Mengenal PSC 119, Layanan Kilat Tanggap Darurat Kesehatan dan Bencana di Bonebol

Liputan6.com, Gorontalo – Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) kini memiliki Public Safety Center (PSC) 119 yang memberikan layanan cepat kesehatan untuk masyarakat secara gratis. Mulai dari ruang perawatan, ruang service center, hingga mobil operasional ambulans.

PSC 119 Bonebol merupakan PSC kedua di Provinsi Gorontalo, yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bonebol dan sudah digunakan mulai Jumat (14/1/2022).

Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengungkapkan, dibangunnya PSC 119 ini merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk menghadirkan layanan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Tidak hanya layanan kesehatan, inovasi ini juga bisa digunakan saat ketika terjadi bencana alam di daerah tersebut. Layanan inilah yang kemudian dengan cepat melayani warga yang membutuhkan.

“Misalnya ada masyarakat yang terkena serangan jantung, dan masyarakat awam yang tidak memiliki pengetahuan dasar, maka mereka bisa menghubungi PSC 119,” kata Hamim.

“Tidak hanya layanan kesehatan cepat, ini juga bisa memitigasi korban ketika dalam keadaan darurat, misalkan terjadi bencana alam secara tiba-tiba,” tuturnya.

Jangkau Pelosok

Dengan layanan ini kata Hamim, bahwa masyarakat bakal dipandu langsung oleh petugas sebelum mereka mendapatkan pertolongan. Namun hal ini masih akan disosialisasikan di masyarakat hingga tingkatan dusun.

“Di tengah pandemi Covid-19, mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat. Terutama bagi warga miskin yang tidak punya biaya transportasi ke rumah sakit,” jelas Hamim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, Dr. Meyrin Kadir mengaku jika layanan PSC 199 ini bisa menjangkau masyarakat hingga sampai pelosok.

“Dengan adanya PSC ini kami berharap semua masyarakat yang jauh berada di pelosok akan terlayani dengan cepat. Kiranya ini akan beroperasi 1 kali 24 jam,” ia menandaskan.

Buku, Dokumen Disaster Plan dan Modul

puskesmas marawola

{tab title=”Dokumen Disaster Plan” class=”red”}

{slider title=”Puskesmas Disaster Plan” class=”red”  open=”false”}

puskesmas marawola     sayegan dok

puskesmas sangurara     puskesmas tompe

{slider title=”Hospital Disaster Plan” class=”green”}

rsude torabello sigi     rsud kobelta

rs hasan basri

{slider title=”Dinas Kesehatan Disaster Plan” class=”blue”}

dinkes prov sulteng     dinkes sigi

 

dinkes kota palu

 

{/sliders}

{tab title=”Modul” class=”green”}

{/tabs}

Bukti Ilmiah untuk Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Ekosistem

nature

nature Ekosistem memainkan peran penting yang potensial dalam mengurangi risiko kejadian bencana di seluruh dunia secara berkelanjutan. Namun, hingga saat ini, hanya ada sedikit studi komprehensif yang merangkum status pengetahuan tentang jasa dan fungsi ekosistem untuk pengurangan risiko bencana. Makalah ini membangun bukti ilmiah melalui tinjauan terhadap 529 artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan antara 2000 dan 2019. Makalah ini mengkatalogkan sejauh mana pengetahuan, dan kepercayaan, ekosistem dalam mengurangi risiko bencana. Data menunjukkan hubungan yang kuat dan efektivitas biaya antara ekosistem tertentu dalam mengurangi bahaya tertentu, sesuatu yang terungkap terutama benar untuk peran vegetasi dalam stabilisasi lereng curam. Banyak jenis ekosistem dapat memberikan pendekatan yang berkelanjutan dan multifungsi untuk pengurangan risiko bencana. Namun, jika ingin memainkan peran yang lebih besar, lebih banyak perhatian diperlukan untuk mengisi kesenjangan penelitian dan mengembangkan standar kinerja. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal Nature Sustainability.

Selengkapnya

Serah Terima Fasilitator Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan kepada Daerah Sulawesi Tengah oleh PKMK FK – KMK UGM

penyerahan fasilitator 1

penyerahan fasilitator 1

PKMK FK – KMK UGM akan terus bekerja sama dengan fasilitator lokal dalam rangka melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan kapasitas lokal ini juga menjadi salah satu program pengembangan kapasitas sumber daya di daerah dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Peningkatan kapasitas fasilitator lokal sidah dilaksankan sejak November 2020, dimulai dari Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan. Fasilitator lokal sudah memilih materi yang mereka minati dan menjadi materi ajar ketika ada pelatihan penyusunan disaster plan. Harapannya fasilitator lokal tidak hanya sekedar mengetahui gambaran umum dari materi ajar tetapi benar – benar memahami konsep materi dan tujuan dari materi.

Selengkapnya

Dukungan Tim Manajemen Kesehatan untuk Letusan Gunung Semeru

semeru ahs ugm

semeru ahs ugm

Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data sementara BPBD Provinsi Jawa Timur, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, luka berat sebanyak 69 orang dan luka ringan 100 orang (06/12/2021). Total korban terdampak di Kabupaten Lumajang sebanyak 5.205 orang. Relawan kesehatan khususnya tenaga medis sudah banyak dikirim ke lokasi dan sementara cukup menangani korban bencana. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM turut berpartisipasi dalam penanganan bencana Gunung Semeru. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM berkoordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dan Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk mendapatkan informasi awal terkait updape kondisi dan kebutuhan penanganan bencana Gunung Semeru. Dari hasil diskusi tersebut, pemerintah daerah membutuhkan relawan yang dapat membantu Dinas Kesehatan Kab. Lumajang dalam hal manajemen penanganan bencana. Manajemen penanganan bencana yang dimaksud adalah melakukan pemetaan respon tanggap darurat, manajemen relawan kesehatan dan sistem pelaporan penanganan. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM siap menugaskan per 6 Desember 2021 relawan manajemen bencana kesehatan ke Lumajang, Jawa Timur. Informasi terkait berita/artikel Bencana Gunung Semeru, Laporan Kegiatan Tim serta Live Report dapat dibaca berikut :

Berita/Artikel Gunung Semeru      

Laporan Kegiatan Harian 

Live Report

Infografis Data Layanan Pos Kesehatan

Banjir di Cirebon Rendam 138 Rumah di Dua Kecamatan

Jakarta, CNN Indonesia — Banjir merendam empat desa di dua kecamatan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. 138 rumah warga terdampak akibat banjir pada Kamis (6/1).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi. Kemudian, derasnya hujan memicu debit air Sungai Temyang dan Sungai Pulaseran meluap. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya tanggul.

“Empat desa terdampak yaitu di Desa Marikangen dan Kebarepan yang berada di Kecamatan Plumbon, sedangkan Desa Kasugengan Lor dan Warugede di Kecamatan Depok,” kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/1).

Abdul menambahkan, berdasarkan data BPBD Kabupaten Cirebon, 148 kepala keluarga (KK) atau 459 jiwa terdampak. Data sementara, tujuh warga mengungsi, dua di antaranya balita.

Selain merendam 138 rumah warga, banjir juga merendam satu mushola, satu rumah rusak ringan, satu rumah rusak sedang. Sedangkan infrastruktur berupa dua titik tanggul di Sungai Temayang dan Pulaseran jebol.

“BPBD bersama TNI, Polisi, pemerintah desa dan kecamatan telah merespons kondisi banjir di wilayah terdampak. Tim gabungan bersiaga selama musim hujan yang berada pada puncak musimnya di bulan ini hingga Februari,” jelasnya.

Merespons bencana di dua kecamatan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap banjir susulan. Prakiraan cuaca harian di dua kecamatan pada hari ini (8/1) dan esok (9/1) masih berpeluang hujan ringan hingga sedang.

Di sisi lain, sudah ada tanggul yang jebol di dua titik. Sementara itu, Kecamatan Plumbon dan Depok, pada lusa (10/1), wilayahnya berpotensi hujan lebat pada siang hari.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Cirebon memiliki 39 kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Dua kecamatan terdampak, Plumbon dan Depok, termasuk dalam kecamatan dengan potensi tersebut.

“BNPB mengimbau seluruh pihak untuk melakukan kesiapsiagaan mengantisipasi dampak buruk pada puncak musim hujan. Berbagai upaya dapat dilakukan, baik pemerintah daerah dan masyarakat, seperti pengecekan dan perbaikan tanggul, persiapan tempat evakuasi sementara, atau pun persiapan tas siaga bencana di setiap keluarga,” pungkasnya.

Pakar Israel Ungkap Mengapa Omicron tak Mematikan Seperti Delta

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Para ahli mengingatkan potensi jutaan orang akan terinfeksi Covid-19 varian omicron. Prof Ron Balicer, Kepala panel ahli, membahas penyebaran cepat jenis Omicron dan pemecahan rekor morbiditas baru-baru ini dalam sebuah wawancara dengan Israel Hayom seperti dilansir Ahad (9/1/2022). 

Menurut Balicer, tidak ada model prediksi seperti apa kondisi pada puncaknya nanti. Ada terlalu banyak faktor yang tidak diketahui untuk memprediksi kasus infeksi. “Tentang berapa jumlah orang yang terinfeksi akan mencapai puncaknya, dan perkiraan tanggal kita akan mencapainya. Akan ada jutaan terinfeksi, sehingga akan banyak juga yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius,” kata Balicer.

Dalam beberapa pekan terakhir, Balicer mengaku telah mengetahui bahwa Omicron muncul secara fundamental, berbeda dari strain sebelumnya. Perbedaan antara Omicron dan Delta lebih besar daripada antara Delta, Alpha, dan strain lainnya.

Varian ini memiliki mekanisme memasuki sel dengan berbeda. Omicron menginfeksi lebih banyak sel pernapasan bagian atas dan lebih sedikit paru-paru. Semua perbedaan ini pada tingkat sel mungkin membantu menjelaskan mengapa kekerasannya lebih rendah daripada Delta.

“Pada titik ini, jelas bagi kami dari data Inggris bahwa risiko rawat inap yang parah setidaknya 3 kali lebih rendah daripada Delta. Dan itu adalah kabar baik, tetapi karena lebih menular daripada Delta dan dapat menginfeksi orang yang pernah sakit di masa lalu dan orang yang telah divaksinasi, maka jumlah infeksi akan lebih besar dan jumlah akumulasi rawat inap juga mungkin lebih tinggi,” tambah slicer .

Itu sebabnya sistem perawatan kesehatan sedang mempersiapkan skenario terburuk. Para ahli masih belum tahu berapa tingkat infeksi yang akan terjadi, tetapi telah berkaca pada masa lalu soal kekebalan kelompok atau herd immunity.

Ahli sekarang melihat bahwa apa yang terjadi pada orang yang telah terinfeksi pada putaran sebelumnya adalah bahwa mereka saat ini rentan terhadap infeksi ulang. Sebab vaksin memberikan perlindungan tanpa menyerap risiko.

Pekan Depan Curah Hujan Meningkat, Berpotensi Banjir dan Tanah Longsor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi curah hujan dalam sepekan, mulai 9-15 Januari. BMKG juga memperkirakan intensitas hujan sedang hingga lebat akan terjadi di sebagian wilayah Indonesia.

Dilansir dari Antara, menyusul adanya potensi hujan lebat, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

“Terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, seperti dikutip dari Antara.

Potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

Kemudian berpotensi pula di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Guswanto mengatakan BMKG tengah memonitor perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini mengindikasikan adanya potensi peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Menurut hasil analisis perkembangan musim hujan hingga Desember 2022 menunjukkan bahwa 96,8% wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan.
Periode puncak musim hujan diprediksikan umumnya terjadi pada periode Januari 2022.

Kemudian di Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sukawesu Tenggara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara.

Selain itu masyarakat diharap waspada dengan potensi peningkatan angin kencang di Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu dari hasil analisis dinamika atmosfer, diidentifikasi adanya potensi sirkulasi siklonik di selatan Jawa dan Australia bagian utara.

Kondisi tersebut dapat membentuk pola pertemuan massa udara dan belokan angin di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

 Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan fenomena angin kencang kembali mengakibatkan sejumlah kerusakandi Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu (8/1), pukul 16.00 waktu setempat.

Peristiwa yang berlangsung bersamaan dengan hujan lebat ini berdampak di dua desa, yaitu Desa Raja dan Lengkong, Kecamatan Bua.

Angin kencang mengakibatkan sejumlah kerusakan rumah warga, dengan rincian rumah rusak berat 14 unit dan rusak ringan 16 unit. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu menyebutkan tidak ada korban jiwa atau luka-luka akibat peristiwa ini.

Selain itu, sebanyak 120 jiwa mengungsi ke tempat kerabat terdekat.

BNPB juga melaporkan sebanyak 28 Rumah warga di Purwakarta, Jawa Barat, rusak diterjang angin kencang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta pada hari ini, Sabtu (8/1), mencatat wilayah rumah rusak berat 3 unit dan rusak ringan 25 unit, sedangkan masjid rusak ringan 1 unit.

Angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik hingga mengganggu akses di jalan Industri Maracang.

2.886 Jiwa Terdampak Banjir di Malinau Kalimantan Utara

JAKARTA – Banjir yang menerjang Kabupaten Malinau Kalimantan Utara dini hari tadi, Minggu 9 Januari 2022, sekira pukul 02.00 Wita, diakibatkan hujan lebat mengguyur kawasan ini yang menyebabkan debit air Sungai Malinau, Sungai Mentarang dan anak Sungai Bengalun meluap.

“BPBD Kabupaten Malinau mencatat sekitar 2.886 jiwa terdampak namun tidak ada pengungsian akibat kejadian ini,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (9/1/2022).

Sementara itu, dari pantauan pada malam ini sekira pukul 18.00 Wita, banjir mulai surut, sedangkan cuaca sore tadi masih mendung. Selain itu, sebanyak 571 unit rumah warga dan 1 fasilitas pendidikan terdampak banjir.

Wilayah yang terdampak banjir berada di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Desa Malinau Kota, Seluwing dan Pelita Kanaan di Kecamatan Malinau Kota, Desa Sempayang dan Sesua di Kecamatan Malinau Barat, serta Desa Pulau Sapi di Kecamatan Mentarang.

Melihat banjir yang telah surut di dua provinsi tersebut, BNPB tetap mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Prakiraan cuaca pada esok hari (10/1) di tiga kecamatan terdampak masih berpotensi hujan ringan hingga hujan petir. Sedangkan di tiga kecamatan di Kabupaten Malinau berpeluang cerah hingga cerah berawan.

Namun demikian, semua pihak diharapkan untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang pada puncak musim hujan di bulan ini hingga Februari nanti.

Banjir Dominasi Kejadian Bencana di Awal 2022

TEMPO.CO, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 68 kejadian bencana alam pada pekan pertama 2022 atau pada periode 1-8 Januari. Kejadian bencana alam yang terjadi akibat faktor hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, serta gelombang pasang.

Banjir menjadi bencana yang sering terjadi. Tercatat 38 banjir terjadi sepanjang periode 1-8 Januari 2022. Kemudian cuaca ekstrem sebanyak 16 kali, tanah longsor 12 kali, kebakaran hutan dan lahan serta gelombang pasang masing-masing satu kali.

Dari seluruh bencana alam itu mengakibatkan tujuh orang meninggal, 15 luka-luka, dan 140.620 orang mengungsi.

Selain itu, sebanyak 528 rumah rusak yang terdiri dari 46 rusak berat, 72 rusak sedang, dan 410 rusak ringan. Bencana yang terjadi juga membuat tiga fasilitas pendidikan rusak, enam tempat peribadatan rusak, dan satu fasilitas kesehatan rusak.

Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto mengajak semua pihak untuk meningkatkan resiliensi Indonesia dalam menghadapi bencana alam maupun nonalam. “Mari kita bersama-sama bergerak untuk meningkatkan resiliensi Indonesia menghadapi bencana alam dan nonalam,” ujarnya.