Setiap Detik, Satu Orang Mengungsi Akibat Konflik dan Bencana

Kabar24.com, JAKARTA — Konflik dan bencana mengakibatkan lebih dari 31 juta orang atau satu orang perdetiknya harus mengungsi atau direlokasidari daerah asalnya.

Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah kecuali jika penyebab utama seperti perubahan iklim, bencana alam, dan kekacauan politik bisa diatasi.

Berdasarkan data dari Internal Displacement Monitoring Center (IDMC) yang merupakan bagian dari lebaga bantuan Dewan Pengungsi Norwegia, hampir 7 juta orang, kebanyakan dari negara Sub-Sahara Afrika dan Timur Tengah harus mengungsi ke wilayah lain di negaranya akibat konflik.

Sementara itu, 24 juta orang lainnya, umumnya di Asia, terpaksa harus pindah ke area lain karena bencana alam seperti badai, banjir, dan kebakaran.

Direktur IDMC Alexandra Bilak menyebutkan berbeda dengan pengungsi yang mencari suaka di negara lain, orang-orang ini tetap berada di negaranya sendiri dan tidak bisa mengajukan permintaan perlindungan internasional. Oleh karena itu, para pengungsi di negeri sendiri sering kali terabaikan hingga krisis kemanusiaan melanda.

“Hal seperti ini dengan sangat mudah dihilangkan dari agenda karena pemerintah, dalam hal tertentu, tidak ingin mengakuinya dan tidak ingin pihak luar manapun mengulik hal yang menyangkut kedulatannegaranya,” katanya seperti diberitakan Reuters, Senin (22/5/2017).

Pada 2016, sebanyak 922.000 orang harus direlokasi dari kediamannya Republik Demokratis Kongi akibat konflik. Hal yang sama juga mengakibatkan 824 ribu jiwa di Suriah dan 659 ribu lainnya mengungsi.

Namun, jumlah pengungsi akibat bencana jauh lebih banyak, hingga tiga kali lipat. Sekitar 7 juta orang di China terpaksa harus meninggalkan rumah mereka akibat bencana diikuti hampir 6 juta orang di Filipina dan hampir 2.5 juta orang di India.

Bilak menyampaikan para pembuat kebijakan harus segera menangani akar masalah yang menyebabkan banyak orang mengungusi. Mereka, katanya, juga harus memberikan perhatian lebih bagi para pengungsi lokal karena dorongan untuk mengungsi ke luar negeri akan sangat potensial jika keadaan mereka memburuk.

“Orang-orang yang mengungsi dalam jangka waktu lama menghadapi ancaman keselamatan dan keamanan yang besar, dan mereka pastinya harus mencari perlindungan dari mana saja jika mereka tidak mendapatkanya dari negara mereka sendiri,” katanya.

Abstrack World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM)

wadem2017

wadem2017

World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) pada tahun ini telah menyelenggarakan kongres ke-20 tentang Disaster And Emergency Medicine  pada 25-28 April 2017 di Toronto, Kanada. Terdapat serangkaian kegiatan yang diikuti oleh berbagai negara di dunia.  Cerita menarik seputar kongres dituangkan sebagai pilihan informasi bagi pembaca. 2  kegiatan yang dibahas minggu ini adalah suplemen presentasi abstrak dan pemenang poster pada kongres. Terdapat 3 kategori pemenang Poster Award pada kongres WADEM 2017 lalu. Kategori tersebut adalah penemuan yang signifikan (significant finding), presentasi yang jelas (clear presentation) dan tampilan yang estetik (aesthetic appearance). 

Abstrak Presentasi Pada Kongres Wadem Tentang Disaster And Emergency Medicine

wadem abstractSalah satu kegiatan utama dalam kongres WADEM pada April lalu adalah presentasi abstrak yang dilakukan oleh berbagai peneliti di dunia. WADEM melalui website resminya telah mempublikasikan abstrak yang tampil pada kongres. Abstrak pada publikasi terbagi dalam beberapa kategori yaitu tentang Chemical, Biological, Radiological dan Nuclear (CBRN); operasi kolaboratif yang dilakukan oleh angkatan militer; kontroversi pada pengobatan bencana;  terlalu banyaknya orang (overcrowding) dan akses ke pelayanan di departemen kegawatdaruratan. Topik lain yang dibahas adalah emergency radiology, sistem kesehatan, kesehatan masyarakat, simulasi, triage, humanitarian aid, dan lain-lain. Publikasi ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pembaca untuk mendapatkan hasil penelitian terkini dalam berbagai aspek kebencanaan. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

 Pemenang Kategori Penemuan yang Signifikan

wadem penemuanKategori pertama yaitu penemuan yang signifikan dimenangkan oleh Doohan et al. yang berasal dari UMEA University. Judul poster yang ditampilkan pada kongres adalah “The Benefits of Social Connection among Survivors Five Years after A Bus Crash”. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengeksplorasi hubungan sosial antar survivor atau orang yang bertahan hidup setelah 5 tahun kejadian kecelakaan bus yang besar. Poster ini memaparkan pentingnya memfasilitasi hubungan antar survivor atau orang yang bertahan hidup segera setelah kejadian kecelakaan bus. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Pemenang Kategori Presentasi yang Jelas (CLEAR PRESENTATION)

wadem terjelas

Kategori kedua yaitu presentasi yang jelas (clear presentation), dimenangkan oleh Dirk Chisholm. Judul poster ini adalah “Descriptive Epidemiology of Patients Presenting to A Field Hospital McMurray Wildfires”. Kebakaran liar di Fort McMurray merupakan kejadian yang menghabiskan dana terbesar dalam sejarah Kanada. Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan epidemiologi pasien yang mendapatkan pertolongan dari CANTF2 (Tim Respon Bencana Universitas Alberta) di rumah sakit lapangan selama kebakaran terjadi. Kasus yang ditemukan meliputi masalah mata, respirasi, serta tantangan terbesar adalah kejadian luar biasa dengan masalah pada gastrointestinal pada pemberi pelayanan kegawatdaruratan pada kejadian tersebut. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Pemenang Kategori Tampilan yang Estetik (AESTHETIC APPEARANCE)

wadem estetikKategori terakhir adalah tampilan yang estetik (aesthetic appearance). Kategori ini dimenangkan oleh Valentina Antopillai dari McMaster University. Poster yang ditampilkan berjudul “Human Right to Healthcare: Equitable, Evidence-Informed Policy on Refugee Healthcare in Canada”. Tampilan poster yang menarik sesuai dengan yang disyaratkan, sehingga peserta memenangkan kategori ini. Hasil studi menunjukkan bahwa dampak kebijakan kesehatan pengungsian (refuge health policy) secara luas signifikan. Hal ini meningkatkan volume orang yang terlantar untuk mencari pengungsian di Kanada. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Pelatihan Survey Kuisioner Penelitian Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Arus Mudik Tahun 2017

Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM melakukan penelitian untuk mengukur kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi arus  mudik 2017 yang diselenggarakan di beberapa tempat di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan kepada surveyor mengenai penggunaan pedoman wawancara dan kuisioner penelitian. TOR Kegiatan arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Reportase: Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan

pt iabi

pt iabi

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk menggali peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Pada tahun ini PIT Riset Kebencanaan ke-4 akan diselenggarakan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada hari Senin-Rabu, 8-10 Mei 2017. Dalam kegiatan ini akan dipaparkan penelitian-penelitian yang dibagi dalam beberapa tema. Tidak hanya itu, kegiatan juga akan dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI). Reportase selengkapnya  Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

 

UPDATE SENDAI FRAMEWORK 2015 PADA SEMINAR GLOBAL PLATFORM DI MEXICO

sendai framework

sendai frameworkSendai framework 2015 merupakan global blueprint terbaru untuk mengurangi resiko bencana. Pada framework tersebut terdapat target dan indikator untuk setiap negara yang harus dicapai pada 2030. Terdapat 4 prioritas tindakan yang dapat dilakukan di berbagai sektor pada level lokal, nasional, regional dan global. Hal penting yang harus dimengerti adalah karakteristik dari target Sendai framework. Apakah hal tersebut mudah untuk dikembangakan dan dapat diukur?, Pertanyaan tersebut akan terjawab pada konferensi Global Platform for Disaster Reduction yang akan diselenggarakan di Cancun, Meksiko. Pada konferensi ini framework tersebut di update sesuai dengan tantangan atau ancaman saat ini. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

REPORTASE: KONGRES WADEM TENTANG DISASTER AND EMERGENCY MEDICINE

wadem2017

wadem2017

Mengingatkan kembali kepada seluruh pembaca terkait reportase kongres World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) ke-20 tentang “Disaster And Emergency Medicine” 25-28 April 2017 di Toronto, Kanada. Terdapat 2 orang pembicara yang mempresentasikan penelitiannya pada hari ketiga. Pembicara tersebut adalah perwakilan Divisi Manajemen Bencana PKMK UGM yang membahas tentang penelitian tentang kesiapsiagaan kesehatan dalam bencana di pulau-pulau kecil di Seram Bagian Barat dan pembahasan tentang perubahan iklim di Indonesia oleh pembicara lainnya. Berbagai isu hangat terkini terkait kebencanaan seperti Emergency Medical Team (EMT), patient treatment in emergency/ disaster, serta simulation and curriculum menjadi pembahasan pada kongres kali ini. Penjelasan Selengkapnya  Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

PENANGGULANGAN BENCANA KESEHATAN : PEDOMAN UNTUK EVALUASI DAN PENELITIAN

Health disaster management

Health disaster managementHealth Disaster Management: Guideline for Evaluation and Researchmemperkenalkan kerangka kerja struktural untuk investigasi aspek kesehatan medis dan masyarakat di bencana. Terdapat 8 chapter yang membahas tentang setiap komponen pedoman atau kerangka kerja. Kerangka kerja tersebut meliputi serangkaian definisi umum dan standar, model konseptual untuk bencana, indikator dan standar. Terdapat deskripsi tentang 14 fungsi dasar yang terikat oleh fungsi koordinasi dan kontrol, template untuk respon bencana dan 2 template untuk penelitian. Template tersebut harus digunakan dalam perancangan, pelaksanaan, analisis dan pelaporan penelitian dan/atau evaluasi intervensi yang ditujukan untuk mencegah bahaya berubah menjadi kejadian bencana. Isu tentang masalah etik juga menjadi salah satu bagian dalam buku tersebut. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Pelatihan Survey Kuisioner Penelitian Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Arus Mudik Tahun 2017

TOR

 Pelatihan Survey Kuisioner Penelitian
Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Arus Mudik Tahun 2017

Kamis, 18 Mei 2017

 

 Pengantar

Mudik merupakan kebiasaan kebanyakan orang di Indonesia ketika perayaan hari besar keagamaan, khususnya untuk masyarakat muslim dalam menghadapi lebaran setiap tahunnya. Lonjakan penumpang, moda transportasi, dan arus pemudik terjadi utamanya pada H-10 hingga H+10 lebaran. Arus mudik dan arus balik seperti ini kerap menimbulkan permasalahan seperti kemacetan dan kecelakaan.

Sektor kesehatan memandang arus mudik sebagai kejadian mass gathering (berkumpulnya orang dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu) yang dapat mengakibatkan mass causality, bisa menimbulkan kesakitan atau kematian. Untuk itu, sektor kesehatan perlu melakukan kesiapan dalam menghadapi arus mudik setiap tahunnya. Tujuannya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian yang ditimbulkan selama arus mudik.

Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM melakukan penelitian untuk mengukur kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi arus  mudik 2017 yang diselenggarakan di beberapa tempat di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan kepada surveyor mengenai penggunaan pedoman wawancara dan kuisioner penelitian.

  Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan pemahaman mengenai konsep kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi event tahunan seperti arus mudik
  2. Memberikan penjelasan mengenai penelitian ini
  3. Melatih penggunaan pedoman wawancara dan kuisioner kesiapsiagaan arus mudik
  4. Melatih memberikan penilaian terhadap hasil pengumpulan data

 Peserta

  • Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI
  • PKMK FK UGM
  • Surveyor

 

Tempat dan Waktu

Kegiatan dilaksakan di dua tempat secara webinar, Yogyakarta dan Jakarta.

Hari/tanggal    : Kamis, 18 Mei 2017
Waktu            : 10-00 – 16.00 WIB
Tempat           : Mutiara Hotel jl. Malioboro Jogjakarta (Host)
                       Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI (Co Host)

Jadwal kegiatan

Waktu Kegiatan Keterangan
10.00 – 10.30 Pembukaan dan arahan Kepala PKK
10.30 – 11.30

Pembicara 1 : Kebijakan Nasional Penanggulangan krisis Kesehatan

Diskusi

Kepala PKK
11.30 – 12.30

Pembicara 2: Konsep Penelitian Kesiapsiagaan menghadapi arus mudik

Diskusi

PKMK (dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD)
12.30 – 13.30 Istirahat  
13.30 – 14.30

Pembicara 3 : Penjelasan pedoman wawancara

Diskusi

PKMK (Madelina Ariani, MPH)
14.30 – 15.30

Pembicara 4 : penjelasan penilaian hasil (checklist penilaian)

Diskusi

PKMK (Madelina Ariani, MPH)
15.30 – 16.00 Penutup PKK dan PKMK

Pelatihan Survey Kuisioner Penelitian Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Arus Mudik Tahun 2017

TOR

 Pelatihan Survey Kuisioner Penelitian

Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Arus Mudik Tahun 2017

 

 Pengantar

Mudik merupakan kebiasaan kebanyakan orang di Indonesia ketika perayaan hari besar keagamaan, khususnya untuk masyarakat muslim dalam menghadapi lebaran setiap tahunnya. Lonjakan penumpang, moda transportasi, dan arus pemudik terjadi utamanya pada H-10 hingga H+10 lebaran. Arus mudik dan arus balik seperti ini kerap menimbulkan permasalahan seperti kemacetan dan kecelakaan.

Sektor kesehatan memandang arus mudik sebagai kejadian mass gathering (berkumpulnya orang dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu) yang dapat mengakibatkan mass causality, bisa menimbulkan kesakitan atau kematian. Untuk itu, sektor kesehatan perlu melakukan kesiapan dalam menghadapi arus mudik setiap tahunnya. Tujuannya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian yang ditimbulkan selama arus mudik.

Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM melakukan penelitian untuk mengukur kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi arus  mudik 2017 yang diselenggarakan di beberapa tempat di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan kepada surveyor mengenai penggunaan pedoman wawancara dan kuisioner penelitian.

  Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan pemahaman mengenai konsep kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi event tahunan seperti arus mudik
  2. Memberikan penjelasan mengenai penelitian ini
  3. Melatih penggunaan pedoman wawancara dan kuisioner kesiapsiagaan arus mudik
  4. Melatih memberikan penilaian terhadap hasil pengumpulan data

 Peserta

  • Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI
  • PKMK FK UGM
  • Surveyor

 

Tempat dan Waktu

Kegiatan dilaksakan di dua tempat secara webinar, Yogyakarta dan Jakarta.

Hari/tanggal    : Kamis, 18 Mei 2017
Waktu            : 10-00 – 16.00 WIB
Tempat           : Mutiara Hotel jl. Malioboro Jogjakarta (Host)
                       Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI (Co Host)

Jadwal kegiatan

Waktu Kegiatan Keterangan
10.00 – 10.30 Pembukaan dan arahan Kepala PKK
10.30 – 11.30

Pembicara 1 : Kebijakan Nasional Penanggulangan krisis Kesehatan

Diskusi

Kepala PKK
11.30 – 12.30

Pembicara 2: Konsep Penelitian Kesiapsiagaan menghadapi arus mudik

Diskusi

PKMK (dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD)
12.30 – 13.30 Istirahat  
13.30 – 14.30

Pembicara 3 : Penjelasan pedoman wawancara

Diskusi

PKMK (Madelina Ariani, MPH)
14.30 – 15.30

Pembicara 4 : penjelasan penilaian hasil (checklist penilaian)

Diskusi

PKMK (Madelina Ariani, MPH)
15.30 – 16.00 Penutup PKK dan PKMK

BPBD Sekadau Beri Pelatihan Dasar Tangani Kondisi Darurat ke Masyarakat

BPBD Sekadau Beri Pelatihan Dasar Tangani Kondisi Darurat ke Masyarakat

SEKADAU, TRIBUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau menggelar pelatihan kepada masyarakat, agar memiliki kemampuan dasar dalam menangani kondisi darurat saat bencana. Kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Nanga Mahap sejak 8-10 Mei.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau Akhmad Suryadi mengatakan, pelatihan penanganan kondisi darurat bencana itu agar masyarakat memiliki kemampuan dasar dalam menangani kondisi darurat bencana. Pelatihan itu, kata dia, juga diisi dengan simulasi mitigasi bencana.

“Pelatihan itu diberikan untuk membentuk desa tangguh bencana (Destana). Artinya Desa Nanga Mahap akan jadi pilot project destana di Kabupaten Sekadau,” ujarnya kepada Tribun Kamis (11/5/2017).

Ia juga mengatakan, masyarakat akan diberikan pelatihan tentang kondisi darurat saat bencana, seperti banjir, longsor, angin puting beliung hingga kebakaran lahan maupun permukiman.

“Harapannya tentu masyarakat memiliki kemampuan untuk menangani kondisi darurat,” katanya.

Untuk itu, masyarakat diharapakn memiliki kepekaan akan potensi terjadinya bencana. Sehingga, bila bencana benar-benar terjadi maka masyarakat sudah siap. “Mereka tahu kemana tempat berlindung dan bagaimana menangani kondisi darurat. Ini untuk menghindari jatuhnya korban jiwa saat bencana itu terjadi,” tuturnya.

Akhmad menuturkan, pelatihan tersebut berdasarkan Perbup Nomor 18 tahun 2017 tentang Pedoman Umum Pembentukan Desatana dan SK Bupati Nomor 360/262/BPBD-PB/2017 tentang Penetapan Destana.

“Pemilihan Desa Nanga Mahap, karena potensi bencana di desa ini cukup tinggi, terutama bencana banjir,” pungkasnya.