PURWOREJO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar sosialisasi perundang-undangan dalam penanggulangan bencana di Hotel Sanjaya Purworejo, Kamis (24/10). Sejumlah isu antara lain terkait maraknya partai politik mendirikan posko ketika terjadinya bencana, mengemuka dalam kegiatan itu.
BNPB: Wilayah Terdampak Gempa Aceh Bertambah

Jakarta – Gempa di Aceh berkekuatan 5,6 skala Richter yang terjadi pada Selasa, 22 Oktober 2013, ternyata berdampak di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Tangse, Kecamatan Mane, dan Kecamatan Geumpang.
Indonesia: Laboratorium Bencana
Indonesia: Laboratorium Bencana

Sepekan ini, warga di beberapa daerah yang mengalami kekeringan sudah bisa lega karena mulai dirasakan adanya tanda-tanda hujan. Yogyakarta misalnya, dalam sepekan ini sudah terjadi hujan dua kali. Seperti perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tentang musim kemarau dan penghujan tahun ini, selengkapnya ![]()
Kini Indonesia dikenal juga dengan sebutan Laboratorium bencana. Tidak berlebihan memang, karena dalam setahun Indonesia mengalami puluhan bencana sekaligus. Bahkan dalam satu musim, Indonesia mengalami dua bencana sekaligus, banjir dan kekeringan. Buletin bencana BNPB bulan September selengkapnya memaparkan tentang fenomena ini, Silahkan ![]()
Sayangnya, rumah sakit di Indonesia masih belum siap dalam menghadapi bencana. Untuk itulah, Pusat Kebijakan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM akan menyelenggarakan Seminar Penyusunan Hospital Disaster Plan (HDP) pada 12 November mendatang. Peserta yang diharapkan hadir adalah pimpinan dan staf rumah sakit di Indonesia yang bertanggungjawab mengenai penanggulangan bencana, pimpinan Dinas Kesehatan, pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, penelitian dan pemerhati bencana, serta mahasiswa. Selengkapnya TOR seminar
.
Pekan ini, kembali kami hadirkan artikel-artikel mengenai manajemen bencana banjir untuk menghadapi musim penghujan yang akan tiba,
Proceeding Workshop, Flood Risk Management in South Asia, silahkan ![]()
Original Paper, Flood Risk Perceptions and spatial multi-criteria analysis: an exploratory research for hazard mitigation, silahkan ![]()
Systematic Review, Public Perception of Flood Risk and Community-based Disaster Preparedness, silahkan ![]()
Seluruh SKPD di daerah yang terkena bencana, oleh kepala daerah diminta untuk siaga dan terus memantau perkembangan bencana, pengungsi, dan penyakit. Termasuk di dalamnya dinas kesehatan, dinas sosial, dan BPBD. Hingga lebih dari pertengahan tahun 2013, Indonesia masih belum aman terhadap bencana.
Minggu lalu:
Banjir Landa 4 Kabupaten dan Kota di Sumut
Medan – Sebanyak empat kota dan kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) dilanda banjir. Ribuan rumah terendam air pada Minggu (20/10/2013), dan sebagian di antara korban terpaksa mengungsi.
Gempa Bumi Hantam Pesisir Meksiko
MEXICO CITY – Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter mengguncang pesisir Meksiko, tepatnya di Teluk California, Sabtu (19/10/2013).
Para pengamat gempa AS mengatakan gempa itu berpotensi tsunami. Namun, pemerintah Meksiko mengatakan belum menerima laporan adanya kerusakan atau korban akibat gempa bumi.
Korban tewas bencana banjir di Thailand menjadi 68 jiwa
Bangkok – Jumlah korban tewas akibat bencana banjir yang telah melanda Thailand selama lebih dari sebulan, telah meningkat menjadi 68 jiwa. Demikian dinyatakan oleh Kementerian Dalam Negeri Thailand, Kamis (17/10/2013).
Penanggulangan bencana perlu teknologi lebih canggih
Palang Merah Internasional mengatakan, tindakan kemanusiaan perlu menggunakan teknologi lebih canggih untuk membantu menanggulangi bencana global. Palang Merah mengatakan, Laporan Bencana Dunia tahunan menguatkan bahwa penggunaan teknologi baru sangat penting untuk membantu mempersiapkan diri dan merespons keadaan darurat.
Papua Niugini Diguncang Gempa 7,1 SR
PORT MORESBY — Gempa bumi berkekuatan 7,1 dalam skala Richter mengguncang Papua Niugini, Rabu (16/10/2013). Demikian menurut Badan Survei Geologi AS (USGS), meski belum diterbitkan peringatan dini tsunami.
SEMINAR Strategi Menyusun HOSPITAL DISASTER PLAN
Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran UGM
Menyelenggarakan
SEMINAR
Strategi Menyusun HOSPITAL DISASTER PLAN (HDP)
Selasa, 12 November 2013
Ruang Senat KPTU FK UGM Lt. 2 Yogyakarta
Pengantar
Kita tidak dapat menahan bencana yang dapat terjadi kapan dan di mana saja tanpa dapat diduga: di rumah atau di tempat bekerja apalagi dengan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas di ring of fire bumi dan di antara pelat Australia dan Asia menjadikan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan bencana.
Belajar dari berbagai pengalaman bencana yang terjadi di Indonesia, secara otomatis rumahsakit akan menjadi pusat rujukan. Oleh karena itu dalam usaha meminimalkan resiko bencana, diharapkan rumahsakit mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan bencana dalam bentuk Hospital Disaster Plan. Dengan adanya perencanaan ini diharapkan rumahsakit dapat menangani korban secara lebih baik dalam situasi bencana. Pentingnya rencana penanggulangan bencana bagi rumahsakit didukung dengan Undang-undang RI no.44 tahun 2009 dan salah satu Pembahasan Akreditasi Rumahsakit tahun 2012, dimana kesiapan menghadapi bencana menjadi elemen penilaian standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) 6.
Sayangnya hampir seluruh rumahsakit di Indonesia belum sepenuhnya dapat menangani korban bencana dengan cepat dan tepat. Hal ini terjadi karena fungsi, struktur, medical support, dan manajemen support yang kolap. Di samping itu, masing-masing rumahsakit memiliki cara penanganan korban yang beragam sehingga belum memiliki keseragaman dalam penanganan maupun kesiapannya.
Beberapa tahun terakhir ini PKMK bekerja sama dengan Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kementerian Kesehatan dan WHO dalam melakukan In House Training HDP di beberapa rumahsakit. Mengingat prosedur Penanggulangan Bencana (Disaster Plan, DP) adalah serangkaian prosedur yang sudah disiapkan sebelumnya maka sebuah Disaster Plan hanya akan dapat dijalankan bila sesuai dengan kapasitas dan kompetensi staf yang dilatih, di evaluasi, dan diperbaiki secara periodik. Oleh karena itu perlu pengembangan HDP dan pelatihan terus menerus.
Strategi pelatihan berbeda-beda. Disamping pendampingan tatap muka In House Training, pengembangan lainnya adalah menggunakan cara e-learning melalui website bencana kesehatan www.bencana-kesehatan.net. Diharapkan dengan pengembangan HDP bedasarkan e-learning ini akan meringankan biaya rumahsakit-rumahsakit dalam menyusun HDP secara mandiri. Dalam hal ini strategi pendanaan pelatihan yang bertumpu pada pendekatan e-learning menjadi hal penting untuk dibahas.
Tujuan
- Mendiskusikan perlunya rumahsakit Disaster Plan.
- Mengetahui lebih jelas kebijakan pemerintah terhadap Hospital Disaster Plan.
- Membahas pengalaman beberapa (negeri dan swasta) rumahsakit dalam menangani situasi bencana.
- Membahas strategi untuk pendanaan pelatihan Hospital Disaster Plan dengan menggunakan e-learning dan tatap muka.
Jadwal Acara
Note :
Peserta membawa HDP rumah sakit masing-masing
Peserta Yang Diharapkan
- Pimpinan dan Staff yang bertanggung jawab pada manajemen bencana di rumahsakit
- Dinas Kesehatan
- Pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
- Dosen/peneliti/pemerhati bidang manajemen bencana
- Mahasiswa S1,dan S3
Biaya Pendaftaran:
Diharapkan peserta dapat mendaftarkan secara kelompok. Biaya pendaftaran adalah:
1 orang Rp 250.000,-
2 orang Rp 400.000,-
3 orang Rp 500.000,-
4 orang Rp 600.000,-
Fasilitas: Paket meeting dan dan sertifikat ber SKP-IDI
Biaya dapat ditransfer melalui :
Bank BNI atas nama : PKMK FK UGM
No. Rekening : 0203024192
INFO dan PENDAFTARAN :
Hendriana Anggi / Dewi Catur
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp : 0274 – 549425
HP : 081227938882/ Anggi, 0818263653/dewi
Email : [email protected] / [email protected]
Membangun Ketahanan Masyarakat terhadap Kekeringan

Selama sebulan ini, bahasan kita masih tentang peristiwa kekeringan yang terjadi di banyak daerah di Indonesia. Berbagai hal tentang kekeringan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat telah kita sampaikan pada pengantar-pengantar yang lalu. Kali ini kita akan membahas tentang ketahanan masyarakat terhadap bencana kekeringan.
Silahkan
untuk membaca artikel terkait. Kerentanan masyarakat terhadap bencana diartikan sebagai ancaman resiko bahaya (susceptibility), kemampuan (resilience) masyarakat untuk menghadapi (response) dan bangkit (recovery) dari bencana. Pengurangan kerentanan terhadap bencana terdiri dari dua kegiatan; upaya pengurangan resiko bahaya (susceptibility) dan upaya peningkatan ketahanan (resilience) masyarakat.
Apakah saat ini kita terlambat membangun ketahanan? Tidak, karena upaya peningkatan ketahanan masyarakat meliputi kesiapan, respon, dan pemulihan. Saat ini kita berada pada masa respon (tanggap) dan beberapa daerah telah memasuki masa pemulihan terhadap bencana kekeringan. Hampir semua daerah yang mengalami kekeringan telah melakukan upaya tanggap darurat dengan melakukan dropping air, bahkan BNPB telah menyiapkan dana 90 miliar untuk bencana kekeringan. Namun, respon kita masih kurang dalam upaya mengontrol penyebaran penyakit infeksi, sanitasi air dan lingkungan, serta surveilans penyakit akibat kekeringan.
Berikut ini buku dan paper mengenai pengalaman-pengalaman beberapa negara dalam menghadapi bencana kekeringan; Buku-Drought and Water Crises: Science, Technology, and Management Issues, silahkan ![]()
Paper- Drought, Livestock and Livelihoods: Lessons from the 1999-2001 emergency response in the pastoral sector in Kenya silahkan ![]()
Paper – Anticipating and Responding to Drought in Southern Africa: lessons from the 2002-2003 Experience, silahkan ![]()
Seluruh SKPD di daerah yang terkena bencana, oleh kepala daerah diminta untuk siaga dan terus memantau perkembangan bencana, pengungsi, dan penyakit. Termasuk di dalamnya dinas kesehatan, dinas sosial, dan BPBD. Hingga lebih dari pertengahan tahun 2013, Indonesia masih belum aman terhadap bencana.
Minggu lalu:
Bencana dan Penyakit Tidak Menular |
Indonesia Masih Terus Dilanda Bencana |
