Sungai Code Meluap

kalicode

Pemerintah Kota Yogyakarta hingga saat ini belum mengetahui berapa besar kerugian yang diderita oleh warga akibat banjir lahar dingin yang melanda Kota Yogyakarta, khususnya warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Kali Code. Kali ini berhulu di Gunung Merapi.

kalicode

sumber vivanews.com

“Kami juga belum mendapatkan laporan secara pasti korban jiwa baik sakit atau meninggal akibat sungai Code meluap,” kata Haryadi Suyuti, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Senin malam 29 November 2010.

Meski belum mendapatkan laporan secara pasti besaran kerugian dan juga korban manusia, namun Pemkot Yogyakarta  sudah menyiagakan segala kebutuhan, terutama untuk kesehatan dan suplai bahan makanan bagi warga yang rumahnya sempat digenangi air.
Continue reading

Pantauan Merapi melalui Web Cam dari badan geologi


Webcam Merapi : Posisinya dari deles

INI POSISI DI DELES Klaten
INI POSISI DI KALIURANG
Untuk mendapatkan hasil visual yg sempurna harus denga koneksi internet yg cepat
cam berada di deles klaten dan kaliurang : autorefres 15 detik : cam langsung dari badan geologi yang berada di deles dan kaliurang

MANAGEMEN BENCANA MERAPI

Pada tanggal 25 Oktober 2010 pukul 06.00 wib status kegiatan Gunung Merapi dinaikan dari “Siaga” ke “Awas” berdasarkan hasil pemantauan kegempaan, deformasi dan visual menunjukkan adanya peningkatan kegiatan/aktivitas secara signifikan.

 

Continue reading

PAGI INI MERAPI MELETUS LAGI. Senin, 1 November 2010 | 10:06 WIB

YOGYAKARTA, Gunung Merapi kembali mengeluarkan semburan awan panas yang dahsyat, Senin (1/11/2010) sekitar pukul 10.00 WIB. Volume awan panas yang dikeluarkan kali ini terlihat sangat besar dibandingkan dengan  letusan-letusan sebelumnya.

Sejak menunjukkan peningkatan aktivitasnya, Merapi telah beberapa kali meletus dalam beberapa hari terakhir. Letusan dahsyat pertama kali terjadi Selasa (26/10/2010) petang. Letusan dahsyat kedua terjadi Sabtu (30/10/2010) dini hari dan pagi ini adalah letusan eksplosif ketiga.

Di antara letusan-letusan eksplosif tersebut, Merapi juga beberapa kali mengelurkan awan panas atau biasa disebut masyarakat setempat dengan wedhus gembel.

Sumber : http://regional.kompas.com

TABIAT BARU GUNUNG MERAPI

Dua kali letusan besar Gunung Merapi, sepekan terakhir di bulan Oktober 2010 yang lalu, adalah babak baru. Babak baru bagi puluhan ribu penduduk di lereng Merapi dan babak baru bagi vulkanolog serta peminat kegunungapian. Inilah erupsi eksplosif pertama Merapi ketika teknologi pemantauan kegunungapian sudah kian canggih.  Berpuluh tahun, tabiat erupsi Merapi disebut dengan erupsi khas Merapi. Erupsi khas itu berupa leleran lava pijar (erupsi efusif) yang biasanya diikuti luncuran awan panas (wedhus gembel).

Continue reading

NOOTULENSI RAPAT KOORDINASI TGC

Berikut disampaikan Hasil Rapat Koordinasi Stakeholder dalam rangka Penanggulangan Bencana Letusan Gunung Merapi pada hari minggu, tanggal 30 Oktober 2010 di Aula DInas Kesehatan Provinsi Yogyakarta. Rapat Koordinasi antar Stakholder terkait dibuka secara langsung oleh Bapak Dr.Bondan Agus Suryanto, SE., MA selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY.

Continue reading

BPPTK: MERAPI DIPERKIRAKAN AKAN MELETUS LAGI

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo mengatakan, letusan keras Gunung Merapi pada Sabtu (30/10/2010) disusul awan panas sebenarnya berlangsung mulai pukul 00.16 hingga 00.37 WIB. Menurut dia, letusan awan panas terjadi karena suplai magma dari bawah ke atas berlangsung cepat.

“Sabtu dini hari terjadi aklamasi gas sehingga terjadi letusan awan panas dengan suara keras disertai guguran material yang mengeluarkan suara bergemuruh. Letusan diperkirakan masih terjadi karena masih ada magma dari bawah yang cukup besar,” katanya.

Seperti diberitakan, suara ledakan keras Gunung Merapi, Sabtu dini hari pada sekitar pukul 00.40 WIB membuat warga panik. Mereka langsung berbondong-bondong menuju tempat-tempat pengungsian. Para warga yang panik tersebut  mengungsi menggunakan mobil bak terbuka, sepeda motor, dan  berjalan kaki sambil berteriak-teriak mengajak warga lain untuk mengungsi.

Gunung Merapi, Sabtu dini hari, selama 21 menit mengeluarkan suara letusan keras dengan mengeluarkan awan panas yang pekat sehingga membuat panik kalangan warga di sekitar gunung yang aktif di Indonesia ini

Sumber : http://regional.kompas.com

MERAPI KIAN TERUS BERGEJOLAK

Merapi kembali berulah dini hari ini (30 Oktober 2010) dengan radius jangakuan lebih luas dibanding tiga hari sebelumnya. Meski demikian, diperkirakan aktifitas Merapi belum tuntas dan masyarakat diingatkan tetap waspada.
“Sekarang masuk level 4 dan statusnya waspada. Kata Pak Surono (Kepala Vulanologi dan Mitigasi Bencana), masih belum sampai puncaknya,” ujar Staff Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arif.

Hal tersebut dikatakannya dalam diskusi tentang “Penanggulangan Bencana”. Acara diskusi on-air itu berlangsung dari RM Warung Daun, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (30/10/2010).
Berdasarkan keterangan dari ahli Vulkanologi, Lanjut Andi, saat ini merapi memasuki tahap pembentukan kawah baru.”Di dalam perut Merapi terdapat 7.5 juta kubik lahar. Apakah itu akan keluar semua nanti, kita belum tahu,” imbuhnya.
Mantan aktivis mahasiswa ini memaparkan, pada sekitar pukul 00.00 hingga 06.00 WIB (30/10), tercatat terjadinya peningkatan seismig yang mengarah ke barat. Belum dapat dipastikan sampai kapan Merapi kembali normal, maka dari itu semua persiapan antisipasi kemungkinan terburuk telah disiapkan.

AKTIVITAS MERAPI TERUS MENINGKAT

Merapi Kembali Semburkan Awan Panas, Warga Panik.Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (29/10) sekitar pukul 11.40 WIB, kembali menyemburkan awan panas. Ini membuat warga panik dan berhamburan dari rumah, termasuk dari tempat pengungsian. Sejumlah orang yang ditemui wartawan di Desa Samiran, Selo, Boyolali menyebutkan, semburan awan panas ke luar dari Merapi dua kali, yakni sekitar pukul 11.25 dan 11.40 WIB. Awan panas ke luar pada pukul 11.40 WIB lebih besar dibanding sebelumnya. Awan panas itu terlihat jelas dari Desa Samiran, Selo, berupa asap tebal kecokelatan yang membubung ke atas. 
Continue reading

AKTIVITAS TIM DERU UGM

 

Tim Disaster Emergency Respon Unit (DERU) UGM telah berperan serta aktif dalam penanggulangan bencana sejak awal meletusnya gunung merapi beberapa hari yang lalu yang berlokasi di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada hari pertama meletusnya gunung merapi, Lembaga DERU yang bernaung dibawah Rektorat UGM langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepatnya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana gunung merapi. Beberap kegiatan utama yang sudah dilakukan oleh tim DERU adalah sebagai berikut :

 

Continue reading