Masyarakat Gunung Lemongan Dilatih Hadapi Bencana

Lumajang – Masyarakat desa di sekitar Gunung Lemongan Kabupaten Lumajang mendapat pelatihan pengurangan risiko bencana selama 10 hari sejak 15-24 Juni 2014. Pelatihan tersebut diberikan bagi masyarakat di desa-desa teratas lereng gunung api dengan ketinggian 1.676 meter di atas permukaan laut itu.

Aak Abdullah Al Kudus, tokoh pemuda pendiri Laskar Hijau, kelompok pemuda aktifis konservasi di lereng Gunung Lemongan, mengatakan desa-desa yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah desa-desa teratas seperti desa Sumber Petung Kecamatan Ranuyoso, desa Papringan kecamatan Klakah serta desa Salak kecamatan Randuagung. Kegiatan dilakukan secara bergilir masing-masing selama tiga hari.
Continue reading

Time to take disaster management seriously

Disaster management is an unglamorous, but a highly committed job. Like the defence forces it gives an impression of rearing a white elephant but is 24×7 in nature and preoccupation. The trick is to regularly analyse the threat, update procedures, resources and actions. Periodic mock drills, as close to reality as possible, conducted with the participation of the permanent and standby roster of earmarked manpower is an absolute must.

Continue reading

Siaga Bencana Alam, Kodim Yogyakarta Siapkan 132 Personel

YOGYAKARTA – Tingginya kerawanan bencana alam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak terkecuali Kota Yogyakarta menarik perhatian khusus Kodim 0734/Yogyakarta. Maka, untuk menimalisir jatuhnya kerugian baik materiil dan immateriil, Kodim setempat sudah menyiagakan 132 personel yang sewaktu-waktu bisa diturunkan jika terjadi bencana alam.

Continue reading

Mempersiapkan Pengembangan Regional Disaster Plan

Mempersiapkan Pengembangan Regional Disaster Plan

Pembaca sekalian, beberapa minggu ini kita membahas mengenai pengembangan kesiapsiagaan daerah dalam penanggulangan bencana atau kita kenal dengan Regional Disaster Plan. Sudah kita bahas pada pengantar minggu lalu juga mengenai istilah Regional Disaster Plan ini. Menarik, jika pembaca sudah menyimak dokumentasi dan reportase dari seminar Regional Disaster Plan dan Safety Awareness pada relawan bencana yang diselenggarakan oleh Pokja Bencana FK UGM minggu lalu bahwa ada beberapa hal yang harus diperjelas terlebih dahulu sebelum diimplementasikan. Silakan klik-disini bagi pembaca yang belum menyimak reportase kegiatan.

Beberapa hal yang harus kita kaji diantaranya mengenai kebijakan, definisi bencana, dan alur koordinasinya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana selama ini ternyata tidak memiliki wewenang dalam memerintah BPBD selaku pelaksana penanggulangan bencana di daerah. BPBD merupakan badan di daerah yang langsung dibawahi oleh kepala daerah. Ikatan antara BNPB dan BPBD selama ini hanya “emosional” dalam artian sama-sama mengurusi mengenai bencana. Simak materi lengkapnya oleh Ir. Sugeng Triutomo, DESS selaku Senior Advisor BNPB, silakan klik-disini

Mengenai definisi bencana, selama ini kita berpegang pada Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 dimana asal ada korban jiwa dan kerugian harta bendan maka itu dikatakan bencana. Definisi ini berbeda dengan bencana bagi UNSDR bahwa dikatakan bencana hanya ketika suatu wilayah tersebut tidak sanggup menanganinya dan meminta bantuan dari luar. Menanggapi hal ini, kami hadirkan artikel menarik mengenai konsep-konsep yang selama ini keliru dalam penanggulangan bencana. Artikel ini ditulis oleh Erik Auf der Heide dengan judul Common Misconceptions about Disaster, silakan klik-disini

Pembaca website bencana, pengembangan Regional Disaster Plan memerlukan komitmen yang kuat dari seluruh pelaksana kebijakan berikut sektor swasta dan masyarakat. Minggu ini ada dua artikel menarik mengenai pengembangan regional disaster plan yang diambil dari pembelajaran pascabencana serangan gas sarin di Jepang. Artikel ini mencoba kembali memetakan kebutuhan apa? Hubungan seperti apa yang harus terbangun antar isntansi pemerintah dalam penanggulangan bencana? dan apa yang harus menjadi kerangka kerja menghadapi bencana? The Tokyo Subway sarin Attack: Disaster Management Part 1: Community Emergency Response, silakan klik-disini

Dua Peneliti Indonesia Ikuti Simposium Antisipasi Bencana di Jepang

TOKYO – Pemda Kota Hirono di perfektur Fukushima, bekerjasama dengan Universitas Tokyo menyelenggarakan simposium internasional guna mengantisipasi bencana alam lebih lanjut. Dua peneliti Indonesia ikut serta simposium internasional tersebut, masing-masing Syafruddin Karim dari Universitas Andalas dan Said Muhammad dari Universitas Syiah Kuala.

Continue reading

Wapres: peran media penting untuk memahami bencana

Jakarta – Wakil Presiden Boediono menilai peran media sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemahaman tentang risiko bencana, apalagi Indonesia memiliki letak geografis yang rentan terhadap berbagai bentuk ancaman baik karena alam atau ulah manusia.

Continue reading