CDERT bantu pengurusan bencana

CDERT bantu pengurusan bencana

KUANTAN  –  Pasukan Tindakbalas Kecemasan Peringkat Komuniti Jabatan Pertahanan Awam (CDERT) diwujudkan sebagai persediaan awal dalam pengurusan bencana terutama banjir.

Ahli Parlimen Paya Besar, Datuk Abdul Manan Ismail berkata, pasukan itu akan menjadi barisan hadapan yang akan bergerak dengan pantas di kawasan yang mengalami bencana.

Menurutnya, penglibatan komuniti setempat dalam perkara itu dapat memantapkan lagi pengurusan bencana.

“Sehingga kini terdapat 86 pasukan CDERT melibatkan 2,580 individu sudah diwujudkan di seluruh negeri dan mereka akan peka dengan kawasan masing-masing terutama menjelang musim banjir.

“Kita mahu komuniti setempat melalui Jawatankuasa Kemajuan dan Keselamatan Kampung (JKKK), Kawasan Rukun Tetangga (KRT) mengambil tanggungjawab ini dengan proaktif,”katanya kepada media selepas merasmikan Penubuhan Pasukan
Tindakbalas Kecemasan Peringkat Komuniti JPAM Negeri Pahang di sini, semalam.

Hadir sama, Timbalan Ketua Pengarah Operasi (JPAM), Selamat Dahalan dan Pengarah Pertahanan Awam Negeri Pahang, Kolonel Zainal Yusoff.

Abdul Manan berkata, melalui CDERT secara tidak langsung dapat memberi kesedaran kepada komuniti mengenai ilmu pengurusan bencana ketika kecemasan.

Sementara itu, Zainal berkata, pejabat JPAM di Parlimen Indera Mahkota dan Paya Besar akan diwujudkan seiring dengan hasrat Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Shahidan Kassim yang mahu pejabat JPAM di wujudkan di setiap Parlimen.

Beliau berkata, pihaknya akan meneliti beberapa aspek berhubung perkara itu sama ada menyewa bangunan sedia ada atau menggunakan kaedah kabin sebagai pejabat.

“Kita akan cuba meminimakan kos dan perkara-perkara tersebut akan diambil kira sebelum pejabat JPAM diwujudkan.

“Ia penting memandangkan kawasan terbabit merupakan kawasan risiko banjir dan operasi menyelamat perlu dilakukan dengan pantas,” katanya.

Pada majlis itu, demonstrasi menyelamat diadakan oleh pasukan CDERT dan penyampaian sijil kepada pemimpin setempat turut diberikan.

sumber: sinarharapan

HHS Launches Resources System to Improve Disaster Preparedness

HHS building

Health and emergency preparedness professionals now have access to the nation’s first and most comprehensive system of resources designed specifically to help communities better prepare for and manage the health impacts of disasters.

Sponsored by the U.S. Department of Health and Human Services’ Office of the Assistant Secretary for Preparedness and Response (ASPR), the Technical Resources, Assistance Center, and Information Exchange (TRACIE) features resource materials, a help line, just-in-time suggestions and tools to share information gleaned from real-life experiences in preparing for, responding to and recovering from disasters.

Dr. Nicole Lurie, HHS assistant secretary for preparedness and response said in a statement: “Experience has shown that every disaster, large or small, has the potential to impact health,” said . “TRACIE can help health and emergency management officials across the country learn about, share, and apply best practices and experiences before, during and after disasters to protect health and potentially save lives.”

ASPR developed TRACIE with a network of experts nationwide to address needs identified by stakeholders charged with preparing for public health and health care system emergencies. To support them, TRACIE provides technical resources and a technical assistance center, a comprehensive national knowledge center, and multiple ways to share information between federal, state and local officials.

TRACIE’s technical resources include a living library of audience-tailored and subject matter expert-reviewed topic collections and materials highlighting real-life tools and experiences. TRACIE’s resources include user rating and comments, which can be used to help choose the best resource for a particular need.

Through TRACIE’s assistance center, state, tribal, local and territorial officials can reach subject matter experts for technical assistance and consultations on a range of topics. Technical assistance could vary widely, including pediatric preparedness resources, crisis standards of care, tools to assess the readiness of hospitals and health care coalition for emergencies, lessons learned about delivering dialysis care during disasters, and more. Officials also can find training related to preparedness, response and recovery. The assistance center is available through a toll-free number, email, and online.

TRACIE also includes an information exchange. Through this forum, health care emergency preparedness stakeholders can discuss, collaborate and share information about pending and actual health threats and promising practices. Users also can exchange templates, plans and other materials through this feature.

Users can get advice, including just-in-time advice, from hundreds of health care, disaster medicine, public health and public safety professionals, through ASPR TRACIE. TRACIE’s free registration allows users to rate the usefulness of the resources and to access the information exchange.

ASPR TRACIE resulted from the collaborative efforts of local, state and federal government agencies, regional health-care coalitions, academia, and partners from the private sector and nongovernmental organizations.

ASPR leads HHS in preparing the nation to respond to and recover from adverse health effects of emergencies, supporting communities’ ability to withstand adversity, strengthening health and response systems, and enhancing national health security. HHS enhances and protects the health and well-being of all Americans by providing for effective health and human services and fostering advances in medicine, public health, and social services.

Perlu Materi Khusus Tentang Sekolah Siaga Bencana

http://www.jaringanpelajaraceh.com/wp-content/uploads/2013/10/IMG_20130930_110401-edit.jpg

Jakarta – Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Safrizal Za mengatakan, perlunya pedoman dan materi khusus yang mengintegrasikan sekolah dengan beberapa pihak yang terlibat langsung dalam sekolah siaga bencana. Tujuannya untuk membangun kesamaan pemahaman semua pihak terkait sekolah siaga bencana.

Dikatakan, kesadaran akan sekolah siaga bencana masih perlu ditingkatkan. Apalagi, sekolah merupakan urusan dari kabupaten/ daerah sehingga sangat diperlukan pemahaman dan komitmen dari kepala sekolah, dinas pendidikan, dan komunitas untuk mendukung program pengurangan resiko bencana.

“Kita akan melakukan penguatan kapasitas pengetahuan kepada guru dan siswa di sekolah,” katanya dalam Seminar Nasional Sekolah Aman di Jakarta, Selasa (29/9).

Safrizal menambahkan, pelatihan akan dilakukan secara berkala dan terukur sehingga perlu keterlibatan dan dukungan dari dinas pendidikan. Integrasi kurikulum pengurangan resiko bencana (PRB) sangat diperlukan dalam proses pemantauan dan evaluasi sekolah.

Dia menerangkan, perlunya pengetahuan tentang RPB bagi siswa dan guru bertujuan agar benar-benar memahami proses dalam menghadapi kerawanan bencana. Dengan pendidikan formal tentang PRB terlaksana secara sistematis dan berkesinambungan maka bisa meminimalkan dampak bencana serta mengurangi biaya pemerintah dalam sosialisasi program PRB pada masyarakat.

Safrizal menjelaskan, sekolah siaga bencana adalah sebuah upaya kesiagaan sekolah untuk menggugah kesadaran seluruh pemangku kepentingan dalam pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dalam hal kesiagaan bencana.

sumber: beritasatu

Palembang Dikepung Kabut Asap Parah

Palembang – Derita warga Sumsel dan sekitarnya belumlah usai menyusul semakin parahnya kabut asap. Pagi ini di Palembang kabut asap terpantau sangat pekat.

Berdasarkan informasi dari pembaca yang mengirimkan gambar ke redaksi detikcom, Ezra Sihombing, kondisi kabut asap di Palembang semakin parah setiap harinya. Saking pekatnya, kabut asap masuk hingga ke dalam ruangan termasuk kamar tidur.

“Kondisinya makin parah setiap harinya. Biasanya hanya pagi dan tengah malam tapi belakangan sepanjang hari kabut asap ada,” ujar Ezra saat dihubungi, Selasa (29/9/2015).

Penampakan kabut asap pekat di Palembang. (Foto: Ezra Sihombing)

Ezra mengirimkan sejumlah foto di mana terlihat kabut asap mengepung wilayah Palembang. Ada 3 lokasi gambar di Palembang kota yang diabadikan oleh Ezra pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB, yakni di Jl Sudirman, Jl Sekip, dan di Jl Angkatan 45.

Terlihat bagaimana rumah-rumah warga hampir tidak terlihat karena tertutup tebalnya kabut asap. Di jalan raya sendiri kondisi lalu lintas juga sepi dan jarak padangnya pun cukup pendek.

“Sampai matahari enggak terlihat terang, biasanya silau kan. Ini masih sampai sekarang kabutnya tebal,” kata Ezra.

Penampakan kabut asap pekat di Palembang. (Foto: Ezra Sihombing)

“Ini asapnya sampai ke ruangan, saya tidur pagi juga batuk-batuk karena asapnya masuk walau sudah pakai AC. Terus sudah ada partikel debu, kayak di mobil nempel di kacanya,” sambungnya.

Akibat kabut asap parah ini, warga jadi mengurangi kegiatan di luar ruangan. Asap ini sendiri diketahui membuat nafas sesak dan membuat perih mata.

“Kegiatan outdoor kayak lari pagi sudah enggak ada lagi, susah soalnya sekarang. Terus yang foto-foto di jembatan ampera udah enggak, soalnya enggak keliahatan bagus. Jembatan Ampera ketutup kabut,” Ezra menjelaskan.

Untuk itu, Ezra berharap agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah menyetop kebakaran lahan atau hutan yang menyebakan kabut asap. Sebab sudah banyak warga yang terkenda dampak terutama dari sisi kesehatan.

“Kemarin pemerintah janji-janji ajan tanggulangi kabut asap. Jokowi kemarin datang juga bilang katanya mau tuntaskan, tapi jangan ngomong doang lah, tolong direalisasikan karena kasihan kan warga. Sudah banyak yang kena ISPA. Ini kita kalau enggak pakai masker itu sesak banget, karena asapnya juga bau,” tutup Ezra. 
(elz/hri)

sumber: detik.com

Terkena Dampak Kabut Asap, Menhan Malaysia Jatuh Sakit

PUTRAJAYA — Kabut asap kiriman dari Indonesia yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura ternyata tak hanya berdampak terhadap warga kebanyakan. Seorang menteri negeri jiran ternyata juga tak luput dari dampak buruk kabut asap ini.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein dikabarkan jatuh sakit akibat kabut yang hingga kini masih menyelubungi negeri jiran. “Kabut masih sangat buruk, saya telah kehilangan suara saya dan hidung juga tersumbat,” kata Hishamuddin melalui akun Twitter-nya, Minggu (28/9/2015).

Dia juga merasakan tubuhnya tak nyaman, seperti terserang flu. Melalui Twitter, sepupu PM Najib Razak ini mendiskusikan kondisi kabut dengan sesama pengguna Twitter dan meminta masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Hishamuddin juga menyatakan bahwa dia mengidap penyakit asma dan menyarankan kepada seseorang dengan akun @keantee untuk menjaga anaknya yang menderita asma agar tetap tinggal di rumah.

Kondisi kabut asap di Malaysia tergolong buruk dan tidak menyehatkan. Kementerian Pendidikan memutuskan untuk meliburkan semua sekolah pada Senin (29/9/2015), di negara bagian Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, Negeri Sembilan, dan Sarawak.

Global Online Consultation for World Humanitarian Summit

global-online

Global Online Consultation for World Humanitarian Summit

global-online

Selamat berjumpa kembali Pembaca Website Bencana Kesehatan di minggu ketiga bulan September ini. Kali ini kami menginformasikan mengenai Global Online Consultation yang diselenggarakan oleh World Humanitarian. Dalam konsultasi online ini, mereka mengundang sebanyak-banyaknya pihak untuk turut memberikan konstribusinya baik dalam memberikan ide, pengalaman, maupun komentar tentang proposal besar yang telah mereka buat untuk world humanitarian.

Ada empat topik yang dikonsultasikan secara online (1) Dignity: How can we ensure humanitarian action empowers and reaches all people and delivers equality for women and girls? (2) Safety: What political and humanitarian action is needed to ensure that people are kept safe in crises? (3) Resilience: How can we build people’s resilience to recurrent and protracted crises? (4) Partnership: How can we build partenership to ensure reliable and relevant humanitarian response?

Untuk dapat bergabung pada salah satu topik di atas, Bapak Ibu terlebih dahulu harus melakukan log in pada website berikut  Perlu diingat bahwa batas konsultasi online ini hanya sampai 9 Oktober mendatang. Hasil konsultasi online ini akan dibawa pada Global Consultation Meeting di Geneva 14-16 Oktober 2015. Suarakan pendapat dan saran Bapak dan Ibu untuk implementasi kemanusiaan, inilah saatnya.

 

Modul International Training Consortium Disaster Risk Reduction (ITCDRR)

Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Selasa, 22 September 2015 mengadakan uji coba modul pembelajaran ITCDRR bersama dengan para akademisi dan praktisi  di Yogyakarta. Kali ini Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, Pusat Kebijakan Manajamen Kesehatan, Fakultas Kedokteran UGM memberikan kesempatan dan fasilitas untuk penyelenggaran kegiatan ini.

Uji coba modul ini bertujuan untuk menyesuaikan materi-materi ITCDRR sebelumnya dengan kondisi dan kebutuhan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan saat ini. ITCDRR merupakan kegiatan pelatihan rutin kebencanaan bidang kesehatan yang diselenggarakan secara internasional oleh WHO dan PPKK. Tahun ini ITCDRR telah dilaksanakan di Medan pada pertengahan tahun lalu dan yang kedua akan dilaksanakan di Yogyakarta pada akhir bulan Oktober ini.

Systematic Literature Review: Dampak Psikologis dan Kesehatan Jiwa Gempa Bumi Jepang Timur 2011

Systematic Literature Review:

Dampak Psikologis dan Kesehatan Jiwa Gempa Bumi Jepang Timur 2011

Pada 11 Maret 2011, Jepang mengalami kombinasi bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu gempa bumi, tsunami dan bencana nuklir (Great East Japan Earthquake -GEJE/ Gempa Besar Jepang Timur). Penelitidalam jurnal ini berusaha untuk mengidentifikasi kesehatan mental dan psikososial akibat kombinasi bencana ini. Metode yang digunakan ialah systematic literature review. Empat puluh sembilan studi yang diambil memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar dari individu yang terkena bencana tersebut mengalami tekanan psikologis yang cukup besar. Hasil uji kesehatan mental meliputi gangguan pasca trauma, seperti stres, depresi, dan gejala kecemasan. Lalu muncul pula perubahan kesehatan fisik, seperti tidur dan gangguan makan. Di Fukushima, radioaktif yang bocor menyebabkan ketakutan besar dan ketidakpastian pada sejumlah besar orang. Hal ini menyebabkan kesulitan besar diantara warga yang terkena dampak, terutama di kalangan ibu-ibu dari anak-anak dan pekerja pabrik nuklir. Stigma menjadi tantangan tambahan untuk warga Fukushima. Review mengidentifikasi beberapa kelompok dengan kerentanan, seperti pekerja bencana, anak-anak, orang terlantar, pasien dengan gangguan kejiwaan, dan mereka yang berduka. Selengkapnya:

Govt acts on haze health issues

PKMK – Environment and Forestry Minister Siti Nurbaya Bakar has urged the Riau administration to pay close attention to health problems caused by haze currently blanketing parts of the province.

Fire-extinguishing efforts in Riau this year, Siti said, had been much better than in previous years.

“It’s much more manageable. One thing that needs a special effort is the health impacts of the haze,” said the minister during a two-day visit to Riau, which ended on Sunday.

“I’ve received reports that local administrations have established health posts. Therefore, I’ve brought Health Ministry secretary-general [Untung Soeseno Sutarjo] on my visit to Riau, as it is his ministry that properly understands the technical procedures to tackle the crisis Riau residents are currently facing,” said Siti.

Speaking on the visit, Untung confirmed that the Health Ministry would establish two additional health posts to tackle the health impacts of haze in Pekanbaru. Untung said that 14 specialist doctors and paramedics specially deployed from Jakarta would provide healthcare services at the posts.

He added that the two health posts had been established near Arifin Achmad Regional General Hospital (RSUD) in Pekanbaru so that it would be easier for medical workers to refer patients with serious medical problems who needed further treatment. “We are ready to dispatch more health workers if needed,” said the official.

According to the Health Ministry, half a ton of medicines for illnesses caused by haze, such as acute respiratory infections, asthma and inflamed throats, has been sent to Riau and is scheduled to arrive in Pekanbaru on Sunday evening.

The additional medical supplies, Untung said, had been provided to ensure that no more expired medicine was distributed to patients.

“There was a case of expired medicine, which was reportedly caused by a shortage of medical supplies at health posts,” he said.

On Friday, an official at a health post near Sukaramai market in Pekanbaru gave Inflation, an anti-inflammation medicine, to a smoke-affected patient, who later revealed to the press that the medicine had expired in March 2015. (ebf)

See more at: http://www.thejakartapost.com

DPD Minta Bencana Asap Dikategorikan Luar Biasa

DPD Minta Bencana Asap Dikategorikan Luar Biasa

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Riau, Abdul Gafar Usman, menuntut pemerintah daerahnya untuk mengategorikan bencana asap sebagai bencana luar biasa.

“Tugas kami sebagai senator memperjuangkan dan mengawal apa yang diinginkan daerah. Karena itu kami mengawal agar bencana ini jangan dianggap bencana biasa,” kata Abdul dalam diskusi tentang bencana asap di Jakarta, Minggu (20/9).

Untuk itu, dia telah menyurati Gubernur Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bertemu membicarakan permasalahan ini. Pertemuan itu, kata dia, rencananya akan diadakan besok.

Yang membuat bencana ini mesti dikategorikan luar biasa, sebut Abdul, adalah kesulitan untuk mengevakuasi para korban.

“Bencana banjir atau longsor itu bisa diungsikan. Kalau ini (asap) mau diungsikan ke mana?” ujarnya retoris.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan tidak mempertimbangkan opsi relokasi sebagai solusi mengatasi dampak kesehatan dari kebakaran hutan dan bencana asap di Riau.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan saat ini pemerintah masih fokus mengatasi persoalan dari hulu, yakni pemadaman asap dan api.

“Masyarakat Riau tiga hari lalu menghadap Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saya diminta Ibu Menteri berikan pengertian ke mereka (warga) dan mereka bisa paham,” kata Willem saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (17/9.)

Lebih jauh, Willem juga mengimbau kepada daerah untuk mempertimbangkan solusi yang realistis untuk mengatasi dampak asap bagi warganya. Seandainya warga tetap mau direlokasi, dia menyarankan agar pemerintah daerah memperhatikan beberapa hal diantaranya, fasilitas dan tempat relokasi.

“Boleh ada aspirasi itu tapi harus realistis. Warga kriteria mana yang mau direlokasi,” kata Willem.

sumber: CNN Indonesia

Logan adopts tri-county pre-disaster mitigation plan

The Logan Municipal Council voted to have the city participate in a five-year tri-county pre-disaster mitigation plan, presented by the Bear River Association of Governments, on Tuesday night.

The pre-disaster mitigation plan provides strategies for jurisdictions on what the city can do to mitigate effects of natural hazards. Upon adopting the plan, cities can apply for funding to bring area-specific projects into their communities.

Regional Planner Zac Covington, who worked with Assistant Fire Chief Will Lusk to complete the Logan city section of the plan, said the goal is to minimize the damage a natural disaster could do to a community.

“We’re expecting most likely on the Wasatch Front, closer to Brigham City, an earthquake in the future; geologists say it’s coming soon,” Covington told the Municipal Council. “If it does come we’ll feel it over here.”

Covington, who worked with 39 municipalities to update their plans, said the purpose of reviewing them every five years is to “analyze existing data, to inform communities where their greatest risks are for natural hazards.”

In an interview with The Herald Journal, he added, “It determines potential risks, potential losses for residents, structures, infrastructures, helps them gauge their need for natural hazard planning for various hazards.”

Hazards in Cache Valley include wildfires, severe weather or land floods, or geologic-induced hazards, he said.

A unanimous vote by the council allowed the city to adopt the pre-disaster mitigation plan, which will make them eligible to apply for federal funding to reduce risks.

“This is really a very detailed and informative document,” Councilman Karl Ward said. “It’s good for everybody to … become familiar with where some of the high-risk areas are and how we as citizens ourselves can mitigate those kinds of things we’re at risk at.”

The council last adopted a plan in 2009.

source: hjnews.com