JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) mengeluarkan warning Jakarta akan dikepung banjir besar di penghujung Januari ini. Ancaman banjir besar yang akan terjadi ini, diprediksi bisa mengganggu kinerja pemerintah pusat. Gerakan Indonesia Bersih yang dicanangkan tahun lalu belum membuahkan hasil.
Angin Kencang Tumbangkan Pohon-pohon Besar di Bogor
Metrotvnews.com, Bogor: Angin kencang yang melanda Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/1) petang, mengakibatkan sejumlah pohon di Kebun Raya Bogor bertumbangan. Salah satunya adalah pohon tropis dari Afrika Ritchiea Fragrans yang ditanam pada tahun 1920 atau pada masa kolonial Belanda yang ikutan tumbang.
3 Kecamatan Kab Landak Direndam Banjir
Pontianak Post, NGABANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kemarin mengirimkan bantuan logistik kepada korban banjir di Landak. Kasubbid Logistik BPBD Provinsi Kalbar, Supardi, S.Sos saat ditemui Pontianak Post di Ngabang, Kamis (12/1) mengungkapkan bahwa bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Kalbar. Selain bantuan tersebut, Gubernur Kalbar Cornelis juga melakukan kunjungan langsung ke lapangan mesti tidak lama. “Bantuan ini berasal dari provinsi dan sudah diserahkan kepada BPBD Landak, Kamis kemarin. Kita harapkan bantuan ini bisa segera disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Paket bantuan diantaranya mie instan 55 Dos, minyak goreng 60 liter, sarden 100 kaleng, gula pasir 50 kg, dan selimut 50 lembar. ” ujarnya.
23 Provinsi Rawan Banjir dan Longsor
TEMPO.CO, Bandung – “Ada 23 dari 33 provinsi yang rawan banjir dan tanah longsor,” kata Syamsul Ma’arif di Aula Barat ITB, Bandung, Selasa, 10 Januari 2012. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mewaspadai 23 dari 33 propinsi terkait puncak musim hujan sepanjang Januari-Februari 2012. Ketua BNPB Syamsul Ma’arif mengatakan, hampir seluruh Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua rawan banjir besar dan tanah longsor.
Banjir Karawang Meluas
Pikiran Rakyat, KARAWANG.- Genangan banjir yang melanda wilayah Karawang bagian Tengah dan Utara semakin meluas. Jika sebelumnya genangan air bah hanya melanda tiga kecamatan saja, kini mulai merembet ke tiga kecamatan lainnya.
Dari laporan yang masuk ke Dinas Sosial setempat, genangan banjir telah melanda enam kecamatan yakni Rengasdengklok, Pedes, Kutawaluya, Cilebar, Tirtajaya, dan Cibuaya.”Berdasarkan lapopran masing-masing camat, banjir telah merendam ribuan rumah di Karawang bagian tengah dan utara,” ujar Kepala Seksi bencana Dinas Sosial, Obin Istiaman, Selasa (10/1).
Korban Banjir Denpasar Kesulitan Air Bersih
INILAH.COM, Denpasar -Puluhan warga Banjar Pagutan, Desa Padangsambian, Denpasar Barat, yang menjadi korban banjir sehingga harus menempati balai banjar selama tiga hari, sejak Selasa (10/1) pagi kembali ke rumah masing-masing.
Mereka meninggalkan tempat pengungsian setelah dipastikan air yang merendam rumah warga sudah surut sejak Senin malam.
BMKG Cabut Potensi Tsunami Gempa Aceh
TEMPO.CO, Jakarta -Badan Meteorologi dan Geofisika mengumumkan gempa susulan berskala 5 skala Richter di Aceh dan sekitarnya. Gempa itu berpusat di kedalaman 59 kilometer dan 325 km Baratdaya Simeuleu, 383 km Baratdaya Aceh Jaya, 400 km dan Baratdaya Aceh Barat.
Gempa 7,6 SR Aceh Terasa Sampai Padang
okezone.com, PADANG – Gempa yang mengguncang wilayah Nanggroe Aceh Darussalam pada pukul 01.36 WIB sempat menyentakkan beberapa warga Padang, Sumatera Barat.
Gempa yang berkekuatan 7,6 Skala Ritcher ini membuat sebagian warga Padang yang pulas tidur dan masih terjaga-jaga. M. Haris (32) warga Pasar Raya, Kecamatan Padang Barat, sempat panik dengan goncangan yang berdurasi 15 detik itu.
18 Desa Dinyatakan Endemis DBD
KUNINGAN, (PRLM)– Sebanyak 28 desa di 16 wilayah Puskesmas di Kab.Kuningan dinyatakan sebagai desa endemis DBD karena setiap tahunnya di desa tersebut ditemukan penderita, sehingga memasuki tahun 2012 desa-desa endemis tersebut mendapat perhatian serius dengan dilakukan pengasapan (fogging) dan pemberian gratis abate, guna membunuh jentik dan tempat bersarangnya nyamuk.
Menkokesra Janji Bantu Penanggulangan Banjir di Solo
Solo (ANTARA News) – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, menjanjikan bantuan dana relokasi warga bantaran dalam penanggulangan bencana banjir di Kota Solo, Jateng. Kekurangan dana relokasi warga bantaran Bengawan Solo sekitar Rp40 miliar, dan komposisinya bantuan pusat berbanding daerah 70:30 atau 50:50, akan segera dibahas, kata Menko Kesra di Solo, Minggu.