Referensi
Agenda Kegiatan
|
Waktu
|
Topik
|
Pemateri
|
|
09.00-10.00
|
– Pembukaan
– Overview Prinsip-Prinsip HDP
|
Tim PMPK
|
|
10.00 – 10.15
|
Coffee break
|
|
|
10.15 – 12.00
|
Menyusun Organisasi (Pleno) :
– Template I : Coordination team
– Template II : Operational
– Template III : Logistic
– Template IV : Planning and Finance
|
Tim PMPK
|
|
12.00 – 13.00
|
Lunch
|
|
|
13.00 – 15.00
|
Penyusunan Job Deskripsi, Form & Protab
|
Narasumber |
|
15.00 – 15.15
|
Coffee break
|
|
|
15.15 – 15.30
|
Persiapan Hari ke-2
|
Fasilitator |
|
Waktu
|
Topik
|
Pemateri
|
|
08.00-09.30
|
Penetapan fasilitas
|
Narasumber |
|
09.30-09.45
|
Coffee break
|
|
|
09.45-11.30
|
Peninjauan Situasi Rumah Sakit dan penempelan label ruangan
|
Narasumber |
|
11.30-13.00
|
Lunch
|
|
|
13.00-14.00
|
Debriefing
|
Tim PMPK
|
|
14.00-15.00
|
Penyusunan Plan of Action (POA)
|
|
|
15.00-15.15
|
Coffee break
|
|
|
15.15-16.15
|
Rencana Pendampingan
|
|
|
16.15-16.30
|
Closing
|
RSUD Bantul
|
Hari Pertama
A. Pembukaan
In-house Training di Rumah Sakit Umum Daerah Bantul dibuka oleh:
Direktur RSUD Senopati Panembahan, dr. I Wayan Sudana, M.Kes
Mengucapkan selamat datang kepada TIM dari PMPK UGM dan memberikan sambutan sekaligus pengantar mengenai manfaat HDP bagi RSUD Bantul, dan menerima dengan baik rencana penyusunan program penanggulangan bencana. Beliau mengharapkan bahwa pertemuan ini tidak hanya terbatas pada dua hari ini saja, akan tetapi adanya kelanjutan sampai pada simulasi. Sehingga nantinya kita memiliki suatu tim yang solid dalam penanganan bencana. Beliau juga mengharapkan simulasi yang rutin dilaksanakan setiap tahun terhadap tim yang akan dibentuk nantinya.

Tim PMPK FK- UGM, dr.Hendro Wartatmo, SpB.KBD
Beliau menyampaikan bahwa TIM PMPK UGM merasa senang karena RSUD Bantul memiliki inisiatif untuk menyiapkan diri dalam pembentukan HDP. Dan memberikan gambaran mengenai proses pembentukan HDP di wilayah paska bencana, dimana sebagian besar mereka menyiapkan HDP jauh setelah terjadinya bencana. Beliau mengatakan bahwa upaya untuk menyiapkan diri bagi rumah sakit adalah proses yang berkesinambungan, dan memberitahukan rencana bulan Mei tentang kegiatan yang sama di Jawa Timur, bekerjasama dengan WHO dan Depkes.

B. Pengantar Hospital Disaster Plan dan Pembentukan Struktur Organisasi
Sebagai Pengantar Hospital Disaster Plan, dr.Hendro menyatakan mengenai pentingnya sebuah rumah sakit memiliki Hospital Disaster Plan (Hosdip). Hosdip ini bertujuan agar chaos dapat diatasi sesingkat mungkin, mortalitas dan morbiditas dapat ditekan serendah mungkin serta distribusi pasien ke Rumah Sakit lainnya merata juga pelayanan sehari-hari tidak di tinggalkan.

Koordinasi dan Operasional
Oleh : dr.Hendro Wartatmo, SpB.KBD
Dalam aspek koordinasi yang perlu dilakukan adalah membentuk suatu komite disaster. Dari komite disaster nantinya akan membentuk tim Penanggulangan bencana, karena perlu ada seorang komandan bencana. Dalam pengaktifan tim bencana itu ada beberapa alternatif. Ada yang membuat seperti merapi yaitu siaga-waspada-action. Namun, kalau bencananya kecil tidak semua tim diaktifkan. Ini perlu diketahui, seperti kejadian kapal terbang jatuh. Yang melakukan assesment adalah incident commander, dia melakukan assessment dan menentukan sejauh mana persiapan dilakukan. Dia juga melakukan incident action plan, minimal secara lisan, dan yang membuat harus incident commander-nya. Bagus lagi kalau tertulis. Jika itu sudah ada, nanti keputusan mengenai ada tidaknya evakuasi akan dijawab oleh komandan bencana. itu adalah salah satu tupoksinya komandan bencana yaitu assesment. Begitu juga untuk operasional, dimana harus melakukan triage dan prosedur kerjanya. Juga bidang-bidang lainnya seperti keperawatan.
Logistik
Oleh : dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
Beliau menjelaskan perbedaan keadaan normal dan pada waktu bencana. Bahwa pada kedua keadaan tersebut logistik tetap dibutuhkan, baik sebelum, saat bencana maupun paska bencana. Ada dua hal yang penting dalam logistik, yaitu memberikan pelayanan dan sebagai penunjang. Kemudian penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan pada saat bencana ketika mendapatkan bantuan dari pihak luar. Rumah sakit harus memiliki kewenangan untuk menerima maupun menolak bantuan yang datang, karena ada kalanya bantuan yang datang tidak sesuai dengan kebutuhan. WHO sudah memiliki acuan mengenai penolakan bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, pihak rumah sakit dapat menggunakan acuan tersebut.

Hari Kedua
A. Penetapan fasilitas
Diawali dengan penetapan fasilitas yang akan dipakai pada saat terjadi bencana.
Adapun draft ruangan yang perlu disiapkan adalah:
1. Reception area: penerimaan pasien (triase)
2. Penanganan emergency (merah)
3. Penanganan rawat (kuning)
4. Penanganan rawat pulang (hijau)
5. Jenazah
6. Kamar operasi
7. Incident Command Post, pos komando
8. Humas
9. Pos keamanan
10. Tempat pasien pulang (descharge area)
11. Staging area
12. Gudang obat
13. Dapur umum
14. Gudang umum (staging area)
15. Meeting point
B. Penempelan Label
Penempelan label dilakukan guna menyiasati tempat-tempat yang akan digunakan pada saat bila terjadi bencana. Ini akan membuat ruangan-ruangan di Rumah Sakit menjadi berganti fungsi.

Ruang tunggu menjadi tempat penerimaan korban dari ambulans maupun yg datang sendiri jika terjadi bencana

Ruang pendaftaran pasien berubah menjadi ruang informasi

Poli Orthopedi akan berubah menjadi pos Komando

Sudut Rumah Sakit yang tidak terpakai dan cukup luas digunakan untuk tempat ruang keamanan

Ruang IGD dipakai guna Triase merah

Ruang tunggu poli bersama dipakai menjadi tempat triase kuning

Ruang pertemuan B dijadikan ruang triase hijau

“Kamar mayat tetap menjadi tempat ruang kartu hitam”

Tempat parkir di areal belakangan dijadikan tempat dapur umum

Gudang obat tetap menjadi gudang obat pada saat bencana, tetapi bukan tampat penerimaan barang bantuan

Ruangan kosong yang belum terpakai digunakan untuk staging area, yaitu ruang tempat berkumpul barang maupun relawan yang siap bertugas
Ruang Pertemuan A, dijadikan tempat ruang pertemuan
Plan of action pada tahap akhir pertemuan adalah :
- Membentuk komite gawat darurat dan bencana yang dibagi dalam tim PB dan tim K3.
- Membentuk tim PB dan tupoksi serta program-program.
- Membuat uraian tugas dan kartu tugas anggota tim.
- Membuat Protab pada masing-masing Prosedur (lima unsur HDP).
- Koordinasi tim
- operasional
- Logistik
- Perencanaan
- Keuangan
- Menyiapkan peta dan fasilitas
- Membuat “emergency sign” untuk jalur evakuasi
- Membuat denah ruangan (mapping) alur evakuasi.
C. Penutupan :
Akhir dari acara in house training ini ditutup oleh pihak RSUD Panembahan Senopati yang diwakili oleh Wadir Yanmed, dr.Gandung Bambang Hartono, mengucapkan terimakasih pada tim PMPK FK UGM. Pihak Rumah Sakit berharap agar Hospital Disaster Plan ini bisa selesai sampai pada simulasi.
Fasilitator dan Narasumber:
dr. Bella Donna, M.Kes
dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
dr. Hendro Wartatmo, SpB KBD
Tim Penyusun HDP
Tim Penyusun HDP terdiri dari 21 orang yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu:
Unsur Pimpinan :
- Direktur Pelayanan
- Direktur Penunjang
- Komite Medik
Operasional:
- Kepala IGD
- SMF Bedah
- SMF Anestesi
- Keperawatan
- K3
- IBS
Logistik:
- IPSRS
- IFRS
- Rumah Tangga
- Gizi
Perencanaan (Planning):
- Pelayanan Medik
- Diklat
Keuangan (Finance):
- Administrasi dan Keuangan
- Medical Record
Hospital Disaster Plan Hari Kedua
- Epidemiology of Natural Disaster
Oleh : dr. Sudibyakto

Deskripsi singkat:
Membicarakan tentang definisi bencana, bencana alam dan bencana akibat ulah manusia. Perubahan paradigma dalam manajemen bencana di dunia dan perkembangannya di Indonesia. Analisis potensi bencana alam di Indonesia seperti Gempa bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Erupsi Gunung Api, Kekeringan dan Kebakaran, dan Kegagalan Teknologi (Technological Failure). Tingkat kerawanan bencana dan bagaimana melakukan asesmen (assessment) serta analisis potensi risiko yang akan terjadi dan teknik/metode bagaimana mengembangkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mengurangi risiko. Berbagai upaya mitigasi risiko bencana, baik secara struktural maupun non-struktural dan berbagai kasus pengurangan risiko bencana termasuk garis besar penyusunan “disaster management plan” juga dibahas dalam sesi ini.
- Structural Component
Oleh : Prof. Dr.Ir. Iman Satyarno., M.E

Deskripsi singkat:
Kejadian gempa di Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sebagian dari rumah sakit yang ada tenyata tidak aman terhadap gempa. Hal ini terbukti dengan adanya rumah sakit yang rusak atau bahkan roboh saat terkena sehingga tidak dapat menangani pasien. Padahal rumah sakit tergolong bangunan vital yang harus tetap dapat beroperasi dan melayani pasien setelah terjadinya gempa. Kerusakan atau robohnya rumah sakit dapat menambah jumlah korban karena pasien akibat gempa yang datang tidak dapat tertangani. Untuk itu para manajemen dan dokter rumah sakit seharusnya bisa mendeteksi kerentanan yang ada dan juga mengerti langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat kerentanan bangunan rumah sakit baik sebelum terjadi gempa maupun setelah terjadi gempa
- Principal of Hospital Disaster Plan
Oleh : dr. Hendro Wartatmo., SpB., KBD

Deskripsi singkat:
Bagaimana membuat Hospital Disaster Plan dan mengapa harus ada Hospital Disaster Plan?. Dalam SK Menkes tentang penguatan rumah sakit dilakukan melalui 4 cara yaitu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, meningkatkan sarana dan prasarana, meningkatkan manajemen dan melakukan pelatihan. Pada waktu bencana, rumah sakit memiliki kebutuhan yang melampaui batas kemampuan sehingga terjadi kekacauan. Kekacauan ini dapat dihindari oleh rumah sakit jika RS tersebut sudah memilki persiapan dengan baik yaitu memiliki Hospital Disaster Plan. Hospital Disaster Plan berbeda untuk setiap rumah sakit karena tiap rumah sakit mempunyai tipe bahaya yang berbeda. Adapun langkah-langkah menyusun Hospital Disaster Plan adalah adanya kebijakan, membentuk komite gawat darurat bencana, membuat struktur organisasi komite gawat darurat bencana, membuat protap, form dan fasilitas-fasilitas, mensosialisasikan program tersebut, melakukan pelatihan dan simulasi.
- Mental Health
Oleh : Dr. Rahmat Hidayat., M.Psi

Deskripsi singkat:
Bencana dampat menimbulkan dampak pada kondisi fisik, emosi, dan pikiran seseorang yang dapat berlanjut ke arah gangguan-gangguan mental dan perilaku. Selain itu, bencana pada umumnya berpengaruh negatif terhadap perasaan aman dan terlindung, yang dapat menurunkan kinerja dan keberfungsian seseorang. Hal ini, dialami baik oleh masyarakat luas yang terpapar bencana, maupun oleh staf medis, paramedis, teknis dan administratif rumah sakit. Penanganan kesehatan mental primer pada umumnya bukan merupakan bagian dari emergency response dari rumah sakit. Namun penurunan keberfungsian staf yang berdampak pada kemampun kerja dalam situasi emergency harus menjadi perhatian setiap rumah sakit. Karena itu dukungan psikososial bagi staf rumah sakit perlu menjadi bagian dalam Hospital Disaster Plan (HDP).
- Management Deceased :
Oleh : dr. I. B. GD. Surya Putra P, Sp.F

Deskripsi singkat:
Bahwa pada saat bencana banyaknya korban tidak dapat diprediksi, baik korban hidup maupun korban meninggal. Korban meninggal akibat bencana kemudian di rujuk ke rumah sakit. Untuk korban meninggal pada prinsipnya dilakukan identifikasi atau mengenal jati diri. Sehingga korban meninggal tersebut dapat diketahui kejelasan jati dirinya dan dapat diserahkan kepada keluarganya sehingga nanti dapat dimakamkan. Korban meninggal banyak yang harus ditangani, akan tetapi kapasitas kamar mayat dirumah sakit terkadang belum memenuhi kapasitas. Dalam penatalaksanaan korban meninggal yang paling penting adalah ketepatan bukan kecepatan.
- SIM in Disaster
Oleh : dr. Lucky Tjahjono., M.Kes

Deskripsi Singkat:
Penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana harus dilakukan secara cepat, tepat dan hal tersebut akan terjadi apabila didukung oleh informasi kejadian bencana dan akibat yang ditimbulkannya secara cepat, tepat dan akurat.
- Conceptual Framework in Disaster Management.
Oleh : dr. Lucky Tjahjono., M.Kes

Deskripsi Singkat:
Krisis kesehatan yang timbul akibat bencana memerlukan penanganan yang terkoordinasi dari berbagai pihak baik lintas program maupun lintas sektor yang terkait dalam penanganan krisis kesehatan di Rumah Sakit akibat bencana. Dengan terintegrasi dan terkoordinasinya penanganan krisis kesehatan mulai dari upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat sampai pemulihan krisis kesehatan di Rumah Sakit akibat bencana oleh berbagai pihak yang terlibat, diharapkan dampak yang timbul akibat bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
- Activasi and Deactivation
Oleh : dr. Lucky Tjahjono., M.Kes

Deskripsi Singkat:
Aktifasi Hospital Disaster Plan adalah suatu proses ekskalasi struktur organisasi rumah sakit dalam keadaan normal menjadi struktur dalam keadaan bencana. Deaktifasi Hosdip adalah suatu proses normalisasi dari struktur organisasi dalam keadaan bencana kembali menjadi struktur normal. Keduanya dilakukan berdasarkan parameter yang telah disepakati.
In-House Training hari ke-empat
In-House Training ditujukan kepada seluruh Tim Rumah Sakit dan dilaksanakan langsung di rumah sakit. Materi yang diberikan yaitu tentang sistem komando, operasional, logistik, perencanaan dan keuangan. Pada tahap ini penyusunan Hospital Disaster Plan dilakukan langsung di rumah sakit. Dengan meng “klik” materi ini, anda akan melihat perbedaannya pelatihan yang dilakukan langsung di Rumah Sakit dan yang dilakukan di luar Rumah Sakit.
1. Overview Hosdip
Oleh : dr. Hendro Wartatmo., SpB., KBD
Deskripsi:

Ada beberapa rumah sakit yang telah lulus Hospital Disaster Plan, akan tetapi pada waktu terjadi bencana tidak dilakukan. Oleh karena itu, disinilah pentingnya simulasi dari Hospital Disaster Plan. Karena kebanyakan penyusunan dokumen hanya sebagai syarat akreditasi rumah sakit. Adapun tahapan penyusunan Hospital Disaster Plan adalah membuat kebijakan, membuat komite gawat darurat, membuat struktur organisasi, membuat protap masing-masing bagian, seksi dan unit kemudian disosialisasikan dan pada akhirnya nanti ada simulasi.
2. Checklist 
3. A. Koordinasi
Oleh : dr. Hendro Wartatmo., SpB., KBD

Deskripsi:
Setelah mempelajari materi ini Peserta memahami kelembagaan dan mampu menyusun organisasi penanggulangan bencana yang berbasis rumah sakit berdasar sistem komando yang baku dan operasional.
Struktur Organisasi

B. Operasional
Oleh : dr. Adib A Yahya., MARS

Deskripsi:
Dalam situasi bencana sudah pasti akan timbul korban, dari yang ringan sampai yang berat bahkan meninggal dunia. Seksi Operasional bertanggung jawab untuk mengelola tujuan taktis yang telah digariskan oleh Incident Commander. Seksi Operasional ini membutuhkan sumber daya yang sangat besar yang harus diatur dan dikoordinasikan. Karena Seksi Operasional ini sesungguhnya mewakili keberadaan dan fungsi Rumah Sakit (pelayanan medis), maka ketiga seksi lainnya (Logistik, Keuangan, dan Perencanaan) harus selalu memperhatikan dan mendukung kegiatan Seksi Operasional.
Struktur Organisasi

C. Logistik
Oleh : dr. Sulanto Saleh Danu., Sp.FK

Deskripsi:
Untuk penatalaksanaan Pengelolaan rumah sakit pada situasi bencana (baik eksternal maupun internal rumah sakit), Logistik merupakan komponen pokok untuk menunjang terlaksananya pelayanan rumah sakit. Pengelolaan Logistik Medik maupun Non-Medik yang efisien dan efektif sangat diperlukan suatu rumah sakit agar fungsi rumah sakit tetap berjalan dengan baik. Pada situasi normal, operasional rumah sakit sudah ada rencana operasional rutin, namun pada situasi Bencana kesiapan Logistik untuk mendukung operasional rumah sakit sangat diperlukan, ditata, dan direncanakan dengan baik. Situasi bencana Logistik Medik maupun Non-Medik dituntut penyediaan material dalam waktu cepat, tempat penampungan cukup, fasilitas cukup serta distribusi lancar. Tentunya dengan sumber daya manusia yang memadai.
Struktur Organisasi

D. Perencanaan dan Keuangan
Oleh : dr. Bella Donna., M.Kes

Deskripsi:

5. Pembentukan Struktur Organisasi tim Penanggulangan Bencana

Fasilitas:

Keterangan ruangan:
A. POS KOMANDO (Kantor SPI)
B. TRIASE = Penerimaan Pasien
B1. MERAH (IGD Lantai 1&2)
B2. KUNING (Rawat Jalan)
B3. HIJAU (Radiologi Lantai 2)
B4. HITAM (Kamar Jenazah)
C. RUANG MEDIA / INFORMASI (Ruang Tata Usaha)
D. TEMPAT BERKUMPUL/STAGING AREA (R. Tulip)
E. RUANG PERTEMUAN/RUANG KOORDINASI (R. Florence)
F. DISCHARGE AREA/PASIEN PULANG (Pintu Tengah)
G. GUDANG LOGISTIK (Gudang RT)
H. GUDANG LOGISTIK BANTUAN (Bekas RM)
I. RUANG PENGANTAR/PENGUNJUNG (Gazebo)
J. DAPUR UMUM (R. Gizi)
K. AREA DEKONTAMINASI (Garasi Ambulance)
L. POS KOMUNIKASI (Radiomedik IGD)
Wilayah Bali
Ketua Tim :
|
|
|
| Nama | : dr. IGB Ken Wirasandhi, MARS |
| Instansi | : RSUP Sanglah Bali |
| Jabatan/Pekerjaan | : Kasie pelayanan medik |
| Telepon | : 0812395811 |
| : ken_wirasandi @yahoo.co.id | |
Anggota Tim :
|
|
|
| Nama | : dr. A A Sagung Mas Dwipayani, Mkes |
| Instansi | : Dinkes Prov Bali |
| Jabatan/Pekerjaan | : Plt Kasie Bimdal Pelayanan Rujukan |
| Telepon | : 08179777097 |
| : [email protected] |
|
|
|
|
| Nama | : dr. I Gusti Ayu Widianti, M.Biomed |
| Instansi | : FK Udayana |
| Jabatan/Pekerjaan | : Dosen |
| Telepon | : 08123921765 |
| : [email protected] |
|
|
|
|
| Nama | : dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH |
| Instansi | : Dinkes Prov Bali |
| Jabatan/Pekerjaan | : Staff |
| Telepon | : 081223693322 / 081933105410 |
| : [email protected] |
|
|
|
|
| Nama | : dr. Ketut Suarjaya, MPPM |
| Instansi | : Dinkes Prov Bali |
| Jabatan/Pekerjaan | : Kabid Pengkajian dan Pengembangan |
| Telepon | : 08123874915 |
| : balisehat2005 @yahoo.com | |
Wilayah Banjarmasin
Ketua Tim :
|
|
|
| Nama | : Yuseran, SKM |
| Instansi | : Stikes Cahaya Bangsa Banjarmasin |
| Jabatan/Pekerjaan | : Dosen |
| Telepon | : 081952771702 |
| : [email protected] |
|
Anggota Tim :
|
|
|
| Nama | : dr. Akhyarudin Noor |
| Instansi | : RS Dr. H. Moch Ansari Saleh |
| Jabatan/Pekerjaan | : Kasi SDM dan Mutu Medis |
| Telepon | : 081952877229 |
| : [email protected] |
|
|
|
|
| Nama | : Herlina, dr. |
| Instansi | : RS Dr. H. Moch Ansari Saleh |
| Jabatan/Pekerjaan | : Dokter Jaga IGD |
| Telepon | : 08125198153 |
| : | |
|
|
|
| Nama | : M. Iqbal |
| Instansi | : Dinkes Prov. Kalimantan Selatan |
| Jabatan/Pekerjaan | : Staf PPK Reg Banjarmasin Kalsel |
| Telepon | : 085248425696 |
| : [email protected] |
|
|
|
|
| Nama | : Mulkan Syahit |
| Instansi | : Dinkes Prov. Kalimantan Selatan |
| Jabatan/Pekerjaan | : UKPKK Regional 9 Banjarmasin |
| Telepon | : 08195140988 |
| : | |
|
|
|
| Nama | : Tut Barkinah, S.Si,T, MPd |
| Instansi | : Organisasi Profesi |
| Jabatan/Pekerjaan | : Ketua PD-IBI Prov Kalimantan Selatan |
| Telepon | : 08125030126 |
| : [email protected] |
|










