Sekitar 30 orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Pinggiran (Aliran) di Kabupaten Bojonegoro, Jatim melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (12/5) siang. Mereka menuntut keadilan bagi warga korban perahu tenggelam di Sungai Bengawan Solo, pekan lalu. Demonstran juga mendesak pihak DPRD dan Pemkab Bojonegoro bertanggungjawab atas musibah yang menelan sembilan korban jiwa.
Semula, mereka berunjukrasa di bundaran Adipura, Kota Bojonegoro. Demonstran juga melakukan orasi secara bergantian di tempat itu dengan membawa sejumlah poster. Di antaranya, bertuliskan “Perjuangkan aspirasi rakyat pinggiran, Nyawa rakyat bukan tumbal, Segerakan regulasi penyeberangan sungai, dan Realisasikan jembatan warga pinggiran.”






