UPDATE Korban Gempa Cianjur: 162 Orang Meninggal, Mayoritas Anak-anak

KOMPAs.com – Sebanyak 162 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). 

Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan anak-anak.

Masih dari data yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, disebutkan pula ada 326 warga luka-luka dan 13.784 orang mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar 14 titik.

“Tercatat di call center BPBD ada 162 yang meninggal dunia. Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak, kita sangat prihatin,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Pendopo Bupati Cianjur, Senin malam pukul 21.30 WIB.

Emil menyebut, banyak korban anak karena saat kejadian banyak siswa sekolah yang sedang belajar di madrasah atau pesantren.

Emil belum mendapat data pasti berapa jumlah anak yang menjadi korban gempa bermagnitudo 5,6 itu.

“Nah, per malam ini kita masih mengklasifikasi persentasenya, tapi laporan di lapangan selalu menyebutkan secara kualitatif mayoritas anak-anak,” tuturnya.

Sementara rumah rusak dengan skala 60-100 persen berjumlah 2.345 unit.

Selain itu ada 2-3 lokasi jalan yang terisolasi. Sementara jalan nasional dilaporkan sudah kembali normal.

Namun, pihaknya belum mendapat laporan lebih lanjut terkait lima mobil yang terperangkap.

Dilaporkan juga dua gardu listrik padam dan hanya satu yang berfungsi.

Terasa hingga Jakarta, Gempa Sukabumi Hari Ini Dipicu Sesar Cimandiri

Suara.com – Gempa Sukabumi yang terjadi Senin siang (21/11/2022) dan terasa hingga Jakarta dan Bandung rupanya dipicu oleh aktivias sesar Cimandiri.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa gempa terkini itu berpusat di Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat itu adalah gempa dangkal dari Sesar Cimandiri.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Cimandiri,” terang Daryono.

Gempa itu sendiri berkekuatan 5,7 dengan kedalaman 11 km. Episenter gempa terletak pada koordinat 6,86 derajat Lintang Selatan dan 107,01 derajat Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Gempa ini, lanjut Daryono, terasa kuat di Kota Cianjur, Garut, Cimahi, Lembang, Bandung, Bogor, Rangkasbitung, Jakarta, Depok hingga Tangerang Selatan.

Hingga pukul 13.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 9 aktivitas gempabumi susulan dengan magnitudo terbesar 4.0.

Belum diketahui adanya korban baik manusia maupun material akibat gempa Sukabumi ini. Meski demikian di media sosial sudah ada sejumlah video yang menggambarkan bangunan-bangunan rubuh di daerah Cianjur, yang masih perlu diperiksa kebenarannya.

 

Detik-detik Gempa Cianjur Bikin Warga Sukabumi Panik

Cianjur – Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bahkan guncangan gempa darat tersebut terasa hingga beberapa daerah di Jakarta Barat dan Jakarta.

Informasi yang dihimpun detikJabar, gempa yang terjadi pada pukul 13.21 WIB itu berpusat di 6.84 LS-107.05 BT dengan kedalaman pusat gempa 10 kilometer.

“Gempa ini berpusat di Cianjur utara, titiknya sama dengan tiga gempa semalam. Ini gempa susulan yang semalam,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Rudi Labis, Senin (21/11/2022).

Pantauan detikJabar di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, gempa itu membuat masyarakat panik. Sopir angkutan kota (angkot), orang tua dan anak-anak berhamburan di tengah jalan.

“Keluar, keluar, gempa,” seru warga.

Salah satu warga Kabandungan, Juandi (60) mengatakan, gempa itu dirasakan cukup besar. Mulanya ia sedang membeli pakan burung di toko terdekat, kemudian tembok toko terlihat bergerak kencang.

“Lagi pesan pakan burung, kelihatan tembok itu bergerak ke atas ke bawah. Dilihat keluar pada ramai, ada gempa gede banget,” kata Juandi.

Dia berencana akan langsung pulang ke rumah dan memastikan keluarganya selamat tak terdampak gempa. “Belum nanya kabar orang rumah, sekarang saya mau langsung pulang ke rumah,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Kota Sukabumi Imran Wardhani mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih memonitoring wilayah dengan menerjunkan tim.

“Sementara kita sedang meluncurkan tim ke berbagai lokasi untuk monitoring. Masyarakat agar tetap tenang dan diimbau tidak panik, pastikan mendapatkan informasi di kanal resmi. Cek lokasi bangunan, apabila ada retakan maka harus diberikan penguatan,” kata Imran.

(yum/yum)

BPBD Sebut Ada Peran Sumur Resapan Kala DKI Tak Banjir Saat Masih Hujan

Jakarta –  Hujan terus mengguyur Jakarta sejak dini hari hingga jelang siang ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengklaim belum ada banjir sampai saat ini, kecuali genangan kurang dari 40 cm.

BPBD DKI menyampaikan informasi terbaru pada Kamis (17/11/2022) per pukul 09.55 WIB. Kondisi hujan mengakibatkan kenaikan status siaga Pos Cipinang Hulu menjadi Siaga 3 (Waspada) serta genangan di beberapa titik.

“BPBD mencatat saat ini terdapat dua ruas jalan tergenang dan 2 RT atau 0,007 persen dari 30.470 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta,” kata Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangan tertulis.

Adapun data wilayah terdampak sebagai berikut:

Jakarta Barat terdapat 2 RT yang terdiri dari:
Kelurahan Kembangan Utara
– Jumlah: 1 RT
– Ketinggian: 25 Cm
– Penyebab: Curah hujan tinggi

Kelurahan Joglo
– Jumlah: 1 RT
– Ketinggian: 20 Cm
– Penyebab: Curah hujan tinggi

Jalan Tergenang terdapat 2 ruas jalan:
1. Jl Strategi Raya, Kel. Joglo, Kec. Kembangan, Jakarta Barat
Ketinggian: 20 cm
2. Jl Hiu, Kel. Penjaringan, Kec. Penjaringan. Jakarta Utara
Ketinggian: 25 cm

Sumur Resapan Punya Andil

Untuk menangani dan mencegah banjir BPBD DKI mengerahkan personel memonitor setiap lokasi, berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga DKI, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI. Penanganan dilakukan dengan penyedotan genangan dan memastikan tali air berfungsi dengan baik.

“Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,” kata Isnawa.

Mantan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan ini menjelaskan ada banyak faktor yang punya andil mencegah banjir meski Jakarta diguyur hujan sejak dini hari. Kebetulan, hujan hari ini tidak terlalu deras meski durasinya panjang sampai sekarang. Sumur resapan alias drainase vertikal bisa menyerap air sehingga risiko banjir bisa diminimalkan.

“Yang pasti ribuan vertical drainage berfungsi, tali air berfungsi,” kata Isnawa. Dia menjelaskan fungsi sumur resapan ada dua, yakni menjaga air tanah sekaligus meminimalkan potensi banjir dan genangan.

Selain itu, dia juga menyebut titik banjir menjadi lebih diminimalkan berkat pengerukan kali atau waduk, keberadaan ruang limpah sungai, sodetan, penurapan, dan pembersihan saluran air. Pasukan warna-warni juga berjasa, yakni pasukan oranye (PPSU), pasukan biru (Dinas SDA), pasukan kuning (Dinas Bina Marga), hingga pasukan hijau (Dinas Pertamanan dan Hutan Kota).

“Kita berterima kasih sama PPSU, sama petugas-petugas yang rutin merawat-membersihkan saluran got-got dan lain-lain sehingga air tidak ada hambatan,” kata Isnawa.

316 rumah warga tergenang akibat banjir di Mukomuko

Mukomuko (ANTARA) – Banjir telah menyebabkan 316 rumah warga tergenang di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Ramdani di Mukomuko, Jumat, banjir menggenangi permukiman warga di wilayah Kecamatan Ipuh, Kecamatan Lubuk Pinang, Kecamatan Air Manjuto, Kecamatan XIV Koto, dan Kecamatan Air Rami.

Ia mengatakan bahwa sebagian warga yang terdampak banjir mengungsi dan sebagian lagi memilih bertahan di rumah mereka.

Menurut dia, tim BPBD sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk mendata dampak banjir dan membantu penanganan banjir.

Tim BPBD, TNI, kepolisian, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa, ia melanjutkan, juga sudah turun ke lokasi banjir untuk membantu warga yang terdampak bencana.

Ramdani meminta warga tetap waspada karena hujan masih turun dan bisa memperparah keadaan.

Ribuan Jiwa Terdampak Banjir, Palangka Raya Tetapkan Status Tanggap Darurat

Foto udara area permukiman warga yang terendam banjir di Jalan Anoi, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (17/11/2022). Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari ke depan karena sebanyak 17 kelurahan di kota itu terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan terus meluas. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.

Palangka Raya – Sebanyak 17 kelurahan di Kota Palangka Raya terendam banjir. Pemkot menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir luapan Sungai Kahayan yang dipicu oleh faktor cuaca tersebut merendam 1.733 unit rumah dan mengakibatkan 2.388 kepala keluarga (KK) serta 8.544 jiwa di kota itu terdampak banjir. 

Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari ke depan karena sebanyak 17 kelurahan di kota itu terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan terus meluas.  

COVID-19 Meroket, Pakar Sebut Belum Perlu Naikkan Level PPKM

Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan kasus COVID-19 Tanah Air terus menanjak dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan penambahan kasus baru COVID-19 akhir-akhir ini di rentang 4.000 – 8.000, seperti kasus baru tanggal 15 November yang menembus angka 7.893 dan 16 November 2022 di angka 8.486.

Walau ada kenaikan kasus baru COVID-19, Guru Besar Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Amin Soebandrio menilai Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum perlu dinaikkan.

Dalam hal ini, PPKM Level 1 di seluruh wilayah Indonesia, yang diperpanjang 8 November sampai dengan 21 November 2022 untuk Jawa – Bali serta Luar Jawa – Bali akan berlaku mulai tanggal 8 November sampai 5 Desember 2022 dapat terus dilanjutkan.

“Menjawab pertanyaan, apakah perlu naik Level PPKM yang lebih tinggi? Saya kira tidak. Karena kita lihat di rumah sakit juga kita mengamati kunjungan di Instalasi Gawat Darurat (IGD)-nya terkait dengan COVID-19 ini sudah sangat menurun,” terang Amin saat diskusi ‘Perkembangan Pandemi di Indonesia dan Gejala pada Pasien COVID-19’ yang disiarkan dari Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Rabu, 16 November 2022.

“Kemudian ruang-ruang perawatan untuk COVID-19 juga di rumah sakit-rumah sakit sudah sangat dikurangi. Bahkan beberapa rumah sakit kita sudah meniadakan (ruang perawatan COVID-19) ya.”

Berdasarkan data keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Ratio/BOR) COVID-19 yang dihimpun Satgas COVID-19 per 10 November 2022, BOR tingkat nasional saat ini di angka 10 persen dengan 57.000 tempat tidur tersedia.

Ada lima provinsi dengan persentase BOR COVID-19 tertinggi, yaitu Sumatera Selatan di angka 22,83 persen, Yogyakarta di angka 20,45 persen, Sulawesi Barat di angka 18,95 persen, Kalimantan Timur di angka 16,98 persen, dan Jawa timur di angka 15,19 persen.

sumber: https://www.liputan6.com

Epidemiolog Unair: Lonjakan COVID-19 karena mulai lemahnya prokes

Surabaya (ANTARA) – Pakar Biostatistika Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Windhu Purnomo, MS menilai, lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia belakangna ini disebabkan mulai melemahnya protokol kesehatan (prokes) masyarakat.

“Lonjakan COVID-19 ini terjadi karena protokol kesehatan (prokes) masyarakat yang mulai melemah. Adanya penularan baru itu kan terjadi ketika seseorang tidak memakai masker sebagai pelindung. Artinya, ketika terjadi penularan seperti ini, baik orang yang tertular maupun yang menulari sedang tidak menggunakan pelindungnya dengan baik,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Ia menyatakan lonjakan COVID-19 juga disebabkan oleh munculnya subvarian baru. Meskipun demikian, kemunculan subvarian baru itu tidak memiliki tingkat fatalitas yang tinggi layaknya varian-varian yang muncul sebelumnya.

“Ketika muncul varian baru itu tidak dikenali oleh tubuh. Jadi, varian-varian baru itu pada umumnya memiliki kemampuan melarikan diri dari kekebalan tubuh manusia. Sehingga, kalau muncul varian atau subvarian baru, penularan akan lebih tinggi. Tapi nanti lama kelamaan akan menurun lagi,” kata dia.

Meski saat ini terjadi lonjakan kembali, kata dia, sebenarnya jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sempat mengalami penurunan. Bahkan berada pada titik terendah tepatnya pada awal September 2022 lalu.

“Sebenarnya awal September lalu kasus COVID-19 itu sudah menurun. Kemudian diketahui sekitar akhir September itu ditemukan subvarian baru Omicron XBB di Surabaya. Itu bertahan cukup lama” katanya.

Munculnya subvarian baru Omicron XBB tersebut, katanya, kemudian menyebabkan terjadinya lonjakan kasus positif, di samping semakin melemahnya antisipasi protokol kesehatan dari masyarakat.

“Nah, sekarang subvarian Omicron XBB itu sudah semakin meningkat sejak Oktober. Sejak saat itulah lonjakan terjadi. Bahkan sampai sekarang ini kasus harian sudah mencapai 6000-an lebih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, subvarian Omicron XBB kali ini memiliki tingkat fatalitas yang rendah. Subvarian ini juga memiliki karakteristik cepat alami lonjakan tetapi cepat pula mengalami penurunan. Sehingga, diharapkan masyarakat tak perlu panik namun tetap waspada.

“Saya rasa masyarakat tidak usah panik berlebihan karena saya yakin pada akhir November nanti akan mencapai puncak kasus tetapi kemudian akan segera turun lagi. Tetapi tentu saja perlu waspada, apalagi saat libur panjang Natal dan Tahun Baru nanti karena mobilitas masyarakat pasti akan meningkat,” katanya.

Untuk menghindari penularan, ia kembali menegaskan bahwa memperketat protokol kesehatan adalah hal yang paling utama. Selain menggunakan masker dan menghindari kerumunan, hal yang juga penting dilakukan adalah dengan mendapatkan vaksinasi booster untuk mencegah adanya gejala berat apabila terpapar.

“Kalau mau terhindar, tentunya lengkapi vaksinasi karena vaksin itulah yang mencegah kita supaya tidak mengalami gejala berat jika misalnya kita terpapar. Ingat, vaksinasi memang tidak mencegah penularan, tetapi dia mampu mencegah kita agar tidak jatuh sakit dalam kondisi yang berat,” katanya.

Sementara itu, kata dia, pemerintah juga berperan penting dalam mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi saat ini. Dari sisi pemerintah, melakukan surveilans, meningkatkan vaksinasi, dan memberi perlindungan pada golongan rentan terpapar harus terus dilakukan.

“Pemerintah juga harus memberikan perlindungan lebih bagi mereka yang tergolong lansia, penderita penyakit komorbid, dan mereka yang belum mendapatkan vaksin,” demikian Windhu Purnomo.

Seluruh Indonesia Diprediksi Hujan, Delapan Provinsi Siaga Bencana Hidrometrologi

JAKARTA – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa seluruh wilayah Indonesia akan diguyur hujan pada Senin (14/11/2022). Hal ini menyebabkan sebagian wilayah di delapan provinsi berstatus siaga bencana hidrometrologi.

Prakirawan BMKG, Cindy Indah Pratiwi menjelaskan, terjadi sirkulasi siklonik di wilayah barat hingga timur Indonesia, yang menimbulkan produksi awan-awan hujan.

“Sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Aceh, Samudra Hindia Barat Lampung, di laut Jawa, di Selat Makassar, di perairan Utara Papua dari Papua yang membentuk daerah pertemuan atau pelambatan kecepatan angin atau konvergensi yang memanjang di Laut Andaman hingga pesisir utara Aceh, di Kalimantan Selatan hingga pesisir utara Jawa, di laut Sulawesi hingga Selat Makassar, di Papua hingga Laut Arafuru bagian utara dan di perairan utara Papua,” kata Cindy membacakan prakiraan yang diunggah di Instagram BMKG @infobmkg, yang dikutip MNC Portal Minggu (13/11/2022).

Dari prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat, Cindy menjelaskan bahwa telah ditetapkan status siaga bencana hidrometrologi pada hari Minggu (13/11) di sebagian wilayah Indonesia yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Cindy melanjutkan, status siaga bencana hidrometrologi juga telah ditetapkan pada tanggal 14 dan 15 November di sebagian wilayah di 8 provinsi di Indonesia.

“Selanjutnya untuk tanggal 14 dan 15 November 2022 status siaga potensi bencana hidrometrologi terdapat di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur,” papar Prakirawan BMKG.  

Basuki Berbagi Pengalaman Tangani Bencana Air di Hadapan Delegasi G20

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian PUPR bersama the High-Level Experts and Leaders Panel (HELP) serta United Nations Department of Economic and Social Affairs (UNDESA) menyelenggarakan High Level Experts and Leaders Panel on Water and Disasters (HELP) Conference.

Tema yang diangkat adalah “Building Back Stronger from Impacts of COVID-19, Climate Change, and Disasters-Actions towards Quality Society”.

Kegiatan yang digelar pada Jumat (11/10/2022) di Conrad Hotel, Bali, merupakan salah satu G20 Special Event. Dalam rangka penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang.

Konferensi ini diselenggarakan untuk membahas strategi dan kebijakan dari para pemimpin dan delegasi G20 dari berbagai negara dalam upaya pemulihan ekonomi secara cepat serta efektif dari berbagai dampak pandemi COVID-19.

Kemudian yang dikaitkan dengan perubahan iklim, penanggulangan bencana serta upaya membangun dunia yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.

“The G20 Special Event HELP membuka kesempatan untuk dialog kebijakan secara kolektif. Hal ini sekaligus mempromosikan langkah aksi nyata untuk mengatasi masalah air dan bencana,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rilis pers.

Sebagai hasil dari G20 Special Event HELP ini adalah rumusan rekomendasi mengenai isu air dan bencana dalam format HELP Message kepada Presiden Joko Widodo dan Pemimpin Negara anggota G20.

Rumusan tersebut merupakan seruan kepada negara-negara di dunia agar menyadari urgensi penyelesaian isu tentang air dalam kehidupan dan mempersiapkan rencana aksi yang lebih kuat terhadap peningkatan resiko bencana.

Basuki juga berbagi pengalaman Indonesia dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Selain melalui pembangunan infrastruktur, juga melakukan kolaborasi lintas sektor dengan para pemangku kepentingan strategis.

Menurut dia, untuk menghadapi bencana terkait air yang dipicu oleh perubahan iklim, maka investasi infrastruktur air harus dirancang dengan baik dan ditingkatkan untuk kepentingan jangka panjang.

“Hal ini penting dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim,” tandasnya.

Bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dan Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR menerapkan teknologi prediksi curah hujan dan ketinggian air.

Serta, mengoptimalkan kapasitas intake dan menyediakan pintu tambahan pada spillway bendungan untuk memungkinkan strategi pelepasan. Tujuannya untuk mengendalikan puncak debit hujan.

Chair of HELP Han Seung-soo menyampaikan, tantangan besar yang dihadapi oleh para pemimpin G20 dan dunia adalah krisis pangan dan energi, perang dan konflik, COVID-19, keadaan ekonomi dan pasar yang tidak terkendali, serta perubahan iklim.

“Semuanya bersumber dari masalah air. Apabila kita bisa mengubah perilaku, kita dapat memitigasi dan mencegah bencana, membantu pemulihan ekonomi global pasca pandemi COVID-19,” jelasnya.

The G20 Special Event HELP juga menyinggung rencana penyelenggaraan 10th World Water Forum 2024 di Bali, di mana World Water Council (WWC) dan Pemerintah Indonesia menjadi co-organizer.

World Water Forum merupakan platform bagi para stakeholders di bidang air untuk dapat berkolaborasi dan membuat kemajuan jangka panjang dalam menghadapi tantangan air global.

Ketua World Water Council Loic Fauchon yang juga anggota HELP mengatakan, terdapat dua pesan utama yang dapat disampaikan kepada para pemimpin G20.

Pertama, isu air tidak dapat dilepaskan dari urusan politik. Kami berharap para pemimpin dunia akan mulai memprioritaskan air melalui berbagai kebijakan.

Kedua, pengelolaan air bertujuan untuk mengurangi dampak dari bencana air, seperti banjir, kekeringan dan polusi lingkungan.

“Oleh karena itu selama G20, WWC dan HELP telah memohon Presiden Joko Widodo untuk menjadi Water Messenger kepada para pemimpin G20,” tutup Loic.

The G20 Special Event HELP ini diketuai oleh Dr. Han Seung-soo selaku Mantan Perdana Menteri Republik Korea, serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai Wakil Ketua.

Pada sesi pertama, diskusi berfokus pada strategi pemulihan dampak COVID-19, perubahan iklim dan penanggulangan bencana terkait air.

Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN), yang diharapkan menjadi model atau percontohan dari kota yang tahan bencana dan berkelanjutan di masa depan.