Daftar Wilayah di Jakarta yang Terendam Banjir, Ketinggian Capai 70 cm

JAKARTA, KOMPAS.com – Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Selasa (18/2/2022) pagi menyebabkan munculnya genangan atau banjir di sejumlah titik pada Selasa sore. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, setidaknya ada 19 lokasi di ibu kota yang tergenang.

Berikut rangkumannya berdasarkan pantauan reporter kompas.com di lapangan dan sejumlah sumber lain.

Banjir Rendam Jalan Samping Monas

Di Jakarta Pusat, banjir terjadi di Jalan Medan Merdeka Timur. Ruas jalan tersebut terpantau terendam banjir setinggi sekitar 30 sentimeter.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, banjir tersebut menggenangi jalan sekitar Pintu Timur Stasiun Gambir yang terletak persis di samping Monas.

Terlihat sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil memaksa melewati banjir. Hingga pukul 13.59 WIB, terpantau air belum surut.

Akibatnya, terjadi kepadatan lalu lintas di sekitar wilayah Monas dan Stasiun Gambir tersebut. Kemacetan terjadi di jalan dari arah Tugu Tani menuju Medan Merdeka Utara.

Banjir di Depan PN Jakarta Pusat

Jalan Bungur Raya di Jakarta Pusat juga terendam banjir setinggi 20 sentimeter.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 15.14 WIB, Satlantas Jakarta Pusat berkoordinasi dengan petugas penanggulangan kebakaran dan penyelamatan Jakarta untuk menyedot air banjir di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Volume air sudah mulai surut, tetapi masih terdapat genangan di sana. Jalur menuju Jalan Galur Raya yang sempat ditutup sementara oleh Satlantas Jakarta Pusat, kini telah bisa dilalui oleh pengendara roda dua maupun roda empat.

Arus lalu lintas di jalan tersebut terpantau ramai dan sedikit tersendat.

Banjir di Jalan Ahmad Yani

Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, juga terendam banjir setinggi sekitar 50 sentimeter, Selasa sore.

Pantauan di lokasi, banjir menggenangi ruas jalan di samping Waduk Pulomas, arah Tanjung Priok menuju Cawang, atau di dekat gerbang pintu tol Cempaka Putih.

Banjir terjadi karena aliran Kali Sunter yang berada di samping jalan meluap usai hujan deras melanda wilayah tersebut.

Akibat dari genangan tersebut, kendaraan yang hendak menuju Cawang dialihkan ke jalur bus atau busway. Beberapa kendaraan juga terlihat mogok akibat banjir tersebut.

Banjir di Jalan Letjen Suprapto

Banjir setinggi 60-70 sentimeter menggenang di jalur lambat Jalan Letjend R Suprapto arah menuju Simpang Lima Senen.

Hal ini diketahui berdasarkan keterangan akun Twitter @TMCPoldaMetro pukul 14.37 WIB.

Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat mengalihkan lalu lintas sementara untuk melewati lajur cepat dan lajur busway di sekitar jalan tersebut.

Banjir di WIlayah Jakarta Utara

Sejumlah wilayah di Jakarta Utara terendam banjir setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, beberapa lokasi yang mengalami banjir di antaranya Sunter dan Muara Angke.

Di Sunter, tepatnya di Jalan Gaya Motor II, banjir menyebabkan menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas. Kemudian, banjir juga terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Kwik Kian Gie School.

Selain itu, banjir terjadi di daerah Pademangan, Pluit, Marunda, dan Kelapa Gading.

Keren! Pemerintah Jepang Lakukan Hal Ini untuk Hadapi Bencana Alam Seperti Gempa Bumi dan Tsunami

JURNAL SOREANG – Untuk mengurangi dampak kerusakan akibat bencana alam, Pemerintah Jepang berikan panduan luas tentang cara bertahan hidup saat terjadi gempa bumi atau tsunami.

Seperti yang diketahui, Jepang merupakan negara yang rentan akan bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi.

Jepang juga sudah membangun sistem darurat ketika bencana besar seperti gempa bumi dan tsunami yang bisa terjadi di posko pengungsian.

Lalu setiap warga Jepang menyiapkan ransel darurat untuk menyiapkan hal-hal penting seperti lampu senter, obat-obatan, makanan, selimut dan lainnya untuk bertahan hidup.

Bagi orang yang tinggal di Jepang, bencana alam gempa bumi kecil seakan-akan sudah menjadi teman sehari-sehari.

Untuk meminimalisasi kerusakan akibat gempa, Jepang mengambil langkah untuk mempersiapkan diri sebelum gempa bumi terjadi.

Pemerintah Jepang menetapkan kebijakan untuk setiap bangunan harus memenuhi dua syarat.

selengkapnya https://jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com/

Mengenal PSC 119, Layanan Kilat Tanggap Darurat Kesehatan dan Bencana di Bonebol

Liputan6.com, Gorontalo – Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) kini memiliki Public Safety Center (PSC) 119 yang memberikan layanan cepat kesehatan untuk masyarakat secara gratis. Mulai dari ruang perawatan, ruang service center, hingga mobil operasional ambulans.

PSC 119 Bonebol merupakan PSC kedua di Provinsi Gorontalo, yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bonebol dan sudah digunakan mulai Jumat (14/1/2022).

Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengungkapkan, dibangunnya PSC 119 ini merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk menghadirkan layanan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Tidak hanya layanan kesehatan, inovasi ini juga bisa digunakan saat ketika terjadi bencana alam di daerah tersebut. Layanan inilah yang kemudian dengan cepat melayani warga yang membutuhkan.

“Misalnya ada masyarakat yang terkena serangan jantung, dan masyarakat awam yang tidak memiliki pengetahuan dasar, maka mereka bisa menghubungi PSC 119,” kata Hamim.

“Tidak hanya layanan kesehatan cepat, ini juga bisa memitigasi korban ketika dalam keadaan darurat, misalkan terjadi bencana alam secara tiba-tiba,” tuturnya.

Jangkau Pelosok

Dengan layanan ini kata Hamim, bahwa masyarakat bakal dipandu langsung oleh petugas sebelum mereka mendapatkan pertolongan. Namun hal ini masih akan disosialisasikan di masyarakat hingga tingkatan dusun.

“Di tengah pandemi Covid-19, mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat. Terutama bagi warga miskin yang tidak punya biaya transportasi ke rumah sakit,” jelas Hamim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, Dr. Meyrin Kadir mengaku jika layanan PSC 199 ini bisa menjangkau masyarakat hingga sampai pelosok.

“Dengan adanya PSC ini kami berharap semua masyarakat yang jauh berada di pelosok akan terlayani dengan cepat. Kiranya ini akan beroperasi 1 kali 24 jam,” ia menandaskan.

Banjir di Cirebon Rendam 138 Rumah di Dua Kecamatan

Jakarta, CNN Indonesia — Banjir merendam empat desa di dua kecamatan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. 138 rumah warga terdampak akibat banjir pada Kamis (6/1).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi. Kemudian, derasnya hujan memicu debit air Sungai Temyang dan Sungai Pulaseran meluap. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya tanggul.

“Empat desa terdampak yaitu di Desa Marikangen dan Kebarepan yang berada di Kecamatan Plumbon, sedangkan Desa Kasugengan Lor dan Warugede di Kecamatan Depok,” kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/1).

Abdul menambahkan, berdasarkan data BPBD Kabupaten Cirebon, 148 kepala keluarga (KK) atau 459 jiwa terdampak. Data sementara, tujuh warga mengungsi, dua di antaranya balita.

Selain merendam 138 rumah warga, banjir juga merendam satu mushola, satu rumah rusak ringan, satu rumah rusak sedang. Sedangkan infrastruktur berupa dua titik tanggul di Sungai Temayang dan Pulaseran jebol.

“BPBD bersama TNI, Polisi, pemerintah desa dan kecamatan telah merespons kondisi banjir di wilayah terdampak. Tim gabungan bersiaga selama musim hujan yang berada pada puncak musimnya di bulan ini hingga Februari,” jelasnya.

Merespons bencana di dua kecamatan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap banjir susulan. Prakiraan cuaca harian di dua kecamatan pada hari ini (8/1) dan esok (9/1) masih berpeluang hujan ringan hingga sedang.

Di sisi lain, sudah ada tanggul yang jebol di dua titik. Sementara itu, Kecamatan Plumbon dan Depok, pada lusa (10/1), wilayahnya berpotensi hujan lebat pada siang hari.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Cirebon memiliki 39 kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Dua kecamatan terdampak, Plumbon dan Depok, termasuk dalam kecamatan dengan potensi tersebut.

“BNPB mengimbau seluruh pihak untuk melakukan kesiapsiagaan mengantisipasi dampak buruk pada puncak musim hujan. Berbagai upaya dapat dilakukan, baik pemerintah daerah dan masyarakat, seperti pengecekan dan perbaikan tanggul, persiapan tempat evakuasi sementara, atau pun persiapan tas siaga bencana di setiap keluarga,” pungkasnya.

Pekan Depan Curah Hujan Meningkat, Berpotensi Banjir dan Tanah Longsor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi curah hujan dalam sepekan, mulai 9-15 Januari. BMKG juga memperkirakan intensitas hujan sedang hingga lebat akan terjadi di sebagian wilayah Indonesia.

Dilansir dari Antara, menyusul adanya potensi hujan lebat, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

“Terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, seperti dikutip dari Antara.

Potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

Kemudian berpotensi pula di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Guswanto mengatakan BMKG tengah memonitor perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini mengindikasikan adanya potensi peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Menurut hasil analisis perkembangan musim hujan hingga Desember 2022 menunjukkan bahwa 96,8% wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan.
Periode puncak musim hujan diprediksikan umumnya terjadi pada periode Januari 2022.

Kemudian di Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sukawesu Tenggara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara.

Selain itu masyarakat diharap waspada dengan potensi peningkatan angin kencang di Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu dari hasil analisis dinamika atmosfer, diidentifikasi adanya potensi sirkulasi siklonik di selatan Jawa dan Australia bagian utara.

Kondisi tersebut dapat membentuk pola pertemuan massa udara dan belokan angin di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

 Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan fenomena angin kencang kembali mengakibatkan sejumlah kerusakandi Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu (8/1), pukul 16.00 waktu setempat.

Peristiwa yang berlangsung bersamaan dengan hujan lebat ini berdampak di dua desa, yaitu Desa Raja dan Lengkong, Kecamatan Bua.

Angin kencang mengakibatkan sejumlah kerusakan rumah warga, dengan rincian rumah rusak berat 14 unit dan rusak ringan 16 unit. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu menyebutkan tidak ada korban jiwa atau luka-luka akibat peristiwa ini.

Selain itu, sebanyak 120 jiwa mengungsi ke tempat kerabat terdekat.

BNPB juga melaporkan sebanyak 28 Rumah warga di Purwakarta, Jawa Barat, rusak diterjang angin kencang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta pada hari ini, Sabtu (8/1), mencatat wilayah rumah rusak berat 3 unit dan rusak ringan 25 unit, sedangkan masjid rusak ringan 1 unit.

Angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik hingga mengganggu akses di jalan Industri Maracang.

2.886 Jiwa Terdampak Banjir di Malinau Kalimantan Utara

JAKARTA – Banjir yang menerjang Kabupaten Malinau Kalimantan Utara dini hari tadi, Minggu 9 Januari 2022, sekira pukul 02.00 Wita, diakibatkan hujan lebat mengguyur kawasan ini yang menyebabkan debit air Sungai Malinau, Sungai Mentarang dan anak Sungai Bengalun meluap.

“BPBD Kabupaten Malinau mencatat sekitar 2.886 jiwa terdampak namun tidak ada pengungsian akibat kejadian ini,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (9/1/2022).

Sementara itu, dari pantauan pada malam ini sekira pukul 18.00 Wita, banjir mulai surut, sedangkan cuaca sore tadi masih mendung. Selain itu, sebanyak 571 unit rumah warga dan 1 fasilitas pendidikan terdampak banjir.

Wilayah yang terdampak banjir berada di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Desa Malinau Kota, Seluwing dan Pelita Kanaan di Kecamatan Malinau Kota, Desa Sempayang dan Sesua di Kecamatan Malinau Barat, serta Desa Pulau Sapi di Kecamatan Mentarang.

Melihat banjir yang telah surut di dua provinsi tersebut, BNPB tetap mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Prakiraan cuaca pada esok hari (10/1) di tiga kecamatan terdampak masih berpotensi hujan ringan hingga hujan petir. Sedangkan di tiga kecamatan di Kabupaten Malinau berpeluang cerah hingga cerah berawan.

Namun demikian, semua pihak diharapkan untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang pada puncak musim hujan di bulan ini hingga Februari nanti.

Banjir Dominasi Kejadian Bencana di Awal 2022

TEMPO.CO, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 68 kejadian bencana alam pada pekan pertama 2022 atau pada periode 1-8 Januari. Kejadian bencana alam yang terjadi akibat faktor hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, serta gelombang pasang.

Banjir menjadi bencana yang sering terjadi. Tercatat 38 banjir terjadi sepanjang periode 1-8 Januari 2022. Kemudian cuaca ekstrem sebanyak 16 kali, tanah longsor 12 kali, kebakaran hutan dan lahan serta gelombang pasang masing-masing satu kali.

Dari seluruh bencana alam itu mengakibatkan tujuh orang meninggal, 15 luka-luka, dan 140.620 orang mengungsi.

Selain itu, sebanyak 528 rumah rusak yang terdiri dari 46 rusak berat, 72 rusak sedang, dan 410 rusak ringan. Bencana yang terjadi juga membuat tiga fasilitas pendidikan rusak, enam tempat peribadatan rusak, dan satu fasilitas kesehatan rusak.

Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto mengajak semua pihak untuk meningkatkan resiliensi Indonesia dalam menghadapi bencana alam maupun nonalam. “Mari kita bersama-sama bergerak untuk meningkatkan resiliensi Indonesia menghadapi bencana alam dan nonalam,” ujarnya.

Tangani Banjir Papua, Kementerian PUPR Kaji Opsi Normalisasi Sungai

JAKARTA, KOMPAS.com – Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah distrik di Kota Jayapura dan sekitarnya, seperti Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram, dan Muara Tami.

Kementerian PUPR telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat pasca banjir dan tanah longsor di Kota Jayapura, Papua yg terjadi sejak Kamis (6/1/2021) malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Selain menurunkan alat berat, Kementerian PUPR juga mengkaji kemungkinan untuk melakukan normalisasi sungai.

Terdapat tiga sungai yang rencananya akan dinormalisasi yakni Sungai Siborgonyi sepanjang 1,9 kilometer, Acai sepanjang 1,6 kilometer dan Makanoay sepanjang 660 meter.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja dalam keterangannya, Minggu (9/1/2022).

“Berdasarkan hasil evaluasi Tim PUPR di lapangan, salah satu penyebab banjir adalah terjadinya sedimentasi sungai dan penyumbatan sampah pada Daerah Aliran Sungai,” ujarnya. 

Adanya sedimentasi sungai serta penyumbatan sampah tersebut berdampak buruk ketika hujan deras karena menyebabkan sungai meluap.

Saat ini, jumlah alat yang dikerahkan oleh balai-balai di Jayapura sebanyak 12 unit Dump Truck, 3 excavator mini, 2 excavator besar.

“Kami juga mendapatkan bantuan tambahan alat berat dari Kepolisian sebanyak 3 unit excavator besar dan 1 loader, serta 2 Dump Truck dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura,” kata Endra.

Normalisasi sungai adalah bagian dari penanganan bencana banjir jangka pendek yang akan dilakukan oleh Kementerian PUPR.

Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan penanganan pembersihan beberapa ruas jalan yang terdampak banjir.

Terdapat empat ruas jalan nasional yang terdampak yaitu Jl.Kelapa Dua , Abepura ruas Bts. Kota Jayapura/Kabupaten Keerom, ruas Jayapura-Sentani, dan Jalan Raya Abepura (Abepura).

“Saat ini semua ruas tersebut sudah dilakukan pembersihan dengan alat berat dan sudah dapat dilalui kendaraan dengan lancar,” imbuh Endra.

Untuk penanganan jangka panjang, Kementerian PUPR merencanakan akan membangun sejumlah infrastruktur untuk konservasi air dan pengendalian banjir.

Di antaranya pembangunan kolam retensi di Kawasan Organda Baru, pembangunan parapet di Sungai Acay dan Sungai Siborgonyi, serta pembangunan Checkdam di hulu Sungai Makanoay.

Bencana banjir ini tak hanya merendam ratusan rumah penduduk dan fasilitas umum, namun juga menelan 8 korban jiwa.

Pada Jumat (7/1/2021), sebanyak 7 orang meninggal karena tertimbun longsor di Kota Jayapura. Sementara itu 1 korban meninggal lainnya diduga karena tenggelam di lokasi banjir.

Sudah 5 Orang Meninggal karena Banjir, Jumlah Pengungsi Terus Bertambah

LHOKSUKON – Korban meninggal dunia akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur kembali bertambah.

Selasa (4/12/2022) pagi kemarin, warga menemukan sesosok mayat perempuan mengapung di Krueng Peutoe, kawasan Desa Paya Beurandang, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. 

Mayat yang kemudian teridentifikasi bernama Hamidah (65), janda lanjut usia (lansia) asal Desa Paya Lueng Jalo, Kecamatan Pirak Timu ini ditemukan dalam kondisi tertelungkup.

Diperkirakan, Hamidah sudah tenggelam sejak dua hari lalu.

Suasana banjir di Keude Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (3/1/2022). Sejumlah mobil barang bukti di halaman belakang Mapolsek Lhoksukon ikut terendam
Suasana banjir di Keude Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (3/1/2022). Sejumlah mobil barang bukti di halaman belakang Mapolsek Lhoksukon ikut terendam (ANTARA/RAHMAD)

Hamidah merupakan korban kelima dalam bencana banjir yang merendam kawasan Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur awal tahun 2022 ini.

Sebelumnya, empat bocah meninggal dunia.

Dua di Aceh Utara, yaitu TM Andika (12) dan Rafa Alfaris, dan dua lainnya di Aceh Timur, Fajri (9) dan M Fikri Rehan (14).

Informasi yang diperoleh Serambi, pada Minggu (2/1/2022), korban diantar oleh anaknya dengan sepeda motor dari Desa Ulee Blang ke Desa Paya Lueng Jalo.

Namun, saat melewati kebun kelapa sawit sebelum sampai ke rumahnya di Desa Paya Lueng Jalo, korban melihat ternaknya berada di dalam kebun sawit tersebut.

selengkapnya : 

Pengamat: Banjir akibat Alih Fungsi Hutan yang Sangat Tinggi

BANDA ACEH – Pengamat Hukum Lingkungan Hidup dan Sosial Aceh, M Nur, mengatakan banjir di Aceh Utara dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini akibat alih fungsi hutan yang sangat tinggi, seperti di Kecamatan Cot Girek dan Langkahan yang berada di Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Keureto dan Krueng Jambo Aye.

Keadaan ini juga diperparah dengan hadirnya replanting sawit seluas 8.682,5 hektare, sementara di tahun 2019 tanaman sawit di Aceh Utara yang diremajakan mencapai 3.080 hektare, sedangkan HGU mencapai 240.812 hektare.

Itu artinya kerusakan lahan dan hutan Aceh Utara sangat tinggi atas nama ekonomi, sekalipun rakyat Aceh Utara masih banyak warganya miskin, ditambah derita akibat bencana ekologis tiap saat tak menentu.

”Perlu segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemegang konsensi, baik itu HTI, HGU dan agenda Replanting sawit yang tak terkendali, minta semua pelaku bisnis bertanggung jawab terhadap keadaan yang merugikan rakyat Aceh Utara,” ujar M Nur mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh dalam rilisnya, Senin (3/1/2021).

M Nur menambahkan praktik ilegal loging di Aceh Uara maupun Bener Meriah dan sekitarnya dengan luas rata-rata 1.000 hektare lebih terjadi 5 tahun terakhir ini.

Itu artinya rusaknya hutan di Kabupaten Bener Meriah akan berkontribusi pada tingginya bencana ekologis di Aceh Utara dan Bireuen sebagai wilayah rendah/ pesisir.

Bukan hanya itu, kata M Nur, luas galian C dan jenis pertambangan lainnya yang tersebar di Aceh Utara baik itu di sungai maupun di daratan tentu berkontribusi pada tinggi bencana ekologis saat musim hujan maupun kering nanti.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Ahmad Shalihin, mengatakan, bencana banjir di Aceh Utara disebabkan oleh kerusakan hutan akibat perambahan, alih fungsi hutan, perkebunan sawit dan ilegal loging di Hulu Sungai Krueng Keureuto, Geureudong Pase, Permata dan Mesidah Bener Meriah.

Selain itu, aktivitas penebangan liar marak terjadi di sekitar air terjun tujuh Bidadari.

Menurut dia, kegiatan ilegal loging sudah lama terjadi.

“Kami memiliki dokumen foto-fotonya,” ujar Ahmad Shalihin. (as)

sumber: https://aceh.tribunnews.com/2022/01/05/pengamat-banjir-akibat-alih-fungsi-hutan-yang-sangat-tinggi