Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi di Surabaya Sudah Berangsur Surut

Hujan dengan itensitas lebat yang mengguyur Wilayah Kota Surabaya pada Minggu (27/3/2022) pukul 15.00 WIB , mengakibatkan beberapa wilayah tergenang air dengan ketinggian rata-rata mencapai 30 sentimeter.

Genangan air ini merata di beberapa titik sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa wilayah di Kota Pahlawan. Berdasarkan data yang dihimpun suarasurabaya.net, banyak pendengar Radio Suara Surabaya yang melaporkan genangan banyak terjadi di sisi Surabaya barat dan utara.

Febrianto pendengar SS mengabarkan, kawasan Jalan Petemon Surabaya pukul 15.25 WIB sudah mulai digenangi air dengan ketinggian 30 sentimeter.

sumber: suarasurabaya.net

Pelatihan Pemuda Tanggap Bencana Dukung Kerja Senyap Anies Atasi Banjir

JAKARTA – DPP Garda Pemuda NasDem (DPP GPND) bersama DPW GPND DKI Jakarta mengadakan pelatihan pemuda tanggap bencana sebagai bentuk kontribusi nyata GPND hadir sebagai mitra pemerintah di berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di daerah rawan banjir Bantaran Kali Ciliwung, Jakarta Selatan dan melibatkan 50 pemuda karang
taruna.

Klaim kerja senyap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengatasi banjir banyak diperdebatkan berbagai pihak. Namun dibandingkan hanya melayangkan kritik semata, GPND memilih turut mendukung segala upaya Pemprov DKI dengan melibatkan pemuda sebagai agen perubahan.

“Kami percaya peran pemuda menjadi lebih penting apabila segala bentuk dukungan untuk pemerintah tidak hanya berbentuk kata-kata. Namun juga dengan pembuktian yang riil, yang bisa dirasakan masyarakat baik secara langsung saat ini ataupun di masa mendatang. Salah satunya kegiatan
Pemuda Tanggap Bencana ini,” ujar Wakil Ketua Umum DPP GPND Kresna Dewanata Prosakh, Sabtu (26/3/2022).

Pelatihan ini juga bukan kali pertama dilakukan GPND. Anggota DPR Komisi I ini juga menjelaskan bahwa GPND akhir bulan kemarin baru melaksanakan pelatihan tanggap bencana di Jatim. Dia berharap dapat memperlihatkan organisasi
kepemudaan ini bukanlah sarana untuk hura-hura sekaligus menegaskan GPND yang tidak hanya menjalankan tugas-tugas kepartaian, namun juga menjalankan tugas kemanusiaan.

Melalui program pelatihan pemuda tanggap bencana, GPND berusaha membentuk komunitas pemuda yang tanggap akan persoalan bencana dan dapat melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menanggulangi bencana. Tidak hanya bencana banjir, pada pelatihan ini para peserta diberikan kemampuan untuk bencana lain yang kerap terjadi di ibu kota termasuk kebakaran dan air laut pasang.

Ketua DPW GPND DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menilai penting untuk membuka kesadaran pemuda akan isu ini dan melengkapinya dengan kemampuan untuk berkontribusi. “Kolaborasi tanggap bencana, melatih pemuda-pemuda karang taruna tentang bagaimana pelatihan ilmu kesiagaan seperti cara mengoperasikan perahu karet dan evakuasi warga. Diharapkan pemuda bisa terjun langsung karena setiap RT/RW pasti punya karang taruna,” ujar Nova.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini menyarankan Pemprov DKI mengalokasikan anggaran penambahan perahu karet untuk setiap
kelurahan agar setiap kelurahan mampu melakukan quick respons secara mandiri apabila petugas terkait belum hadir di lokasi bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengapresiasi langkah GPND yang berinisiatif melakukan
pelatihan kepada para pemuda untuk tanggap bencana. Pelatihan pemuda yang diadakan GPND penting untuk penanganan awal apabila terjadi bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan komposisi 40 persen teori dan 60 persen praktik yang rencananya menghasilkan pembentukan Satgas Pemuda Peduli Bencana di Jakarta. Adapun pemateri meliputi Kepala Unit Peralatan dan Perbekalan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yose Rizal, Ketua FK Tagana Dinas Sosial Jhonny Marlein P Siahaan, Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, dan Ketua Badan Rescue Partai NasDem yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta Hariadi Anwar.

Penanggulangan Bencana di Smart Cities

Konsep kota pintar, dimana data dari sistem yang berbeda tersedia, berisi banyak infrastruktur penting. Ketersediaan data ini membuka peluang penelitian baru dalam studi interdependensi antara infrastruktur kritis tersebut dan solusi efek cascading dan berfokus pada kota pintar sebagai jaringan infrastruktur kritis. Makalah ini mengusulkan sistem ketahanan terintegrasi yang menghubungkan infrastruktur kritis yang saling berhubungan di kota pintar untuk meningkatkan ketahanan bencana. Pendekatan berbasis data dipertimbangkan, menggunakan kecerdasan buatan dan metode untuk meminimalkan efek cascading dan penghancuran infrastruktur kritis yang gagal dan komponennya (di tingkat kota). Pendekatan yang diusulkan memungkinkan pemulihan cepat tingkat kinerja layanan infrastruktur setelah bencana sambil menjaga cakupan penilaian risiko, pencegahan, deteksi, respons, dan mitigasi konsekuensi. Pendekatan yang diusulkan memiliki orisinalitas dan implikasi praktis untuk menyediakan sistem pendukung keputusan yang menangani infrastruktur yang akan mendukung sistem manajemen bencana kota – membuat kota bersiap, beradaptasi, menyerap, merespons, dan pulih dari bencana dengan memanfaatkan interkoneksi antara berbagai infrastruktur penting untuk meningkatkan kapasitas ketahanan secara keseluruhan. Kota Lisbon (Portugal) digunakan sebagai kasus untuk menunjukkan aplikasi praktis dari pendekatan. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal MDPI

Selengkapnya 

Penyusunan Pedoman Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB) Daerah Istimewa Yogyakarta

rsab diy 1

rsab diy 1

Rumah sakit aman bencana salah satunya tertuang pada Hospital Disaster Plan (HDP) atau Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit merupakan salah satu bentuk kesiapan rumah sakit. HDP merupakan salah satu sistem untuk memenuhi kebutuhan menuju Safe Hospital dan sistem ini juga dapat digunakan dalam situassi krisis kesehatan sehari – hari di rumah sakit. Situasi tersebut lebih berat terjadi pada bencana non alam seperti saat ini, pandemi global COVID-19. Semua rumah sakit yang pernah didampingi PKMK UGM, Hospital Disaster Plan-nya belum ada yang memasukkan pandemi global sebagai ancaman bencana yang mungkin terjadi, yang ada hanya sebatas KLB DBD dan malaria. BPBD DIY dipandang perlu untuk menyusun pedoman rumah sakit aman bencana untuk wilayah DIY. Penyusunan IKD DIY memiliki manfaat untuk (1) me – review dan mengoperasionalisasikan dokumen RSAB atau HDP yang sudah dimiliki rumah sakit, (2) mengintergrasikan kebutuhan koordinasi sektor kesehatan dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah DIY, serta (3) menjadi pedoman RSAB bagi rumah sakit – rumah sakit di wilayah DIY. BPBD DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY, PKMK FK – KMK UGM dan mengundang 13 Rumah Sakit di DIY dalam proses penyusunan Pedoman Rumah Sakit Aman Bencana DIY. Selengkapnya

Manajemen Bencana dan Teknologi Baru: Perspektif Berbasis Kinerja

Makalah ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknologi yang muncul (ET) berdampak pada peningkatan kinerja dalam proses manajemen bencana (DM) dan, secara konkret, dampaknya terhadap kinerja menurut berbagai fase siklus DM (kesiapsiagaan, respons, pemulihan, dan mitigasi).  Makalah ini berkontribusi pada literatur dengan menambahkan lensa pengukuran kinerja, manajemen dan akuntabilitas dalam menganalisis dampak ET pada DM. Dengan demikian merupakan titik awal bagi para sarjana untuk mengembangkan penelitian masa depan pada topik yang berkembang pesat dan terus menerus. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal Emerald Insight, selengkapnya This paper contributes to the literature by adding the lenses of performance measurement, management and accountability in analysing the impact of ETs on DM. It thus represents a starting point for scholars to develop future research on a rapidly and continuously developing topik.

Selengkapnya

Omicron variant of SARS‐CoV‐2: Genomics, transmissibility, and responses to current COVID‐19 vaccines

Gelombang ketiga kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia, jenis Omicron dideteksi paling banyak menyerang penderita. Informasi terkait COVID-19 varian Omicron ini masih simpang siur, banyak yang menyebutkan varian Omicron tidak terlalu berbahaya meskipun penyebaran virus ini sangat cepat. Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa tingkat keparahan penderita COVID-19 pada gelombang ketiga lebih rendah setelah sudah ada program vaksinasi. Pada artikel berikut disebutkan masih ada kelangkaan data penting yang memadai mengenai tingkat infeksi untuk menganalisis transmisibilitas varian Omicron yang sangat bermutasi. Varian Omicron dari SARS-CoV-2 diidentifikasi dari pasien yang divaksinasi COVID-19, menunjukkan invasi kekebalan varian baru dan menuntut vaksin yang diperbarui. Meskipun infektivitas, prevalensi, dan keparahan varian terbaru masih belum diketahui, penyelidikan sedang berlangsung untuk mendapatkan setiap detail tentang Omicron SARS-CoV-2 untuk merekomendasikan cara yang efisien mencegah lonjakan yang akan datang. Sementara itu, rekomendasi sebelumnya untuk mengatasi pandemi COVID-19 perlu dipertahankan di seluruh dunia bersama dengan arahan baru yang diimprovisasi, seperti pengurutan genom seluruh sampel, menjaga jarak sosial, melanjutkan vaksinasi untuk semua orang, dan mengisolasi pasien positif Omicron di tempat yang aman.

Selengkapnya

ASM: Peran Disaster Health Management Teams (DHMTs) dan Rencana Kontigensi untuk Mendukung Kebijakan Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan

Kerangka Acuan Kegiatan

Annual Scientific Meeting (ASM)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada

Selasa, 19 April 2022

oleh Pokja Bencana FK – KMK UGM

Peran Disaster Health Management Teams (DHMTs) dan Rencana Kontigensi untuk Mendukung Kebijakan Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan

 

PENGANTAR

Bencana tidak hanya berfokus pada bencana alam saja, tetapi bencana non alam seperti pandemi akan terus mengancam kehidupan manusia. Sistem ketahanan kesehatan telah diuji dengan terjadinya pandemi COVID-19. Apakah selama ini sistem kesehatan yang ada sudah mampu dan siap untuk menghadapi kondisi yang tidak normal atau bencana? Bagaimana sistem kesehatan merespon bencana dapat diketahui dari perencanaan yang sudah disiapkan sebelum terjadi bencana (rencana kontingensi)?

Semakin kuat perencanaan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana, maka semakin baik respon penanganan bencana. Pengalaman dalam upaya penanganan COVID-19, menunjukkan masih banyak komponen – komponen yang perlu diperbaiki dalam sistem kesehatan. Mulai dari pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik mobilisasi SDM termasuk sistem komando, pembiayaan, perencanaan dan sebagainya.

Berkaca dari pengalaman penanganan bencana di Indonesia, peran dinas kesehatan sebagai koordinator penanggulangan krisis kesehatan sangat penting dalam mengintegrasikan program – program internal, antar fasilitas kesehatan, termasuk lintas sektor yang berhubungan dengan sektor kesehatan. Oleh karena itu, urusan krisis kesehatan tidak hanya menjadi urusan satu sub bidang atau segelintir staf saja, tetapi pengorganisasian yang terencana, terintegrasi dengan organisasi sehari – hari dan siap digunakan pada saat terjadi situasi krisis. Pengorganisasian atau tim ini juga dikenal dengan tim bencana atau Disaster Health Managemen Teams/DMTs. Bagaimana peran DMTs dan rencana kontingensi untuk mendukung transformasi sistem ketahanan kesehatan yang lebih tangguh akan dibahas pada seminar ini.

 

TUJUAN

Membahas peran DMTs dan rencana kontingensi untuk mendukung transformasi sistem ketahanan kesehatan.

 

METODE PELAKSANAAN

Seminar selama 120 menit melalui virtual, didahului dengan presentasi rencana kontingensi (renkon/dinkes disaster plan) dari peserta yang mendaftar pada call for Dinkes Disaster Plan. Dilanjutkan dengan penyampaian materi dan pembahasan terkait Peran DHMTs dan Rencana Kontingensi untuk mendukung kebijakan transformasi sistem ketahanan kesehatan.

OUTPUT

Peserta mengetahui bagaimana rencana kontingensi dan peran DMTs mampu mendukung kebijaka transformasi sistem ketahanan kesehatan.

PESERTA

Sangat diharapkan peserta berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Kota, pengelola program kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan Kementerian Kesehatan (KKP, balai besar, pusat pelatihan), termasuk lintas sektor terkait penaggulangan krisis akibat zoonosis. BPBD, perguruan tinggi kesehatan, peneliti, mahasiswa dan pemerhati bencana kesehatan termasuk masyarakat umum lainnya.

 

WAKTU PELAKSANAAN

Hari/Tanggal           : Selasa, 19 April 2022
Waktu                    : 09.00 – 12.00 WIB

JADWAL KEGIATAN

Waktu Kegiatan/Materi Narasumber

Sesi 1 Presentasi Dinkes Disaster Plan

Moderator

09.00 – 09.10 WIB Pengantar Ketua Pokja Bencana FK – KMK UGM

09.10 – 09.20 WIB

 

09.20 – 09.30 WIB

 

09.30 – 09.40 WIB

Presentasi Dinkes Disaster Plan Dinas Kesehatan
09.40 – 09.55 WIB Pembahasan dan Diskusi
  1. Adinkes
  2. PKK Kemenkes
  3. Pokja Bencana FK – KMK UGM
09.55 – 10.00 WIB Peralihan ke sesi 2

Sesi 2 Seminar

Moderator

10.00 – 10.10 WIB Pengantar dan Pembukaan Ketua Pokja Bencana FK – KMK UGM
10.10 – 10.30 WIB Kebijakan Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan Bappenas
10.30 – 10.50 WIB Peran Disaster Health Management Teams (DHMTs) Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan
10.50 – 11.10 WIB Rencana Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan (rencana kontingensi) di Daerah Pokja Bencana FK – KMK UGM
11.10- 11.30 WIB Pembahasan
  1. Dinas Kesehatan DIY
  2. Dinas Kesehatan Sulteng
11.30 – 11.50 WIB Diskusi Interactif dengan peserta
11.50 – 12.00 WIB Penutupan Ketua Pokja Bencana FK – KMK UGM
       

 

PENUTUP

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Seminar ASM Pokja Bencana FK – KMK UGM mengenai Peran DMTs dan Rencana Kontingensi untuk Mendukung Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan. Kami berharap melalui kegiatan ini instansi terkait tergerak untuk mengembangkan penanganan bencana mulai dari kesiapsiagaan perencanaan penanggulangan bencana untuk mendukung transformasi sistem ketahanan kesehatan. Sebagai lembaga riset dan konsultasi, Pokja Bencana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK – KMK) UGM, akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan Manajemen Bencana dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan.

 

 

Banjir Besar Landa Kutai Timur, Diduga Karena Aktivitas Tambang

JAKARTA — Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam empat hari terakhir, hingga menyebabkan sekitar 1.000 warga mengungsi. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim menduga, banjir besar ini terjadi karena aktivitas penambangan batu bara di hulu Sungai Sengatta.  

Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang menjelaskan, bencana banjir bukanlah hal baru bagi warga kecamatan Sengatta Utara dan Sengatta Selatan. Mereka juga dihantam banjir pada Oktober 2021 lalu meski tak separah sekarang. 

Rupang menyebut, banjir kali ini memang dipicu oleh hujan deras selama dua hari berturut-turut. Tapi, faktor utamanya adalah kerapuhan kawasan menahan debit air. Kerapuhan itu disebabkan oleh aktivitas penambangan batu bara. 

“Banjir yang saat ini berlangsung disebabkan oleh pembukaan hutan dan berganti menjadi tambang skala besar di wilayah hulu sungai Sengatta. Jatam Kaltim menduga aktivitas pembongkaran hutan dan gunung yang dilakukan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan penyebab banjir,” kata Rupang dalam keterangannya, Senin (21/3/2022). 

Rupang menjelaskan, PT KPC merupakan perusahaan tambang batu bara yang sudah beroperasi lama di Kaltim. Perusahaan tersebut awalnya mendapat Kontrak Karya dari Pemerintah RI pada tahun 1982 dengan luasan konsesi 90.938 hektare (ha). Lalu pada awal 2022, PT KPC mendapatkan perpanjangan kontrak dengan luas konsesi 61.543 ha. 

Karena itu, lanjut Rupang, Jatam Kaltim mendesak pemerintah pusat mengevaluasi dan melakukan audit menyeluruh kepada PT.KPC atas komitmen pemulihan hutan serta penutupan lubang tambangnya. “Pemerintah jangan hanya memberikan saksi administratif namun juga sanksi pidana atas sejumlah pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan PT KPC,” ujarnya. 

Sebelumnya, BNPB melaporkan banjir melanda enam kecamatan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada Jumat (18/3). Banjir dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi pada Jumat (18/3) pukul 14.30 WITA. Banjir terus meluas hingga hari ini, Senin. 

Menurut data BNPB, banjir ini membuat sedikitnya 1.000 jiwa terpaksa mengungsi. Secara keseluruhan, terdapat 2.477 unit rumah, yang dihuni 5.245 KK (17.896 jiwa), terdampak banjir ini.

sumber: REPUBLIKA.CO.ID

Bencana Grobogan Sepekan: Banjir-Angin Kencang, 2.700 Rumah Tergenang

Grobogan – Sepekan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilanda bencana mulai dari angin kencang hingga banjir bandang. BPBD Grobogan mencatat ada ribuan rumah yang terendam banjir.

“Sepekan kami menghadapi bencana yakni angin kencang, banjir luapan sungai dan banjir bandang diduga akibat galian dan gundulnya bukit,” jelas Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyowati, saat dihubungi detikJateng, Senin (21/3/2022).

Endang mengatakan banjir bandang sangat membahayakan karena ada material runtuhan dan material hutan yang terbawa arus.

“Jadi perlu ada mitigasi bencana oleh para pengembang tambang,” lanjut dia.

Menurut catatannya, banjir bandang di Grobogan sepekan ini terjadi di dua kecamatan yakni Tanggungharjo dan Kedungjati. Banjir bandang ini disebabkan gundulnya hutan dan adanya eksplorasi perbukitan.

Dia menegaskan pengembang tambang perlu membuat mitigasi bencana yang matang supaya tidak terjadi bencana banjir bandang.

“Itulah perlunya mitigasi supaya tidak ada bencana banjir bandang. Kalau sudah ada bencana maka menimbulkan kerusakan, membahayakan dan penanganan pascabencana juga lebih mahal,” kata Endang.

Selain banjir bandang, bencana angin kencang juga terjadi di Kecamatan Tanggungharjo dan Kedungjati. Bencana tersebut memorakporandakan kebun jati milik warga.

Tercatat lebih dari seratus pohon tumbang, ada yang menimpa rumah warga dan menutup akses jalan. Tak ada korban jiwa, tapi ada beberapa rumah warga rusak ringan dalam kejadian tersebut.

Selanjutnya bencana banjir luapan air sungai, terjadi di empat kecamatan yakni Purwodadi, Godong, Karangrayung, dan Penawangan. Banjir terbesar terjadi di Kecamatan Purwodadi yakni di Desa Cingkrong.

“Untuk bencana banjir Kecamatan Purwodadi, Penawangan, dan Karangrayung ada lebih dari 2.700 rumah tergenang. Genangan rata-rata satu meter,” papar Endang.

Dalam penanganan bencana banjir luapan sungai, kata Endang, petugas mempersiapkan dan membangun dapur umum. Jika ada warga yang tidak terjangkau oleh petugas saat mendistribusikan makanan, maka warga yang terdampak akan diberi bantuan logistik.

“Sekarang banjir sudah surut dan warga sebagian sudah beraktivitas normal. Meski demikian kita tetap melakukan mitigasi bencana supaya warga tidak menjadi korban bencana alam,” pungkasnya.

63 Rumah di Desa Kandangan Pesisir Selatan Banyuwangi Terendam Banjir

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sebagian wilayah Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terendam banjir dari siang hingga malam, Senin (23/3/2022).

Anang, warga di sekitar lokasi banjir mengatakan, air mulai naik sekitar pukul 13.00 WIB dan terus menggenangi rumah warga hingga malam.

Dia mengatakan, belum ada laporan adanya korban jiwa dalam kejadian itu. 

“Korban nihil. Kondisi masih terkendali,” kata Anang melalui aplikasi pesan, Senin.

Kapolsek Pesanggaran AKP Subandi mengatakan, air mulai surut pada malam hari.

Dari sebelumnya menggenang sampai kedalaman satu meter, hingga malam tinggal sekitar 10 centimeter.

Pihaknya juga belum menerima adanya korban dalam kejadian tersebut. Tercatat banjir menggenangi 63 rumah di Desa Kandangan.

“Saat ini kami melakukan pemantauan. Kondisinya gelap,” kata Subandi melalui telepon.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Ponirin mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan bahan makanan darurat bagi 100 warga yang terdampak.

Pihaknya juga membawa mesin pompa air bila dibutuhkan penanganan penyedotan air dari rumah-rumah warga.

“Malam ini tim kami berangkat dan menginap di Balai Desa Kandangan. Jadi besok pagi kita mendirikan DU di sana, dapur umum. Besok seharian (warga) mungkin belum bisa masak,” kata Ponirin melalui telepon.