Pengungsi Sinabung Tempati 15 Desa Aman

Pengungsi Sinabung

MEDAN – Pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, hingga kini sudah menempati 15 desa dari jumlah 16 desa yang dinilai aman dari bencana alam di daerah tersebut. Koordinator Media Massa Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, Jhonson Tarigan ketika dihubungi dari Medan, Selasa, mengatakan, hanya satu desa lagi yang belum ditempati pengungsi tersebut, yakni Desa Kebayakan.

Continue reading

Siaga Bencana Diminta Masuk Kurikulum

MEDAN – Dinas Pendidikan Kota Medan diharapkan memasukkan tanggap darurat bencana alam dalam kurikulum pendidikan sehingga siswa siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Salman Alfarisi di Medan, Selasa (25/2), mengatakan beberapa daerah di Indonesia termasuk Kota Medan, Sumatera Utara, termasuk daerah rawan bencana.

Continue reading

BNPB Sesalkan Pencabutan Status Darurat Banjir Jakarta

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyesalkan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang tidak memperpanjang status ‘darurat banjir’ di Ibu Kota. Kebijakan penghentian status darurat tersebut dinilai terburu-buru, lantaran potensi terjadinya bencana banjir di wilayah Jabodetabek terus mengancam sampai Maret 2014.

Continue reading

PVMBG Ingatkan Bahaya Lahar Dingin Gunung Kelud

PVMBG Ingatkan Bahaya Lahar Dingin Gunung Kelud

Bandung – Pelaksana Tugas Bidang Pengawasan dan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gede Suantika, memperingatkan soal adanya ancaman banjir lahar dingin pasca-letusan Gunung Kelud. “Dari hasil pengamatan visual, sebagian besar volume hasil letusan Gunung Kelud tersebar dalam radius 5 kilometer dari puncak,” katanya di ruang kerjanya di Bandung, Selasa, 18 Februari 2014.

Continue reading

BNPB Ajukan Lagi Dana Bencana Rp 500 Miliar

BNPB Ajukan Lagi Dana Bencana Rp 500 Miliar

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengajukan penarikan dana bencana kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp 500 miliar. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan surat permintaan pencairan dana tersebut sudah dia terima sejak pekan kemarin.

Continue reading

Kesiapan dan Koordinasi Pemerintah Terhadap Kemungkinan Erupsi Kelud

merapi

Kesiapan dan Koordinasi Pemerintah Terhadap Kemungkinan Erupsi Kelud

merapiIntensitas bencana yang terjadi di Indonesia tahun ini sepertinya akan terus meningkat. Mengingat kemungkinan bertambahnya kejadian bencana ini, masyarakat dan pemerintah tidak perlu menanggapinya dengan ketakutan, melainkan dengan keberanian dan upaya mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Masih ingat dengan perkalian risiko bencana? Risiko adalah perkalian antara bahaya (hazard) dengan kerentanan (vulnerability) dibagi kemampuan (capacity). Artinya dengan upaya meningkatkan kemampuan maka risiko akan semakin kecil, apalagi dengan upaya memperkecil kerentanan.

Sama halnya dengan upaya yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi ancaman letusan Gunung Kelud. Tidak ingin berdiam diri dan pasrah bahwa kemungkinan letusan Gunung Kelud akan lebih besar dari Gunung Sinabung, maka status waspada ditingkatkan menjadi siaga, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi. Lintas wilayah di putaran Gunung Kelud telah melakukan koordinasi dan memperkirakan beberapa skenario penanggulangan bencana jika tiba-tiba Gunung Kelud meletus. Bahkan telah dilakukan upaya perisiapan pelayanan kesehatan, dimana untuk daerah di sekitar kawasan terdampak langsung 12-20 puskesmas telah disiapkan sebagai lini pertama pelayanan kesehatan pengungsi.

Bencana alam memang tidak dapat dicegah kemunculannya, tetapi upaya menghadapinya tergantung kesiapan kita. Masyarakat dan pemerintah lokal ialah pihak yang benar-benar mengetahui wilayah tersebut yang mampu memetakan kerawanan hingga menyusun strategi penyelamatan diri sehingga setidaknya tidak ada korban jiwa dalam sebuah bencana.
Beberapa minggu ke depan, kita akan terus membahas mengenai kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan koordinasi dalam penanggulangan bencana. Untuk minggu ini, ada dua artikel menarik yang bisa pembaca simak mengenai manajemen ketidakpastian dan risiko:
– Crisis and emergency risk communication as an integrative model klik-disini
– Learning under uncertainty: networks in crisis management klik-disini

Dampak Gunung Api Kelud Meletus : Debu Vulkanik

gunun-kelud

gunun-kelud

Gunung Kelud meletus pada dini hari, kamis (13/02/14) pukul 22.50 WIB. Bukan hanya menimbulkan situasi gawat darurat tiga kabupaten yang berada di lingkaran rawan dampak Kelud, melainkan juga kabupaten lainnya yang berjarak lebih dari ratusan kilometer. Letusan hingga 17 Km ke atas dari kubah lava menyebabkan hujan abu terjadi di banyak wilayah, hingga ke Yogyakarta dan sebagian Jawa Barat.

Sejak dini hari (Jum’at, 14/2/2014), Yogyakarta diterpa hujan abu dari gunung api Kelud. Ketebalan debu mencapai 1 cm yang tersebar hingga ke Kabupaten Kolonprogo dan Gunungkidul.

Menanggapi ini, pukul 08.00 pagi tadi jajaran SKPD DIY, BPBD DIY, Relawan, Pusbankes 118, dan Pokja Bencana FK UGM melakukan rapat koordinasi di kantor BPBD DIY. DIY menetapkan status tanggap darurat dampak abu vulkanik selama 3 x 24 jam (14-16/02/14). Sektor kesehatan diminta siaga untuk menangani korban kecelakaan kendaraan akibat jarak pandang dan kondisi tanah jalan yang licin. Sementara itu, Dinas PU segera berupaya membersihkan jalanan kota. Stok masker DIY masih dirasakan cukup dan masih terus dihimbau agar warga senantiasa menggunakan masker untuk pencegahan dampak kesehatan abu vulkanik yang dinyatakan mengiritasi saluran pernafasan.

Sumber: Sutono- Pokja Bencana FK UGM