UGM

Nama : dr. Hendro Wartatmo. SpB., KBD
Instansi : PMPK FK-UGM
Jabatan/Pekerjaan : Konsultan
Telepon : 0811283118
email : [email protected]
Nama : dr. Bella Donna, M.Kes
Instansi : PMPK FK-UGM
Jabatan/Pekerjaan : Ketua Divisi Manajemen Bencana PMPK FK UGM
Telepon : 087878380644
email : [email protected]
Nama : Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD
Instansi : PMPK FK-UGM
Jabatan/Pekerjaan : Konsultan
Telepon : 0811253295
email : [email protected]
Nama : dr. Adib A. Yahya,MARS
Instansi : PMPK FK-UGM
Jabatan/Pekerjaan : Konsultan
Telepon : 08161803497
email :[email protected]
Nama : dr. Hanevi Djasri, MARS
Instansi : PMPK FK-UGM
Jabatan/Pekerjaan : Konsultan
Telepon : (0274) 549424
email : [email protected]
Nama : Dr. Sudibyakto
Instansi : PSBA UGM
Jabatan/Pekerjaan : Former Director
Telepon : 0811267726
email : [email protected]
Nama : Prof. Dr.Ir. Iman Satyarno, M.E
Instansi : Jurusan Teknik Sipil FT UGM
Jabatan/Pekerjaan : Dosen
Telepon : (0274) 545675
email : [email protected]/ [email protected]
Nama : Dr. Rahmat Hidayat, M.Psi
Instansi : Fakultas Psikologi UGM
Jabatan/Pekerjaan : Dosen
Telepon : 081328660234
email : [email protected]
Nama : dr. I. B. GD. Surya Putra P, Sp.F
Instansi : FK UGM/ RS DR. Sardjito
Jabatan/Pekerjaan : Komite Hukum RS DR. Sardjito
Telepon : 081328055571
email : [email protected]
Nama : dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
Instansi : PMPK FK-UGM
Jabatan/Pekerjaan : Konsultan
Telepon : 08122691839
email :[email protected]
Nama : Wisnu Martha Adiputra, SIP, MSi.
Instansi : Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM
Jabatan/Pekerjaan : Dosen
Telepon : (0274) 563362 pst 211
email :[email protected]
Nama : Sutjipto,MSc.,DAP&E
Instansi : PMPK FK-UGM
Jabatan/Pekerjaan : Konsultan
Telepon : 08122849554
email : [email protected]

WHO

Nama : dr. Vijay Nath Kyaw Win
Instansi : WHO
Jabatan/Pekerjaan :
Telepon :
email :
Nama : Indah
Instansi : WHO
Jabatan/Pekerjaan :
Telepon :
email :

Agenda Pembekalan Fasilitator dan in-house Training

Agenda
Pembekalan Fasilitator Wilayah Timur dan
In-house Training RS Sidoarjo-Jatim
untuk Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit

Surabaya, 8 – 12 Mei 2010
Hari I: Sabtu, 8 Mei 2010
Waktu
Acara
Narasumber
16.00-19.00
Registration + Dinner
19.00-21.00
Opening  Ceremonial
Mudjiharto, SKM., MM
(PPK-DEPKES)
Role of University in Disaster Management of Health Sector
dr. Hendro Wartatmo. SpB., KBD
Hospital Preparedness and Regional Hospital Networking
dr. Emil Ibrahim, MARS-(YANMED)
Ethic and Legal Aspect in Disaster Response
dr. Vijay Nath Kyaw Win -(WHO)
Hari II: Minggu, 9 Mei 2010
Waktu
Acara
Narasumber
08.00-10.00
Epidemiology of Natural Disaster
dr. Sudibyakto
10.00.10.15
Coffee break
10.15-11.15
Structural Component
Prof. Dr.Ir. Iman Satyarno, M.E
11.15-12.15
Principles of Hospital Disaster Plan
dr. Hendro Wartatmo, SpB., KBD
12.15-13.15
Lunch
13.15-14.15
Mental Health
Dr. Rahmat Hidayat, M.Psi
14.15-15.15
Management of Deceased In Disaster
dr. I. B. GD. Surya Putra P, Sp.F
15.15.15.30
Coffee break
15.30.17.30
–  SIM dalam Disaster
–  Activation & Deactivation
–  Conceptual Framework of Disaster Management
dr. Lucky Tjahjono, M.Kes
(PPK DEPKES)
Hari III: Senin, 10 Mei 2010
Waktu
Acara
Narasumber
08.00-09.30
Non-Structural Component and Logistic Management
dr.  Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
09.30-09.45
Coffee break
09.45-10.45
Communication, Media and Volunteer Management
Wisnu Martha Adiputra, SIP, MSi.
10.45-12.00 Surveilance Sutjipto,MSc.,DAP&E
12.00-13.00
Lunch
13.00-14.00
Quality Management in Hospital Disaster Plan
dr. Hanevi Djasri, MARS
14.00-15.00
Pandemi dr. Vason Piyowiwat
15.00-15.15 Coffe break
15.15-17.30 Triage and Emergency Treatment dr. Ali Yahya Haedar
Principles of Disaster Medicine
– Nursing Disaster
– Basic Life Support
Hospital Evacuation & Surge Capacity dr. Bella Donna, M.Kes
Hari IV: Selasa, 11 Mei 2010 – In-House Training
Waktu
Acara
Narasumber
09.00-10.00
– Principal and Overview  HDP
Implementation and Evaluation Hospital for HDP
Tim PMPK
10.00-10.15
Coffee break
10.15-12.00
Composing Organization (Pleno) :
Template I : Coordination team
Template II : Operational
Template III : Logistic
Template IV : Planning and Financ
Tim PMPK
dr. Hendro Wartatmo, SpB., KBD
dr. Adib A. Yahya. MARS
dr.  Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
dr. Bella Donna, M.Kes
12.00-13.00
Lunch
13.00-15.00
Composing Job action sheet, Job Description, Form and  SOP
(Pembagian 4 kelompok)
Hari V: Rabu, 12 Mei 2010 – In-House Training
Waktu
Acara
Narasumber
08.00-09.30
Presentation
Peserta
09.30-09.45
Coffee break
09.45-11.30
Survey the Location in Sidoarjo Hospital
Peserta, Tim PMPK
11.30-13.00
Lunch
13.00-14.00
Debriefing
Tim PMPK
14.00-15.00
Plan of Action (POA)
Peserta
15.00-15.15
Coffee break
15.15-16.15
Presentation  Plan of Action (POA) from Sidoarjo Hospital
Peserta
16.15-17.00
Developing Training Unit and Consultation in Disaster Emergency.
Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD

Pelatihan Hospital Disaster Plan (Hosdip)

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program penguatan 116 RS di Indonesia, diharapkan seluruh rumah sakit yang berada di daerah rawan bencana dapat menyusun rencana penanggulangan bencana di rumah sakit (Hospital Disaster Plan). Pelatihan Hospital Disaster Plan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk rencana penanggulangan bencana rumah sakit (Hospital Disaster Plan) yang operasional yang sesuai dengan keadaan rumah sakit itu sendiri. Pelatihan ini terdiri dari pembekalan fasilitator dan In-House Training.

Pengantar tentang Pelatihan Hospital Disaster Plan

Latar Belakang

Banyaknya korban yang membanjiri rumahsakit saat terjadi bencana harus dapat diantisipasi oleh pihak rumahsakit, sehingga rumahsakit sebagai tempat rujukan bagi korban bencana harus mampu menjadi tempat yang aman dan layak untuk para pasien. Untuk meminimalkan resiko bencana, institusi kesehatan khususnya rumahsakit harus mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan bencana, sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang sangat banyak dalam situasi bencana bahkan dapat mengidentifikasi potensial terjadinya bencana di lingkungan rumahsakit. Rumahsakit dalam hal ini memegang peranan utama dalam kesiapan menangani korban bencana.

Dalam beberapa tahun terakhir ini terdapat peningkatan pemahaman akan perlunya  manajemen layanan kesehatan dalam situasi bencana alam baik di rumahsakit maupun dikalangan dokter. Hal ini dipicu oleh adanya kelompok kesehatan dan rumahsakit yang telah mengalami situasi bencana alam di daerahnya dan menginginkan adanya persiapan yang lebih baik apabila bencana terjadi kembali. Disamping itu, keinginan untuk memberikan kontribusi bagi komunitas lokal dalam hal perawatan bagi korban bencana alam (terlepas dari banyaknya jumlah korban) juga telah menjadi alasan untuk peningkatan ini.

Karena itu perlu adanya sistem penanggulangan bencana di tiap rumahsakit. Tetapi mengingat banyaknya jumlah rumahsakit di Indonesia maka tidak mungkin satu institusi melatih seluruh rumahsakit. Karena itu Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan atau PMPK bersama-sama dengan Pusat Penanggulangan Krisis atau PPK mengadakan Training of Facilitator atau TOF untuk menumbuhkan fasilitator-fasilitator yang benar-benar berkomitmen dalam penanggulangan bencana dan handal dalam melatih atau membantu pihak rumahsakit yang ingin membuat Rencana Penanggulangan Bencana Rumah Sakit atau Hospital Disaster Plan berdasarkan modul yang disusun oleh Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan.

Tujuan
Tujuan pembekalan:

  1. Peserta memahami prinsip-prinsip Hospital Disaster Plan
  2. Peserta mampu melakukan In-House Training sampai selesai
  3. Peserta mampu melakukan monitoring hasil In-House Training

Dalam pelatihan untuk calon fasilitator:

  1. Peserta sebagai fasilitator memahami  Hospital Disaster Plan.
  2. Peserta sebagai fasilitator memahami  bahwa Hospital Disaster Plan  berbeda di tiap rumahsakit.
  3. Mendapatkan fasilitator yang benar-benar berkomitmen untuk membantu rumahsakit membuat Hospital Disaster Plan.
  4. Mendapatkan fasiltator yang mandiri dan berkualitas untuk membuat suatu tim yang berperan aktif dalam Disaster Plan disetiap wilayah regional.
  5. Bisa mencari sumber pendanaan di daerahnya masing-masing.

Dalam pelatihan in-house training di RS Sidoarjo:

  1. Peserta di RS mampu membuat Plan of Action atau POA sampai operasional.
  2. Setelah in-house training peserta mampu mempraktekkan Hospital Disaster Plan.

Proses Pelatihan

Tahap 1
Tahap pertama telah dilakukan pelatihan jarak Jauh dengan cara teleconference. Pada tahap pengenalan semua peserta telah disosialisasikan materi modul Hospital Disaster Plan. Pelatihan tahap ini diharapkan dapat memberi dasar pengetahuan bagi para fasilitator.

Tahap 2
Tahap berikutnya adalah pemberian pembekalan bagi peserta pelatihan yang bermanfaat untuk menambah wawasan bagi calon fasilitator, sehingga sebelum tahap selanjutnya dilaksanakan peserta dapat lebih memahami dan menguasai materi yang akan diberikan.  Tahap ini akan diselenggarakan di tempat pelatihan.

Tahap 3 (In-house Training di RS Sidoarjo)
Para fasilitator akan langsung melakukan pelatihan awal di sebuah rumahsakit daerah. Pada kesempatan ini, pelatihan akan dijalankan di RS Sidoarjo. Para calon fasilitator akan mencoba menerapkan tahap awal pelatihan yang bersifat in-house training.

Tahap 4
Para fasilitator di luar wilayah Surabaya kembali ke tempat masing-masing. Fasilitator Surabaya dan pusat akan terus mendampingi RS Sidoarjo dalam menyusun Hospital Disaster Plan. Proses pelatihan akan dialnjutkan melalui website. Para fasilitator lain (di luar wilayah Surabaya) diharapkan mengikuti proses pelatihan dengan menyimak apa yang terjadi di RS Sidoardjo melalui website.

Diharapkan metode ini mampu mendukung tersedianya fasilitator di 9 Hub yang ada dan yang siap membantu rumahsakit yang berada di daerah rawan bencana di Indonesia dalam membuat Rencana Penanggulangan Bencana Rumah Sakit atau Hospital Disaster Plan.

Peserta
Peserta Fasiliator
Sudah mengikuti Training of Fasilitator jarak jauh
Mempunyai komitmen yang jelas dan kuat terhadap program disaster planning
Mempunyai pemahaman yang cukup terhadap salah satu atau beberapa modul Rencana Penanggulangan Bencana Rumah Sakit atau HDP yang telah di ajarkan sebelumnya

Peserta di RS
Peserta In-House Training adalah Manajemen Rumah Sakit yang telah memahami prinsip-prinsip kesiapan rumah sakit dalam menghadapi bencana (Hospital Preparedness)

Waktu Pelaksanaan
Pelatihan Tahap 2 dan 3 akan dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 12 Mei 2010.
Pelatihan Tahap 4 akan dilaksanakan setelah Tahap 4 selesai

Tempat
Pelatihan akan dilaksanakan di :

  1. Pembekalan Fasilitator: Hotel Java Paragon-Surabaya
  2. In-House Training : RS Sidoarjo

Referensi:
Field Manual for Capacity Assessment of Health Facilities in Responding to Emergencies, WHO
Guidelines for Hospital Emergency Preparedness Planning, GOI-UNDP Programme 2002-2008

 

Materi Pembekalan Pengetahuan

Bab I: Pendahuluan

Bab II: Tujuan, Sasaran dan Kompetensi

Bab III: Struktur Program, Peserta dan Pelatih

  • Materi Dasar

1. Epidemilogy of Natural Disaster

2. Principles of Hospital Disaster Plan

3. Structural Component

4. Non Structural Component and Logistic Management

5. Rapid Health Assessment

6. Triage and Emergancy Treatment

7. Hospital Evacuation and Surge Capacity

8. Management of Deceased In Disaster

9. Mental Health

10.Surveilance

11.SIM in Disaster, Activation, and Deactivation

12.Communication, Media and Volunteer Management

13.Conceptual Framework of Disaster Management

  • Materi Inti

1. Coordination Team

2. Operational Team

3. Logistic

4. Planning and Finance

 

Materi Kegiatan Pelatihan In-House Training

Mengapa menggunakan metode In-House Training?

In-house training merupakan pelatihan dan berikut pendampingan yang diselenggarakan di rumahsakit. Para pelatih akan datang di rumahsakit untuk membantu dan mendampingi staf rumahsakit menyusun Rencana Bencana.

Ada beberapa alasan menggunakan metode In-House

  1. Pengalaman selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa pelatihan di kampus, atau tempat pelatihan ternyata tidak mampu menunjukkan hasil perubahan di lapangan
  2. Pelatihan In-house dapat langsung merubah situasi dengan menetapkan kebijakan-kebijakan di rumahsakit.
  3. Pelatihan In-House di RS dapat langsung merubah fisik dan peralatan rumahsakit agar siap menghadapi bencana.

Kegiatan yang dilakukan di pelatihan In-House intinya adalah:

  1. Melakukan pemahaman.
  2. Menetapkan kebijakan-kebijakan operasional rumahsakit.
  3. Melengkapi semua persyaratan
  4. Melakukan perencanaan
  5. Melakukan perubahan fisik dan melengkapi peralatan yang dibutuhkan.

Pada akhir pelatihan akan ada kunjungan lapangan untuk melihat apakah RS sudah melakukan perubahan dan menyusun perencanaan persiapan Bencana atau belum.

Materi yang diberikan adalah:

Pengantar: Tahapan dan Overview
Powerpoint: Struktur Organisasi

Materi:

1. Aspek Koordinasi
Powerpoint :
Modul Inti Koordinasi
Struktur Organisasi
Job Action Sheet

2. Aspek Operasional
Powerpoint:
Modul inti Operasional

Struktur organisasi bidang operasional
Job Action Sheet

3. Aspek Logistik
Powerpoint:
Modul Inti Logistik
Struktur organisasi bidang logistik
Job Action Sheet

4. Aspek Perencanaan & Keuangan
Powerpoint :
Modul inti Perencanaan dan Keuangan,
struktur organisasi bidang perencanaan dan keuangan
Job Action Sheet

Disamping itu para narasumber akan mengarahkan dan diskusi dengan pihak rumah sakit untuk menyiapkan tempat-tempat yang akan digunakan pada saat bencana.

Tahapan untuk melakukan pelatihan adalah sebagai berikut:
Tahap 1: Pertemuan Tatap Muka 1 dengan instruktur
Tahap 2: Melakukan apa yang diharapkan dari Tahap 1.
Tahap 3: Pertemuan Tatap Muka 2 dengan instruktur.
Tahap 4: Melakukan apa yang diharapkan dari Tahap 1 dan Tahap 3.
Tahap 5. Instruktur melakukan Evaluasi.