FEMA Disaster Recovery Center opens in Mullins

MULLINS, S.C. (WBTW) – A Federal Emergency Management Agency (FEMA) Disaster Recovery Center opened in Mullins Saturday.

The center is designed to help residents register damage with FEMA. After they have registered an inspector will visit their home to assess the damages.
Then FEMA will determine if they qualify for assistance. Officials say the process only takes about 15 minutes.

Renee Bafalis, FEMA Media Relations Specialist said, “A lot of these folks have been through trauma and they are overwhelmed by everything that is happening to them. Then on top of that they are mandated to fill out government paperwork. Having a facility like a recovery center in their communities gives them the ability to talk face- to- face with someone that can become their advocate.”

Lisa Bellamy, lives in Marion. Her car was flooded after Hurricane Matthew.
“I came to get some benefits to help with my car. That is the only transportation I have,” Bellamy explained.
“It’s is a blessing to have these people [FEMA] to help us. It’s a miracle,” Bellamy adds.

Residents can also register online at 1-800- 621- FEMA or online at disasterassistance.gov.

The Disaster Relief Center in Mullins is located at the Mullins City Hall.

Hours of operation:

Monday – Friday from 9 a.m. to 7 p.m.

Saturday from 10 a.m. to 6 p.m.

 

7 Jenis Bencana Alam Ini Bisa Terjadi di Sleman Yogyakarta

SLEMAN – Menanggapi cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia termasuk di Sleman, Bupati Sleman tetapkan masa siaga bencana selama 40 hari hingga akhir november.

Penetapan masa siaga bencana juga ditandai dengan apel gelar personil dan peralatan yang digelar di Lapangan Denggung Sleman Minggu (23/10/2016) pagi yang dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Apel tersebut diikuti oleh sekitar 1000 personil dari berbagai elemen mulai BPBD, SAR, TNI, Polri, Relawan, mahasiswa hingga unsur masyarakat.

Dalam apel tersebut turut ditampilkan pula uji keterampilan mendirikan tenda sebagai langkah utama yang perlu ketika bencana melanda suatu daerah hingga warganya harus mengungsi.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Kunto Riyadi mengatakan Sleman termasuk wilayah paling rawan bencana di DIY.

“Wilayah Sleman mempunyai nilai indeks tertinggi dalam risiko bencana dari seluruh kabupaten kota di DIY dengan skor 97,” ujarnya

Ada tujuh ancaman bencana besar yang mengintip wilayah Sleman mulai erupsi Gunung Merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan hingga kebakaran.

“Apel siaga ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kita terhadap pengurangan resiko bencana, selain itu juga untuk memastikan perlatakan kami dalam status siaga dan siap,” tambahnya. (*)

sumber: TRIBUNNEWS.COM

Regional peace, stability benefits both ASEAN, US: Defence Minister

Peace, stability and prosperity in the region and the Southeast Asia in particular benefit both ASEAN and the US, stated Vietnamese Defence Minister General Ngo Xuan Lich during a recent informal meeting of US and ASEAN denfence chiefs in Hawaii, source from Vietnamnews said on September 2.

The responsible engagement of the US and other partners for peace, stability and development in the Southeast Asian region as well as in the Asia-Pacific will help ASEAN realise the ASEAN Community’s goals to 2025 and beyond.

He expressed hope that the cooperation of the US will contribute to strengthening solidarity, unity and raising the central role of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

The Vietnamese Defence Minister held that the relationship between the ASEAN and the US and other partners is significant to regional peace, stability and growth. He pointed to the need to increase dialogues, especially informal talks, to strengthen consultation and mutual understanding on policies and priorities of each party.

ASEAN and the US should promote existing dialogue and partnership mechanisms such as the East Asia Summit (EAS), the ASEAN Defence Ministers’ Meeting Plus, and the Shangri-La Dialogue, he said.

Minister Ngo Xuan Lich also stressed that all efforts for the maintenance of peace and the promotion of cooperation and development should be supported and facilitated.

He asserted that Vietnam and the US should focus on building capacity in joint operation in non-traditional security matters by sharing information and personnel training support, suggesting that the US share more experience with ASEAN and assist the grouping in capacity improvement, especially in search and rescue in Southeast Asian region.

Vietnam will send officials to ASEAN centres for maritime information sharing, military medicine, humanitarian aid coordinating and disaster relief, he pledged, adding that the setting up of the centres has contributed to reinforcing the solidarity and coordination among ASEAN countries as well as between the association and partners.

He noted that during the visit of US President Barack Obama to Vietnam in May this year, the two countries signed an agreement to set up a working group for Cooperative Humanitarian and Medical Storage Initiative, which is a civil deal merely for humanitarian purposes.

Meanwhile, US Defence Secretary Ash Carter affirmed that his country’s rebalance policy will be continued in the next President’s administration. He also reaffirmed the US ’ commitments to the Asia-Pacific.

Lauding the contribution of the ASEAN to the ensuring of security in the Asia-Pacific, Carter stressed that the US support the central role of the ASEAN as well as cooperation mechanism led by the association in the region.

At the meeting, the defence chiefs reaffirmed the commitments made by leaders of the US and ASEAN countries at the special US-ASEAN Summit in Sunnylands, the US in February 2016 and during the 4th US-ASEAN Summit in Laos in September this year.

They discussed the formation of a regional security network through which countries can contribute to the maintenance of peace and prosperity in the region. The defence chiefs also exchanged ideas on maritime security, counter-terrorism and the settlement of non-traditional security challenges.

According to Carter, all parties should exert joint efforts to cope with the non-traditional challenges such as natural disasters, piracy. He emphasised the importance of ASEAN coordination in humanitarian and disaster relief.

He also voiced the US ’ wish to keep the Southeast Asia ’s vital waterways open and secure.

On the sidelines of the ASEAN-US Defence Chiefs’ meeting, General Ngo Xuan Lich had bilateral meetings with his Malaysian, Thai and Singaporean counterparts. During the meetings, the ministers agreed to foster practical defence affiliation for the interest of each country, contributing to the maintenance of peace and stability in the region.

The ministers also concurred that it is necessary to increase meetings among defence chiefs of the ASEAN for more effectiveness partnership as well as stronger solidarity of the ASEAN.-

10 Negara ASEAN Hadiri Hari Penanggulangan Bencana 2016 di Manado

10 Negara ASEAN Hadiri Hari Penanggulangan Bencana 2016 di Manado

MANADO – Sebanyak 10 negara yang tergabung di dalam Association of South East Asia Nations (ASEAN) dipastikan hadir dan ikut serta dalam kegiatan The 29th ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) and Other Related Meeting 2016.

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan peringatan hari Pengurangan Risiko Bencana (PRB), pada 11-13 Oktober 2016.

Selain itu, menurut Sutopo, sekira 2.000 peserta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seluruh Indonesia juga dipastikan ikut ambil bagian dalam hajatan tersebut.

Dia menjelaskan, pertemuan ACDM bakal membahas berbagai persoalan penanganan bencana di ASEAN. “Banyak agenda dalam acara tersebut. Pertemuan menteri kebencanaan negara-negara ASEAN sudah banyak diagendakan,” terangnya, lewat rilis yang diterima Koran SINDO MANADO, Minggu (9/10/2016).

Sedangkan pada acara puncak peringatan PRB, akan dilakukan penanaman mangrove, gelar relawan, pameran, Tangguh Award 2016, dan rangkaian seminar nasional dan internasional.
“Semua kegiatan tersebut sudah diagendakan mulai 11 hingga 13 Oktober nanti,” ungkapnya.

Adapun Sulawesi Utara (Sulut) dipilih menjadi tuan rumah, kata dia, bukan tanpa alasan. “Pertama Sulut rawan multi bencana. Kedua, Pemda Sulut mengajukan diri secara resmi untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Peringatan Bulan PRB 2016 saat peringatan PRB 2015 di Solo lalu. Dan terakhir, fasilitas di Kota Manado memadai untuk menampung peserta 2.000 hingga 3.000 peserta dari Indonesia,” sebutnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini BNPB belum menerima informasi jika Presiden RI Joko Widodo berhalangan hadir. “Hingga saat ini belum ada kabar jika Presiden berhalangan hadir sehingga semua persiapan dilakukan sesuai rencana jika Presiden hadir,” pungkasnya.

2.200 Anak Sekolah Jadi Korban Banjir Garut

Petugas TNI, Polri, serta Basarnas mencari korban pascabanjir bandang aliran Sungai Cimanuk di Lapangparis, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jabar, Jumat (23/9).

GARUT — Sebanyak 2.200 anak Sekolah Dasar, Sekolah Menengah maupun Sekolah Atas sederajat menjadi korban terkena dampak bencana banjir bandang Kabupaten Garut, Jawa Barat, sehingga anak tersebut membutuhkan seragam dan peralatan sekolah.

“Ada sekitar 2.200 anak yang menjadi korban terkena dampak banjir, mereka membutuhkan perlengkapan sekolah,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, kepada wartawan di Garut, Ahad (25/9).

Ia menuturkan seluruh anak yang terkena dampak banjir itu dari 15 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA. Sejak kejadian banjir, kata dia, kegiatan belajar mengajar tidak optimal karena banyak siswa yang seragam dan perlengkapan belajarnya hanyut terbawa arus banjir. “Anak-anak tidak mempunyai perlengkapan sekolah karena hanyut dan terendam air,” ucapnya.

Ia mengatakan para anak didik itu membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah, buku, tas, sepatu dan peralatan tulis untuk tingkat Paud, SD, SMP, dan SMA. “Mereka anak-anak sekolah korban banjir membutuhkan itu agar mereka bisa sekolah,” katanya.

Ia menambahkan sekolah yang terkena dampak banjir menyebabkan kursi, meja, lemari dan papan tulis, termasuk buku-buku di kelas maupun kantor rusak dan kotor.

Bahkan, lanjut dia, ada delapan sekolah yang peralatan lab komputer, perpustakaan dan peralatan belajar mengajarnya rusak. “Ada yang perlengkapan sekolah rusak, bahkan pada hari pertama bencana sekolah diliburkan,” katanya menjelaskan.

 

sumber: REPUBLIKA.CO.ID,

Foto Selfie Donatur dan Warga Bikin Kesal Korban Banjir Bandang Garut

GARUT – Donatur terus berdatangan ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk memberikan bantuan. Meski hal itu positif, tapi ada sisi lain yang ternyata memiliki dampak buruk.

Itu karena banyak donatur yang berfoto selfie di lokasi banjir bandang. Setelah menyerahkan bantuan, para donatur banyak yang berpose tersenyum sambil membentangkan spanduk. Latar belakang dalam foto itu pun cukup miris yaitu para korban yang sedang membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan akibat banjir.

Dandim 0611 Garut sekaligus Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Garut Letkol Arm. Setyohani Susanto mengaku mendapat banyak keluhan dari para korban. Mereka sakit hati melihat tingkah para donatur yang berfoto selfie sambil tersenyum di lokasi bencana.

“Yang parah setelah mereka memberi bantuan, mereka pajang banner (difoto) sambil ketawa-ketawa dengan background-nya saudara-saudara kita yang kena musibah. Mata mereka (korban) melihat. Ini bukan satu-dua, 10-20, tapi ratusan orang seperti itu terjadi dalam beberapa hari ini,” kata Setyo, sapaan akrabnya, di Garut, Sabtu (24/9/2016).

Hal seperti itu menurutnya tidak pantas dilakukan. Seolah-olah para donatur itu justru tertawa di atas penderitaan orang lain. Ia pun berharap para donatur berempati atas penderitaan para korban dan tak ada lagi yang melakukan tingkah serupa.

“Kita tidak melarang untuk memberi bantuan. Tapi tolonglah berempati pada saudara-saudara kita,” ucapnya.

Sementara selain para donatur, di lokasi bencana juga banyak warga lain yang berfoto selfie. Mereka adalah warga Garut yang tidak terkena dampak banjir bandang. Mereka seringkali hadir di lokasi bencana hanya untuk menyaksikan upaya evakuasi.

Setyo pun meminta masyarakat berempati. Ia tidak ingin lokasi bencana justru dijadikan ajang wisata dadakan, apalagi untuk berfoto selfie.

Secara pribadi, ia mengaku kesal dengan tingkah para donatur dan warga yang seperti itu. Mereka seolah tidak menunjukkan rasa belas kasihan terhadap para korban.

“Kami saja (petugas gabungan) di lapangan tidak ingin memperlihatkan gigi saya karena saya tahu bagaimana perasaan korban,” tegas Setyo.

Banjir Garut, 20 Orang Masih Hilang Pencarian Diperluas

TEMPO.COJakarta –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim SAR gabungan masih terus mencari 20 orang yang hilang akibat banjir bandang di Garut, Jawa Barat. “Penyisiran kami perluas hingga wilayah Sumedang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada Tempo pada Minggu, 25 September 2016.

Sutopo mengatakan tim gabungan saat ini memperluas pencarian di beberapa daerah di Sumedang. Di antaranya kawasan Bojonglarang, Cimacan, Lapangan Paris, Waduk Jatigede, dan Kampung Cusurat Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang. Tim gabungan itu terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, relawan, NGO, SKPD, dan masyarakat. Pencarian korban tragedi Garut

Menurut Sutopo, tim gabungan memiliki kendala luasan wilayah yang terdampak banjir bandang. Tim SAR harus mencari korban yang tertimbun bekas bangunan dan lumpur. Tidak semua lokasi dapat dijangkau alat berat, sehingga pencarian dilakukan secara manual. 

Saat ini lima alat berat dan delapan anjing pelacak dari Polda Jawa Barat dikerahkan. Akses menuju lokasi terdampak juga sempit. Di sungai, kondisi aliran Sungai Cimanuk keruh karena sedimentasi tinggi. Tim SAR menyusuri sungai hingga Waduk Jatigede di Sumedang. Cuaca juga kurang bersahabat karena hujan sering turun.

Hingga Minggu sore, BNPB mencatat ada 33 orang tewas, 20 hilang, 35 orang luka-luka, dan 6.361 orang mengungsi. Pendataan sementara terdapat 2.049 rumah rusak yang meliputi 283 rumah hanyut, 605 rumah rusak berat, 200 rumah rusak sedang, dan 961 rumah rusak ringan.

Masyarakat telah setuju untuk relokasi wilayah. BNPB kemudian menurunkan tim untuk melakukan perhitungan kerugian dan kerusakan alibat bencana untuk rencana penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir nantinya. Penanganan darurat terus dilakukan. Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD Kab Garut dan BPBD Provinsi Jawa Barat dalam penanganan darurat.

Korban Tewas Bencana Korea Utara Mencapai 133 Orang

Pyongyang – Korban tewas akibat banjir besar di wilayah perbatasan Korea Utara telah meningkat menjadi 133 orang, sebanyak 395 orang lainnya hilang dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Dalam laporannya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (OCHA), yang mengutip pejabat pemerintah Pyongyang, mengatakan sekitar 107 ribu orang terpaksa meninggalkan kediaman mereka di sepanjang Sungai Tumen yang digenangi air.

Hujan lebat pada akhir Agustus dan awal September menyebabkan kerusakan yang luas di sepanjang Sungai Tumen. Sungai ini memisahkan Korea Utara dari tetangganya, Cina dan Rusia.

Pemerintah Korea Utara menggambarkan banjir kali ini merupakan yang terburuk melanda kawasan itu dalam beberapa dasawarsa. Hampir 25 ribu rumah hancur total, sedangkan 11 ribu lainnya telah rusak, selain 8.700 bangunan publik yang juga rusak.

OPCHA mengatakan dalam laporannya bahwa lebih dari 16 ribu hektare lahan pertanian telah dibanjiri dan setidaknya 140 ribu orang sangat membutuhkan bantuan.

OCHA mengatakan sekelompok lembaga bantuan, termasuk badan-badan PBB lainnya, Palang Merah Internasional, Palang Merah Korea Utara, dan LSM internasional lainnya, telah mengunjungi bagian dari wilayah yang dilanda banjir pekan lalu untuk menilai kerusakan dan mencatat kebutuhan masyarakat.

Negara paling terisolasi di dunia tersebut selama ini sering dilanda bencana alam, terutama banjir, karena kombinasi antara deforestasi dan infrastruktur yang buruk. Setidaknya, 169 orang tewas dalam hujan lebat pada musim panas 2012.

Pada Agustus 2015, topan Goni melanda negara itu dan membanjiri kota perbatasan Rason, yang merupakan zona ekonomi khusus. Bencana itu menyebabkan sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 1.420 orang kehilangan tempat tinggal.

sumber: TEMPO.CO

Reportase GLADI BENCANA KEGAGALAN TEKNOLOGI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2016

batan simulasi

Reportase

GLADI BENCANA KEGAGALAN TEKNOLOGI

DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2016

Yogyakarta, 31 Agustus 2016

Reportase oleh Intan A.

PKMK-FK UGM– Keberadaan reaktor nuklir di wilayah DIY membuat masyarakat harus tetap waspada. Adanya teknologi tersebut memiliki resiko kebencanaan yang tinggi. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menggelar latihan kedaruratan bencana kegagalan teknologi nuklir. Kegiatan ini melibatkan Badan Tenaga Nuklir Yogyakarta, PKMK FK UGM dan instansi-instansi terkait lainnya.

batan simulasi

Doc. Tribun Yogyakarta. Pers conference

“Pelatihan ini kami gelar agar masyarakat semakin waspada. Kalau dari pihak BATAN (Badan Tenaga Nuklir) personilnya sudah mengerti tentang potensi bencana nuklir, sedangkan masyarakat umum belum,” kata Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno saat ditemui di Kantor BATAN Caturtunggal, Depok, Rabu (31/8).

Saat ini pemukiman warga di sekitar Reaktor Nuklir Kartini Batan DIY sudah semakin padat. Bahkan penghuni kawasan tersebut didominasi oleh mahasiswa atau masyarakat yang pada dasarnya merupakan pendatang baru dan tidak mengetahui keberadaan reaktor nuklir di kawasan Caturtunggal ini.

Meski instalasi nuklir tersebut telah dibangun dengan standar keselamatan dan operasional tertentu berikut rencana kontijensi, tetap diperlukan upaya mencegah resiko kecelakaan dan bencana. Di antaranya dengan melakukan latihan penguatan ketangguhan dalam kedaruratan. Rangkaian kegiatan latihan bencana dari BPBD ini terdiri atas beberapa kegiatan yaitu Table Top Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX), Field Training Exercise (FTX), serta After Action Review (AAR).

Table Top Exercise digelar pada 31 Agustus 2016 melibatkan 150 personil penanganan bencana. Hasil diskusi akan digunakan sebagai masukan untuk menyusun materi gladi posko. Dari situ, dilanjutkan gladi lapang dan simulasi yang melibatkan 500 personil dari BPBD, PKMK FK UGM, kepolisian, militer, BATAN, dan juga masyarakat sekitar.

Kepala Pusat Sains dan Teknologi Akselerator BATAN, Susilo Widodo mengatakan, di antara sekian banyak potensi bencana teknologi,nuklirsebetulnya memiliki resiko paling kecil mengingat ada standar prosedur ketat yang diterapkan. Ia juga menyebut, potensi bencananuklirdi Yogyakarta sebenarnya mendekati nol persen meski di instansinya ada reaktornuklirKartini yang sudah berdiri sejak 1979. Namun begitu, dirinya sepakat bahwa upaya kontijensi dan kewaspadaan serta kesiapsiagaan bencana tetap diperlukan. Termasuk juga pemahaman masyarakat umum terhadap keberadaan BATAN. “Dengansimulasi lapangan, harapannya ada penyempurnaan SOP dan koordinasi antar instansi. ini penting dilakukan,” katanya.

batan simulas hdpi

Divisi Manajemen Bencana PKMK-FK UGM sebagai tim yang membangun konsep penanganan bencana khususnya di sektor kesehatan, dan institusi pendidikan juga ikut terlibat di kegiatan ini. Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM dalam kegiatan ini melakukan pendampingan khususnya pada Sektor Kesehatan. PKMK FK UGM diwakili oleh dr. Bella Donna dan dr. Sulanto Saleh Danu menjadi observer dan evaluator pada kegiatan ini.

Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM memberikan pendampingan pada Tim Kesehatan BATAN, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit mengenai pentingnya membuat SOP untuk penanganan bencana pada kegagalan teknologi. Dengan terbentuknya SOP ini diharapkan masing-masing instansi mengetahui tugas dan fungsinya saat terjadi kegagalan teknologi di BATAN.