Gempa 6,7 SR Goyang Papua Nugini

Port Moresby, Gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) menggoyang wilayah Papua Nugini. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berarti akibat gempa ini.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau US Geological Survey (USGS) mencatat, gempa ini terjadi sekitar 62 km dari wilayah Goroka yang ada di sebelah timur dan sekitar 324 km dari Port Moresby, ibukota Papua Nugini. Pusat gempa berada di kedalaman 105 km.

“Gempa yang terjadi pada kedalaman lebih dari 100 km tidak akan menimbulkan kerusakan apapun. Tidak ada drama,” ujar ahli gempa dari GeoScience, Dan Jack, seperti dilansir oleh AFP, Kamis (22/3/2012).

Continue reading

Gempa Rusak 800 Rumah

GEMPA berkuatan 7,4 pada skala Richter (SR) mengguncang Meksiko, kemarin. Badan Geologi Amerika Serikat melaporkan pusat gempa tersebut berada di kedalaman 19 km dan berada antara Acapulco dan kota koloni Oaxaca.

Guncangan gempa telah merobohkan 60 rumah yang terletak tak jauh dari pusat gempa. Tak hanya itu, sebanyak 800 rumah lainnya dilaporkan turut rusak. Gempa juga mengguncang Oaxaca, tempat berlibur putri sulung Presiden Barack Obama, Malia, 13, bersama teman-teman sekolahnya.

“Malia aman dan tidak dalam bahaya,” kata Kristina Schake, juru bicara untuk Ibu Negara Michelle Obama. Harian Reforma memberitakan Malia tengah berwisata ke pusat sejarah dan peninggalan arkeologi Milta.

Banyak warga Meksiko merasakan getaran kuat. Sebagian warga mengatakan guncangan kuat terasa seperti gempa sebelumnya. Pegawai Starbuck Laura Huescas, 23, mengatakan kepanikan warga membuatnya takut. “Beberapa orang berhamburan dan meninggalkan gedung,” kata Huescas.

Kementerian Dalam Negeri Meksiko menjelaskan belum ada laporan kerusakan berat di Mexico City. Namun, gempa telah menyebabkan aliran listrik dan jaringan telepon terputus serta sebuah jembatan penyeberangan ambruk menimpa bus kecil.

Pejabat Mexico City memutuskan penutupan jalur kota yang padat. Aktivitas Bandara Internasional Benito Juarez juga sempat terhenti beberapa saat.

Namun, Wali Kota Marcelo Ebrard mengatakan kerusakan yang terjadi tidak seperti kejadian gempa pada 1985. Saat itu, gempa menelan korban meninggal sampai 10 ribu orang dan banyak warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sejak kejadian gempa dahsyat 1985, pejabat Meksiko memperketat pembangunan gedung. Upaya lain yaitu penghapusan tindak korupsi dalam pembangunan gedung. Pasalnya, salah satu penyebab banyaknya jumlah korban tewas akibat gempa saat itu ialah rapuhnya konstruksi gedung-gedung. (Reuters/IF/I-3)

Gempa di Laut Sulawesi Utara

VIVAnews – Belum usai kepanikan karena cuaca ekstrem, pagi ini warga Sulawesi Utara panik kembali dengan sebuah gempa. Gempa ini diketahui berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR), terjadi pada Kamis 22 Maret 2012 pukul 07.21 WIB.

Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, lokasi gempa terjadi pada koordinat 3,30 Lintang Utara (LU) 126,07 bujur timur (BT) atau 66 kilometer tenggara Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa yang juga dirasakan sampai ke Kota Bitung, Sulawesi Utara itu, menurut BMKG, tidak berpotensi tsunami.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Jeffry Wowoling, kepada VIVAnews.com hari ini mengatakan, tim BPBD Kota Bitung selalu siap siaga jika akan terjadi bencana. “Diketahui, Kota Bitung memang rawan dari intaian tsunami, tak luput juga dengan adanya longsor dan banjir,” kata Jeffry.

“Untuk itu BPBD Bitung hingga kini melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana mengantisipasi jika terjadi bencana, dan setiap jam ada tim yang bergerak beroperasi mengecek di lokasi-lokasi rawan longsor dan banjir,” ujarnya.

Jeffri juga mengimbau agar warga tetap tenang dan jangan panik dengan peristiwa-peristiwa alam, “akan tetapi semua tetap waspada.” (adi).

Korban Puting Beliung Mengungsi karena Isu Tsunami

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Hingga Selasa (20/3/2012) malam, puluhan keluarga di Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memilih terus mengungsi ke dataran tinggi gara-gara isu tsunami yang beredar menyusul serangan angin puting beliung yang melanda daerah itu.

Arus pengungsian itu dimulai Senin (19/3/2012) malam. Warga meninggalkan rumah dan harta benda masing-masing ke Desa Kuajang yang letaknya lebih tinggi, karena merasa khawatir akan datangnya angin puting beliung susulan.

Kekhawatiran itu makin besar setelah beredar isu gelombang tsunami yang beredar melalui layanan pesan singkat (SMS) dan dari mulut ke mulut. Dalam SMS itu disebutkan akan terjadi tsunami di wilayah pesisir pantai Polewali Mandar. SMS itu meresahkan warga meskipun sebelumnya tidak ada gempa bumi di wilayah itu.

“Kita takut Pak jangan-jangan betul terjadi tsunami seperti di sms,”ujar Nurliah, salah satu warga yang mengungsi.

Untuk mengantisipasi semakin banyaknya warga yang mengungsi, jajaran Kepolisian Resor Polewali Mandar bersama bersama aparat desa setempat mengimbau warga agar kembali ke rumah masing-masing dan tidak panik karena isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

“Kami telah mengimbau warga agar kembali ke rumah masing-masing karena ini hanya kisu menyesatkan,”ujar Samsuddin, kepala desa Tonyaman.

Sebagian warga tadi malam memang akhirnya pulang, namun masih banyak yang memilih tinggal di tempat mengungsi dan enggan pulang. Hingga saat ini puluhan kepala keluarga masih mengungsi di sejumlah rumah penduduk yang terletak didataran tinggi di desa kuajang.

Sejumlah warga mengaku baru akan kembali ke rumah jika Rabu (2/3/2012) ini tidak terbukti ada tsunami seperti isu yang beredar. Jajaran Polres Polewali Mandar sendiri masih menyelidiki sumber isu tsunami yang meresahkan warga itu.

Bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Polewali Mandar pada Senin malam sendiri mengakibatkan 125 rumah warga rusak dan belasan rumah lainnya ambruk dan rata dengan tanah. Hingga saat ini sejumlah korban puting beliung yang kehilangan tempat tinggal masih tinggal di rumah tetangga atau sanak famili

Puting Beliung di Jambi 61 Rumah Roboh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bencana puting beliung kembali melanda beberapa wilayah di Indonesia. Selasa (20/3/2012) pukul 17.30 WIB, puting beliung melanda Kabupaten Batanghari, Jambi.

“Tujuh orang luka berat, 17 orang luka ringan, dan 61 rumah roboh,” kata Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (21/3/2012) pagi.

Sutopo menuturkan, pendataan detil masih dilakukan di lapangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari telah menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi untuk penanganan darurat.

Kondisi medan yang sulit ke lokasi dan masih tingginya muka air Sungai Batanghari menyulitkan tim menuju ke lokasi bencana. Listrik di lokasi bencana padam hingga saat ini.

Warga yang terkena dampak bencana sementara mengungsi di balai desa, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada. Logistik dan peralatan bantuan BNPB yang ada di BPBD provinsi dan kabupaten dikerahkan untuk memberikan bantuan korban.

Gempa 7,6 SR Guncang Mexico

Metrotvnews.com, Mexico City: Gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter melanda Mexico. Warga panik saat merasakan gempa yang pusatnya berada pada titik 25 kilometer di timur Ometepec, Guerrero, dan mendekati kawasan pantai pasifik Acapulco.

Warga berhamburan saat gempa mengguncang rumah dan gedung. Namun Presiden Felipe Calderon meminta warga tak perlu khawatir. Pemerintah, katanya, belum mendapat laporan kerusakan dan pemadaman listrik akibat guncangan itu. Korban jiwa pun tak ada.

Sementara itu, otoritas setempat mengatakan gempa tak akan berakibat tsunami secara luas. Namun, tsunami lokal kemungkinan besar akan terjadi.(RRN).

Gempa 6,3 SR Getarkan Papua

JAKARTA, suaramerdeka.com – Gempa berkekuatan 6,3 pada skala Richter (SR) mengguncang Papua, Rabu (21/3). Gempa di tenggara Yalimo, Papua, itu terjadi sekitar pukul 00.56 WIB atau 02.56 WIT.

Situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melaporkan, pusat gempa berada di kedalaman 89 kilometer, 95 kilometer tenggara Yalimo, Papua.

Meski berkekuatan gempa tergolong besar, namun BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Belum diketahui adanya kerusakan atau jatuhnya korban jiwa akibat guncangan gempa.

BNPB akan bangun puslat bencana di Sentul

Sukabumi (ANTARA News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun Pusat Kawasan Penanggulangan Bencana Indonesia di daerah Sentul, Jawa Barat, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho di Sukabumi, Kamis.

“Jadi Indonesia Disaster Relief Ground itu dibangun di satu komplek dengan pusat pelatihan perdamaian dunia dimana di dalamnya ada kelas, asrama, tempat latihan lapangan dan pusat pengendalian operasi serta gudang,” kata dia seusai Seminar Peningkatan Kapasitas Wartawan dalam Penanggulangan Bencana.

BNPB dalam pengajaran penanggulangan bencana berencana menggunakan kurikulum standar internasional. Penyusunan kurikulum tersebut menurut BNPB telah dikaji dari kurikulum penanggulangan bencana di beberapa negara seperti Turki dan Singapura.

Continue reading

Belasan Rumah Roboh diterjang Angin Puting Beliung

puting-beliung

SITUBONDO, KOMPAS.com – Puluhan rumah yang tersebar di Desa Balung, Rajekwesi, dan Kendit, Kecamatan Kendit, Situbondo, Jawa Timur, rusak usai diterjang angin puting beliung yang berhembus sangat kencang, Kamis (15/3/2012).

Puluhan rumah rusak, enam rumah rusak berat, dua ekor sapi mati, dan seorang warga mengalami patah hidung. Beruntung saat kejadian, warga banyak lari berhamburan ke luar rumah menyelamatkan diri saat puting beliung menerjang.

Keenam rumah rata dengan tanah setelah ditimpa pohon besar. Seorang warga Desa Rajekwesi hitungnya patah saat bekerja di ladangnya gara-gara tertimpa pohon. Adapun dua ekor sapi milik warga mati akibat tertimpa bangunan kandang.

Continue reading

Dua Nenek Tewas Tertimpa Pohon di Bali

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Jumat (16/3/2012), korban tersebut adalah Ni Nyoman Sideman (55) dan Ni Wayan Puri (82). Mereka meninggal dunia Kamis kemarin.

Ni Nyoman Sideman tertimpa pohon kelapa di Dusun Ugis Kelod, Desa Tribhuana, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Sedangkan Ni Wayan Puri tertimpa pohon durian di Dusun Petak Kaja, Desa Bitera, Kabupaten Gianyar. Kedua korban dapat segera dievakuasi setelah kejadian.

Continue reading