesia. Kebakaran tersebut terjadi akibat munculnya titik api karena musim kemarau. Senin (12/9) dini hari, kebakaran terjadi di Desa Pucang Gading Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Api melahap hutan jati dan hutan mahoni. Api bahkan tersebar di beberapa titik dan masih berkobar terus hingga dini hari tadi. Sementara, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan Perhutani belum juga mengirimkan bantunan pemadam.
Gempa Guncang Timor dan Kepulauan Talaud
Gempa Guncang Timor dan Kepulauan Talaud
Minggu, 11 September 2011 | 14:01 WIB JAKARTA l SURYA Online
Gempa mengguncang dua wilayah berbeda di Indonesia, Minggu (11/9/2011) ini. Pertama, gempa berkekuatan 4,6 skala Richter menggoyang daerah Timor pukul 08.09.11 waktu setempat dan kedua, gempa berkekuatan 4,8 SR mengguncang Kepulauan Talaud pukul 09.58.59 waktu setempat. USGS (US Geological Survey) hari Minggu menyebutkan, gempa di wilayah Timor berkekuatan 4,6 SR berpusat di lokasi 10,422 Lintang Selatan dan 123,908 Bujur Timur dengan kedalaman 20,6 km. Jarak pusat gempa Timor 45 km sebelah tenggara Kupang, 275 km barat daya dari Dili, Timor Leste; 303 km sebelah tenggara Ende; dan 798 km barat laut Darwin, Australia. Sementara itu, gempa yang menggoyang Kepulauan Talaud berpusat di 3,524 Lintang Utara dan 126,845 Bujur Timur dengan kedalaman 71,8 km. Jarak pusat gempa Kepulauan Talaud 308 km sebelah utara Ternate, Maluku; 314 km timur laut Manado, Sulawesi Utara; 947 km barat daya Koror, Palau; dan 1.384 km sebelah tenggara Manila, Filipina.
Sumber: Surya.co.id
Gunung Lokon Beraktivitas Kembali
Gunung Lokon Beraktivitas Kembali
Nasional / Minggu, 11 September 2011 11:40 WIB
Tomohon: Pos pengamatan mencatat rentetan gempa tektonik di kawah Tompaluan, Gunung Lokon, Sumatra Utara. Sejak tanggal 1 hingga 10 September, petugas mencatat sedkitnya 31 kali gempa tektonik dari gunung tersebut. Staf Pos Pengamatan Gunung Lokon dan Mahawu, Ferry, mengatakan rentetan gempa tak menjadi penyebab terjadinya letusan. Gempa hanya berkaitan dengan pergeseran lempengan bumi. Mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WITA, Ahad (11/9), pihaknya mencatat satu kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa vulkanik dangkal. Frekuensi gempa vulkanik lebih sedikit ketimbang kemarin, yakni tiga kali. Ia menuturkan bila frekuensi gempa vulkanik cukup banyak, maka akan ada kemungkinan Gunung Lokon meletus. “Letusan bisa saja terjadi bila gempa vulkanik yang berupa suplai energi terus terakumulasi dan tidak dikeluarkan. Namun, aktivitas vulkanik Gunung Lokon yang kita pantau setiap hari terjadi pelepasan energi melalui letusan-letusan berskala kecil,” paparnya. (Ant/RRN)
Sumber: Metrotvnews.com
Zona Bencana Jepang Berubah
Zona Bencana Jepang Berubah
Padang Ekspres • Sabtu, 10/09/2011 12:17 WIB
Enam Bulan Pascatsunami
Tokyo, Padek—Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9 skala Richter (SR) dan tsunami yang memorak-porandakan timur laut Jepang pada 11 Maret lalu sudah enam bulan berlalu. Meski pemerintah menuai banyak kecaman karena dinilai terlalu lamban dalam mengatasi bencana nasional tersebut, sebenarnya upaya rehabilitasi dan rekonstruksi tidak jalan di tempat. Pemulihan mulai terlihat di beberapa titik.
Bahkan, koran Inggris Daily Mail edisi online kemarin (9/9) secara implisit memuji cepatnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-gempa di Jepang. Sejumlah kantor berita asing juga memublikasikan foto-foto terakhir pasca-gempa dan tsunami kemarin.
Menurut Anna Edwards, koresponden Daily Mail, ribuan warga yang tewas dan ribuan jasad lain yang hilang tidak akan pernah kembali. Demikian juga dengan puluhan ribu bangunan dan banyak harta benda yang tersapu gelombang laut setinggi 8 meter tersebut. Tetapi, dia memuji semangat warga Jepang yang tidak pernah surut. Masa berduka dan meratapi kepergian orang-orang terdekat sudah berakhir. Kini, mereka mulai bangkit dan memupuk harapan baru.
Dia menuturkan, setelah proses evakuasi jenazah korban dihentikan beberapa bulan lalu, tersedia kesempatan bagi pemerintah dan warga Jepang untuk berbenah. ’’Genangan air yang semula merendam ribuan gedung kini sudah surut. Sampah yang dulu menggunung juga sudah bersih. Bahkan, rumput dan tanaman tertentu sudah mulai tumbuh,’’ terang Edwards.
Meski begitu, warga masih enggan meninggalkan tempat penampungan. Kebocoran nuklir di PLTN Fukushima Daiichi, sekitar 250 kilometer timur laut Tokyo, menjadi alasan utama mereka untuk tak kembali ke tempat tinggal masing-masing. Krisis nuklir yang berkepanjangan itu pula yang memaksa Perdana Menteri (PM) Naoto Kan lengser pada 26 Agustus lalu dan kemudian digantikan Yoshihiko Noda (mantan menteri keuangan dalam kabinetnya).
Meskipun sesekali mengunjungi tempat tinggal mereka untuk sekadar menyingkirkan reruntuhan bangunan, warga enggan menetap di lingkungan sama. Apalagi, pemerintah belum mengizinkan mereka kembali ke rumah. Terutama, warga yang semula tinggal dekat PLTN. Zona 20 kilometer di sekeliling PLTN itu harus tetap menjadi kawasan steril. Sebab, paparan radiasi masih cukup tinggi.
Kota Futuba yang berjarak sekitar 19 kilometer dari PLTN Fukushima pun kini menjadi kota hantu. Kekacauan masih terlihat jelas di kota tersebut. Tempat tinggal dan harta yang ditinggalkan warga saat tsunami melanda pun masih tetap berada di tempat masing-masing. Sejak krisis nuklir melanda, tak seorang pun diizinkan memasuki kota tersebut. Ternak dan binatang peliharaan yang tertinggal pun terpaksa dibiarkan mati karena radiasi atau kelaparan.
Suasana di Futaba itulah yang lantas menghantui Naoto Kan. Sebelum mundur, dia sempat dihantui bayangan Tokyo yang tak bisa ditinggali lagi alias tak berpenghuni. PM Yoshihiko Noda minta maaf atas terjadinya krisis nuklir. (jpnn)
Korban Banjir Sembakung-Nunukan Minta Bantuan Pangan
Korban Banjir Sembakung-Nunukan Minta Bantuan Pangan

Dirincikan, korban banjir di Desa Tagul sejumlah 113 kepala keluarga dan Desa Lubakan sejumlah 120 KK membutuhkan bantuan pangan pasca-banjir yang meliputi beras 10 kg per KK, gula 3 kg per-KK, kopi 1 bungkus per-KK.
Selanjutnya mie instans 10 bungkus per-KK serta ikan kaleng 5 kaleng per-KK. Banjir terjadi di Kecamatan Sembakung lebih sepekan, karena meluapnya Sungai Sembakung.
Sementara itu, Sabtu (10/9/2011) dinihari tadi banjir kembali menenggelamkan enam desa di Kecamatan Sembakung meliputi Desa Tagul, Desa Lubakan, Desa Atap, Desa Tembelunu, Desa Bungkul, Desa Tujung dan Desa Pagar.
Menurut warga, ketinggian air mencapai 2 meter di atas permukaan air sungai normal.
Desa Tagul dan Desa Lubakan merupakan dua desa terparah yang dilanda banjir. Sawah, ladang dan permukaan jalan dalam kampung hingga kini masih tenggelam. “Untuk dua desa tersebut sangat membutuhkan bantuan pangan. Camat Sembakung telah mengirimkan telex kepada Bupati Nunukan Cq Kaban Kesbang Linmas perìhal permohonan bantuan untuk kedua desa tersebut,” ujar Sekretaris Camat Sembakung Surai’i.
Sumber: tribunkaltim.co.id
Korban Tewas Banjir Thailand 78 Orang
KOMPAS.com – Sudah ada konfirmasi 78 orang tewas dalam banjir bandang dan tanah longsor di kawasan utara dan tengah Thailand. Sementara itu, hampir 30 usaha menderita kerusakan serius akibat banjir.
Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi mengatakan, provinsi yang memiliki laporan kematian tertinggi adalah Phichit. Di situ, 21 orang tewas gara-gara banjir akibat hujan yang melanda bagian atas Thailand.
Banjir bandang dan tanah longsor di provinsi-provinsi utara dan tengah Thailand yang disebabkan oleh badai hujan deras menghantam sekitar 14 provinsi selama lebih dari tiga bulan. Musim hujan juga terjadi di seluruh Laut Andaman, Thailand dan Teluk Thailand, kata departemen itu.
Kematian terbaru dilaporkan di Uttaratid. Di situ, enam orang tewas dan lainnya hilang setelah tanah longsor terjadi pada Jumat (9/9/2011) pagi, membuat korban tewas di provinsi itu naik menjadi tujuh.
Departemen memperkirakan bahwa sekitar 2.300 meter persegi lahan pertanian telah terkena banjir. Sementara itu, sekitar 6.700 karyawan dari 27 perusahaan bermasalah serius minggu ini karena banjir di provinsi itu, menurut Sekretaris Tetap Departemen Tenaga Kerja Somkiat Chayasriwong.
Pejabat itu mengatakan, bantuan kementerian pusat di provinsi-provinsi di sepanjang daerah aliran sungai di wilayah pusat telah melaporkan jumlah pekerja yang terkena banjir dari Senin hingga Rabu pekan ini.
Somkiat mengatakan, pihaknya telah menyetujui pinjaman perbaikan rumah untuk 190 pekerja, senilai total 9,5 juta baht (sekitar 316.000 dollar AS).
Dia menambahkan kementerian telah mengkoordinasikan upaya instansi pemerintah dalam memberikan bantuan kepada mereka, termasuk distribusi komoditas penting dan pinjaman untuk perbaikan rumah.
AS Banjir, 100 Ribu Warga Dievakuasi
AS Banjir, 100 Ribu Warga Dievakuasi
Banjir ini adalah yang terparah selama 40 tahun terakhir.
VIVAnews – Banjir akibat hujan deras yang merupakan impak dari badai tropis Lee terjadi di Amerika Serikat pada Kamis 8 September 2011 waktu setempat. Akibatnya, sebanyak 100 ribu penduduk di wilayah timur laut AS terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Dilansir FOX News, para penduduk dievakuasi ke sekitar kawasan Wilkes-Barre, Pennsylvania, yang memiliki tanggul cukup tinggi untuk menahan banjir. Meski demikian, sekitar 800 atau 900 rumah terancam bahaya jika sewaktu-waktu tanggul tersebut jebol.
“Situasinya mengerikan,” kata Stephen Bekanich, kepala manajemen penyelamatan di Luzerne County. Dia dan regu penyelamat lain yakin tanggul akan mampu menahan air, namun tetap menghimbau para sukarelawan untuk meletakkan kantung berisi pasir di kedua sisi sungai.
Di kota Binghamton, New York, Sungai Susquehanna meluap hingga memenuhi jalan dan tingginya sudah mencapai setengah tiang lampu. Walikota Matt Ryan mengatakan, banjir kali ini adalah yang terburuk sejak tahun 1930an dan 1940an.
Hujan dengan curah hujan 9 inci turun di Binghamton dan sebagian Pennsylvania. Sungai-sungai meluap dari Maryland hingga Massachusetts, dan para ahli memperkirakan banjir masih akan terus meluas.
Bagi daerah yang beberapa waktu lalu terdampak topan Irene, keadaannya bisa lebih parah lagi. “Kami baru saja selesai bersih-bersih sisa banjir akibat topan Irene,” kata Edith Rodriguez, salah satu dari 75 warga New York yang masih tinggal di penampungan pasca topan. “Kini kami harus mulai bersih-bersih lagi.”
Sedikitnya 9 orang tewas akibat badai Lee. Empat tewas di Pennsylvania pusat, satu tewas di Maryland, dan 4 lainnya tewas di Gulf Coast.
Tom Graziano, kepala divisi layanan hidrologi di Badan Atmosfer Kelautan Nasional mengatakan banjir yang terjadi di bagian timur laut AS adalah yang terparah sepanjang sejarah. “Topan Irene saja sudah menyebabkan banjir parah, dan sekarang kita menghadapi curah hujan yang lebih tinggi lagi,” katanya.
Sumber: VIVAnews
