Artikel Bencana

Berisi artikel, ulasan, dan opini yang susun oleh pengelola Divisi Manajemen Bencana seputar kebencanaan baik yang terkait kesehatan maupun penanggulangan bencana secara umum. Artikel bencana akan terbit setiap dua minggu sekali pada minggu kedua dan minggu keempat.


Connecting the Global Climate Change and Public Health Agendas
Disaster Risk Management
Disaster Risk Reduction (DRR) Programs
Effective community collaboration in emergency management
Eruption of volcano in Iceland
FAO Role in Disaster Risk Reduction
Health disaster management 1
Health action in relation to crises and disasters WHO
Hospital Disaster Plan
Improving Competency for PH Emergency Legl Preparedness
Inter – Sectoral – Coordination
Insurance Risks from Volcanic Eruptions_Final
Penanggulangan Bencana
Publik Health and Natural Disaster_ Disaster Preparedness and Respon in Haealth System
Strategy for Promoting Education for Natural Disaster
Volcanic Eruption!
Volcanic Risk around the Mediterranean
Psychosocial response in emergency situations
Gawat Darurat Kesehatan Masyarakat Pada Bencana: Konsep Yang Belum Mendapat Perhatian Selayaknya

Undang-Undang Bencana

Kepmenkes_No 064_2006_Pedoman Sistem Informasi Penanggulangan Bencana

Kepmenkes_No.12_2002_Pedoman Koordinasi Penanggulangan bencana

Kepmenkes_No.066_2006_ Buku Pedoman SDM Bencana

Kepmenkes_No. 145_2007_Pedoman Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan

Peraturan Kepala BNPB_No.1_2008_ORGANISASI DAN TATA KERJA BNPB

Peraturan Kepala BNPB_No.3_2008_PEMBENTUKAN BNPD

Peraturan Kepala BNPB_No.9_2008_PROTAP Tim Reaksi Cepat BENCANA ALAM BNPB

Peraturan Kepala BNPB_No.12_2008_KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN TIM TEKNIS

Peraturan Kepala BNPB_No.13_2008_PEDOMAN SISTEM MANAJEMEN LOGISTIK

PP_No.8_2008_BADAN PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB)

PP_No.21_2008_PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA

UU NOMOR 24 TAHUN 2007_Tentang Penanggulangan Bencana

Peraturan Kepala BNPB_No.11_2008_Rehab dan Rekon Pasca Bencana.

Peraturan Kepala BNPB_No.10_2008-Sistem Komando Bencana.

KMK No 1116 Tahun 2003

Tentang Kami

Divisi manajemen bencana adalah merupakan salah satu divisi yang berada dibawah Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM, berdiri sejak awal tahun 2008. Pembentukan divisi ini berdasarkan kebutuhan lapangan, yaitu belum ada konsep manajemen penanganan bencana yang bisa dijadikan referensi, khususnya di sektor kesehatan serta keterlibatan Institusi pendidikan secara intensif masih sangat terbatas jumlahnya.

Visi :
“Untuk merumuskan konsep manajemen penanggulangan bencana di sektor kesehatan dan implementasinya”

Misi :
“Untuk menyusun konsep Nasional manajemen bencana di Sektor Kesehatan yang mencakup seluruh lapisan masyarakat, serta sosialisasi, realisasi, evaluasi, dan pengembangannya”

Produk kegiatan dari Divisi Manajemen Bencana adalah:

a) Penelitian

Penelitian untuk implementasi pengembangan manajemen kebencanaan dan
manajemen penanggulangan bencana.

b) Seminar/Workshop :

Seminar/workshop tentang isu-isu kebencanaan mengenai Public Health emergency
Respon
/Rehabilitasi kepada Stakeholder dan Medical Emergency Respon untuk
penyusunan Hospital Disaster Plan (Khusus untuk RS)

c) Pelatihan :

1. Pelatihan untuk peningkatan skill Penanganan Bencana (PPGD)
2. Pelatihan bagi para staff pengajar lembaga pendidikan Kesehatan
3. Pelatihan bagi Penyusun Hospital Disaster Plan (Hosdip)

d) Konsultasi/Pendampingan:

1. Pendampingan penyusunan sistem Manajemen Bencana untuk Pemda
2. Pendampingan penyusunan Hospital Disaster Plan untuk RS

e) Pengembangan Modul:

Modul kuliah untuk S0, S1, S2.

Gempa Vulkanik Naikan Status G Soputan

Dua jenis gempa bumi, yakni vulkanik dan guguran, terjadi sekaligus di Gunung Soputan, Sulawesi Utara. Itu membuat status Gunung Soputan meningkat dari waspada menjadi siaga.

“Aktivitas meningkat yang ditandai adanya gempa bumi guguran dan gempa bumi vulkanik dalam, serta tercatat 2 kali letusan pukul 07:55 dan 09:27 Wita. Itu disertai asap abu-abu tebal dengan ketinggian 1.200-an meter dari puncak Soputan. Oleh karena itu, terhitung mulai hari ini, 14 Agustus 2011 pukul 15.00 Wita, status Soputan dinaikkan dari Waspada ke Siaga,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Minggu (14/8/2011).

Menurut Sutopo, kenaikan status itu diiringi rekomendasi larangan beraktivitas di camping ground (area perkemahan), atau 4 kilometer (km) dari puncak Soputan. Itu perlu untuk mencegah bahaya akibat ancaman guguran kubah lava dan awan panas guguran.

“Belum perlu ada pengungsian karena permukiman ada di radius 8 km dari puncak Soputan,” ujarnya

40 kali gempa Gunung Api Soputan

Pos Pengamatan Gunung Soputan di Desa Maliku, Kabupaten Minahasa Selatan, mencatat terjadi 40 kali gempa guguran sejak pukul 00.00 WITA hingga pukul 07.45 WITA, Senin (15/8/2011).

“Gempa guguran terjadi di sekitar kawah yang menandakan aktivitas gunung ini masih tinggi,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Soputan Sandy Manengkey, di Tomohon.

Continue reading

Aktivitas Gunung Tangkubanparahu Meningkat

DIPONEGORO,(GM)- Selain Gunung Papandayan di Kab. Garut, Gunung Tangkubanparahu di perbatasan Kab. Bandung Barat dan Kab. Subang, juga mengalami kenaikan aktivitas. Hal itu diungkapkan Kasubdit Pengamatan dan Bidikan Gunung Api Wilayah Barat, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Agus Budianto yang ditemui di kantornya, akhir pekan lalu.

Continue reading

Sepanjang Malam Terjadi 48 Gempa di Papandayan

Kurang dari 12 jam sejak Jumat (12/8/2011) hingga dinaikkan level bahaya jadi Siaga Sabtu 913/8/2011) pukul 04.00, telah terjadi 48 gempa vulkanik dalam maupun dangkal.

“Ini salah satunya yang menyebabkan Pusat Vulkanologi (PVMBG) menaikkan status Papandayan menjadi Siaga,” kata Momon, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Papandayan saat dihubungi Tribun, Sabtu (13/8).

Continue reading

3 Gunung Api Meletus

Beberapa wilayah di Indonesia dibayangi bencana letusan gunung api. Dalam dua hari terakhir, tiga gunung api meletus atau menunjukkan aktivitas membahayakan. Ketiganya adalah Gunung Soputan dan Gunung Lokon di Sulut, serta Gunung Papandayan di Jabar.

    Aktivitas tiga gunung api itu memang belum memaksa warga mengungsi. Namun, jajaran pemerintah daerah dan warga di sekitar tiga gunung itu waspada menghadapi kemungkinan buruk.

Continue reading