Akibat pembatasan COVID-19, pelatihan dan ujian praktik Incident Commander (IC) di Swedia dibatalkan pada Maret 2020. Namun, kelulusan IC dilakukan melalui Remote Virtual Simulation (RVS), yang pertama pemeriksaan tersebut untuk pengetahuan kita saat ini. Makalah ini menyajikan enabler yang diperlukan untuk menyiapkan RVS dan pengaruhnya pada aspek kognitif dalam menilai kompetensi praktis. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan wawancara dari siswa dan instruktur, dengan menggunakan metodologi penelitian kasus tindakan. Hasil menunjukkan potensi RVS untuk mendukung proses kognitif yang lebih tinggi, seperti pengakuan, pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan memungkinkan siswa untuk menunjukkan apakah mereka telah mencapai tujuan pembelajaran yang diperlukan. Manfaat lain yang dilaporkan adalah nilai dari tidak mengumpulkan orang (disebabkan oleh pandemi), mengalami skenario insiden baru yang menantang, meningkatkan motivasi untuk menerapkan pelatihan berbasis RVS baik untuk siswa dan instruktur, dan mengurangi perjalanan (setara dengan 15.400 km untuk satu kelas). Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana mengintegrasikan RVS dalam pelatihan dan penilaian praktis untuk pendidikan IC dan untuk meningkatkan generalisasi, penelitian ini menunjukkan manfaat dan keterbatasan saat ini, dalam kaitannya dengan aspek kognitif dan sebagai perbandingan, dengan format ujian sebelumnya. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal MDPI
Simulasi Virtual Jarak Jauh untuk Incident Commanders
Akibat pembatasan COVID-19, pelatihan dan ujian praktik Incident Commander (IC) di Swedia dibatalkan pada Maret 2020. Namun, kelulusan IC dilakukan melalui Remote Virtual Simulation (RVS), yang pertama pemeriksaan tersebut untuk pengetahuan kita saat ini. Makalah ini menyajikan enabler yang diperlukan untuk menyiapkan RVS dan pengaruhnya pada aspek kognitif dalam menilai kompetensi praktis. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan wawancara dari siswa dan instruktur, dengan menggunakan metodologi penelitian kasus tindakan. Hasil menunjukkan potensi RVS untuk mendukung proses kognitif yang lebih tinggi, seperti pengakuan, pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan memungkinkan siswa untuk menunjukkan apakah mereka telah mencapai tujuan pembelajaran yang diperlukan. Manfaat lain yang dilaporkan adalah nilai dari tidak mengumpulkan orang (disebabkan oleh pandemi), mengalami skenario insiden baru yang menantang, meningkatkan motivasi untuk menerapkan pelatihan berbasis RVS baik untuk siswa dan instruktur, dan mengurangi perjalanan (setara dengan 15.400 km untuk satu kelas). Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana mengintegrasikan RVS dalam pelatihan dan penilaian praktis untuk pendidikan IC dan untuk meningkatkan generalisasi, penelitian ini menunjukkan manfaat dan keterbatasan saat ini, dalam kaitannya dengan aspek kognitif dan sebagai perbandingan, dengan format ujian sebelumnya. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal MDPI
Metrik Ketepatan Waktu One Health untuk Melacak dan Mengevaluasi Pelaporan Respons Wabah
Ketika populasi global melonjak, perilaku manusia meningkatkan risiko epidemi. Evaluasi kinerja objektif dari respons wabah mengharuskan metrik ketepatan waktu, atau kecepatan dalam waktu respons, dicatat dan dilaporkan. Peneliti berusaha mengevaluasi bagaimana data ketepatan waktu disampaikan untuk wabah multisektoral dan membuat rekomendasi tentang bagaimana metrik One Health dapat digunakan untuk meningkatkan keberhasilan respons. Melacak kemajuan dalam ketepatan waktu selama wabah dapat memfokuskan upaya untuk mencegah wabah berkembang menjadi epidemi atau pandemi. Respons terhadap peringatan prediktif menunjukkan peningkatan kemanfaatan pada waktunya untuk sebagian besar pencapaian. Peneliti merekomendasikan penerapan tonggak pencapaian wabah One Health yang ditetapkan secara universal, termasuk Tinjauan Setelah Tindakan, sehingga metrik ketepatan waktu dapat digunakan untuk menilai peningkatan respons wabah dari waktu ke waktu. Artikel ini dipublikasikan pada 2022 di The Lancet Discovery Science
Pola Komunikasi dan Media Kebencanaan untuk Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi yang dilakukan dan media yang digunakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Utara dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dan pendekatan penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian yaitu Pemerintah Daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Utara, Bupati Langkahan, Kepala SAR Aceh Utara, Kepala RRI Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Utara adalah komunikasi interpersonal dan komunikasi massa melalui sosialisasi dan simulasi tentang kebencanaan. Sedangkan media komunikasi yang digunakan yaitu media massa baik media cetak maupun radio untuk menginformasikan kebijakan penanggulangan bencana. Selain itu juga menggunakan media tradisional sebagai kearifan lokal yaitu kentongan. Media kentongan dianggap efektif ketika alat komunikasi yang menggunakan teknologi tidak berfungsi. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 di jurnal Kominfo
A new survey tool for evaluating pandemic preparedness in health services
Bagaimana rumah sakit dapat mengetahui bahwa persiapan untuk menghadapi pandemi yang mungkin akan terjadi sudah efektif? Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi dan pengetahuan petugas kesehatan tentang kesiapsiagaan menghadapi COVID-19 di sebuah pelayanan kesehatan regional di Australia. Advokasi berkelanjutan untuk sumber daya dan kebutuhan kesejahteraan petugas kesehatan adalah yang terpenting dalam persiapan di masa depan. Mengingat pandemi terus berlanjut dan memperluas jangkauannya dengan varian virus baru, keselamatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan menjadi semakin penting untuk dipertahankan. Staf klinis mungkin memiliki pengetahuan yang lebih besar dan berpartisipasi dalam inisiatif klinis terkait COVID-19. Beberapa item skala klinis lebih mungkin relevan untuk staf klinis yang terlibat langsung dalam perawatan pasien. Tantangan “pesan yang tidak konsisten dan kurangnya komunikasi yang jelas dari manajemen” juga telah dilaporkan oleh dokter darurat Australia selama pandemi COVID-19.
Layanan kesehatan didorong untuk menjaga terminologi tetap sederhana dan mempertimbangkan strategi komunikasi alternatif. Ini dapat mencakup pemusatan sumber informasi dan peningkatan koordinasi komunikasi di seluruh organisasi, sambil memastikan komunikasi dapat diakses oleh semua karyawan dengan latar belakang pendidikan dan jenis peran yang beragam (misalnya, melalui penggunaan infografis). Ini adalah kunci untuk mencapai respons pandemi yang terkoordinasi.
Kasus Pertama Monkeypox di Indonesia
Dirilis oleh CNN Indonesia (21/8/2022), pasien cacar monyet atau monkeypox pertama di Indonesia berasal dari Jakarta, dimana pasien baru pulang dari luar negeri. Setelah petugas kesehatan memeriksa pasien dan menunjukkan gejala cacar monyet, serta langsung melakukan tes PCR dan setelah 2 hari pemeriksaan pasien diumumkan cacar monyet. Cacar monyet dapat sembuh sendiri setelah melewati masa inkubasi 21 – 28 hari, namun pasien tetap harus diisolasi untuk mencegah penyebaran penularan. Sejak Juli 2022, WHO sudah mengumumkan cacar monyet masuk sebagai darurat kesehatan global dan mengganti namanya menjadi Clade untuk mencegah stigmatisasi. Meskipun cacar monyet ini identik banyak menyerang kelompok gay atau LGBT, namun penyakit ini bisa menyerang siapa saja yang melakukan kontak erat dengan pasien. Penularan cacar monyet bisa terjadi dari manusia ke manusia, maupun dari hewan ke manusia. Cacar monyet ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan. Artikel CNN Indonesia berikut menyebutkan 4 hal yang harus dilakukan saat terkena cacar monyet yaitu (1) Tidak melakukan self diagnosis artinya langsung ke fasilitas kesehatan; (2) segera melakukan tracing contact terutama kontak erat; (3) Tidak minder atau takut dengan pandangan orang lain; (4) menjaga imunitas tubuh dengan rutin konsumsi makanan bergizi.
Pelatihan Dasar Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan) – Batch 2
Amanat menyusun rencana penanganan bencana di rumah sakit (hospital disaster plan) tercantum dalam UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, pasal 29 yang salah satu poinnya menyatakan “Rumah sakit mempunyai kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. Kemudian, update mengenai Standar Akreditasi Rumah Sakit berdasarkan Kepmenkes 1128 Tahun 2022 bahwa amanat Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) 2 meliputi kepemimpinan dan perencanaan hingga pelatihan dalam upaya mencapai keselamatan dan keamanan dari bahaya B3, kebakaran, dan situasi kedaruratan dan bencana. Selain itu, tidak meninggalkan pembahasan akreditasi rumah sakit tahun 2012, salah satu elemen penilaian MFK 6 adalah rumah sakit telah mengidentifikasi bencana internal dan eksternal yang besar, seperti kondisi darurat di masyarakat, wabah, bencana alam atau bencana lainnya serta kejadian wabah yang bisa menyebabkan terjadinya risiko yang signifikan. Serta mengacu pada penilaian akreditasi RS menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1 tahun 2018 dan SNARS edisi 1.1 tahun 2019, disebutkan juga bagaimana RS harus mampu melakukan Self Assesment terkait kesiapan menghadapi bencana.
Analisis BMKG soal Gempa Banten Hari Ini, Getarannya Terasa sampai Jakarta
KOMPAS.com – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah Pantai Tenggara Pandeglang, Banten pada Minggu (9/10/2022) pukul 17.02.44 WIB.
Getaran gempa itu dirasakan sejumlah masyarakat di beberapa daerah.
Bahkan, tanda pagar “Gempa” segera memuncaki trending topik di media sosial Indonesia, khususnys Twitter.
Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Berikut analisis BMKG gempa hari ini di Banten:
Dari rilis resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (9/10/2022), Plt. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memaparkan hasil analisis BMKG terkait gempa Banten.
Menurut Daryono, gempa Banten itu memiliki parameter update dengan magnitudo 5,3.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,01° LS ; 106,07° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 22 Km arah Barat Daya Bayah, Banten pada kedalaman 47 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan oblique turun (normal oblique).
Akibat dari gempa tersebut, sejumlah wilayah ikut terdampak getaran yang ditimbulkan.
Getaran gempa hari ini di Banten dirasakan di beberapa daerah, termasuk Jakarta. Berikut intensitas dan wilayah getaran gempa Banten:
- Intensitas III-IV MMI: Kab. Sukabumi
- Intensitas III MMI: daerah Bayah, Sukabumi, Sagaranten, Cianjur, Panggarangan, Ciptagelar, Malingping, Cihara, Cibeber, dan Cilograng.
- Intensitas II-III MMI: daerah Citeko dan Cisarua
- Intensitas II MMI: daerah Pangandaran, Ciputat, Parung Panjang, Pandeglang, Majasari, Serang, Sawarna, Tamanjaya, Ujung Kulon, Merak, Tangerang, Jakarta, dan Depok.
Hingga pukul 17.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menjauh dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa dan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.
Informasi resmi hanya terkait gempa bumi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, seperti @infoBMKG), www.bmkg.go.id atau infobmkg.
Sederet Bencana Alam Melanda Jateng-DIY di Awal Musim Hujan
Solo – Hujan lebat dengan cuaca ekstrem mulai membayangi sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa daerah melaporkan adanya kerusakan yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
Bahkan, beberapa daerah di Jawa Tengah juga dilanda angin kencang serta hujan es. Berikut ini sederet bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Jateng dan DIY.
Banjir-Longsor di Kebumen
Cuaca ekstrem terjadi di Kebumen sejak Jumat malam (7/10). Akibatnya, banjir dan longsor terjadi di Kebumen sejak Sabtu pagi.
Ada dua lokasi tanah longsor yang terjadi di Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung. Material tanah longsor itu menutup akses jalan kabupaten. Longsor juga menutup bahu jalan di Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung.
Tiga titik longsor juga terjadi di Desa Seboro, Kecamatan Sadang, mengakibatkan setidaknya lima rumah warga mengalami kerusakan.
Hujan lebat juga membuat Sungai Kedung Bener meluap. Akibatnya, seorang warga bernama Samijaya (70) terseret banjir.
Jasad Samijaya baru ditemukan pada Minggu (9/10) sore. Dia ditemukan lebih dari 20 km dari lokasi awal dia terseret banjir.
Angin Kencang di Sleman
Hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Sleman. Dampak hujan angin dari Sabtu (8/10) sore hingga Minggu (9/10) siang tercatat ada 35 titik yang rusak.
“Dampak hujan angin dari Sabtu hingga Minggu siang pukul 12.30 WIB ada 35 titik yang terdampak yang tersebar di 10 kapanewon,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan kepada wartawan, Minggu (9/10/2022).
Adapun kerusakan tersebar di Kapanewon Sleman, Tempel, Ngaglik, Cangkringan, Moyudan, Kalasan, Godean, Turi, Gamping, dan Turi. Kerusakan, lanjut Makwan, meliputi rumah, pohon tumbang, jaringan listrik putus hingga tempat usaha.
Hujan Es di Grobogan
Hujan es disertai angin kencang melanda Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sejumlah rumah dan bangunan fasilitas umum dilaporkan rusak.
Awalnya, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Berangsur sore, cuaca semakin buruk dengan adanya angin kencang disertai hujan es.
“Tadi kejadian sore sekitar pukul 15.45 WIB hujan lebat dan disertai butir es dengan angin yang cukup kencang. Sekarang hujan sudah reda hanya gerimis saja,” jelas Masrichan, Petugas BPBD Kabupaten Grobogan kepada detikJateng, Minggu (9/10/2022).
Beberapa bangunan dilaporkan rusak akibat cuaca buruk ini, termasuk sebuah bangunan Sekolah Dasar yang tertimpa pohon tumbang.
Hujan Es di Wonogiri
Hujan lebat disertai angin kencang di Wonogiri pada Minggu (9/10) sore mengakibatkan bencana. Selain itu juga terjadi hujan es di beberapa wilayah.
Salah satu tempat yang terdampak adanya hujan lebat disertai angin kencang adalah wilayah Kelurahan Wonokarto Kecamatan Wonogiri Kota dan Desa Pare serta Desa Singodutan Kecamatan Selogiri.
“Ada pohon tumbang menimpa warung hingga ambruk. Ada satu sepeda motor di warung itu, sedang parkir,” kata Sekretaris Desa Pare Agus Riswadi, Minggu malam.
Sementara itu, hujan es sempat terjadi di wilayah Desa Singodutan Kecamatan Selogiri. Hal itu dibenarkan Kepala Desa Singodutan, Karsanto.
“Benar, hujan es tadi terjadi sekitar 10 menit,” kata dia.
Ia menambahkan, angin kencang di wilayahnya membuat sebuah pohon di Dusun Sanggrahan ambruk menimpa badan jalan. Selain itu angin kencang sempat menerbangkan atap teras rumah warga di Dusun Krisak Kulon. Akibatnya kayu penyangga atap itu rusak.
Gempa M 5,5 di Banten, Warga Lebak Panik ke Luar Rumah
Lebak – Sejumlah warga di Desa Sawarna Timur, Kecamatan Bayah, Lebak, Banten, sempat panik saat gempa terjadi. Gempa magnitudo 5,5 itu membuat warga berhamburan ke luar rumah.
“Iya tadi gempa, kencang banget. Iya kerasa,” kata salah satu warga Bayah bernama Erwin kepada detikcom, Minggu (9/10/2022).
Dia mengaku gempa yang terjadi hanya hitungan detik. Warga pun sempat panik dan berhamburan ke luar rumah.
“Kerasa, sempat panik dan keluar rumah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Lebak Febby Rizky Pratama membenarkan adanya gempa yang berpusat di Bayah. Gempa juga terasa di 28 kecamatan di Lebak.
Gempa itu, kata Febby, terjadi pada pukul 17.02 WIB dengan kekuatan 5,5 magnitudo.
“Hampir semua kecamatan di Lebak merasakan getaran gempa ya,” kata Febby.
Saat ini, BPBD masih menunggu informasi dari BMKG terkait potensi gempa susulan dan potensi tsunami. Selain itu, relawan di 28 kecamatan masih mencari informasi terkait dampak gempa.
“Semoga tidak ada gempa susulan tapi kami masih menunggu laporan dari BMKG soal potensi gempa susulan dan tsunami,” jelasnya.
“Kami masih memantau teman-teman relawan di setiap kecamatan yah. Sampai saat ini belum ada laporan terkait kerusakannya,” pungkasnya.
(aik/aik)