Gempa Bumi 5,0 SR Terjadi di Maluku Tenggara

Gempa Bumi 5,0 SR Terjadi di Maluku Tenggara

Jakarta– Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) terjadi di Maluku Tenggara. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Dilansir dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (2/6/2017), gempa ini terjadi sekitar pukul 5.54 WIB. Titik pusat gempa berada di 222 kilometer barat daya Maluku Tenggara.

Titik koordinat lokasi gempa ini berada di 7.64 LS – 129.36 BT dengan kedalaman 116 kilometer.

Belum ada informasi mengenai korban maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tektonik ini.

 

Mercy Relief to deploy disaster response team to flood-hit Sri Lanka

SINGAPORE: Mercy Relief will be deploying a disaster response team to flood-hit Sri Lanka on Tuesday (May 30) to conduct relief distribution operations with ground partners in the country, the Singapore-based disaster relief agency said in a press release on Sunday.

Deployed in response to an appeal for international assistance by the Sri Lankan government, the response team is expected to arrive on Tuesday morning.

Monsoon rain on Friday in Sri Lanka triggered the island’s worst flooding in more than a decade, leaving at least 126 people dead, according to reports from the Disaster Management Centre in Sri Lanka.

“The team will be assessing and monitoring the varying needs of the communities affected,” the agency said, adding that the team would distribute essentials such as food and hygiene items in the first phase of relief distribution efforts.

“Our thoughts are with the communities affected by the floods in Sri Lanka,” said Mercy Relief’s executive director Zhang Tingjun. “We are currently assessing the most critical needs in order to ensure a timely and effective response.”

The official Disaster Management Centre said 93 remained missing as of Sunday morning while about 50 injured in landslides were hospitalised. More than 400,000 people remain displaced across 15 districts with seven districts on high alert for landslides, Mercy Relief added.

Mercy Relief said that it would not be launching a public fundraising appeal at this time, but members of the public interested in making donations and staying up to date on the relief efforts could visit its Facebook page.

Read more at http://www.channelnewsasia.com/news/singapore/mercy-relief-to-deploy-disaster-response-team-to-flood-hit-sri-8890408

Kodim Minahasa Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Kodim Minahasa Latihan Penanggulangan Bencana Alam

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO – Kodim 1302 Minahasa melakukan pelatihan penanggulangan bencana alam di wilayahnya, pada Senin (29/5/2017).

Latihan yang digelar di halaman Makodim Minahasa tersebut di dibuka oleh Komandan Korem 131/Santiago Kolonel Inf Sabar Simanjuntak.

Simanjuntak menjelaskan tujuan dalam pelatihan tersebut yaitu untuk meningkatkan kemampuan komandan dan staf Kodim dalam menyelenggarakan operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam yang meliputi aspek komando, pengendalian dan prosedur bantuan administrasi.

Latihan posko satu juga berfungsi untuk menguji prosedur hubungan komandan, staf, validasi protap dan rencana operasi penanggulangan bencana alam yang selama ini. Sehingga dapat ditingkatkan kualitasnya dan lebih mudah diterapkan dalam situasi yang sebenarnya.

Dia menjelaskan pelatihan tersebut sangat penting  sehingga peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan ini agar tujuan pelaksanaan latihan dapat terwujud sesuai harapan.

“Pelatihan ini untuk mengasah kembali kemampuan anggota Kodim 1302/Minahasa dalam penanganan dan pengendalian bencana alam, supaya saat terjadi bencana alam mereka sudah tahu prosedur apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Dia berharap anggota kodim 1302 bisa secepatnya membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan saat terjadi bencana termasuk evakuasi.

“Memang semuanya dipersiapkan untuk bekerja membantu masyarakat. Mereka juga bisa berkoordinasi dengan isntitusi terkait seperti polri, dishub, dan BPBD, damkar, dan satpol PP,” jelasnya.

Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Juberth Purnama menjelaskan kegiatan latihan ini sangat besar manfaatnya, sebab di wilayah kodim Minahasa sangat berpotensi terjadi bencana alam seperti gunung meletus, tanah longsor, banjir dan lainnya.

“Kami selaku aparat kewilayahan merasa beruntung diselenggarakan latihan gladi posko, supaya kami siap laksanakan pencegahan, penaggulangan, dan pengendalian,” jelasnya.

Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair mengatakan pelatihan ini sangat baik karena pelatihan posko langsung di lapangan.

Scientists raise concerns over potential nuclear disaster in U.S.

Nuclear-waste fires in nuclear reactors in the U.S. are a ‘real risk’ according to Princeton University researchers. Under these conditions, nuclear spent fuel fire could force millions of people to relocate.

The Princeton University scientists, together with researchers from the Union of Concerned Scientists, argue that in many places in the U.S. the general public are at risk from fires in spent-nuclear-fuel cooling pools at reactor sites. The pools are essentially water-filled basins used store and cool used radioactive fuel rods. The researchers have discovered that these pools are densely packed with nuclear waste.
The risk to this comes from fire, and fire could be the result of a natural disaster, such as a large earthquake, or the consequence of a terrorist attack Such is the density that it remains possible for a fire to release sufficient radioactive material to contaminate an area twice the size of New Jersey. This could, if extrapolated around key locales in the U.S., lead to 8 million people needing to relocate.
The researchers have also calculated that the cost of such an incidents would be around $2 trillion. The lead researcher has set out to increase publicity about the risks to decommissioned parts of nuclear power stations, such as spent-fuel pools. Dr. Frank von Hippel, who led the study, states: “Unfortunately, if there is no public outcry about this dangerous situation.”
Here the researcher notes that spent-fuel rods were the trigger (hydrogen explosions triggering the release of radioactive material) for the radioactive spread from the March 2011 nuclear disaster in Fukushima. The new risks are outlined in an article for the magazine Science. The article is titled “Nuclear safety regulation in the post-Fukushima era. .”

Korban Banjir, BPBD Bulukumba Evakuasi 55 KK

Korban Banjir, BPBD Bulukumba Evakuasi 55 KK

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA-Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengevakuasi 50 kepala keluarga ke Posko BPBD di depan BPBD Bulukumba Jl Durian, Bulukumba, Minggu (28/5/2017).

Kepala BPBD Bulukumba Muh Akrim menyampaikan pendirian posko tersebut untuk menampung warga Bulukumba yang rumahnya terendam banjir.

“Ada 50 kepala keluarga yang kita ungsikan ke Posko untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Akrim, kepada TribunBulukumba.com.

Ibukota Kabupaten Bulukumba saat ini dilanda banjir sejak subuh tadi hingga siang ini akibat hujam deras melanda daerah itu.

Hampir seluruh wilayah kota Bulukumba terendam air banjir. Penyebabnya volume air meningkat melebihi kapasitas drainase di didalam kota. (*)

Aceh Diguncang Gempa 5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

Aceh Diguncang Gempa 5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

Jakarta – Pagi ini, masyarakat Aceh dikagetkan dengan gempa bumi. Gempa tersebut dirasa cukup keras dengan kekuatan 5 Skala Richter.

“Gempa bumi 5 SR berpusat di darat dirasakan cukup keras selama 5 detik. BMKG telah melaporkan kejadian gempa bumi dengan kekuatan 5 SR pada Senin, 29 Mei 2017 pukul 04.54 WIB,” ucap Kepla Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (29/5/2017).

Lokasi gempa terjadi di Provinsi Aceh, 27 KM barat laut Gayo Lues, 44 KM Aceh Barat Daya, dan 53 KM tenggara Aceh Tengah.

“Gempa tidak berpotensi tsunami,” ucap Sutopo.

Belum ada laporan soal kerusakan bangunan yang ditimbulkan akibat gempa ini. Belum juga ada laporan soal ada atau tidaknya korban akibat gempa ini.
(aik/dnu)

Klasifikasi dan Standar Minimal Tim Medis Dari Luar Negeri (Foreign Medical Team) Pada Bencana

FMT

FMTBencana yang datang tiba-tiba tanpa adanya peringatan menyebabkan cidera atau kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuan wilayah tersebut. Pada keadaan ini banyak FMT yang memberikan perawatan darurat kepada korban bencana. Standar FMT yang dikirim bervariasi dan terkadang tidak memenuhi standar tanggap darurat internasional. Klasifikasi dan standar minimal Foreign Medical Team (FMT) dalam publikasi ini dibuat khusus untuk bencana yang terjadi tiba-tiba (sudden onset). FMT diklasifikasikan menjadi beberapa tipe yaitu tipe 1: perawatan darurat untuk pasien rawat jalan (outpatient emergency care), tipe 2: perawatan darurat pada pasien rawat inap (inpatient surgical emergency care), tipe 3: perawatan pasien pasien rawat inap yang merupakan rujukan (inpatient referral care), tim perawatan khusus tambahan (specialised care teams). Masing-masing tipe FMT memiliki standar yang harus dipenuhi terkait dengan kapasitas dan kapabilitas tim dalam menghadapi bencana. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Manajemen Limb Injury Selama Bencana dan Konflik

manaj limb

manaj limbPublikasi ini merupakan hasil kolaborasi WHO dan ICRC dalam menjawab kebutuhan dalam peningkatan kualitas penanganan bencana. publikasi ini mengawali penjelasannya dengan menggunakan skenario bencana. Skenario bencana yang diakibatkan oleh gempa bumi dan memposisikan pembaca sebagai anggota dari suatu Emergency Medical Team (EMT). Penulis selanjutnya memaparkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh EMT dalam merespon bencana tersebut. Beberapa kasus pada saat bencana dan konflik yang dibahas adalah manajemen fraktur tertutup, fraktur terbuka, compartement and crush syndrome, amputasi, luka bakar, dan lain-lain. masing-masing kasus tersebut dimulai dengan skenario diikuti oleh manajemen penanganannya saat bencana. Manajemen penanganannya disertai dengan gambar yang menjelaskan setiap tahapan tindakan. Publikasi ini dapat digunakan sebagai panduan lapangan dalam menangani berbagai kasus umum yang dihadapi saat bencana. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Rehabilitasi Pada Bencana Dengan Onset yang Tiba-Tiba

rehabilitasi

rehabilitasiPublikasi ini dapat digunakan sebagai tindak lanjut manajemen yang telah dilakukan saat bencana terjadi, seperti yang dibahas pada publikasi di atas. Pada publikasi ini dibahas proses rahbilitasi yang harus dilakukan pada kasus-kasus umum pada saat bencan dengan onset yang tiba-tiba. Jenis kasus yang dibahas adalah amputasi, spinal cord injury, cidera saraf perifer, fraktur, luka bakar dan cidera jaringan lunak, dan lain-lain. Rehabilitasi yang dipaparkan mencakup keseluruhan aspek seperti proses penyembuhannya, manajemen nyeri, motivasi, ROM, peran keluarga dalam rehabilitasi pasien, serta proses rehabilitasi khusus sesuai dengan jenis kasusnya. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Natural disasters displace three times more people than conflicts

A young girl with her family in camp for people displaced by the war in Syria. Photograph: Getty Images

More than 31 million people – one person every second – were uprooted in their home country in 2016 because of conflicts and disasters, and numbers will grow unless the underlying causes like climate change and political turmoil are tackled, an aid group said on Monday.

Nearly 7 million people, mostly from sub-Saharan Africa and the Middle East, were displaced because of conflicts, according to data by the Internal Displacement Monitoring Centre (IDMC), which is part of aid agency Norwegian Refugee Council.

A further 24 million people, mainly in Asia, were forced to flee to another area of the country because of a natural disaster, such as storms, floods and wildfires, IDMC said in a report.

Unlike refugees, who seek asylum in other countries, internally displaced people (IDPs) remain in their own country and can’t claim international protection, IDMC says.

For this reason, IDPs are often overlooked until humanitarian crises spill across borders, said IDMC’s director Alexandra Bilak.

“It can easily fall off the agenda because national governments, in some cases, don’t want to acknowledge it and certainly don’t want anyone externally to start looking into the affairs in their sovereign state,” she said.

Conflicts

In 2016, conflicts uprooted the most people in the Democratic Republic of Congo, with 922,000 fleeing their homes, followed by Syria (824,000) and Iraq (659,000).

But natural disasters displaced three times as many people as conflicts, with more than 7 million people in China forced to leave their homes, followed by the Philippines at nearly 6 million and India at nearly two-and-a-half million.

Ms Bilak said policymakers urgently need to address the root causes of displacement and focus more attention on IDPs since they may well flee to other countries if their situation worsens.

“People who are displaced over long periods of time and facing huge threats to their daily safety and security will ultimately have to seek protection elsewhere if they’re not getting it in their country,” she said.

 

Millions of Syrians were displaced during the first years of the war, Ms Bilak said, and it wasn’t until 2014 and 2015 when they started to flee the country in huge numbers, triggering the biggest migration crisis since the second World War.

“Not enough is being spent on prevention and much more is being spent on the symptoms of these crises,” she said.

“With the impact of climate change, for example, in the future it is only going to lead to more extreme weather … which will put pressure on resources, which will lead to more conflicts and it contribute to that vicious cycle of displacement,” she said.

source: http://www.irishtimes.com/news/world/natural-disasters-displace-three-times-more-people-than-conflicts-1.3091785