Materi Kegiatan Pelatihan In-House Training

Mengapa menggunakan metode In-House Training?

In-house training merupakan pelatihan dan berikut pendampingan yang diselenggarakan di rumahsakit. Para pelatih akan datang di rumahsakit untuk membantu dan mendampingi staf rumahsakit menyusun Rencana Bencana.

Ada beberapa alasan menggunakan metode In-House

  1. Pengalaman selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa pelatihan di kampus, atau tempat pelatihan ternyata tidak mampu menunjukkan hasil perubahan di lapangan
  2. Pelatihan In-house dapat langsung merubah situasi dengan menetapkan kebijakan-kebijakan di rumahsakit.
  3. Pelatihan In-House di RS dapat langsung merubah fisik dan peralatan rumahsakit agar siap menghadapi bencana.

Kegiatan yang dilakukan di pelatihan In-House intinya adalah:

  1. Melakukan pemahaman.
  2. Menetapkan kebijakan-kebijakan operasional rumahsakit.
  3. Melengkapi semua persyaratan
  4. Melakukan perencanaan
  5. Melakukan perubahan fisik dan melengkapi peralatan yang dibutuhkan.

Pada akhir pelatihan akan ada kunjungan lapangan untuk melihat apakah RS sudah melakukan perubahan dan menyusun perencanaan persiapan Bencana atau belum.

Materi yang diberikan adalah:

Pengantar: Tahapan dan Overview
Powerpoint: Struktur Organisasi

Materi:

1. Aspek Koordinasi
Powerpoint :
Modul Inti Koordinasi
Struktur Organisasi
Job Action Sheet

2. Aspek Operasional
Powerpoint:
Modul inti Operasional

Struktur organisasi bidang operasional
Job Action Sheet

3. Aspek Logistik
Powerpoint:
Modul Inti Logistik
Struktur organisasi bidang logistik
Job Action Sheet

4. Aspek Perencanaan & Keuangan
Powerpoint :
Modul inti Perencanaan dan Keuangan,
struktur organisasi bidang perencanaan dan keuangan
Job Action Sheet

Disamping itu para narasumber akan mengarahkan dan diskusi dengan pihak rumah sakit untuk menyiapkan tempat-tempat yang akan digunakan pada saat bencana.

Tahapan untuk melakukan pelatihan adalah sebagai berikut:
Tahap 1: Pertemuan Tatap Muka 1 dengan instruktur
Tahap 2: Melakukan apa yang diharapkan dari Tahap 1.
Tahap 3: Pertemuan Tatap Muka 2 dengan instruktur.
Tahap 4: Melakukan apa yang diharapkan dari Tahap 1 dan Tahap 3.
Tahap 5. Instruktur melakukan Evaluasi.

pengantar1

Website ini dikembangkan oleh Divisi Manajemen Bencana, Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (PMPK FK UGM) bekerjasama dengan WHO dan Pusat Penanganan Krisis (PPK-Kemenkes). Website ini bertujuan untuk mengembangkan Pelatihan Regional Disaster Plan dan Hospital Disaster Plan

Silahkan Klik dibawah ini:

Pelatihan ini ditujukan kepada Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota yang diharapkan menjadi pemimpin dalam penanganan bencana diwilayahnya

Pelatihan Penyusun Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit
Pelatihan ini ditujukan kepada pimpinan rumah sakit dan seluruh karyawan didalamnya

Pengantar Mingguan

Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya

pengantar 22 – 28 Juli 2014

Persiapan Rencana Kerja Pemantauan Kasus Risti Ibu dan Anak di Wilayah DIY

PKMK FK UGM akan menyelenggarakan Workshop dengan tema Persiapan Rencana Kerja Pemantauan Kasus Risti Ibu dan Anak di Wilayah DIY, akan berlangsung di Ruang 301 PKMK FK UGM Yogyakarta pada 22 Juli dan 24 juli 2014 . Pertemuan ini dilakukan khusus untuk membahas persiapan enam bulan kedepan dalam rangka menghadapi lebaran/hari raya besar di Indonesia. Berdasarkan pengalaman di tahun 2012 dan 2013, kasus kematian banyak terjadi di waktu libur panjang atau periode cuti bersama. Menjelang libur hari raya Idul Fitri di tahun 2014 ini, perlu penyusunan rencana kerja dalam bentuk langkah mitigasi atau antisipatif atau reaksi cepat untuk mencegah terjadinya kematian pada periode yang kritis ini.

Pertemuan ini akan diikuti oleh Dinkes Provinsi dan 5 kab/kota se DIY, Rumah sakit daerah dan swasta dan yang terkait. Bagi bapak/ ibu yang berminat mengikuti dapat menghadiri kegiatan ini, namun apabila bpk/ibu tidak dapat menghadiri dapat mengikuti melalui webinar pada link berikut https://attendee.gotowebinar.com/register/993047376326306049 

     


    Pertemuan Evaluasi Kerjasama Perguruan Tinggi dan Organisasi Profesi dengan Dinas Kesehatan Daerah

    pneumonia

    Jakarta – “Konsorsium Fakultas Bidang Kesehatan untuk Kesehatan Ibu-Anak dan Gizi” telah dibentuk pada tahun 2012. Konsorsium ini dibentuk dengan tujuan meningkatkan peran serta perguruan tinggi dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di daerah, serta memperkokoh hubungan perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.

    Sejalan dengan inisiatif ini, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan Indonesia mengadakan kegiatan untuk membahas dan mengevaluasi implementasi kerjasama yang telah dilakukan antara Perguruan Tinggi dan Organisasi Profesi dengan Dinas Kesehatan pada minggu ini di Jakarta. Pertemuan tiga hari ini akan dilaksanakan pada 14 hingga 16 Juli 2014 dan dihadiri oleh perwakilan dari Kemeterian Kesehatan, organisasi profesi, dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, serta kepala bidang penanggung jawab program KIA Dinas Kesehatan dari enam provinsi.

    Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan evaluasi untuk kerjasama yang selama ini telah terjalin antara dinas kesehatan di daerah dengan organisasi profesi dan fakultas kesehatan, serta menyepakati tindak lanjut untuk kerjasama yang lebih baik.

     

    Mapping KIA

    Pemetaan Intervensi KIA di Kabupaten/Kota

    Sejak tahun 2009, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM telah mengembangkan berbagai program intervensi dan inovasi di dalam KIA secara komprehensif. Salah satu kegiatan innovatif untuk mengurangi kematian ibu & anak yaitu dengan melakukan Pemetaan Intervensi pada sebuah kabupaten/kota dengan menggunakan pendekatan continuum of care dari hulu ke hilir yang hasilnya diukur dengan angka absolut kematian bayi dan ibu. Pendekatan ini dimulai dengan memetakan permasalahan yang terjadi di masyarakat sampai ke rumah sakit (Lihat sebelah kiri, berwarna Oranye).

    Dari permasalahan tersebut, dengan menggunakan metode akar permasalahan, akan dicari intervensi yang sesuai dengan permasalahannya (Sebelah kanan). Intervensi dapat dibagi menjadi dua kelompok besar:

    1. Intervensi kegiatan langsung ke masyarakat (berwarna hijau tua), dan
    2. Intervensi penguatan sistem manajemen dalam program (berwana biru tua).

    Intervensi kelompok pertama mengacu ke artikel di Lancet seperti intervensi di masyarakat secara terjadwal, intervensi keluarga, dan intervensi klinik sampai ke RS PONEK.
    Pemetaan intervensi ini bertujuan agar kebijakan dan program KIA di sebuah kabupaten dapat dijalankan secara komprehensif dan mempunyai besaran kebijakan yang sesuai dengan permasalahan. Oleh karena itu ikon intervensi dilambangkan dengan sebuah tombol yang dapat diputar. Anda dapat melakukan penilaian sendiri akan intensitas program dan keadaan sistem manajemen sesuai permasalahan dengan mengklik tombol-tomol tersebut. Silahkan klik.

                                            Permasalahan                                                                 Intervensi

    aaa 27x

    berita dan Artikel KIA