Kebutuhan Pangan Untuk Pengungsi Letusan Gunung Lokon Cukup

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan kebutuhan pangan untuk warga yang mengungsi akibat meletusnya Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, cukupi untuk kebutuhan selama mereka ditampung di pengungsian.

“Makanan ada. Kementerian Sosial di setiap daerah memiliki buffer stock. Bupati bisa mengeluarkan 100 ton dari cadangan beras nasional. Jadi tidak boleh ada yang bilang tidak ada makanan,” kata Menteri Sosial (Mensos) di Bandung, Jumat (15/7).

Continue reading

Kongres “Disaster dan Emergency Medicine “

Kongres “Disaster and Emergency Medicine“ yang ke 17
(The 17th World Congress on Disaster and Emergency Medicine/WCDEM)
di Beijing-China

Cina merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat padat, suka bekerja keras dan sangat mencintai negaranya. Banyak daerah-daerah yang sangat mempunyai arti dan banyak kerajaan, serta dinasti peninggalan raja-raja lama yang membuat negara Cina benar-benar menjadi negara yang banyak dikunjungi orang dari berbagai negara. Seperti juga Indonesia yang mempunyai Borobudur serta Keratonnya, maka Cina sangat terkenal dengan Tembok Cina (Great Wall). Selain itu, ada Ming Tomb, Forbidden City, Thiananmen, kebun binatang dengan binatang Panda yang menjadi maskot negara ini pada saat Olimpiade dilaksanakan disini, pembuatan bermacam-macam pernak pernik dari jade atau yang lebih kita kenal giok dan cuprum serta banyak lagi tempat yang dapat dikunjungi serta menarik. Bahkan untuk minum teh mereka punya bermacam-macam jenis teh serta cara unik dalam pembuatan dan minumnya.

Yang agak menyulitkan di tempat ini adalah bahasa, karena hampir keseluruhan dari mereka tidak dapat berbahasa Inggris dan hanya mengerti bahasa mandarin serta tulisan mandarin. Sehingga jika kita memerlukan sesuatu maka kita harus menulis maupun menggambarnya di kertas. Tetapi akan sangat sulit dalam melakukan perjalanan dengan menggunakan taksi.

Acara Kongres Disaster and Emergency Medicine kali ini diadakan di kota Beijing Cina, dimulai sejak tanggal 31 Mei 2011 – 3 Juni 2011 di Beijing Convention Center. Selain acara inti dari kongres ini, ada acara pre dan post Kongres.

altalt

Kegiatan

Senin, 30 Mei 2011/Pre Kongres:
13:00 – 17:00

Materi    :  APPLYING PRINCIPLES OF THE NATIONAL DISASTER LIFE SUPPORT PROGRAM
              TO EARTHQUAKE RESPONSE AND MANAGEMENT: INCORPORING LESSONS FROM
              RECENT EARTHQUAKES INTO EDUCATION AND TRAINING

Workshop pada sesi pertama ini dilaksanakan selama 4 jam dengan mereview kembali kejadian gempa yang ada di dunia (Contohnya, Haiti, Chile, China dan New Zealand) serta termasuk menceritakan dan menguraikan  bagaimana konsekuansi medis dan kesehatan masyarakat dalam menggunakan paradigma Disaster sebagai alat dalam mengajar. Workshop ini juga mendiskusikan secara keseluruhan mengenai  “National Disaster Life Support Training Program” Tujuan dari workshop ini adalah agar para peserta memahami konsekuensi dari medis dan para ilmuwan kesehatan masyarakat dalam penanggulangan bencana Gempa bumi, serta dapat menjelaskan paradigma bencana.

Narasumber:

  1. Italo Subbaro DO, MBA
  2. Raymond Swienton MD, FACEP
  3. Philip Coule MD, FACEP
  4. Jack A Horner
  5. Richard Schwartz MD, FACEP
  6. James J. James MD. DrPH, MHA

Berikut adalah jadual kegiatan yang dilaksanakan
(download Jadual Kegiatan)

Detail Kongres dari hari pertama sampai hari ke-empat bisa dilihat dan diikuti pada rangkaian kegiatan harian berikut.

altaltaltalt

TOT Jakarta Hari ke-3

Kegiatan hari ketiga dimulai dengan refleksi dari kegiatan hari kedua yang diwakili oleh 4 orang peserta selama 30 menit. Tiap peserta menceritakan kegiatan yang didapat pada hari pertama dari sudut pandang Eye, Ear, Mechanic dan House Keeper. Setelah refleksi hari kedua, kemudian masuk ke materi kegiatan.

 

 

 

 

Sesi I

Sesi pertama dibuka oleh dr. Yenny Bross, dengan materi Teknik Melatih. Beliau berharap setelah mengikuti materi ini, peserta mampu mempraktikkan kegiatan menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran pelatihan dikelas yang meliputi langkah-langkah mempersiapkan proses pembelajaran, memilih ragam metode pembelajaran yang tepat/efektif untuk kebutuhan dan tujuan pembelajaran, memilih media dan alat bantu sesuai metode dan tujuan pembelajaran, menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, menggunakan teknik presentasi interaktif pada proses pembelajaran materi yang difasilitasi serta melakukan evaluasi hasil pembelajaran.

Teknik Mengajar – Pusdiklat

Teknik Mengajar – Pusdiklat

Sesi II

Materi kedua disampaikan oleh seorang Ahli Anestesi, dr. Christijogo, Sp.A. beliau memaparkan tentang Sistem Informasi dan Komunikasi. Tujuan dari materi yang dibawakan adalah untuk membangun suatu budaya agar bisa  mengatasi kekurangan maupun ketidak kompakan antar instansi atau subsistem atau badan di lingkungan rumah sakit dalam menghadapi bencana. Selain itu, meningkatkan kecepatan informasi sampai ke tempat tujuan, meningkatkan ketepatan dan keakuratan informasi dan informasi yang ada dapat di pertanggung jawabkan (reliable).

Sistem Informasi dan Komunikasi oleh dr. Christijogo, Sp.An

Sesi III

Materi ketiga disampaikan oleh dr. Christijogo, Sp.An tentang Komponen Hospital Disaster Plan (HDP). Beliau memaparkan bahwa komponen HDP minimal meliputi kebijakan pendukung, Hazard mapping, organisasi, Protap-SOP, Sistim Komando, Sistim Komunikasi dan informasi, Fasilitas, Form dan checklist serta Monitoring dan evaluasi dengan kelengkapan dokumen dari tiap-tiap komponen serta adanya tufoksi yang jelas dari masing-masing komponen. Dalam penjelasan beliau juga dipaparkan tentang kartu tugas dan form dari tiap Pejabat dan bidang kegiatan. Selain itu, juga tentang denah dan fasilitas evakuasi bencana di RS.

Tugas Kelompok

Banten 

Jawa Barat

Lampung

DKI Jakarta

DIY

Kalimantan Barat

Gallery Foto hari ke-3

{gallery}tot_j3{/gallery}

{jcomments on}

TOT Jakarta Hari ke-2

Hari Kamis Tanggal 16 Juni 2011, kegiatan hari kedua dimulai dengan refleksi dari kegiatan hari pertama oleh yang diwakili oleh 4 orang peserta selama 30 menit. Tiap peserta menceritakan kegiatan yang didapat pada hari pertama dari sudut pandang Eye, Ear, Mechanic dan House Keeper. Setelah refleksi hari pertama, kemudian masuk ke materi kegiatan.

Sesi I

Materi pertama, disampaikan oleh dr. Adib Abdullah Yahya, MARS. Beliau menjelaskan tentang Dasar-dasar organisasi. Tujuan pembelajaran dari materi ini adalah agar peserta mampu melaksanakan pengorganisasian yang tepat dari semua unsur yang ada di rumah sakit guna memaksimalkan kinerja dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien/korban akibat bencana, mampu menyusun struktur organisasi Hospital Disaster Planing dan mengimplementasikan sistem pengendalian serta mengkoordinir unsur-unsur operasional, logistik, perencanaan dan keuangan. Selain itu, dibahas juga tentang prinsip-prinsip pengorganisasian pada saat bencana, sistem pengendalian di rumah sakit, uraian tugas dari tiap komponen organisasi, serta kartu tugas (job action sheets).

Dasar – dasar Pengorganisasian oleh dr. Adib Yahya, MARS


Sesi II

Dilanjutkan sesi kedua tentang Monitoring dan Evaluasi Hospital Disaster Planning (Hosdip) yang disampaikan oleh pemateri yang sama, dr. Adib Abdullah Yahya, MARS. Tujuan yang ingin dicapai setelah mengikuti materi ini adalah peserta memahami pentingnya pelatihan/exercise secara benar untuk Hosdip dalam rangka uji coba, monitoring dan evaluasi dalam rangka tersusunnya Hosdip yang dapat diterapkan di rumah sakit. Selain itu, diharapkan peserta mampu menyusun program pelatihan secara bertahap dan berkala, serta mengevaluasi kondisi rumah sakit disesuaikan dengan tuntutan Hosdip pada tingkat kesiapan rumah sakit menghadapi bencana dan melakukan revisi Hosdip yang sudah ada. Dalam penyampaian materinya, beliau menjelaskan tentang program evaluasi latihan dan insiden, metodologi, tujuan, Latihan dan Evaluasi Insiden, Jenis latihan, serta Proses Evaluasi Latihan dan Insiden

Monitoring dan Evaluasi oleh  dr. Adib Yahya, MARS

Sesi III

alt

Materi ketiga disampaikan oleh dr. Tri Wahyu Murni, Sp.BTKV, dengan judul Analisis Risiko Bagi Rumah Sakit pada Kejadian Bencana. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah peserta diharapkan mampu melakukan analisis risiko pada kejadian bencana baik yang terjadi di rumah sakit maupun diluar rumah sakit yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana. Selain itu, peserta diharapkan mampu melakukan identifikasi karakteristik  kejadian bencana  dan potensi kerusakan yang terjadi, melakukan analisis risiko terjadinya  krisis kesehatan akibat  bencana, serta mengidentifikasi dan melakukan analisis kebutuhan rumah sakit  untuk penanganan krisis kesehatan akibat bencana. Pada sesi ini, beliau membahas juga tentang penanganan di lokasi bencana dan lapangan, pengiriman tim kelapangan untuk bencana, evakuasi pasien pada bencana di rumah sakit serta penanganan pengungsi.

Analisis Resiko RS dan Pandemi dalam Penanggulangan Bencana 
      oleh DR. dr. Tri Wahyu Murni, Sp.BTKV

Sesi IV

Setelah pemateri ketiga selesai, dilanjutkan oleh dr. Ari Prasetyadjati, Sp.EM menyampaikan materi tentang Hospital Facilities for Disaster Preparedness. Beliau menjelaskan tentang fasilitas-fasilitas rumah sakit untuk kesiapsiagaan bencana, tentang pos-pos yang berperan dalam pengungsian, waktu tanggap, rencana operasi insiden, sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kesiapsiagaan bencana.

Fasilitas RS dalam Penanggulangan Bencana  oleh  dr. Ari Prasetyajati, Sp.EM

Sesi V

Materi kelima disampaikan oleh pemateri yang sama dengan pemateri ke empat, dr. Ari Prasetyadjati, Sp.EM. Materi yang beliau sampaikan adalah tentang Dasar – Dasar Logistik Pada Hospital Disaster Plan. Melalui materi ini diharapkan  peserta mampu memahami dasar-dasar logistik (perbekalan kesehatan), mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai pembuatan perencanaan kebutuhan logistic, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai pengadaan logistic, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pendistribusian, pencatatan, pelaporan dan penghapusan logistik Dalam penjelasan beliau, kita bisa ketahui tentang penilaian jumlah sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang tersedia di rumah sakit yang berhubungan dengan logistik, dan Pembuatan perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pendistribusian Pencatatan dan pelaporan serta penghapusan kebutuhan logistik

Dasar – dasar Logistik (Perbekalan Kesehatan) oleh dr. Ari Prasetyojati, Sp.EM

Sesi VI

Materi terakhir pada hari kedua adalah Kebijakan Rumah Sakit Dalam Penanggulangan Bencana, disampaikan oleh Dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, M. Kes. Beliau menjelaskan bahwa rumah sakit diharapkan dapat menyusun Hospital Disaster Plan dan sangat diperlukan adanya jejaring kerja antar RS yang baik. Komando distribusi dan mobilisasi korban dipegang oleh Dirut RS terbesar di wilayah tersebut. Untuk meningkatkan pelayanan gawat darurat sehari-hari maka diperlukan langkah: meningkatkan kompetensi SDM sesuai dengan standar dan jenis tenaga serta perlu dibuat akreditasi kompetensi dan standar minimal gawat darurat

Kebijakan Penanggulangan Bencana di Indonesia
     oleh Dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, M. Kes.

Gallery Foto Hari Ke-2

{gallery}tot_j2{/gallery}

{jcomments on}

TOT Jakarta Hari ke-1

Sesi I

Materi pertama disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo, Sp.B KBD tentang Manajemen Rumah Sakit dalam Penanggulangan Bencana. Tujuan penyampaian materi ini adalah agar peserta mampu menjelaskan prinsip manajemen rumah sakit dalam penanggulangan bencana, khususnya mengenai kesiap-siagaan, pengaktifan organisasi PB-RS dan penyusunan program pembinaan organisasi PB-RS. Beliau menjelaskan bahwa manajemen rumah sakit dalam situasi bencana tidak sama dengan pada situasi normal. Hal ini disebabkan oleh, dalam keadaan bencana kebutuhan melampaui kapasitas, waktu yang pendek untuk proses pengambilan keputusan, relawan, bantuan logistik dan arus informasi yang tinggi.

Managemen Rumah Sakit dalam Penanggulangan Bencana (include coffee break)
     dr. Hendro Wartatmo, Sp.B (KBD)

Sesi II

Materi kedua disampaikan oleh Mujiharto, SKM, MM, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Bencana tentang “Manajemen Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana dan Kebijakan serta Strategi Nasional Penanganan Krisis dan Masalah Kesehatan“. Beliau menjelaskan bagaimana kebijakan bencana yang ada di Indonesia, visi dan misi serta peran pusat penanggulangan krisis kesehatan. Dalam materi yang disampaikan, peserta mengetahui organisasi Kementerian Kesehatan dalam penanggulangan bencana serta koordinasi lintas program dalam penanggulangan bencana.

Dr. Mujiharto, SKM. MM


Gallery Foto Hari Pertama
{gallery}tot_j1{/gallery}

{jcomments on}

TRAINING OF FACILITATOR

alt

Latar Belakang

Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana, baik bencana alam maupun non alam. Semua hal tersebut sangat berpotensi menimbulkan krisis kesehatan seperti timbulnya korban massal, konsentrasi massa/pengungsian, masalah pangan dan gizi, masalah ketersediaan air bersih, masalah sanitasi lingkungan, terganggunya pengawasan vektor, penyakit menular, lumpuhnya pelayanan kesehatan, masalah Post Traumatic Stress, kelangkaan tenaga kesehatan dan miskoordinasi.

Banyaknya korban yang membanjiri Rumah Sakit saat terjadi bencana. Oleh karena itu, harus dapat diantisipasi oleh pihak Rumah Sakit, yang merupakan tempat rujukan yang aman dan layak bagi pasien-pasien yang menjadi korban bencana. Rumah Sakit harus mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanggulangan bencana, sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang sangat banyak dalam situasi bencana, bahkan dapat mengidentifikasi potensial terjadinya bencana di lingkungan Rumah Sakit. Untuk itu, perlu adanya Trainer (pelatih) yang akan melaksanakan peningkatan kapasitas para petugas di Rumah Sakit dalam penyusunan rencana penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana di Rumah Sakit.

Selain itu, modul Perencanaan Rumah Sakit dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana telah disusun sebagai panduan dalam pelaksanaan penyusunan perencanaan Rumah Sakit dalam penanggulangan bencana. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas SDM dalam Penyusunan Perencanaan Rumah Sakit dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana perlu dilaksanakan untuk membekali para calon trainer dengan informasi, pengetahuan, dan keterampilan guna melatih para petugas rumah sakit dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana.

Tujuan Kegiatan

Training of Trainer (ToT) peningkatan kapasitas SDM dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana bertujuan agar para calon pelatih mampu melaksanakan tugas sebagai pelatih dan pembimbing dalam pelaksanaan peningkatan kapasitas petugas rumah sakit dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana.

Metode Pelaksanaan

Kegiatan Training of Trainer (ToT) peningkatan kapasitas SDM dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana dilaksanakan dengan penyajian materi, tanya jawab, diskusi, dan pemberian keterampilan yang mendukung peningkatan kapasitas teknis SDM/petugas kesehatan di rumah sakit dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana

Nama narasumber

  1. dr. Hendro Wartatmo, Sp.B KBD
  2. dr. Adib Abdullah Yahya, MARS
  3. dr. Tri Wahyu Murni, Sp. BTKV
  4. dr. Christrijogo, Sp.An
  5. dr. Ari Prasetyojati, Sp.EM

Fasilitator

Fasilitator yang berperan dalam Training of Trainer (ToT) peningkatan kapasitas SDM dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana, terdiri atas fasilitator dari:

a. UGM

  1. dr. Bella Donna, M.Kes

b. WHO

  1. Gde Yulian Yogadhita
  2. dr. Suci Melati Wulandari

c. PPK

  1. dr. Wily Pandu Ariawan
  2. dr. Indro Murwoko
  3. dr. Widiana Kusumasari

d. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

  1. Alfrina Hany,S.Kep,MNg
  2. dr. Ali Haedar, Sp.EM

Full Text Materi TOT bisa Download pada masing-masing judul materi:

Rangkaian Kegiatan TOT yang dilaksanakan:

alt

alt

alt

Sharing/diskusi antar Peserta TOT Hosdip Gabungan Jakarta, Palembang dan Makasar pada Yahoo group berikut ini:

Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat Siaga I

kebakaran_hutan

Kalimantan Barat memberlakukan status siaga I akibat tingginya intensitas pembakaran lahan di Pontianak dan wilayah sekitarnya.

“Status siaga I telah ditetapkan sejak pekan lalu,” kata Kepala Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Mangga Agni) Daerah Operasional Pontianak Asmadi, Selasa (12/7).

Ia mengatakan pembakaran lahan tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Pontianak dan Kubu Raya. Lokasi tersebut, yakni di Kecamatan Sungaikunyit, Toho, dan Siantan, serta Kubu, Terentang, Rasau Jaya, Sungairaya, Telukpakedai dan Sungaiambawang. Kebakaran ini menghanguskan sekitar 62 hektare (ha) lahan.

Continue reading

Gempa berkekuatan 6,1 di Kepulauan Maluku

Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter terjadi di perairan Laut Banda, Kepulauan Maluku, Rabu (13/7) pukul 02:06 WIT atau pukul 04:06 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu pagi, gempa yang berlokasi di 6.08 Lintang Selatan – 130.62 Bujur Timur itu tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa di kedalaman 142 km itu berada pada 223 km baratlaut Saumlaki, 240 km baratdaya Tual, 385 km tenggara Ambon (Maluku), dan 397 km baratdaya Fakfak (Papua Barat).

Sumber: MediaIndonesia.com

Kota Samarinda Terendam Banjir

SAMARINDA- Sebagian wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (11/7) terendam banjir. Air menggenangi sejumlah jalan protokol dan kawasan pemukiman akibat hujan deras yang berlangsung sejak sore hingga malam.

“Hujan disertai angin mulai berlangsung sekitar pukul 17. 00 WITA namun hingga malam belum juga reda. Beberapa jalan langsung tergenang dan  juga menggenangi kawasan perumahan,” ungkap seorang warga Samarinda, Herman.

Continue reading

Asap Kebakaran Hutan Sampai Malaysia

Kuala Lumpur – Sebagian besar wilayah Malaysia diselimuti kabut sepanjang hari kemarin. Penyebabnya tak lain adalah kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Api kebakaran hutan yang terjadi sejak Minggu (10/7) kemarin ini merambah hingga ke wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah Indonesia tersebut. Demikian seperti diberitakan The Star dan dilansir Straits Times, Senin (11/7/2011).

Continue reading