Bantuan bagi para korban bencana alam di Kecamatan Malaka, Kabupaten Belu sejak Senin (18/4) tidak bisa disalurkan akibat jalan menuju lokasi bencana putus total, menyusul ambruknya jembatan Wemasa, di Desa Lakekun, Kecamatan Kobalima. “Saat ini memang ada hambatan dalam pengiriman bantuan ke lokasi bencana karena jalur jalan menuju ke lokasi putus total,” kata Wakil Bupati Belu Lodovikus Taolin di Kupang, Kamis (21/4).
Ini Dia 4 Jenis Ulat Bulu yang Ada di Jakarta
Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta telah menyelidiki jenis ulat bulu yang marak di Jakarta. Dari 4 jenis ulat itu dipastikan bukanlah wabah yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat. “Jadi kita sudah menyelidiki ulat-ulat bulu yang kita ambil dari beberapa kawasan yang terdeteksi ada hama ulat bulu,” ujar Kadis Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Ipih Ruyani, dalam jumpa pers di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2011).
Ratusan Ulat Bulu Merayap di Pohon Mangga di Cirebon
Setelah merebak di berbagai daerah, hama ulat bulu juga dilaporkan berbiak di Cirebon, Jawa Barat. “Wabah ulat bulu merambah ke desa kami, Desa Kalibaru blok Pegebangan, Kecamatan Tengah Tani, Cirebon. Ada ratusan,” kata warga setempat, Triatmi, pada detikcom, Selasa (19/4/2011).

Gambar: muhtayat.co.cc
Serangan Ulat Bulu di Jatim Patut Diwaspadai Hingga Agustus
Daerah yang diserang ulat bulu di Jawa Timur telah meluas. Perkembangbiakan ulat tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga empat bulan ke depan karena kondisi iklim yang mendukungnya. “Kita terus melakukan penelitian dan penyemprotan desinfektan di wilayah Jatim,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Wibowo Eko Putro saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (12/4/2011).
Eko memperkirakan, serangan ulat bulu di sejumlah daerah itu akan terus berlangsung hingga 4 bulan ke depan atau hingga Agustus 2011. Menurutnya, perkiraan tersebut disebabkan masih tingginya kelembaban suhu akibat hujan yang masih terus berlangsung.
BANJIR BANDANG DI ACEH TENGGARA
Semadam Disapu Banjir Bandang* Ribuan Warga Mengungsi, Dua Hilang.
KUTACANE – Sejumlah desa di Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), tadi malam disapu banjir bandang yang menerjang dari pegunungan. Air bercampur lumpur, batu, dan kayu memporak-porandakan setidaknya empat desa, yaitu Lawe Beringin Gayo, Lawe Mejile, Simpang Semadam, dan Semadam Awal. Ribuan warga mengungsi, dua di antaranya dilaporkan hilang.
Desa-desa yang diterjang banjir bandang itu berada di lereng pegunungan dan aliran sungai. Hujan deras yang turun sejak sore kemarin menyebabkan sungai meluap karena tak mampu menampung air bah dari gunung. Luapan itu tanpa ampun menerjang permukiman yang bersisian dengan jalan nasional Kutacane-Medan. Yang tertimbun lumpur, kayu, dan bongkah-bongkah batu bukan hanya permukiman tetapi juga jalan nasional tersebut.
Banjir Bandang di Wasior, Belasan Tewas
sumber JPNN.com
MANOKWARI- Ibukota Kabupaten Teluk Wondama, Wasior hancur luluh lantah diterjang banjir bandang sekitar pukul 08.30 WIT, Senin (4/10). Dikabarkan, sedikitnya 11 orang meninggal dunia serta ratusan bangunan seperti rumah warga, Mapolres, hotel, hantor Pemerintahan, Puskemas serta gedung sekolah hancur tersapu air yang bercampur lumpur, batu dan kayu.
Bupati Teluk Wondama,Drs Albert Torey,MM kepada wartawan di Bandara Rendani menyatakan,musibah banjir bandang ini telah menghancurkan Wasior. Belasan orang meninggal dunia. ‘’Ada banyak korban. Tak terhitung berapa rumah warga,kantor pemerintah yang ikut hancur,’’ ujarnya saat berangkat ke Wasior dengan menggunakan helikopter kemarin.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Decky Ampnir mengungkapkan, banjir bandang terjadi setelah kota Wasior sejak Minggu sore (3/10) lalu hingga dini hari kemarin diguyur hujan deras. Kondisi ini mengakibatkan 3 kali besar di Wasior yakni Kali Sanduai, Kali Anggris dan Kali Manggurai meluap.
Continue reading
Wasior Banjir, Puluhan Rumah Hanyut
JAYAPURA, KOMPAS.com — Puluhan rumah hanyut dan beberapa keluarga kehilangan sanak-saudaranya akibat banjir bandang yang terjadi di Wasior, ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Senin (4/10/2010) pagi. Warga hingga kini mengungsi ke tempat-tempat tinggi di perbukitan karena air dilaporkan telah naik hingga lebih dari dua meter.
Kepala Bagian Humas Pemkab Teluk Wondama, Titi Ningsih Wizer, Senin siang, mengatakan, semalaman Wasior dilanda hujan. Saat subuh, tiba-tiba air dari gunung turun dengan deras dan membanjiri sungai-sungai. Karena tak mampu menampung aliran, air meluap hingga ke permukiman dan pasar. “Rumah-rumah dari kayu hancur dan hanyut. Kami sekarang sedang mengungsi di tempat tinggi bersama ratusan warga lain. Banyak keluarga kehilangan anak-anaknya ini,” ucapnya.
Ia mengatakan, jalan yang menghubungkan antardistrik/kecamatan telah jebol sehingga tak bisa dilewati. Namun, belum tahu secara rinci berapa kerugian material dan korban jiwa karena dirinya masih mengungsi. Ia hanya mengharapkan Pemprov Papua Barat dan dari Jakarta segera turun tangan menangani banjir di Wasior.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Wachyono mengaku masih sulit mengumpulkan informasi dari Polres Teluk Wondama. “Semua saya hubungi tidak bisa. Mungkin gangguan akibat banjir ini,” ucapnya.
Banda Aceh Di guncang gempa 5.1 SR

Banda Aceh di guncang gempa 5.1 SR pada pukul 18.23.27 WIB. lokasi gempa berada pada 5.07 LU – 94.35 BT pada kedalaman 83 Km dan tidak berpotensi tsunami
Pusat gempa berada pada 120 km BaratDaya BANDAACEH-NAD , 141 km BaratDaya SABANG-NAD , 182 km BaratDaya SIGLI-NAD , 222 km BaratLaut MEULABOH-NAD , 1866 km BaratLaut JAKARTA-INDONESIA.
Sumber BMKG
Sering Gempa, Gunung Merapi Waspada

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Status aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.965 mdpl) di perbatasan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dinaikkan menjadi waspada, Kamis (23/9/2010). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menaikkan status Merapi dari aktif normal menjadi waspada, karena gempa multi phase (MP) atau gempa permukaan maupun gempa vulkanik menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Sejak 12 September 2010 data kegempaan Gunung Merapi menunjukkan peningkatan yang signifikan untuk gempa MP maupun gempa vulkanik,” kata Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Yogyakarta Sri Sumarti.
Kemudian, kata dia, pada 20 September 2010 dilakukan evaluasi data dan resume, yang ternyata memang meningkat signifikan, sehingga pihaknya mengambil langkah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Merapi dari aktif normal menjadi waspada.
Sinabung dan Manajemen Bencana
Gunung Sinabung yang kegiatannya meningkat beberapa hari terakhir walhasil meletus pada Sabtu, 28 Agustus, malam.
Fakta yang menarik adalah bahwa sampai beberapa jam sebelum gunung meletus, lembaga yang berwenang mengeluarkan status suatu gunung api bersikukuh bahwa kegiatan Sinabung tidak berbahaya. Berdasarkan informasi ini, otoritas lokal memutuskan tak mengeluarkan perintah mengungsi kepada penduduk yang tinggal di sekitar Sinabung.
Namun, beberapa jam berikutnya, kegiatan gunung api ini meningkat pesat hingga akhirnya meletus pada Sabtu malam. Untungnya, otoritas lokal dibantu sukarelawan berinisiatif mengungsikan warga. Beberapa jam kemudian, staf ahli presiden bidang bencana mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah mengakui telah salah prediksi dalam krisis Sinabung ini.
Gunung Sinabung adalah gunung api—istilah bahasa Indonesia baku untuk volcano—yang terletak di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Menurut sebuh situs di internet, gunung api dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut itu masih tergolong stratovulkano. Contoh stratovulkano lain ialah Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Masih menurut situs yang sama, walau tak ada catatan sejarah mengenai letusan gunung ini, pada 1912 diketahui ada kegiatan solfatara di puncak dan lereng sekitar puncak Sinabung. Artinya, Gunung Sinabung sebenarnya hanya tidur panjang sembari mengumpulkan tenaga buat kegiatan seperti saat ini.